Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
90


__ADS_3

Keesokan paginya Fandi kini sudah tiba di Resto, Tapi dia tengah berubah pikiran, dia tidak menjemput Alisa siang ini, malah sekarang dia membawa Alisa langsung dan mengikutinya di Resto.


" Sayang, Kamu gak apa-apa kan mas ajak ke Resto ", Ujar Fandi.


" Nggak apa-apa mas, aku malahan senang, aku bisa bertemu dengan kak Dina disini ", Ujar Alisa.


Fandi pun kemudian menuju ke kursi kebesarannya, dan Alisa seperti biasa duduk disofa.


Tapi diam-diam Fandi sudah merenovasi ruangannya, didalam ruangannya sengaja ia tambah lagi satu kamar yang sudah lengkap dengan ranjang, kamar tersebut ia persiapkan jika istrinya tengah mengikutinya di Resto.


" Sayang, nanti kalau kamu capek kamu istirahat aja disana ", Ujar Fandi sambil menunjuk ke arah pintu yang tepat di belakang Fandi.


" Loh, sejak kapan disitu ada pintu mas ??", Tanya Alisa heran.


" Sejak Minggu lalu sayang, mas sengaja persiapkan untuk kamu istirahat jika sewaktu-waktu kamu ikut mas seperti ini ", Ujar Fandi.


Alisa pun tersenyum, ia amat senang jika kamar tersebut diperuntukkan untuk nya.


" Aku boleh lihat mas??", Tanya Alisa.


" Boleh lah sayang, kan mas bikinnya khusus buat kamu ", Ujar Fandi.


Alisa pun segera membuka kamar tersebut, terlihat didalam seperti kamar sebenarnya yang memiliki ranjang yang berukuran king size.


Alisa kemudian menjatuhkan tubuhnya secara perlahan-lahan di Ranjang tersebut dan mencoba untuk berbaring.


Alisa pun tersenyum, ia semakin lama membaringkan tubuhnya karena pinggang nya sudah agak terasa sakit.


" Sayang ", Panggil Fandi yang tiba-tiba sudah berada di dalam ruangan tersebut.


Alisa kemudian mendongakkan kepalanya ketika melihat Fandi yang sudah berada di sampingnya.


" Mas bukannya kamu lagi kerja ", Ujar Alisa .


" Aku kangen sama kamu sayang ", Ujar Fandi yang mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya.


Tiba-tiba Fandi langsung saja mencium bibir Alisa, Alisa pun nampak kaget karena perlakuan Fandi kepadanya.


" Mas, kami ngapain nanti kalau ada orang yang liat gimana??", Tanya Alisa saat Ciumannya sudah dilepaskan oleh Fandi.


" Tidak ada yang tahu sayang, ini ruang khusu, dan pintu ruangan ku juga udah aku kunci jadi kamu gak perlu khawatir ", Ujar Fandi.


Fandi kemudian memulai ciumannya kembali, tapi kali ini disambut dengan hangat oleh Alisa.


Tangan Alisa sudah di kalungkan di leher Fandi, membuat Fandi semakin leluasa bergerilya di rongga mulut Alisa.

__ADS_1


Fandi kemudian mulai melepas jilbab Alisa, Tangan Fandi pun masih terus turun dan kemudian menyusup ke dalam baju istrinya membuat Alisa seketika mendesah panjang.


Kemudian Fandi tiba-tiba saja membuang semua baju Alisa dan terjadilah percintaan di siang hari yang begitu panas.


Setelah selesai mereka pun istirahat sejenak untuk menetralkan nafas mereka yang masih tersengal-sengal karena aktifitas siangnya tersebut.


Saat melihat jam yang masih melingkar di pergelangan tangannya Fandi nampak kaget karena ia sudah ada janji dengan Dokter Tamara.


" Sayang, ayo kita bersihkan badan kita, mas lupa jika ada janji dengan Dokter Tamara", Ujar Fandi.


Alisa masih saja meringkuk di dalam selimutnya, ia sudah kelelahan dengan aktivitas nya barusan.


Dengan berat hati Alisa harus merelakan istirahatnya yang tidak jadi ia lakukan,


Kini mereka tengah mandi bersama untuk mempercepat waktu, tapi Fandi masih saja mencuri-curi kesempatan saat mandi bersama istrinya.


Dengan cemberut Alisa pun keluar dari dalam kamar mandi, ia melihat bajunya yang berserakan di lantai.


