
Mata Alisa masih belum juga terpejam, mimpinya begitu membuat hatinya bertambah kacau.
" Sudah sayang, ayo kita tidur ", Fandi pun mengajak istrinya untuk tidur kembali karena jujur saja Fandi sudah merasakan kantuknya yang sangat hebat, tepat satu jam yang lalu mereka berdua membuka terbangun.
Alisa pun menurut, ia kemudian merebahkan tubuhnya dan mengahadapkan wajahnya ke arah Suaminya, Fandi pun langsung saja memeluk tubuh istrinya tersebut.
" Jangan terlalu dipikirkan, tidak akan terjadi apa-apa, percayalah, kita serahkan semuanya kepada Allah sayang ", Mendengar ucapan Fandi Alisa pun menjadi tenang dan tersenyum, hatinya sedikit tenang, benar kata suaminya ia harus memasrahkan semuanya kepada Allah, dia lah yang bisa menolong semua hambanya.
Alisa Kemudian segera memejamkan matanya, dan Fandi pun ikut memejamkan matanya juga, mereka pun kini sudah terlelap dalam tidurnya dan saling memeluk satu sama lain.
🌼🌼🌼
Pagi harinya di rumah Denis, Denis kini sedang bersiap-sisp untuk segera berangkat menuju kantor istrinya, Denis sudah mendapat kabar dari Fandi jika Surya akan datang ke Bachtiar Group.
" Surya itu gila yang, masak si bos akan dinikahkan dengan anaknya", Denis pun mengulang ceritanya kepada istrinya sambil terus menatap ke arah cermin.
" Iya bang, aku juga gak nyangka kok ada ya orang seperti Pak Surya yang ingin menikahkan putrinya dengan laki-laki yang sudah bersuami ", Nisa pun juga juga tak habis pikir dengan Pak Surya.
" Ya udah yang, ayo kita berangkat nanti si bos marah lagi ", Denis pun mengajak istrinya untuk segera berangkat menuju Bachtiar Group, Fandi sudah memberi tahu jika Denis tak perlu ke kantornya dan langsung menuju ke kantor istrinya.
Alisa dan Fandi pun juga sama mereka kini sudah sampai di kantor dan segera masuk ke dalam ruangan istrinya.
Beberapa menit kemudian Denis pun mengetuk pintu ruangan tersebut dan segera masuk.
" Menurut jadwal yang saya lihat mereka akan sampai jam 9 nanti bos ", Denis pun melihat iPad yang sedari tadi dibawa istrinya untuk mengecek schedule Istri dari bosnya tersebut.
" Baik, sekarang kita tunggu saja, anggap saja ini kejutan untuk mereka ", Fandi pun sudah tak sabar menanti kedatangan Surya beserta istrinya.
Tepat pukul 9 pagi, Surya dan Susi telah Sampai di loby, tanpa bertanya mereka kemudian menaiki lift dan menuju lantai 15, Surya berharap jika ia akan bertemu dengan Ardi Bachtiar selaku Presdir Bachtiar Group, Surya ingin Ardi membantu dalam urusannya kali ini.
Nisa sudah bersiap-siap dimeja nya dan sedang menunggu kedua orang tersebut.
__ADS_1
Ting, lift pun terbuka dan terlihat Surya dan Susi dengan penampilan ala-ala ibu pejabatnya.
" Selamat pagi pak, ada yang bisa saya bantu??", Nisa langsung menyapa Surya yang akan masuk kedalam ruangan tersebut.
" Saya ingin bertemu dengan Presdir kantor ini ", Surya yang pun mengatakan niatnya.
" Baik pak, silahkan masuk, ibu Alisa ada didalam ", Ujar Nisa.
Surya pun mengernyitkan keningnya, kenapa Presdir nya bisa seorang wanita, kemana Ardi sekarang ??.
Surya pun langsung diselimuti rasa penasaran nya dan langsung melangkahkan kakinya.
Nisa pun mengikutinya dari belakang dan membukakan pintu untuk mereka berdua.
Terlihat Alisa yang sedang duduk di kursi kebesarannya dengan memandang ke arah luar, dan di sofa ruangan tersebut ada Fandi dan Denis yang juga berada di sana.
