Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
21. Menyatakan Cinta ku


__ADS_3

" Mau kemana mbak??? ", Ucap salah satu karyawan yang melihat Leni keluar secara mengendap-endap,


"Saya ada urusan yang mendadak jadi saya harus segera pergi ", ucap Leni gugup.


Karyawan tersebut yang merasa ada keanehan dari Leni segera menelfon Fandi di ruang kerjanya.


" Halo !!", , terdengar suara Fandi dari balik telfon.


" Maaf pak, saya mau memberitahukan Mbak Leni baru saja pergi dari Resto" , ucap Santi karyawan bagian kasir yang sedang berjaga didepan.


" Kenapa dia tiba - tiba pergi secara mendadak, kenapa dia tidak meminta izin padaku??", tanya Fandi.


" Saya kurang tau pak", Ucap Santi.


" Ya sudah kalau begitu ", Ujar Fandi sambil menutup telfonnya.


Setelah menerima telfon tersebut Fandi semakin curiga terhadap Leni,


" Saya sudah menemukan pelakunya", ucap Fandi kepada semua karyawan yang ada di ruangannya Tersebut.


" Siapa pak ??", , tanya Dina penasaran.


" Nanti kalian akan tau sendiri", ucap Fandi yang masih ingin merahasiakan identitas Leni.


Dina, Dewi dan karyawan lainnya sudah meninggalkan ruangan Fandi.


Fandi yang masih berada di dalam ruangannya nampak geram kepada Leni karena tindakannya kepada Alisa yang membuat nya menjadi trauma.


***


Malam hari, sesudah sholat isya' Fandi bergegas menuju kerumah sakit tempat Alisa dirawat.


Saat sudah sampai di kamar Alisa Fandi langsung menuju ketempat tidur Alisa,


"Mas kamu kesini ??", Tanya Alisa saat melihat Fandi berjalan mendekatinya.


" Iya aku akan tetap disini untuk menjaga mu Al ", seru Fandi.


" Mas apa tidak merepotkan jika mas selalu disini menjagaku??", tanya Alisa.


" Kamu jangan berpikiran seperti itu Al, aku ikhlas melakukan ini semua". ucap Fandi.


Fandi pun kini memegang tangan Alisa, Alisa yang merasa tangannya disentuh Fandi langsung saja menatap manik mata Fandi yang terus menatapnya dengan penuh cinta.


"Al, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepadamu", ucap Fandi.


Alisa hanya diam dan masih menatap Fandi.


Fandi pun diam sejenak, ia masih harus mengumpulkan keberanian nya untuk menyatakan cintanya kepada Alisa.


" Al, mungkin ini terlalu cepat buatmu, mungkin ini juga bukan waktu yang tepat, gak seharusnya nya aku mengatakan ini saat ini ketika kamu sakit, tapi sejujurnya Al selama ini aku memendam perasaan ku terhadapmu, Aku mencintai mu Al", ucap Fandi.


Alisa yang mendengar kan pernyataan Cinta dari Fandi seketika matanya berkaca kaca.


"Al, bagaimana denganmu", ucap Fandi yang merasa takut cintanya di tolak oleh Alisa.


Alisa hanya terdiam dan tidak bisa berkata apa - apa, Alisa hanya terus menatap Fandi yang berada didepannya sekarang.


Ada rasa bahagia yang menyelimuti hatinya saat ini, tapi dia bingung harus menjawab bagaimana, sebenarnya Alisa juga mencintai Fandi, tapi Alisa juga malu saat ingin mengakui cintanya.


" Mas ??", panggil Alisa.


" Iya Al, bagaimana ??", Tanya Fandi.


"Apa mas yakin dengan semua ini, aku takut mas akan menyesal nantinya,


Aku hanya perempuan biasa mas", ucap Alisa.


" Aku tidak perduli dengan semua itu Al, aku hanya butuh jawabanmu sekarang kamu mau menerimaku atau tidak", ucap Fandi berharap.


"Aku juga mencintaimu mas", ucap Alisa.


Terlihat senyum kebahagiaan terpancar dari wajah Fandi saat ini,

__ADS_1


" Terimakasih Al, aku akan berusaha untuk selalu membahagiakan mu Al, aku janji ", Ucap Fandi sambil menggenggam tangan Alisa.


Alisa pun yang mendengarnya juga nampak bahagia,


" Tetaplah selau disampingku Al ", ucap Fandi.


"Iya mas aku akan tetap selalu disampingmu", jawab Alisa sambil tersenyum.


Kini duanya terlihat sangat bahagia, tampak senyum nya selalu terpancar di wajah mereka berdua.


"Secepatnya aku akan melamar mu Al", ucap Fandi.


"Apa tidak terlalu cepat mas??", tanya Alisa.


"Aku hanya ingin secepatnya menjadikanmu istriku dan aku bisa selalu disampingmu dan menjagamu", ucap Fandi.


"Terimakasih mas sudah mencintaiku", ujar Alisa.


waktu sudah menunjukkan pukul Sembilan malam, Alisa kini sudah berbaring di tempat tidur nya.


"Tidurlah Al, aku akan selalu menjaga mu", ucap Fandi.


Alisa pun segera memejamkan matanya, Fandi kini sudah sangat lega telah menyatakan seluruh isi hatinya kepada Alisa.


Terlihat seulas senyuman terukir di wajah Fandi sedari tadi.


Tak lama kemudian Fandi keluar dari ruang perawatan Alisa untuk menelfon seseorang.


"Terus awasi rumah tersebut, jangan biarkan dia kabur", ucap Fandi kepada orang suruhannya.