Saat hendak mengambil nya Fandi langsung saja menghentikan pergerakan tangan Alisa.


" Sayang, jangan pakai itu lagi ", Ujar Fandi.


Kemudian tanpa berkata lagi Fandi segera berjalan menuju ke arah sudut ruangan tersebut yang ternyata adalah sebuah lemari pakaian.


Alisa pun hanya bengong dibuatnya, ia tidak menyangka jika suaminya telah mempersiapkan semuanya untuk jaga-jaga jika ada kejadian seperti ini.


" Mas kapan kamu menyiapkan semua ini??", Tanya Alisa penasaran.


" Aku sudah jauh-jauh hari menyiapkan semua ini sayang, jika ada keadaan genting seperti ini kita tidak perlu repot lagi ", Ujar Fandi santai.


Alisa pun tidak merespon lagi ucapan suaminya, ia kemudian kembali melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.


" Sayang, kamu mau kemana ?? ", Tanya Fandi.


" Aku mau ganti baju lah mas ", Ujar Alisa.


" Kamu ganti baju disini aja, sama aku ", Perintah Fandi.


Alisa pun hanya bisa menuruti permintaan suami nya tersebut.


Terlihat perut Alisa yang semakin membesar membuat Fandi menjadi tersenyum senang.


Setelah selesai dengan semuanya, Fandi segera berjalan kembali ke ruangannya untuk mengambil kantong kresek.


Alisa yang masih berada di kamar tersebut kini tengah memunguti pakaian dirinya dan suaminya yang berserakan dilantai, Alisa juga merapikan kembali tempat tidur yang sudah sangat berantakan dan tidak berbentuk lagi karena ulah suaminya tersebut.

__ADS_1


Kemudian Fandi segera menyerahkan kantong kresek kepada Alisa, dengan cepat Alisa segera memasukkan semua pakaiannya ke dalam kantong kresek tersebut.


Fandi dan Alisa kini tengah berjalan keluar dari dalam ruangan Fandi, tatapan aneh dari para karyawan membuat Alisa tiba-tiba menjadi malu.


" Mas aku malu, ini semua karena mu ", Ujar Alisa.


Fandi pun hanya tersenyum saat mendengar ucapan dari Alisa.


Bagaimana tidak, mereka keluar dengan pakaian yang berbeda dan Rambut Fandi juga terlihat masih basah membuat orang yang melihatnya menjadi menatap aneh.


Alisa semakin mempercepat langkahnya, membuat Fandi harus memperlebar jarak langkahnya.


" Sayang kamu jangan lari dong, kasihan perut kamu nanti sakit ", Ujar Fandi.


Alisa pun hanya diam, Kemudian Alisa segera masuk kedalam mobil tanpa berkata sepatah kata apapun.


" Sayang, maafin mas ya, harusnya mas bisa mengontrol diri mas ", Ucap Fandi.


" Mas kamu kan bisa melakukan nya di rumah, ngapain mesti diresto ", Ucap Alisa kesal.


"Tapi kamu menyukainya kan sayang ", Ujar Fandi yang membuat wajah Alisa seketika bersemu merah.


" Sudahlah mas jangan dibahas lagi, lebih baik kita segera menemui Dokter Tamara ", Ujar Alisa.


Fandi kemudian mulai menyalakan mesin mobilnya,


Di jalan Fandi masih saja mencuri pandang ke arah istrinya dari arah kaca spion, tampak wajah Istrinya yang masih ditekuk membuat Fandi ingin tertawa saja.


Alisa kemudian melirik suaminya diam-diam dan tampak wajah Fandi yang ingin sekali tertawa membuat Alisa membuka suaranya.


" Mas kenapa kamu ??", Tanya Alisa.


" Nggak apa-apa sayang ", Ucap Fandi berbohong.


Alisa masih saja belum puas dengan jawaban dari suaminya.


" Mas kamu mau menertawakan ku ", Ujar Alisa yang membuat Fandi Seketika diam.


"Nggak sayang, beneran ", Ujar Fandi yang masih dalam kebohongannya.


" Tapi kenapa wajahmu tiba-tiba memerah seperti menahan sesuatu ", Ucap Alisa.


" Nggak sayang ", Ujar Fandi.


Alisa kini kembali menatap ke arah depan, sedangkan Fandi kini melakukan hal yang sama dengan istrinya, dan berkonsentrasi melihat ke arah jalan yang ada didepannya.

__ADS_1


__ADS_2