
Dengan mata membulat Fandi menatap Dokter Tamara tidak percaya.
" Apa Dok, istri saya hamil ",Ucap Fandi kepada dokter Tamara.
" Iya Pak Fandi Istri anda hamil, dan usia kandungannya sudah memasuki 5 Minggu ", Ucap Dokter Tamara.
Fandi pun nampak sangat senang sekali, ia menarik Alisa dan langsung memeluknya ", Sayang kamu hamil ", Ucap Fandi sambil terus memeluk Istri nya dengan erat.
Alisa yang dipeluk oleh Fandi tiba - tiba saja menangis, " Hiks hiks hiks ",
Fandi yang mendengar istrinya menangis langsung saja melepas pelukannya dan menatapnya dengan bingung.
" Sayang kenapa kamu menangis, apa kamu tidak suka ??", Tanya Fandi yang terus menatap istrinya tersebut.
" Bukan mas, aku menangis karena bahagia, sebentar lagi kita akan menjadi orang tua ", Ucap Alisa yang masih dengan tangisannya.
Mendengar perkataan istrinya tersebut Fandi segera memeluk kembali Alisa dengan erat.
Mama Mira dan Dokter Tamara yang menyaksikannya ikut merasakan kebahagiaan mereka.
Setelah melepaskan pelukannya, Alisa segera duduk kembali, Masih ada pertanyaan yang ia ingin tanyakan kepada Dokter Tamara.
"Dok boleh saya bertanya ??",Tanya Alisa kepada Dokter Tamara yang langsung diangguki oleh Dokter tersebut.
" Silahkan Nona, apa yang ingin anda tanyakan ", Ucap Dokter Tamara.
" Begini Dok, Kenapa saya tidak mengalami morning sickness di pagi hari ya, dan kenapa malah suami saya yang mengalaminya ??", Tanya Alisa penasaran.
Dokter Tamara pun tersenyum, " Itu hal biasa terjadi Nona, tak sedikit yang mengalami kejadian tersebut, itu tidak apa-apa, berarti pak Fandi yang akan mengalami mual - mual dipagi hari dan bisa saja pak Fandi juga akan mengalami ngidam sama seperti perempuan ", Jelas Dokter Tamara.
( Author nya gak tau masalah morning sickness bagi laki-laki, semoga penjelasan Authornya benar ya readers.)
Setelah mendengar penjelasan dokter akhirnya Alisa mengerti kenapa Fandi akhir - akhir ini sangat aneh menurutnya.
Dokter Tamara kemudian memberikan vitamin untuk Alisa agar kandungannya semakin kuat.
" Terimakasih Dokter, kalau begitu kami permisi dulu ", Ucap Mama Mira.
Mereka Ber tiga akhirnya keluar dari dalam ruangan Dokter Tamara, setelah berada diluar Mama Mira langsung memeluk Alisa, "Sayang kamu harus jaga kandungan kamu, kamu gak boleh capek - capek ", Ucap Mama Mira perhatian kepada Alisa.
Alisa pun tersenyum karena Mama mertuanya begitu menyayanginya ", Iya Mah, Alisa akan ikuti nasehat Mama ", Ucap Alisa.
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu lebih baik kita segera pulang ", Ucap Fandi.
Setelah berada didalam mobil, Fandi tiba - tiba merasakan pusing dan mual - mual kembali, segera Mama Mira menyuruh Pak Rizal untuk menepikan mobilnya.
" Pak kita minggir dulu, sepertinya Fandi mulai mual lagi ", Ucap Mama Mira.
Fandi pun segera memuntahkan semua isi perutnya, Alisa juga ikut turun dan memijat tengkuk leher Fandi.
Setelah dirasa sudah tidak mual Alisa kembali menuju mobil untuk mengambil air mineral dan memberikan kepada Fandi.
"Mas minum dulu ", Ucap Alisa.
Fandi pun langsung menerima air dari istrinya tersebut, Setalah itu mereka langsung kembali kedalam mobil.
" Fand, kamu tidak apa-apa ??", Tanya Mama Mira.
" Iya mah, aku sudah merasa baikan ",Ucap Fandi kepada Mama nya.
Alisa yang melihat suaminya seperti ini menjadi tak tega dan menangis seketika.
" Mas, maafin aku ya ??, seharusnya aku yang ngalamin hal ini ", Ucap Alisa sambil terus meneteskan air matanya.
" Sayang, aku tidak apa-apa, kamu tidak perlu kuatir, Mas bisa kok melewati ini, demi bayi kita ", Ucap Fandi.
