
Ghina merasa kesepian, Jika di rumahnya Tak ada Rafa dan Disya, begitu juga di kantor, Hari ini awal Zian cuti selama seminggu kedepan, dan Ghina pun merasa sangat kesepian, Nita dapat melihat jika Ghina sama sekali tak bersemangat saat ini.
Nita pun mendekat, mencoba menghibur sahabatnya yang saat ini sedang di tinggal sang kekasih cuti selama seminggu kedepan, Nita tahu jika bos di divisinya itu sedang cuti,Ghina pun sudah cerita kepada Nita tadi pagi.
"Lo jangan kayak gini dong Ghin, ayo semangat, kan cuma satu Minggu aja kan, gak lama", ucap Nita kepada Ghina.
Ghina terlihat memalingkan pandangannya, kembali melihat wajah sahabatnya itu yang berada tepat di depannya,
"Iya, Gue gak apa-apa nit, Gue laper nih, kita cari makan, cari suasana berbeda yuk??", Ajak Ghina, ia ingin mengajak Nita makan siang di resto milik keluarganya, tiba-tiba saja Ghina ingin menikmati menu andalan disana, dan rasanya lidah Ghina sudah Tak sabar untuk memakan makanan itu.
Ghina segera keluar dari kantor,mencari taxi di depan itu alternatif nya, tak mungkin ia memesan taxi online, dan pastinya akan lama datangnya, sedangkan dia kini sudah diburu waktu istirahat yang semakin dekat akan habis waktunya.
Mereka kini berada di dalam taxi, dan Ghina segera memberitahu kan tempat yang akan ia dan Nita tuju.
"Kita sebenarnya mau makan dimana sih Ghin, jauh nggak??, nanti kita telat lagi kembalinya", Ujar Nita yang sedikit khawatir jika dirinya dan Ghina akan terlambat masuk ke kantor.
"Nggak jauh kok, nggak akan lama, bentar lagi sampai", dan benar apa yang dikatakan oleh Ghina, Lima menit kemudian mereka kini sudah sampai di fandy's food, tempat dimana Resto besar milik keluarga nya.
Ghina segera membayar tarif argonya dan segera keluar dari dalam taxi, mereka berdua kemudian berjalan dan masuk kedalam resto tersebut.
"Selamat siang Mbak Ghina, ada yang bisa kami bantu??", Tanya salah seorang karyawan Daddy nya yang sangat ramah itu, di dalam resto tersebut di wajibkan ramah kepada pelanggan, dan itu akan membuat para pelanggan senang dan betah makan di dalam Resto ini.
__ADS_1
"Selamat siang juga mbak??, Hmm... saya mau menu yang biasanya ya, dua ya, dan minumannya juga biasanya", Karyawan tersebut pun mengangguk dan segera pergi ke belakang, Ghina pun kemudian mengajak Nita untuk mencari tempat duduk yang nyaman, yang biasanya ia duduki tentunya.
Nita terlihat bingung, ia melihat ke akrab an yang di perlihatkan boleh karyawan tersebut kepada Ghina.
"Eh Ghin, Lo kok bisa akrab gitu sama mbak yang tadi??", tanya Nita penasaran, tak mungkin kan Ghina pernah bekerja disini, dan tak mungkin jika dia itu teman Ghina, dan Karyawan tersebut tidak mungkin memanggil Ghina dengan sebutan mbak kepada Ghina.
"Iya itu karyawan Daddy, sebelum aku kerja aku sering kesini, kadang bantu-bantu sedikit", Ucap Ghina, dan Nita pun terlihat membuka mulutnya tak percaya.
"Seriusan, ini resto milik keluarga Lo??, milik pak Fandi??", Tanya Nita tak percaya.
"Iya, dan Lo biasa aja dong, jangan kayak gitu, biasa aja", ucap Ghina, dan Nita pun kembali ber ekspresi seperti biasanya lagi.
Beef steak panas kini sudah terhidang di mejanya dan di tambah lagi dengan dua gelas jus alpukat yang ada di samping piring masing-masing.
