
Alisa hanya melihat suaminya dari kejauhan, Alisa juga terlihat bingung saat ini, Bukannya suaminya mengajaknya untuk makan siang tapi kenapa malah sekarang menunya jadi berubah???, Rujak manis ???," Ah... aku sama sekali tak habis pikir " Gumam Alisa dalam hatinya.
Setelah selesai membeli apa yang di inginkan ya Fandi segera memasuki mobilnya kembali, ia sekarang terlihat sangat senang seperti baru menemukan sesuatu yang amat berharga.
Tak perlu menunggu lama Fandi segera membuka kantong plastik yang barusan ia bawa, ia juga menyerahkan bungkusan yang satu lagi kepada istrinya.
" Sayang ayo makanlah, ini enak sekali ", Ucap Fandi.
Alisa hanya diam menatap heran suaminya yang saat ini sangat lahap sekali memakan rujak buah yang dibelinya tadi.
Bahkan saat memakan buah mangga muda yang rasanya pasti sangat asam sekali, Fandi terlihat biasa saja saat memakannya.
Air liur Alisa yang melihatnya seakan ikut menetes melihat suaminya yang memakan rujak manisnya.
Fandi kemudian mengedarkan pandangannya ke arah istrinya, Fandi juga melihat Alisa sama sekali tidak menyentuh rujak yang ia beli , " Sayang, Rujaknya kok gak dimakan ??", Tanya Fandi yang melihat istrinya hanya memegang bungkusan itu dari tadi ".
" Aku sudah kenyang mas, melihatmu lahap saat memakan nya saja sudah membuatku merasa kenyang ", Ucap Alisa asal.
" Ya sudah kalau begitu, sini rujaknya aku makan semua ", Ucap Fandi.
Alisa pun memelototkan matanya, ia tak menyangka kenapa suaminya mendadak jadi rakus seperti ini.
Alisa segera menyerahkan bungkusan yang satunya, Fandi pun dengan senang langsung menerimanya.
" Mas, kamu makannya di resto aja, jangan disini ", Ucap Alisa.
Fandi seketika sadar saat Alisa mengatakannya, ia kemudian melihat dimana ia sedang berada, " Maaf sayang aku lupa, lebih baik kita segera kembali ", Ucap Fandi.
Fandi pun menyalakan mobilnya kembali dan mengemudikannya menuju Resto nya kembali.
Saat sudah sampai, Fandi segera turun dan juga membukakan pintu mobil sebelah untuk istrinya,
Alisa masih menatap heran suaminya mengapa dia menjadi aneh hari ini.
Tapi Alisa segera membuang pikiran itu jauh - jauh setelah Fandi tiba - tiba memanggilnya.
" Sayang ayo, Apa kamu gak kepanasan disitu ??", Ucap Fandi.
" Eh, iya mas ", Ucap Alisa tersadar dan langsung berjalan masuk kedalam Resto.
__ADS_1
Didalam ruangan Fandi Alisa tetap memperhatikan suaminya yang kembali membuka rujak yang ia ambil dari dirinya tersebut.
" Mas, kamu gak apa-apa makan rujak aja dari tadi ", Tanya Alisa.
" Nggak sayang, ini enak kok ", Ucap Fandi sambil mengunyah mangga muda.
" Mas itu pasti asem banget ya ?? ", Tanya Alisa.
" Nggak sayang ini enak, kamu mau tah ", Ucap Fandi sambil beranjak dari tempat duduk nya.
" Nggak mas aku gak mau, kamu aja yang makan, aku gak tega buat minta sama mas, mas kelihatan lahap sekali ", Ucap Alisa.
Fandi pun kembali menuju tempat duduk nya, hari ini Alisa merasa Fandi tidak perhatian sama sekali kepadanya.
" Kenapa tiba-tiba jadi nyuekin aku kayak gini sih ", Ucap Alisa sendu.
Alisa juga kini semakin sensitif saja, kemudian ia bangun dan keluar dari ruangan Fandi, ia berjalan ke arah dapur dan ingin menemui Dina yang sedang berada disana.
Saat Alisa sudah sampai, terlihat Dina sedang duduk santai karena jam kerjanya juga sudah selesai.
"Hay Bu bos ", Ucap Dina kepada Alisa.
