
Kini semua berkumpul di meja makan, makanan yang di masak oleh bibi tadi sudah tertata dengan rapi di meja makan.
Disya terlebih dahulu mengambilkan makanan untuk suaminya, kemudian ia juga mengambil kan makanan untuk orang tuanya, mereka bertiga terlihat sangat senang dengan perlakuan Disya, Disya sangat perhatian sekali kepada suami dan orang tuanya.
"Mbak, katanya bawa oleh-oleh dari Bali, Mana??" Tanya Lita yang saat ini juga sedang mengunyah makanan di mulutnya.
"Nanti, setelah makan malam mbak akan bawa oleh-oleh nya" Ucap Disya yang langsung diangguki oleh Lita. Anak SMP itu terlihat sangat antusias sekali, tidak perlu oleh-oleh yang banyak atau mahal, dikasih aja mungkin dia sudah sangat senang.
"Sudah, cepat habis kan makanan kamu Lita, nanti keburu dingin" Ujar Denis dan Lita pun segera menuruti permintaan papanya.
Makan malam sudah selesai, kini mereka kembali berkumpul menuju ke sofa ruang tengah yang ada di lantai atas, mereka semua kini tengah menunggu Rafa dan Disya yang katanya tadi ingin mengambil sesuatu datu kamarnya, namun saat ini belum juga keluar.
Tak lama setelah itu, Rafa, dan Disya pun keluar, Rafa terlihat menyeret satu koper yang berisikan penuh oleh-oleh khas Bali di sana.
Mata Lita pun mendelik melihat koper yang di bawa kakaknya, pastinya oleh-oleh yang di bawa kakaknya sangatlah banyak sekali.
Disya mulai mengeluarkan satu persatu semua barang dalam koper tersebut, oleh-oleh Yang khusus di berikan kepada mamanya juga sudah tertata rapi jadi mudah untuk diambil dan di berikan langsung kepada mamanya.
"Ma, ini buat Mama" Disya menyerahkan satu paper bag besar kepada Mamanya.
Nisa kemudian menerima hadiah itu dengan senang hati, dan kemudian kini giliran Rafa lah yang menyerahkan hadiah satunya kepada Papa mertuanya,
__ADS_1
"Pa, ini buat Papa, semoga Papa senang ya" Ujar Rafa, dan Denis pun mengangguk sambil tersenyum.
Setelah Mama dan papanya sudah, kini giliran Disya menyerahkan paper bag lainnya kepada adiknya itu, betapa senang nya kita, ternyata hadiah yang diberikan oleh kakaknya sangatlah banyak,
"Terimakasih ya kak, Lita sayang banget sama kakak" Ujar Lita, dan Disya pun tersenyum menanggapi adiknya itu.
Masih ada oleh-oleh di dalam koper itu, dan itu merupakan bagian untuk Bibi, Pak supir dan pak satpam yang ada di rumah ini, Segera Rafa membawa paper bag itu ke depan, dan Disya juga berjalan ke belakang untuk memberikan itu semua kepada Bibi.
Semuanya pun terlihat senang, Rafa dan Disya pun juga terlihat bahagia bisa memberi sedikit oleh-oleh kepada orang yang sangat berjasa di rumah Papa dan Mama nya.
Kini semua sudah kembali ke kamar mereka masing-masing, Rafa dan Disya pun juga begitu, sesuai dengan rencananya tadi Disya pun segera pergi menuju ke kamar mandi dengan membawa sesuatu, ia ingin memberi kejutan kepada suaminya, meskipun bisa di bilang itu gagal, tapi Disya tetap memberikan kejutan tersebut.
Rafa terlihat sedang memainkan ponselnya, ia begitu fokus dengan layar ponselnya sehingga tidak mengetahuinya jika istrinya itu sudah keluar dari dalam kamar mandi, Disya pun segera duduk di depan meja riasnya, sebelum itu ia tetap melakukan perawatan malam wajahnya sebelum tidur, tak lupa juga ia menyemprotkan parfum ke bagian badan untuk bisa memancing suaminya, dan ternyata benar, hanya mencium bau parfum itu saja Rafa sudah fokus menatap Disya yang saat ini sudah tidak mengenakan tutup di kepalanya, rambutnya yang berwarna coklat ia biarkan tergerai indah, membuat kecantikan Disya begitu terpancar di mata Rafa.
