
Saat mendengar adzan subuh Denis segera bangun, ia teringat akan perintah bosnya untuk datang ke rumahnya pagi-pagi sekali.
Segera ia menuju kekamar mandi untuk membersihkan badannya dan segera melaksanakan sholat shubuh.
Denis yang baru saja keluar dari kamar mandi tengah melihat istrinya yang sedang mengenakan pakaiannya kembali.
" Mau sholat jamaah yang ??", Tanya Denis kepada Nisa.
" Iya bang, tunggu ya , aku mandi dulu ", Ujar Nisa yang terburu-buru masuk kedalam kamar mandi.
Setelah menunggu sekitar 10 menit Nisa sudah keluar dari kamar mandi dan masih mengenakan handuk kimono nya.
" Bentar ya bang , aku ambil mukena dan ganti baju ", Ujar Nisa yang langsung diangguki oleh Denis.
Mereka pun sholat berjamaah dengan sangat khusyuk, setelah selesai Nisa segera pergi kedapur untuk memasak sarapan untuk dirinya dan suaminya.
" Yang, kamu buatin aku susu sama roti aja, aku hari ini berangkat pagi banget, bos nyuruh aku kerumahnya ", Ujar Denis.
" Iya bang, tunggu sebentar ya, Abang tunggu aja di meja makan", Ujar Nisa.
Nisa segera menyiapkan apa yang ingin dimakan suaminya, sedang kan Denis kini tengah bersiap-siap didalam kamarnya.
" Bang kamu dimana ??", Tanya Nisa yang tak melihat suaminya di meja makan, padahal ia tadi sudah menyuruh untuk menunggu di meja makan tersebut.
Denis keluar dengan pakaian yang sudah rapi, segera ia melangkahkan kakinya menuju ke meja makan.
" Emang sepagi ini ya bang, ini kan masih jam setengah 6 ", Ujar nisa sambil melihat ke arah jam dinding yang ada di dinding atas ruang makan tersebut.
"Iya Bos bilangnya pagi banget yang",
" Loh, kapan bos telfonnya, perasaan seharian kemarin pak bos gak hubungin Abang sama sekali ", ujar Nisa sambil menemani Denis sarapan.
" Pak bos telfonnya tadi malam yang, tau gak jam berapa ??, jam setengah 12 malam, kan Abang udah tidur, lagi pula pas pak bos telfon Abang lagi capek-capek nya , jadi ya dengan terpaksa Abang terima telfonnya ", ujar Denis.
" Ih, kamu tuh bang, makanya ronde nya jangan banyak-banyak capek kan jadinya, apalagi Abang sekarang harus berangkat pagi", Ujar Nisa.
Setelah menghabiskan roti panggang yang sudah di buat oleh istrinya dan tak lupa mengabiskan segelas susunya, Denis pun segera berangkat menuju rumah bosnya.
🌼🌼🌼🌼
Fandi kini juga tengah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor sambil menunggu Denis datang.
" Kok pagi banget mas ??", Tanya Alisa yang sama dengan pertanyaan Nisa.
__ADS_1
" Iya mas mau ke kantor Papa, emang sengaja pagi-pagi mas harus udah disana ", Ujar Fandi.
Alisa kini tengah memasangkan dasi di kerah leher suaminya, " Udah selesai mas, udah ganteng ", Ujar Alisa sambil memasangkan jas ke badan suaminya.
Di dalam box bayi Rafa masih belum juga bangun, bayi tersebut biasanya akan bangun jika jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
" Mas mau kopi atau susu ??", Tanya Alisa.
" Kalau mas mau kamu gimana ??", Tanya Fandi yang sedikit memajukan wajah nya hendak ingin meminta ciuman pagi harinya .
" Mas aku tuh tanya nya serius, kok malah jawabnya kemana-mana ", Ujar Alisa heran dengan suaminya pagi ini.
" Mas itu udah kangen banget sama kamu sayang ", Ujar Fandi.
Alisa pun tidak merespon, jika terus menjawab nanti arah pembicaraan nya akan ngelantur kemana-mana.
" Aku buatin kopi aja deh ", Kata Alisa sambil keluar meninggalkan Fandi di dalam kamarnya.
