
Semuanya sudah berkumpul di meja makan kecuali Disya, Disya masih tetap dikamar, dan sudah sarapan terlebih dahulu.
Setelah ini Rafa berencana akan membawa Disya ke dokter kandungan, ia akan memeriksakan kandungan istrinya dan juga akan berkonsultasi dengan dokter tentang masalah yang sedang ia hadapi, bagaimana cara agar membuat Disya tidak mual selama berdekatan dengan nya.
Disya saat ini tengah bersiap-siap, dan Rafa saat ini juga tengah menunggu nya, Disya turun dari tangga dengan sangat hati-hati, ia tak mau terjadi sesuatu dengan kandungannya itu.
Rafa kemudian tersenyum pada Disya, dan Disya juga langsung membalas senyuman suaminya, ingin sekali Disya berdekatan dengan Rafa, tapi bagaimana lagi, Disya tak bisa melakukan nya.
Saat ini Disya berada di belakang Rafa, dan Rafa saat ini berada di balik kemudinya.
"Kamu gak apa-apa kan sayang??" Tanya Rafa, dan Disya pun menggeleng, sejauh ini Disya sangat baik-baik saja.
"Aku tidak apa-apa kak, kakak fokus nyetir aja" Ucap Disya sambil tersenyum,
Rafa pun kembali fokus menatap jalanan di depan, sambil sesekali melihat ke arah istrinya dari kaca spion mobilnya.
__ADS_1
Tak lama setelah itu mereka pun sampai di rumah sakit, Rafa kemudian segera turun, dan kemudian berlari kecil untuk membukakan pintu untuk istrinya yang ada di belakang,
Disya kemudian segera turun dengan pelan, ia berjalan di samping Rafa, dan ia masih baik-baik saja dan tidak mual sama sekali.
Mereka saat ini berjalan menuju ke arah ruangan Ghani, Ghani sudah memberitahu dokter terbaik untuk memeriksa kandungan kakak iparnya, dan setelah ini mereka akan menemui dokter itu bersama dengan Ghani tentunya.
Ghani sudah menunggu ke dua kakaknya, dan setelah kedatangan Disya dan Rafa, Ghani pun segera pergi untuk mengantar kakaknya menuju ke dokter yang sudah i rekomendasikan itu.
"Selamat pagi Dokter" Ucap Ghani kepada dokter Aisyah, dokter kandungan senior di rumah sakit tersebut.
Dokter Aisyah yang sudah tahu maksud tujuan Ghani segera menyuruh Disya untuk merebahkan tubuhnya.
Dokter segera menuangkan sedikit gel ke perut Disya, dan dapat terlihat sesuatu sebesar biji kacang yang ada di layar monitor, Disya terlihat sangat bahagia sekali melihat janin yang benar-benar ada di dalam kandungan nya tersebut.
Disya pun kembali ke tempat duduknya, tapi kali ini Rafa lah yang pertama kali membuka suaranya, ia ingin menanyakan soal kehamilan istrinya tersebut.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan kandungan istri saya dok??" Tanya Rafa kepada Dokter Aisyah, dan Dokter itu pun tersenyum kepada Rafa.
"Kandungan ibu Disya baik-baik saja pak Rafa, jadi bapak tidak perlu khawatir" ucap dokter Aisyah.
"Tapi istri saya selalu mual-mual fok kalau pagi, dan dia juga kalau dekat-dekat saya juga langsung mual dok, bagaimana??" Tanya Rafa, dokter Aisyah pun kembali tersenyum.
"Pak Rafa saya harap kan ekstra sabar ya, ibu hamil itu berbeda-beda pak, dan semua itu gak akan bertahan lama, dan untuk mengurangi rasa muak saya akan beri vitamin agar rasa muak Bu Disya berkurang ya", Ujar dokter Aisyah.
Dokter Aisyah pun menuliskan beberapa resep dan segera ia berikan kepada Rafa, setelah pemeriksaan selesai, Rafa, Disya, beserta Ghani pun pamit.
"Terimakasih dokter" ucap Ghani, "Sama-sama Pak Ghani" Jawab dokter Aisyah, Ghani, Rafa dan Disya pun segera keluar dari ruangan dokter Aisyah dan segera berjalan untuk menebus obat tersebut, tapi sebelum itu Rafa mengantar Disya ke mobil terlebih dahulu, dan setelah itu Rafa akan menebus vitamin Tersebut di apotek yang ada di rumah sakit tersebut.
Setelah ini, Rafa mengajak Disya mampir ke supermarket terlebih dahulu, Rafa ingin membelikan susu khusus ibu hamil untuk istrinya, Rafa ingin agar nutrisi Disya bisa terpenuhi, dan anak yang ada di dalam kandungan Disya bisa sehat.
Saat ini mereka berada di dalam supermarket, Disya yang ikut masuk kedalam mulai memilih susu khusus ibu hamil dengan aneka Rasa, ada 3 varian, coklat, vanila, dan strawberry, Setelah selesai Rafa seger membayar beberapa susu yang di beli istrinya tersebut.
__ADS_1
Rafa dan Disya tak pergi kemanapun lagi, kini mereka berjalan pulang karena Rafa ingin istrinya segera istirahat, dan Rafa tak pulang ke rumah orangtuanya, melainkan ia membawa Disya menuju ke apartemen nya, tempat tinggal dirinya dan Disya sekarang.