Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Sempat tertunda


__ADS_3

Pukul 10 malam, dirumah itu terlihat sudah sepi tinggal sepasang suami-istri ini yang belum memejamkan matanya, Didalam kamarnya Fandi kini tengah merayu Istrinya, merayu untuk beribadah dengannya, tapi sayangnya Alisa saat ini sudah lelah, matanya sudah tidak sanggup untuk terbuka lagi, Alisa merasa lelah karena sedari tadi berada di rumah sakit saat menemani Nisa melahirkan, kini ia sudah terbawa dalam mimpinya mimpi yang sangat indah dan mampu membuat ia menyunggingkan senyuman nya kala ia terlelap.


Fandi yang menyadari istrinya tengah tersenyum hanya mengerutkan keningnya, sedang bermimpi apa sehingga istrinya bisa tersenyum ketika ia sedang tidur terlelap.


" Sayang, bangun ", Fandi menggoyangkan tubuh istrinya, Alisa hanya menggeliat dan ia enggan untuk membuka matanya.


Alisa terlihat kembali tersenyum membuat Fandi semakin ingin membangun istrinya, Fandi penasaran dengan apa yang di impikan istrinya, Apakah dimimpinya istrinya tengah bersenang-senang??.


Alisa kemudian memutar tubuhnya, kini wajah Alisa tepat berada di hadapan wajah Fandi, Saat melihat istrinya terlelap Fandi merasa ingin sekali menyentuh bibir yang sedari tadi membuat Fandi gelisah.


Alisa kini tidur dengan memakai piyama yang selalu ia pakai, rencana Fandi untuk membelikan istrinya lingerie harus batal karena Nisa yang sedang melahirkan.


Fandi pun akhirnya menyerah, sudah dua kali ini Alisa tidur saat Fandi ingin menyentuhnya, tapi Fandi juga tidak tega harus membangunkan istrinya, biarlah Fandi memendam hasratnya untuk satu malam ini, tapi bisa dipastikan untuk besok tiada ampun untuk Alisa.


Keesokan harinya, Alisa bangun dengan badan yang sangat segar, hari ini adalah hari Minggu, dan menurut dokter kandungan Nisa, Nisa hari ini sudah bisa pulang kerumahnya, jadi Alisa hari ini akan datang langsung kerumah Denis dan Nisa dengan membawa Rafa tentunya.


Fandi terlihat masih tidur, Alisa kemudian menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya dan segera turun dari ranjangnya, Fandi pun merasakan pergerakan dari istrinya membuat ia segera terbangun.


" Sayang, mau kemana ??", Tanya Fandi, saat ini Fandi ingin memeluk tubuh istrinya itu.


" Mau ke kamar mandi mas, mau sholat, ini sudah shubuh ", Jawab Alisa yang melanjutkan langkahnya menuju ke kamar mandi


Fandi pun turun mengikuti langkah Alisa, Setelah itu mereka kini sholat shubuh bersama.


Setelah sholat, Fandi pun mulai melepas semua pakaiannya, dan Alisa juga melipat kembali mukenanya.


" Tidur lagi yuk, mas masih ngantuk", Pinta Fandi sambil memasang wajah memelas.


Alisa pun hanya mengangguk, ia menuruti permintaan Suaminya, ia juga merasa bersalah karena sudah tidur lebih dulu tadi malam dan tak menghiraukan sama sekali.

__ADS_1


Mereka berdua kini sudah kembali berada di balik selimut, Fandi mulai mengunci tubuh istrinya sehingga Alisa tidak bisa bergerak.


" Mas jangan seperti ini aku susah geraknya, dan aku juga gak bisa nafas nih ",


Fandi pun sedikit melonggarkan pelukannya, tapi ia tetap mengunci tubuh istrinya.


" Biarkan seperti ini dulu sayang, mas mohon ", Fandi kini menenggelamkan wajahnya di leher istrinya, ia mulai menyesap leher tersebut dan memberikan gigitan kecil sehingga menimbulkan bekas merah kebiruan di leher istrinya.


" Mas ??", Alisa pun sedikit menjauhkan wajahnya,


" Kamu suka kan ??", Fandi kembali menyesap leher istrinya membuat Alisa merintih keenakan.


