
Kejadian malam tadi masih terus teringat di pikiran Alisa, bagaimana tidak suaminya seperti seseorang yang tengah kelaparan, meskipun Fandi melakukannya dengan sangat halus tapi Alisa dapat mengetahui jika Fandi sangat menikmati permainannya tadi malam.
"Kita jalan-jalan yuk, lama kan kita nggak jalan-jalan sama Rafa",Ajak Fandi kepada Alisa.
Fandi sengaja mengajak istri dan anaknya jalan-jalan pada sore hari seperti ini.
Alisa pun menoleh, ia yang tengah berada di depan cermin seketika menoleh kearah Suaminya yang kini berada di tepi ranjang dan sedang duduk menatap Alisa.
"Boleh mas, kemana??", Alisa pun begitu antusias, di ajak jalan-jalan siapa yang tidak mau, apalagi suami yang mengajak, pasti Alisa akan berkata iya dan tidak mungkin tidak.
"Kemana aja sayang, yang penting kita keluar",Alisa pun mengangguk tanda setuju.
"Ya udah, kamu tunggu aja, aku mau siap-siap dulu mas", Fandi kemudian keluar, ia tak menunggu istrinya, ia kini berjalan menuju ke arah kamar Rafa, Fandi ingin mengetahui putranya itu sudah siap atau belum.
Pintu kamar pun di buka, terlihat anak itu sudah selesai mandi dan sudah ganteng tentunya, mungkin Rafa nantinya akan lebih ganteng dari daddy-nya sekarang.
Fandi pun tersenyum, dan Rafa pun berlari ke arah Daddy nya dan Fandi pun segera menggendong putranya.
"Ayo kita lihat Mommy mu, sudah siap atau belum", Fandi berjalan kembali, ia kembali menuju ke kamarnya dan melihat istrinya apakah sudah selesai atau belum
Alisa sudah selesai, ia kemudian mengambil tasnya dan bersiap untuk keluar dari kamarnya,
Tak lama setelah itu, sebelum Alisa keluar pintu kamarnya kembali terbuka, Fandi dan Rafa sudah menyusulnya.
__ADS_1
"Sudah selesai sayang??",Tanya Fandi, Alisa pun sudah siap dan ia menganggukkan kepalanya.
"Iya mas, aku sudah siap, Ayo kita berangkat",Alisa pun keluar, dan Fandi mengikutinya dari belakang, Rafa sebenarnya sudah meminta ingin digendong oleh Mommy nya, tapi Fandi tak mengizinkan karena mengingat Alisa kini tengah hamil.
Mereka kini sudah sampai di halaman rumah, Fandi membukakan pintu mobil nya untuk Alisa, dan menyerahkan Rafa terlebih dahulu kepada Alisa, Setelah itu, Fandi pun berlari dan dia segera membuka pintu mobilnya dan segera masuk dan duduk di belakang kemudinya.
Mobil pun berjalan keluar rumah, Fandi mengemudikannya dengan sangat santai, ia ingin menikmati suasana sore hari saat berjalan-jalan berada dengan keluarga kecilnya.
Didalam mobil anak itu tak henti-hentinya berbicara, meskipun bicaranya masih belum terlalu lancar, tapi Fandi dan Alisa pun bisa menyahutinya dan mengerti sedikit demi sedikit apa yang dikatakan oleh Rafa.
Berulang kali Rafa berbicara dan itu membuat Alisa dan Fandi juga berulang kali tertawa, lucu sekali menurut Fandi jika mendengarkan putranya berbicara meskipun tidak jelas.
"Rafa mau ice cream, nantinya kalau udah sampai Rafa pasti dibelikan", Ucap Fandi kepada Rafa, Rafa terus saja berbicara meminta ice cream kepada orang tuanya, dan Fandi sudah berjanji jika nanti sudah sampai ditempat tujuan Fandi akan membelikan ice cream untuk Rafa.