Pak Rizal pun akhirnya menepikan mobilnya dan Fandi pun keluar dari mobil, " Mas mau kemana ?? , Tanya Alisa yang melihat suaminya keluar.
"Sebentar sayang, mas mau beli mangga muda dulu sama orang yang punya rumah itu ", Ucap Fandi sambil menunjuk salah satu rumah yang terdapat pohon mangga yang cukup tinggi didepan rumah itu.
Alisa pun akhirnya mengikuti suaminya, Mama Mira hanya berada didalam mobil dan menyaksikan anak dan menantunya yang lagi ngidam tersebut.
Saat sudah berada didepan gerbang, Fandi segera memencet bel tersebut, tak perlu menunggu lama, seorang satpam rumah tersebut menghampiri Fandi dan Alisa.
" Selamat siang Pak, Bu, Ada yang bisa saya bantu ??", Tanya satpam tersebut.
"Begini Pak, Istri saya lagi ngidam buah mangga, jadi apa boleh saya membeli mangga yang ada dirumah ini ", Tanya Fandi.
Pak Satpam pun mengernyitkan dahi nya, " Sebentar Pak, saya panggilkan Nona dulu ", Ucap Pak satpam tersebut.
Pak satpam pun memasuki rumah majikannya, tak lama kemudian Pak satpam pun kembali, " Silahkan Pak, Nona sudah mengizinkan ", Ucap Pak Satpam tersebut.
Alisa dan Fandi pun memasuki rumah tersebut, ia bingung bagaimana cara agar ia bisa memetik buah mangga yang cukup tinggi menurut Fandi.
__ADS_1
Fandi sedari tadi hanya melihat kearah atas saja, ia masih berfikir bagaimana cara mengambilnya mangga tersebut, " Mas kamu kenapa ??", Tanya Alisa keheranan.
Fandi pun mendekatkan tubuhnya kearah istrinya dan langsung berbisik.
" Sayang, gimana caranya mas mau petik buah mangga nya ", Ucap Fandi lirih.
Alisa yang mendengar ucapan Fandi tiba - tiba menahan senyumnya.
" Ya kamu manjat lah mas ", Ucap Alisa.
" Apa sayang, mas harus manjat ??", Tanya Fandi tak percaya.
" Ya iya lah mas, lha terus bagaimana caranya, gak mungkin kan buahnya tiba - tiba jatuh sendiri ", Ucap Alisa.
Fandi pun kemudian terdiam " Benar juga, gak mungkin kan mangga nya jatuh sendiri ", Gumam Fandi dalam hati.
Fandi pun kini melepas sepatunya dan menggulung lengan kemejanya sampai batas siku, setelah itu Fandi langsung memanjat pohon tersebut dengan hati - hati.
" Mas, hati - hati ", Ucap Alisa setengah berteriak.
Fandi pun menoleh dan membalas teriakan istrinya.
" Iya sayang, kamu tenang aja, doa in mas ", Ucap Fandi.
Alisa kemudian mengacungkan jempolnya setelah mendengar buah jatuh dari atas pohon.
"Mas, kamu hebat, Buahnya udah jatuh nih ", Ucap Alisa.
" Sebaiknya mas segera turun, ini sudah banyak ", Ucap Alisa.
"Iya sayang, tunggu mas di bawah ya ", Ucap Fandi yang langsung di acungi jempol dua oleh sang istri.
Saat Fandi sampai di bawah lagi, Alisa segera menghampiri dan memeluk suaminya ", Mas, kamu hebat ", Ucap Alisa kepada Fandi.
" Hmm... siapa dulu dong, ini kan suami kamu yang super ganteng ", Ucap Fandi dengan Pede nya.
Alisa pun tertawa, tak lama kemudian Pak Rizal datang dengan membawa paper bag dari dalam mobil, " Den, Non, ini ada paper bag buat tempat mangganya ", Ucap pak Rizal.
" Makasih ya Pak ??", Ucap Alisa.
" Setelalah memunguti mangga hasil petikannya sendiri, Fandi segera mengambil dompet dari saku celananya dan mengambil dua buah lembar uang berwarna merah, ", Pak ini ", Ucap Fandi sambil menyerahkan uang tersebut.
__ADS_1
" Tidak usah Pak, Nona ikhlas ngasih nya ",Ucap Pak satpam tersebut.
Kemudian tiba - tiba terdengar seseorang tengah membuka pintu rumah tersebut.