Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
140


__ADS_3

" Papa sudah lama?", Tanya Alisa sambil melepas pelukannya.


" Papa dari setengah jam yang lalu, kamu apa kabar sayang ??", Tanya Papa Ardi.


" Alhamdulillah Alisa baik pah, maaf Pah Alisa nggak pernah mengunjungi papa sama Kakek", Ujar Alisa.


" Tidak apa-apa sayang, Papa mengerti pasti pekerjaanmu sangat banyak ",


" Bagaimana apa ada masalah ??", tanya Papa Ardi sambil mengajak Alisa untuk naik ke lantai atas dimana letak ruangannya berada.


Mereka pun memasuki lift khusus petinggi perusahaan, kedua resepsionis tersebut memperhatikan interaksi antara Papa dan anak tersebut.


Pintu lift pun kembali terbuka, kini Alisa dan papa Ardi langsung masuk kedalam ruangan Presdir kantor tersebut.


Mereka berdua kemudian duduk di sofa yang ada di dalam,


sebelum masuk Papa Ardi memperhatikan bahwa diluar ruangan tersebut meja sekertaris yang mendampingi Alisa masih belum ada yang mengisi posisi tersebut.


" Sayang, kenapa masih belum ada sekertaris yang mendampingi mu ??", Tanya Papa nya.


" Alisa masih belum mendapatkannya pah, tapi Alisa akan secepatnya mencari sekertaris untuk membantuku bekerja",


Papa Ardi kini mulai melihat ke arah jam tangannya,


" Sayang papa mau pergi dulu, Papa mau ke kantor kakek, Papa sudah ada janji dengan Pak Wilman ", ujar Papa Ardi.


Alisa kemudian mencium punggung tangan Papa nya sebelum Papa nya pergi dari ruangannya, " Hati-hati dijalan ya pah, salam buat kakek ",


" Iya sayang, Papa akan sampaikan, ya sudah papa pamit dulu ", Ujar papa Ardi yang keluar dari dalam ruangan putrinya.


🌸🌸🌸


Fandi kini sudah sampai di depan kantornya, kemudian ia segera masuk karena Denis sudah menunggunya di ruangannya saat ini.


Fandi kemudian mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya, dan Denis pun lalu masuk kedalam dengan membawa beberapa map di tangannya.


" Bos, nanti aku izin pulang cepat ", Ujar Denis meminta izin kepada bosnya tersebut.


" Iya Den, tapi selesai kan semua pekerjaan mu sebelum kamu pulang ", ujar Fandi.


" Siap bos , saya pastikan semua pekerjaan sudah siap si atas meja bos ", Ujar Denis.

__ADS_1


Di lain ruangan Anton dan Brian sedang mengerjakan beberapa buku bagian kepegawaian uang akan seger dilaporkan kepada atasannya.


" Bri, gue mau ke kantin dulu, mau beli kopi ,Lo mau apa gak??", Tanya Anton.


" Tumben lo jam segini ngopi ??", Tanya Brian aneh.


" Gak tau, gue ngantuk banget hari ini ", Ujar Anton .


Gue mau juga ", Ujar Brian.


Anton kemudian segera menuruni lantai 3 untuk menuju kearah kantin yang berada di sana,


Setelah mendapat kan 2 cup kopi Anton segera kembali menuju ke ruangannya.


Denis kini tengah menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat, ia sudah janji dengan Nisa akan pergi kerumah orang tuanya weekend ini.


" Ini bos pekerjaan saya sudah selesai semuanya tinggal bis tanda tangani ", Ujar Denis.


" Baik Den Terimakasih, saya akan pelajari terlebih dulu ", Ujar Fandi.


" Baik bos, kalau begitu saya akan kembali kemeja saya dulu ", Ujar Denis.


Jam makan siang pun sudah tiba, Fandi kemudian keluar dan mengajak Denis ke kantin seperti biasanya untuk menikmati secangkir kopi bersama sekertaris sekaligus asisten pribadinya itu.


Mereka pun asyik berbicara sampai tak menyadari jika Brian sedari tadi memperhatikan mereka berdua.


" Itu kan pak Denis dengan bis kita ", ujar Brian membuat Anton seketika menoleh.


Anton teramat penasaran dengan bos di kantornya tersebut.