" Kamu kenapa Al ??", Tanya Dina yang melihat wajah murung Alisa.
" Huft " Alisa pun membuang nafasnya dengan kasar, " Aku hari ini dicuekin sama mas Fandi ", Ucap Alisa.
" Dia hari ini aneh banget kak, masa iya tadi dia ngajakin aku keluar untuk makan, tau taunya dia cuma muter-muter aja bikin aku pusing ", Imbuh Alisa.
" Kok pak Fandi jadi aneh ya Al, gak biasanya dia cuek sama kamu, malahan di tiap hari lengket terus sama kamu kayak prangko , Ucap Dina.
" Gak tau lah kak, aku kesini mau ngajak kakak makan bareng, aku udah lapar banget ",Ucap Alisa.
" Ok Al ayo, dengan senang hati. Kita mau makan dimana ???", Tanya Dina.
" Hmmm.... kita makan didepan aja kak, didepan kan ada bakso ya, jadi kita kesana aja ", Ucap Alisa.
Mereka pun berjalan beriringan menuju sebrang jalan untuk makan siang di warung Bakso.
" Hmmm... aromanya bikin aku tambah lapar nih ", Ucap Alisa yang sudah sampai di warung tersebut.
__ADS_1
" Biar aku yang pesan ya Al, kamu cari tempat aja ", Ucap Dina.
Mereka pun berpisah, Alisa segera mencari tempat duduk dan Dina yang memesan baksonya.
Saat Dina sudah membawa dua mangkuk bakso beserta minumannya, Alisa yang melihatnya langsung saja berbinar-binar ketika melihat bakso yang sudah mendarat di meja nya saat ini.
" Makasih ya kak ", Ucap Alisa.
Kemudian mereka segera memakan bakso tersebut, Alisa kini sudah melupakan kekesalannya kepada suaminya tersebut, entah Fandi menyadari atau tidak kalau saat ini Alisa sudah tidak lagi berada di ruangannya.
Setelah menghabiskan satu mangkok bakso, Alisa kembali menuju resto dan Dina sudah berpamitan untuk pulang, saat Alisa hendak masuk didalam ruangan suaminya tiba-tiba Fandi datang dari arah belakang.
" Sayang, kamu dari mana aja , aku tadi bingung nyariin kamu ", Ucap Fandi.
Alisa tidak segera menjawab ia sekarang tengah melanjutkan langkahnya memasuki ruangan suaminya.
Fandi pun mengikuti istrinya masuk dan segera mengunci pintunya,
" Sayang lain kali kalau mau keluar kamu bilang dong, jangan bikin aku cemas ", Ucap Fandi.
" Iya mas, aku minta maaf, aku tadi habis makan bakso didepan sama kak Dina ", Ucap Alisa sambil duduk di sofa.
Kenapa kamu gak bilang kalau mau makan bakso, mas kan yang bakal anterin kamu ", Ucap Fandi.
" Bukannya mas tadi lagi asyik sendiri ya, bahkan mas gak tau kan kalau aku lagi keluar ", Ucap Alisa yang sedikit berkaca kaca.
" Maafin mas sayang, bukan maksud mas kayak gitu, mas gak tau kenapa hari ini mas merasa sedikit aneh ", Ucap Fandi.
Fandi pun kini menarik Alisa dan segera memeluknya dengan erat,
" Sekali lagi maafin mas sayang, mas gak akan ngulangin lagi ", Ucap Fandi menyesal.
" Iya mas, aku udah maafin mas ", Ucap Alisa tersenyum.
" Ya udah nanti pulangnya ikut mas kerumah mama ya ", Ucap Fandi yang sudah di angguki oleh Alisa.
" Sekarang kamu lanjutin aja nonton Drakor kesukaan kamu , mas mau lanjutin pekerjaan mas yang tinggal dikit, habis itu kita pulang ", Ucap Fandi sambil mencium sekilas bibir Alisa.
Fandi kemudian berjalan menuju meja kerjanya lagi dan melanjutkan pekerjaannya, Alisa kini hanya berbaring saja, dia tidak jadi menyalakan laptopnya, matanya kini tiba-tiba saja mengantuk dan tak lama kemudian Alisa sudah tertidur dengan nyenyak.
__ADS_1