Tak lama kemudian, mobil mereka memasuki salah satu pusat perbelanjaan di kotanya, Fandi sengaja mengajak istri dan anaknya pergi ke mall karena Fandi ingin mengenalkan Rafa dengan permainan yang ada di dalam mall tersebut.
"Biar aku yang gendong sayang, kamu capek kan??", Lagi-lagi Fandi melarang istrinya untuk menggendong Rafa.
Alisa pun tersenyum, dan dia kemudian memimpin jalan didepan Suami dan anaknya.
Fandi dan Alisa naik ke lantai 3, Di sana sudah tersedia area play ground yang disediakan khusus untuk anak-anak.
Alisa menunggu di tempat khusus yang disediakan untuk para orang tua yang sedang menunggu anak-anaknya bermain, sedangkan Fandi kini sudah masuk ke area play ground Setelah ia membeli tiket untuk dirinya dan Rafa.
__ADS_1
Rafa terlihat senang, ia berlari kesana dan kemari, kadang ia menaiki kereta mini yang ada disana, dan terkadang juga ia bermain bola yang sudah disediakan juga di area permainan tersebut.
Fandi sempat kewalahan menjaga Rafa, tapi ia juga begitu senang bisa bermain dengan putranya, tak setiap hari Fandi bisa berkumpul dengan istri dan anaknya, apalagi Fandi dan Alisa sama-sama bekerja sehingga mereka tak mempunyai banyak waktu untuk berkumpul dan bermain seperti ini.
Ditempat Alisa kini, ia sedang memesan makanan dan minuman untuk dirinya, fandi dan Rafa, Alisa yakin jika suami dan anaknya tengah kelaparan melihat keduanya sedari tadi asyik bermain dan berlari di area permainan tersebut.
Tak menunggu lama, makanan yang sudah di pesan pun datang, Alisa kemudian memanggil suami dan anaknya untuk beristirahat sejenak,
"Makan dulu mas, aku yakin mas pasti sudah lapar", Kali ini perkiraan Alisa tepat, Fandi mengangguk tanda iya meng iyakan perkataan istrinya.
Ia sudah lapar, perutnya sudah berbunyi sedari tadi dan sudah minta diisi.
Fandi duduk di kursi yang mengelilingi meja bundar tersebut, Rafa juga duduk sendiri, Alisa menyuapi putranya terlebih dahulu, anak itu ternyata juga sudah lapar ia begitu lahap menikmati makanan yang sudah dipesankan oleh Mommy nya.
"Nanti kita main lagi, dan nanti Daddy belikan Rafa ice cream yang enak ya" Ucap Fandi, anak itu tersenyum lebar, ia sangat senang sekali, apalagi ini pertama kalinya ia bisa bermain di area permainan anak yang ada di mall tersebut.
Fandi sudah menghabiskan makanannya, ia tak perlu lama untuk memakan makanan itu, perutnya sudah sangat lapar, kini giliran Alisa yang akan makan, Alisa sengaja memakan makanannya nanti, ia ingin terlebih dahulu menyuapi Rafa, baru setelah Rafa selesai ia kan memakan makanannya.
"Rafa sudah selesai, kalau sudah selesai ikut Daddy ya, nanti Rafa Daddy belikan ice cream", Rafa Seketika tersenyum, dan tentunya ia langsung merentangkan kedua tangannya agar Daddy nya menggendong nya.
"Kamu mau ice cream juga sayang, mau rasa apa??", Tanya Fandi.
" Boleh mas, aku mau rasa coklat saja", Fandi pun mengangguk, ia kemudian berjalan ke gerai ice cream untuk membeli ice cream untuk Rafa, istrinya dan juga dirinya.
__ADS_1
Fandi semakin jauh, dan tinggallah Alisa sendirian, Alisa kini sedang menikmati makanan nya sendiri,
Tak lama kemudian ada dua orang yang berjalan ke arah Alisa, Alisa pun kaget, orang tersebut menepuk bahunya dari belakang, Alisa pun menoleh saat ia melihat siapa yang ada dibelakang nya seketika Alisa kaget melihat kedua orang tersebut.