" Ayo kita kesana, mungkin saja pak bos mau kalau kita bergabung ", Ujar Brian.


Anton tak dapat melihat orang yang sedang berbicara dengan Denis, badan Denis menghadap membelakangi meja Brian dan Anton sehingga Anton tak dapat melihat Fandi dengan jelas.


Mereka pun segera menghampiri Fandi fan Denis di mejanya tersebut.


" Selamat siang Pak Denis, Pak Fandi ", Ujar Brian saat mendekat ke arah dua orang laki-laki tersebut.


" apa kami boleh bergabung ??", Tanya Brian.


" Silahkan, kalian boleh bergabung ", Ujar Fandi yang tak tau sama sekali jika salah satu laki-laki yang menghampirinya adalah Anton mantan kekasih istrinya.

__ADS_1


Mereka berdua pun duduk, sama-sama diantara mereka tidak menyadari bahwa mereka berdua saling duduk bwrhadaoyan, sampai-sampai Brian pun angkat suara sehingga membuat Fandi menatap ke arah depan tepat di depan Anton.


" Kamu ", Ujar Fandi kaget yang melihat anton lah yang berada ndi hadapannya sat ini.


" kamu ", Ujar Anton yang juga nampak kaget.


Kedua laki-laki yang ada dihadapannya juga terlihat bingung, Brian dan Denis pun juga terlihat saling pandang saat melihat Ekspresi wajah Anton dan bosnya.


"Pak Fandi, perkenalkan ini Anton, karyawan baru di kantor bapak ", Ujar Brian.


Fandi pun sontak kaget mendengar bahwa Anton adalah salah satu karyawan nya.


Fandi dan Anton terlihat diam tak bersuara, pikiran mereka sudah terbang kemana-mana memikirkan masalahku mereka dengan wanita yang sama tentunya.


Anton kemudian menjulurkan tangannya untuk menyalami Fandi sebagai bosnya saat ini.


" Selamat siang pak Fandi, saya Anton, saya pegawai baru di divisi kepegawaian ', ujar Anton memperkenalkan diri.


Fandi pun mau tak mau menerima uluran tangan dari Anton, ia tidak mau terlihat tidak menyukai Anton, ia berusaha akan profesional dalam pekerjaannya.


Setelah jam makan siang berakhir Fandi segera mengajak Denis untuk kembali keruangan nya, Fandi kemudian menyelesaikan semua pekerjaannya karena ia tak mau Denis terlalu lama menunggu.


Segera Denis mengumpulkan map-map yang sudah ditandatangani oleh bosnya tersebut dan segera membawanya keluar, tapi sebelum itu Denis teringat jika ia akan mengatakan sesuatu kepada bosnya,


" Bos saya akan menyuruh pegawai disini untuk menyerahkan laporan ini ke kantor Bachtiar Group ", Ujar Denis.


Tak mungkin juga kan kalau Fandi sendiri yang akan kesana meskipun presdirnya adalah istrinya sendiri.


Seharusnya yang mengantar itu semua adalah Denis, tapi berhubung Denis sedang ada acara dan berniat pulang awal hari ini, jadi Denis berniat menyuruh seseorang agar mengantarkan semua berkas hasil kerjasama Wiratama Corp Dengan Bachtiar Group.


Denis kemudian keluar mencari seseorang yang bisa menolongnya untuk pekerjaan ini, kemudian ia teringat dengan karyawan baru itu, " Ya dia, mungkin dia bisa ku mintai tolong sekarang ", Ujar Denis sambil melangkahkan kakinya menuju lift dan langsung menekan tombol angka 5.


Beberapa menit kemudian Denis sudah sampai di depan divisi bagian kepegawaian, Denis pun segera menemui pak Didit dulu untuk meminta izin karena ia mau meminjam salah satu pegawainya disana.


Setelah mendapatkan izin dari pak Didit, Denis segera menuju kesalahsatu ruangan di sebelah ruangan pak Didit tempat dimana Anton Brian dan lainnya bekerja.


" An, bisa tolong saya ??", Tanya Denis yang berada di ambang pintu ruangan kepegawaian.


" Iya Pak, apa sayang bisa saya bantu ??",


" Tolong antarkan map ini ke kantor Bachtiar Group ", Ujar Denis yang membuat Anton kaget.

__ADS_1


__ADS_2