Rafa segera menuntun istrinya menuju ke ranjangnya, membawa perempuan yang ia cintai tersebut untuk segera berbaring di atas ranjang tersebut, tapi sebelum itu Disya melepas kimono tidur yang ia pakai, betapa terkejutnya Rafa saat melihat Disya memakai lingerie yang sangat seksi dihadapan nya, baru pertama kali Disya mengenakannya dan itu membuat Rafa berulang kali gagal fokus karena melihat pemandangan yang ada didepannya.
Pagi harinya, Tepatnya pukul 4 pagi terdengar suara adzan subuh yang tiba-tiba membangunkan Disya, segera Disya bangun dan memunguti pakaiannya yang sudah terlempar ke segala arah, Rafa benar-benar tidak bisa di bayangkan oleh Disya, seminggu saja ia berpuasa membuat badan Disya pagi ini sangat sakit sekali.
Disya segera pergi ke kamar mandi, ia berniat mandi dan setelah itu segera menunaikan sholat Subuh,
Beberapa menit kemudian Disya sudah keluar dari dalam kamar mandi, dapat Disya lihat jika sang suami saat ini masih saja tertidur dengan pulas nya, tapi Disya tetap ingin membangunkannya, ia akan tetap menyuruh suaminya itu untuk segera mandi dan sholat Subuh.
__ADS_1
Tak lama setelah itu terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya, Disya pun kaget dan segera mengganti pakaiannya terlebih dahulu sambil sesekali menggoyangkan bahu suaminya agar ia segera bangun.
Disya kemudian segera membukakan pintu kamarnya, dan betapa terkejutnya yang ada di depan kamarnya saat ini adalah Papa nya.
Papanya sudah rapi dengan baju Koko dan sarungnya, dan bisa dipastikan jika Papanya saat ini ingin mengajak suaminya untuk sholat berjamaah di masjid.
"Ada apa pa??" Tanya Disya kepada papanya, tapi Disya menutup sedikit pintu kamarnya agar papanya tak dapat melihat Rafa yang masih tidur dengan bertelanjang dada.
"Papa ingin mengajak Rafa sholat berjamaah di masjid komplek" Ujar Denis.
"Sebentar pa, Papa nunggu nggak apa-apa kan, sebentar aja pa", Dan Denis kemudian mengangguk kepada putrinya.
"Baik, Papa tunggu di bawah ya, mumpung belum di mulai sholat berjamaah nya.
Denis pun segera turun dan Disya segera membangun kan suaminya yang sama sekali tidak menanggapi sentuhan yang ia berikan tadi, Disya pun semakin gencar untuk membangunkan suaminya, dan ternyata usahanya tidak sia-sia.
"Ada apa sayang??" Tanya Rafa.
"Papa nungguin kakak di bawah, mau diajak sholat Subuh berjamaah di masjid dekat sini" Mendengar perkataan istrinya membuat Rafa segera berlari dengan membawa selimut nya ke kamar mandi, ia masih belum mengenakan apapun setelah aktivitas malam nya tadi, Disya melihat tingkah suaminya tidak bisa menahan tawanya, tapi ia tidak perlihatkan itu, bisa-bisa suaminya itu akan ngambek kepadanya jika ketahuan ia menertawai nya seperti ini.
Disya pun segera mengambil baju Koko, sarung beserta kopiah agar nanti jika suaminya sudah selesai bisa segera mengenakannya.
__ADS_1
Rafa sudah keluar dan dia segera memakainya pakaian yang sudah disiapkan Disya, dan setelah siap ia segera keluar dari kamarnya agar Papanya tidak menunggunya terlalu lama.