Fandi pun tersenyum melihat tingkah istrinya, kemudian Fandi segera menyusul istrinya yang kini sudah berada di dapur.
Bi Jum kini tengah sibuk dengan nasi goreng yang masih ada di atas kompor, harumnya sudah menyebar ke seluruh ruangan hingga membuat Fandi jadi lapar.
Fandi kemudian segera duduk di meja makan dan menunggu istrinya yang tengah membuatkan kopi untuknya.
" Sayang mas mau nasi goreng", Ujar Fandi.
" Selamat pagi Bi, Pak Bosnya masih belum berangkat kan ??", Tanya Denis langsung kepada Bi Jum.
" Oh Den Denis, Den Fandi ada di dalam sedang sarapan, ayo silahkan masuk den ", Ujar Bibi mempersilahkan Denis untuk masuk.
Denis pun berjalan menuju raung makan untuk menemui bosnya,
" Selamat pagi Bos ", Sapa Denis yang baru saja datang.
" Duduk Den, kamu sudah sarapan ??", Tanya Fandi.
" Tadi sih sarapan sama roti bos, tapi kalau bos menawari saya sarapan lagi dengan senang hati pastinya saya akan sangat senang sekali ", Ujar Denis.
Alisa yang sedang menata sarapan pun juga ikut tersenyum dengan kedatangan Denis,
" Ayo silahkan ", ujar Alisa.
Alisa kemudian mengambil piring dan diisikan nasi goreng kedalam piring suaminya, Denis pun kemudian melakukan hal yang sama, segera ia sarapan karena jujur saja ia masih lapar.
__ADS_1
" Mas Denis mau kopi ??", Tanya Alisa.
" Boleh mbak ", Jawab Denis dengan tersenyum.
Alisa kemudian membawakan dua cangkir kopi untuk suaminya dan untuk Denis.
Setelah selesai sarapan Fandi dan Denis segera berangkat menuju ke kantor Bachtiar Group
Di dalam perjalanan Denis pun masih berkonsentrasi untuk menatap lurus jalan depannya.
" Kita tidak jadi ke Bachtiar Group kita kerumah Papa Ardi saja ", Ujar Fandi
Setelah memberitahu alamat rumah Papa Ardi, Denis pun langsung melajukan mobil bosnya tersebut.
Setalah sampai mereka langsung keluar dari dalam mobil, " Ayo Den, kita masuk ", Ajak Fandi kepada Denis agar mengikutinya masuk.
Pintu utama pun terbuka Bi Minah langsung mempersilahkan Fandi dan Denis untuk duduk.
" Papa dimana Bi??", Tanya Fandi.
" Tuan masih berada di kamarnya, sebentar lagi turun Tuan ", Ujar Bi Minah.
Bi Minah segera pergi menuju dapur, dan tak lama kemudian Papa Ardi pun datang menghampiri mereka.
Fandi segera mencium punggung tangan Papa mertuanya tersebut.
" Ini Denis lah, sekertaris pribadi Fandi ", Ujar Fandi yang membuat pak Ardi Tersenyum.
" Saya Denis Pak ", Ucap Denis sambil.menjabat tangan Pak Ardi.
Baru kali ini Denis berjabat tangan langsung dengan Presdir Bachtiar Group Yang merupakan mertua dari bosnya tersebut.
" Bagaimana Fand ??",Tanya Papa Ardi.
" Minggu depan pah, Fandi akan mengantar Alisa ke kantor Papa ", Ujar Fandi.
" Baiklah, semakin cepat semakin baik, Papa yakin pasti Alisa bisa ", Ujar Papa.
" Iya Pah, Fandi akan sebisa mungkin membantu alis dalam mengelola perusahaan Papa.
Tak lama kemudian Kakek Bagas pun turun,
" Kamu disini fand?", Tanya kakek Bagas.
__ADS_1
" Iya kek, ada perlu sama Papa ", Ujar Fandi sambil berdiri dan menyalami kakek Bagas dan disiykuti oleh Denis.
Denis tidak menyangka pagi ini ia akan bertemu orang-orang besar seperti Pak Ardi dan pak Bagas yang merupakan seorang pengusaha terkenal.