Fandi kemudian berpindah ke atas mulai mencari bibir istrinya yang sedari tadi malam ingin ia makan.


" Kamu harus mas hukum sayang ", Fandi pun melum* t bibir Istrinya, Fandi mulai mengabsen seluruh rongga mulut istrinya, dan saling bertukar salivanya.


Alisa kemudian melepas pagutan itu dengan paksa, nafasnya sudah semakin habis karena perlakuan suaminya.


" Kamu tadi malam senyum-senyum gak jelas sambil tidur, kamu mimpi apa ??", Tanya Fandi.


Alisa pun mengerutkan keningnya, Apa iya dirinya senyum sendiri ketika tidur ??.


" Aku gak mimpi apa-apa mas, Beneran ", Ujar Alisa.


Fandi pun tak percaya, ia kini kembali ******* bibir istrinya.


Tangan Fandi pun sudah mulai menggerayangi tubuh istrinya, merasakan gundukan tubuh istrinya yang ingin sekali Fandi rasakan sejak tadi malam.


" Aku mau kamu sekarang sayang ", Fandi mulai melepas seluruh piyama istrinya, Dan Alisa pun hanya pasrah, ia kini masih menikmati sentuhan halus dari tangan Suaminya yang membuat Alisa seketika merasakan kenikmatan.

__ADS_1


Percintaan mereka berakhir saat matahari sudah mulai muncul, badan mereka sudah merasakan kelelahan, dan mereka memutuskan untuk Kembali


Pukul 8 pagi, Bi Jum terlihat mondar-mandir karena tak melihat majikannya bangun, ia terlihat khawatir karena Alisa dan Fandi sama sekali belum keluar dari kamarnya.


Bi Jum ingin mengetuk pintu tersebut, tapi ia urungkan takut jika saat ini ia benar-benar mengganggu pasangan suami istri tersebut.


Tak lama kemudian Alisa terbangun, ia kaget karena sinar matahari sudah masuk kedalam kamar nya dan bersinar sangat terang sekali.


" Ya Allah, ini sudah siang ", Ujar Alisa melihat ke arah jam dinding di kamarnya yang menunjukkan pukul 8 pagi.


Alisa kemudian membangunkan Fandi terlebih dahulu, rencananya pagi ini ia akan menjenguk Nisa dan Disya, Alisa Memang sudah merindukan bayi itu.


Alisa pun turun dari ranjangnya dan segera memunguti piyama nya yang sudah berserakan dilantai, Ia kemudian berjalan menuju ke kamar mandi dan segera membersihkan badannya.


Setengah 9 pagi Alisa sudah keluar dari kamarnya, badannya sudah segar dan dia segera turun dan mencari putranya, Bi Jum yang melihat Alisa turun merasakan lega karena tidak terjadi apa-apa kepada majikannya tersebut.


Fandi mulai terbangun, ia meraba tempat disampingnya tapi tak menemukan istrinya di sampingnya, segera ia duduk dan melihat ke sekeliling, Kamar tersebut terlihat sepi.


Fandi kemudian melihat ke arah jam dinding nya, Fandi sama-sama terkejut saat melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 9 pagi.


Segera ia meloncat dan pergi menuju kamar mandi dan segera menyusul istrinya yang mungkin sudah berada di lantai bawah bersama dengan putranya.


Alisa kini sedang bersama dengan Rafa, kini mereka berdua tengah menunggu Fandi yang masih berada di dalam kamar dan tak kunjung keluar sampai saat ini.


Alisa pun ingin beranjak, ia ingin memanggil Fandi karena perutnya sudah sangat lapar mengingat apa yang mereka lakukan tadi pagi sehabis shubuh.


Tak sampai Alisa melangkahkan kakinya, Fandi sudah terlihat menuruni tangga, Fandi juga sudah terlihat sangat segar dan sudah berpakaian rapi.


Rafa tersenyum ketika melihat Daddy nya datang, tangan bocah tersebut langsung saja di angkat pertanda ia ingin meminta gendong kepada Daddy nya,

__ADS_1


Fandi pun dengan senang hati menyambut tangan putranya, ia kemudian menggendong dan memangku Rafa sambil menunggu Alisa menyiapkan sarapan untuknya.


__ADS_2