" Baik tuan saya akan menjalankan tugas dari tuan", ucap salah seorang suruhan Fandi.


setelah melakukan panggilan, Fandi segera kembali keruangan Alisa, dan segera berbaring di sofa untuk beristirahat.


***


Keesokan paginya kini Alisa tengah bersiap-siap untuk pulang, Papa Ardi juga sudah datang untuk menjemput putrinya tersebut.


" Sudah pah ", Jawab Alisa yang sudah turun dari ranjangnya.


" Kalau gitu ayo kita segera Pergi dari sini", ucap Fandi.


Mereka pun berjalan keluar dari rumah sakit menuju rumah Alisa.


Sekarang mereka sedang duduk di mobil Fandi.


Dibagian depan ada Fandi dan Papa Ardi.


Sedangkan Dibagian belakang hanya diduduki oleh Alisa saja.


Selama perjalanan mereka tak henti - hentinya mengobrol, Papa Ardi dan Fandi juga terlihat sangat akrab sekali saat ini.


"Al, kamu gak usah masuk kerja dulu untuk beberapa hari ini", ucap Fandi sambil terus memperhatikan jalanan didepannya.


" Iya mas", jawab Alisa.


"Apa keadaan mu sudah membaik Al??", tanya Fandi.


" Iya mas aku sudah merasa baik",Jawab Alisa.


" Kalau begitu boleh aku bertanya sesuatu??, Tanya Fandi kepada Alisa.


" Apa mas???", Tanya Alisa penasaran.


"Apakah kamu tau siapa yang menyekap kamu tempo hari di dalam gudang Resto??, tanya Fandi kepada Alisa.


Fandi sengaja baru mempertanyakan masalah ini karena takut masih ada rasa trauma yang disebabkan oleh kejadian tersebut.


"Deg" , Alisa pun kaget dengan pertanyaan Fandi, ia tidak mau masalah ini berlarut - larut jadi Alisa hanya memilih diam saja.


" Aku tidak tau mas", ucap Alisa berbohong.


"Ya sudah kalau gitu, biar aku sendiri yang mencari pelakunya", ucap Fandi.

__ADS_1


Papa Ardi yang sedari tadi hanya mendengarkan obrolan mereka berdua nampak melihat keanehan dari Alisa.


" Tidak mungkin Alisa tidak tau dengan pelakunya itu", gumam Papa Ardi dalam hati.


" Ya sudah sebaiknya aku bicarakan ini nanti dengan Fandi", Ujar Pak Adi dalam hatinya.


Setelah sampai Dirumah Alisa langsung di bopong menuju kamarnya,


" Mas gak usah kayak gini, aku masih bisa jalan sendiri", ucap Alisa menolak.


"Aku kan hanya ingin membantu kamu aja Al", ucap Fandi.


"Ya sudahlah terserah mas saja", ucap Alisa menyerah.


Papa Ardi melihat itu menjadi tersenyum sendiri.


Dan Papa Ardi masih belum tau jika Fandi dan Alisa sudah terikat dalam satu hubungan.


Setelah mengantar Alisa ke kamarnya Fandi segera keluar dari kamar Alisa untuk menemui Papa Ardi.


" Al, kamu istirahat ya biar badan kamu membaik", ucap Fandi.


"Iya mas , makasih", ucap Alisa.


"Iya sayang", lanjut Fandi.


Alisa yang mendengar kata sayang dari mulut Fandi secara langsung jadi merasa malu sampai wajahnya memerah,


Fandi yang mengetahui bahwa Alisa tengah malu langsung tersenyum dan meninggalkan Alisa untuk istirahat.


Fandi pun keluar dari kamar Alisa dan mencari Papa Ardi untuk membicarakan sesuatu dengannya.


Papa Ardi sedang berada di teras depan, sekarang kakek pun juga ada disitu.


"Kek", sapa Fandi.


"Iya Fand, gimana keadaan cucuku??, tanya kakek.


" Alhamdulillah kek, Alisa sudah membaik dia sekarang tengah istirahat", ucap Fandi.


" Om, Kek, ada yang ingin saya bicarakan", ucap Fandi.


" Aku juga ingin bicara kepadamu Fand", ucap Papa Ardi.


" Aku sudah menyatakan cintaku kepada Alisa Om, Kek??" ucap Fandi.


Papa Ardi dan Kakek langsung saja tersenyum bahagia atas ucapan Fandi.


" Bagaimana jawaban Alisa???", tanya Papa Ardi.


" Alhamdulillah Om, Kek, Alisa juga mencintai saya", jawab Fandi dengan senyuman.


" Dan secepatnya saya akan melamar Alisa Om, Kek", ucap Fandi.


Papa Fandi yang mendengarkan ucapan Fandi langsung saja memeluk Fandi.


" Cintailah anakku dengan tulus Fand", ucap Papa Ardi.


" Iya Om, saya akan mencintai dan menyayangi Alisa dengan tulus, dan aku juga akan membahagiakan nya" , ucap Fandi.


"Terimakasih Fand", Ucap Papa Ardi.


" Fand ada yang ingin aku tanyakan kepadamu", ucap Papa Ardi.


" Apa itu Om ??", Tanya Fandi penasaran.


" Fand, apa kamu sudah mengetahui pelakunya?", tanya Papa Ardi.


" Iya Om aku sudah mengetahui nya, dan aku sudah menyuruh orang untuk terus mengawasinya".


" Syukurlah Fand, aku percayakan ini kepadamu" ,


" Baik Om", ucap Fandi.

__ADS_1


__ADS_2