Surya pun kaget jika Fandi dan sekertaris nya juga berada di sana, mau apa dia ??
" Silahkan duduk Pak, Bu ", Alisa pun mempersilahkan tamunya untuk duduk di sofa bersama dengan Fandi dan Denis.
" Ada keperluan apa anda sampai jauh-jauh datang kemari pak?", Tanya Alisa kepada Surya.
Surya pun tersenyum ketika melihat Presdir baru di kantor ini.
" Maaf saya tidak bisa berbicara jika kedua orang asing akan menguping pembicaraan kita disini ", Surya pun menunjuk ke arah Fandi dan Denis sebagai orang asing di ruangan tersebut.
" Menurut anda saya harus mengusirnya ??", Alisa pun mulai bernada tinggi kepada Surya.
" Jika itu lebih baik saya sangat senang
sekali ", Surya pun seperti mendapat kemenangan nya mendengar kata-kata Alisa.
__ADS_1
" Tapi maaf Pak, Pak Fandi disini juga sebagia tamu saya , dan urusan saya dengan Pak Fandi belum selesai, jadi anda tidak perlu keberatan ", Alisa pun berbicara dengan tegas kembali dengan Surya.
Bu Susi sedari tadi hanya melihat Fandi saja membuat ekor mata Alisa selalu mengawasi wanita paruh baya tersebut.
" Baiklah, saya akan menerima ", Surya pun mau tidak mau harus menerima keputusan Alisa.
Alisa Kemudian berjalan dan duduk di sofa dengan bersanding dengan Fandi, Bu Susi pun terlihat tidak suka dengan Alisa yang sengaja ingin mendekati Fandi.
" Ternyata dia juga ingin mendekati Fandi ",Bu Susi pun menatap Alisa tak suka.
" Ayo mas, apa yang ingin mas bicarakan dengan saya ", Fandi pun tersenyum dan semakin mendekatkan dirinya ke arah Alisa.
Mata Surya pun membulat karena melihat Fandi mendekati Presdir cantik ini.
" Aku ingin Bachtiar Group menolak semua kerja sama dengan PT. Surya Bakti indah ", Ujar Fandi membuat mata Surya mendelik dengan tajam.
Surya pun tiba-tiba berdiri, " Apa maksud anda pak Fandi?", Surya pun semakin marah dengan Fandi.
" Saya tidak ingin perusahaan ini bekerja sama dengan orang yang mempunyai otak kotor seperti anda ", Fandi pun mulai murka.
" Apa hak anda Pak Fandi, yang berhak memutuskan adalah Bu Alisa, dan anda hanya orang luar, jadi anda tidak punya urusan dengan semua ini "Surya pun juga mulai meninggikan suara.
" Pak Fandi, jangan bawa masalah pribadi anda dengan kami sehingga anda ingin menjatuhkan kami ", Ujar Bu Susi.
" Masalah pribadi ??, maksud anda apa Bu, apa kamu punya masalah pribadi dengan mereka ??", Alia pun pura-pura bertanya kepada Fandi.
" Tidak ada, itu hanya alsan mereka saja ", Fandi pun ingin memancing kedua orang tersebut.
" Kenapa anda berbohong pak Fandi, bukankah Anda sudah menolak putri saya ?!", Bu Susi pun akhirnya membuka suaranya.
" Menolak ??, iya saya menolak, saya tidak mau menghianati istri saya ", Ujar Fandi.
__ADS_1
Bu Susi tampak menyunggingkan senyuman nya, " Wah, ternyata pak Fandi sangat setia ya, lalu ini apa??, anda degan terang-terangan mendekati Ibu Alisa, ", Ujar Bu Susi yang kini sudah memotret kebersamaan Fandi dengan Alisa.
" Pak Fandi, saya bisa saja mengirimkan foto anda dengan Bu Alisa kepada istri anda, dan saya yakin istri anda tidak akan mempercayai anda lagi, dan anda pun akan berlari mencari putri saya ", Ujar Bu Susi dengan Percaya dirinya.