
" Mah, aku sudah siap ", Ujar Alisa.
Mama Mira kini tengah duduk di sofa ruang tengah sambil menikmati secangkir teh rendah gula dan berbagai macam buah-buahan yang telah di kupas oleh Bibi.
" Ayo sayang kita berangkat, nanti kesiangan ", Ujar Mama Mira .
" Iya mah, tapi Alisa mau kebelakang dulu mau ngasih tau bibi dulu ", Ujar Alisa meminta izin.
" Iya sayang Mama tunggu".
Setelah itu mereka pun keluar bersama,
" Gimana kandunganku sayang??", Tanya Mama Mira.
" Alhamdulillah mah, Kandungan aku baik-baik saja, gak ada masalah ", Ujar Alisa.
" Syukurlah sayang, Mama jadi seneng dengarnya".
Satu jam kemudian Alisa dan Mama Mira telah sampai di salah satu pusat perbelanjaan di kotanya tersebut.
" Ayo sayang, hati-hati ", Ujar Mama Mira.
Mereka pun kini berjalan berdua sambil melihat-lihat kearah penjuru mall tersebut.
" Ayo sayang kita kesana ", Ujar Mama Mira sambil menunjuk salah satu butik busana muslim.
" Kita mau ngapain mah ??", Tanya Alisa.
" Mama mau beliin kamu baju ", Ujar Mama Mira.
" Nggak usah mah, baju Alisa udah banyak ", Ujar Alisa menolak secara halus.
" Nggak apa-apa sayang, Mama senang kok, lagi pula Mama kepingin beliin baju menantu Mama ini ", Ujar Mama Mira sambil tersenyum.
Setelah dari butik, kini mereka beralih ke toko perhiasan yang berada tak jauh dari butik tersebut.
" Mah, kita mau ngapain lagi kesini ??", Tanya Alisa kembali.
" Ya mau beli perhiasan dong sayang, Sini ayo kamu pilih mana yang kamu suka ", Ujar Mama Mira.
" Mah??, Mama gak perlu beliin Alisa perhiasan, mas Fandi juga sering beliin Alisa seperti ini ", Ujar Alisa.
" Nggak apa-apa sayang, Mama kan cuma mau beliin menantu Mama satu-satunya ini ", Ujar Mama Mira.
Setelah berbagai macam rayuan dari Mama akhirnya Alisa mau dibelikan perhiasan oleh Mama Mira, walau hanya sebuah gelang saja yang Alisa pilih tapi itu sudah membuat Mama Mira senang.
Setelah berjalan lama, akhirnya sepasang wanita yang berbeda usia itu merasakan lelah yang luar biasa.
" Mah, pasti Mama capek ya??", Tanya Alisa yang melihat Mama Mira memijat kakinya sebentar.
__ADS_1
" Iya sayang, tapi sedikit, Mama nggak apa-apa kok ", Ujar Mama Mira.
" Kita pulang aja ya mah, sepertinya Mama harus istirahat ", Ujar Alisa.
Akhirnya Mama Mira mengalah dan mau diajak pulang oleh Alisa, sebenarnya Mama Mira masih ingin mengelilingi mall tersebut, tapi melihat keadaan kakinya yang sudah pegal dan melihat Alisa yang sudah lelah akhirnya Mama Mira pun menyudahi belanjanya kali ini.
" Makasih ya sayang udah nemenin Mama belanja ", Ujar Mama Mira.
" Iya mah, seharusnya Alisa yang berterima kasih kepada Mama, Mama sudah mau membelikan berbagai macam barang buat Alisa ", Ucap Alisa sambil memegang tangan Mama Mira.
" Kita kerumah Mama saja, Nanti mas Fandi yang akan jemput Alisa ", Ujar Alisa.
" Iya sayang. Kita kerumah saja ya Pak ", Ujar Mama Mira kepada Pak Rizal.
" Baik Nyonya ", Jawab Pak Rizal yang langsung mengemudikan mobil majikannya menuju rumahnya.
Satu jam kemudian Alisa dan Mama Mira sudah sampai Dirumah.
Mereka kini mulai masuk kedalam rumah dan langsung duduk bersandar di sofa ruang tamu.
" Kamu capek sayang ??", Tanya Mama Mira.
" Sedikit mah ", Ujar Alisa yang tak ingin membuat Mama Mira khawatir, sejujurnya Alisa saat ini sangat lelah sekali karena ia merasa pinggangnya sudah seperti akan patah.