"Sekarang ayo kita makan,Lo gak mungkin kan terus lihatin makanan Lo", Ucap Ghina, dan Nita pun hanya nyengir saja.
Nita tak henti-hentinya tersenyum, ia begitu menikmati beef steak yang ia makan saat ini, bukan Nita tak pernah memakan makanan ini, tapi menurut Nita ini adalah beef steak Ter enak yang pernah ia makan.
Kini kedua perut mereka sudah terasa kenyang, Dan mereka kemudian bersiap untuk segera pergi dari Resto ini dan segera kembali ke kantor.
Mereka kembali ke kantor tepat 15 menit sebelum istirahat mereka habis, Ghina yang saat ini tengah datang bulan langsung saja kembali ke ruangannya, lain halnya dengan Nita, Nita kemudian segera menuju ke mushola kantor dan segera menunaikan kewajibannya terlebih dahulu.
__ADS_1
Kini semua sudah kembali ke meja mereka masing-masing, untuk saat ini yang memegang kendali di ruangan tersebut langsung Fandi sendiri, ia langsung saja menghandle semua pekerjaan Zian yang saat ini sudah menumpuk,
Bukan tak mau mengganti dengan orang lain, jika ia menyuruh salah seorang,itu sama saja, toh file itu akan kembali ke pada dirinya, berbeda dengan Zian yang memang sudah memegang jabatan disana.
Fandi baru kali ini melihat kinerja putrinya, Ghina dapat mengerjakan semuanya dengan sangat rapi, jadi Fandi sudah tidak perlu ragu lagi untuk menyerahkan perusahaan ini kepada Ghina nantinya, Tidak perlu terlalu cepat, Fandi akan memberi pelajaran terlebih dahulu kepada Ghina akan dia sedikit demi sedikit mengerti pekerjaan seorang CEO.
Mungkin Dimata beberapa karyawan yang ada di divisi itu berbeda, tatapan Fandi kepada putrinya memang menjadi pusat perhatian oleh para karyawan yang ada disana, berbeda dengan Nita yang sudah tahu hanya sesekali melirik dan melanjutkan menyelesaikan pekerjaan nya.
Sore harinya, saat ini sudah memasuki jam pulang kantor, Alisa sudah pulang terlebih dahulu, dan hanya tinggal Fandi dan ditemani Ghina tentunya, Fandi sudah bilang jika ia masih ada urusan sebentar di ruang kerja Zian, dan akhirnya Alisa pulang terlebih dahulu dengan di jemput oleh Pak Dadang.
Setelah dirasa tak ada orang, Ghina kemudian masuk kedalam ruangan tersebut, memenuhi perintah Mommy nya yang menyuruhnya untuk menemani Daddy nya, dan Ghina pun dengan senang hati melakukan nya.
Fandi pun melihat putrinya yang masuk kedalam ruangannya, dan ia kemudian tersenyum kepada putri satu-satunya itu.
"Kok belum sayang??", Tanya Fandi yang melihat putri nya sedang duduk dihadapan nya.
"Iya dad, Mommy nyuruh aku buat nemenin Daddy, jadi ya aku disini sampai Daddy pulang", Ucap Ghina.
"Oh,ya sudah,kamu duduk aja disitu, kalau mau tidur, gak apa-apa, nanti jika Daddy sudah selesai Daddy bangunin", ucap Fandi kepada Putri nya, "Nggak dad, aku mau nemenin Daddy aja", Ghina kemudian mengeluarkan ponselnya dan segera mengutak-atik benda pipih Tersebut untuk menghilangkan rasa jenuh nya.
Tak disangka, ada salah satu karyawan yang belum pulang, karyawan tersebut terlihat kaget saat mendapati Ghina yang sedang bersama dengan CEO tersebut berdua di ruangan tersebut, Kemudian karyawan itu pun mengambil foto Ghina dan Fandi secara diam-diam, mungkin itu akan menjadi bukti yang akan menjatuhkan Ghina di hadapan Alisa.
__ADS_1