" Mah, aku ke kamar dulu ya ", Ujar Alisa.
" Iya mah ", Jawab Alisa yang langsung melangkah kan kakinya menuju kamar tamu yang tak jauh dari tempatnya sekarang.
Alisa kini tengah merebahkan tubuhnya, ia sangat merasakan lelah hari ini karena ia harus berjalan lama di mall bersama Mama mertuanya.
Tak lama setelah itu Alisa sudah tertidur tanpa melepas jilbabnya yang masih ia kenakan di kepalanya.
Diruang dapur Mama Mira kini tengah memerintahkan Bibi untuk segera menyiapkan makan siang untuk Alisa.
" Jangan lupa nanti makanannya diantar langsung ke kamar tamu ya Bi, soalnya Alisa sedang istirahat disana ", Ujar Mama Mira.
" Iya Nyonya ". Kemudian Mama Mira juga pergi ke kamarnya untuk segera mengoleskan minyak urut dikakinya yang sudah pegal sedari tadi.
Setelah makanan siap Bibi segera menuju kekamar tamu dengan membawa nampan yang berisikan nasi dan lauknya, air minum dan sepiring salad buah untuk Alisa.
Tak lama kemudian Bibi mengetuk pintu kamar tersebut.
Tak ada jawaban sama sekali, dengan pelan bibi membuka pintu tersebut dan terlihat Alisa yang sedang tidur dengan pulas.
" Nona tidurnya pulas banget, jadi gak tega buat ngebangunin ", Ujar Bibi.
" Bibi kemudian meletakkan makan siang Alisa di atas meja nakasnya, Setelah itu bibi kembali keluar dan melanjutkan pekerjaannya kembali.
Tak sampai satu jam terdengar suara mobil dari luar, dengan langkah cepat bibi segera membuka pintu tersebut dan melihat siapa yang sedang datang kerumah tersebut.
__ADS_1
Yang datang sekarang adalah Fandi, Ia menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat hari ini, karena sudah merasa rindu dengan istrinya Fandi akhirnya memutuskan untuk pulang siang ini.
" Den Fandi sudah pulang ??", Tanya Bibi yang melihat Fandi dari balik pintu.
" Iya Bi, Apa istriku sudah pulang Bi??", Tanya Fandi sambil masuk kedalam rumah.
" Sudah, Nyonya sama Nona sudah pulang dari sejam yang lalu, tapi Nona sekarang tengah tidur tuan ", Ujar Bibi.
" Oh,, Ya sudah Bi, kalau begitu aku mau langsung kekamar ", Ujar Fandi kepada Bibi.
" Baik Den ", Ujar Bibi kepada Fandi.
Fandi kini berjalan menuju kearah tangga rumahnya.
" Den, Nona berada di kamar tamu ", Ujar Bibi.
" Loh, kenapa dikamar tamu ??", Tanya Fandi.
" Itu tadi Nyonya gak tega lihat Nona harus naik ke atas, jadi Nona disuruh tidur di kamar tamu ", Ujar Bibi menjelaskan.
" Oh, ya sudah bi, terimaksih ", Ujar Fandi sambil tersenyum.
Fandi Kemudian berbalik arah menuju kearah kamar tamu, Saat sudah membuka pintu terlihat istrinya yang tengah tertidur lelap.
" Apa kamu capek sayang ", Gumam Fandi dalam hatinya yang melihat wajah istrinya terlihat lelah.
Fandi kemudian mengedarkan pandangannya dan melihat kearah meja nakas.
" Seperti nya kamu belum menyentuh makan siang mu ", Ujar Fandi pelan.
Fandi kini mulai menaiki ranjang setelah melepas sepatu dan kemejanya.
Ia mulai menciumi wajah istrinya berharap istrinya akan bangun.
Benar saja, tak perlu menunggu lama akhirnya Alisa dengan perlahan membuka matanya.
" Mas ", Ucap Alisa dengan suara khas tidurnya.
" Iya sayang, mas disini ", Jawab Fandi sambil mengelus pipi chubby istrinya.
" Kapan kamu datang mas ??, Tanya Alisa.
" Barusan sayang, Gimana tadi jalan sama Mama, pasti capek kan ??", Tanya Fandi kepada istrinya.
" Nggak mas, aku gak capek kok ", ujar Alisa.
" Kamu kenapa jadi pandai berbohong sayang, terlihat jelas wajah mu sangat lelah sekali ", Ujar Fandi.
Alisa hanya diam saja dan tak menjawab perkataan suaminya.
__ADS_1