Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
135


__ADS_3

Anton saat ini tengah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, Anton sudah tidak sabar lagi mengingat ini pertama kalinya ia bekerja.


Dengan mengenakan kemeja berwarna navy, bawahan celana bahan dan sepatu berwarna hitam mengkilat, Anton pun siap untuk berangkat ke kantor pagi ini.


Setelah sarapan dan berpamitan kepada ibunya Anton segera berangkat dengan menggunakan motor sport nya yang selalu ia bawa semenjak kuliah dulu.


Setelah sekitar satu jam perjalanan kini tiba di depan kantor megah tersebut, Anton pun segera masuk dan langsung menemui pak Didit, " Selamat pagi Pak ", Ujar Anton sambil memasuki ruangan Pak Didit.


" Selamat pagi, silahkan duduk ", Jawab pak Didit.


Anton pun menutup pintu ruangan tersebut dan berjalan menuju kursi di depan meja Pak Didit.


" Hari ini kamu bisa menempati posisi kamu di bagaian kepegawaian ", Ujar Pak Didit.


" Iya Pak terimaksih", Pak Didit kemudian mengantarkan Anton dan memperkenalkan Anton kepada seluruh staf satu divisi dengannya.


Banyak pasang mata yang melihat ke arah pegawai baru tersebut, apalagi ketampanan Anton mampu membius para wanita di divisi tersebut.


" Ternyata ada cowok ganteng lagi setelah bis kita ", Ujar salah satu wanita yang sedang berbisik.


" Iya, bakalan ada saingannya nih pak bos ",


Anton segera duduk di tempat yang sedang kosong dan tepat disamping kedua wanita tersebut.


Anton pun tersenyum kepada semua teman barunya di dalam ruangan tersebut.


" Hey Salam kenal nama gue Brian, semoga lo betah kerja disini ", Ujar Brian saat menjabat tangannya dengan Anton.


" Gue Anton, senang bisa kenal sama Lo ", ujar Anton membalas senyuman.


Anton pun segera menyentuh pekerjaan nya yang sudah tersedia di atas mejanya tersebut, dengan menghidupkan layar komputer di mejanya Anton pun mengerjakan pekerjaan pertama nya dengan senang.


Fandi didalam ruangannya tengah bersiap untuk menghadiri rapat direksi yang akan di hadiri oleh para petinggi perusahaan.


" Sudah siap bos ", Ujar Denis saat masuk kedalam ruang bosnya.


" Sudah Den, Apa yang lainnya sudah berkumpul ??", Tanya Fandi.


"Sudah bos, sebaiknya kita segera kesana ", Fandi bangkit dari tempat duduknya ,dan Denis segera mengikutinya dari belakang setelah mengambil beberapa map yang akan di bawa saat rapat.


Rapat pun berjalan dengan lancar, saat jam makan siang Fandi sengaja untuk makan siang di kantin kantor karena ia sangat malas sekali untuk keluar, dengan ditemani oleh Denis kini mereka berdua tengah menikmati makan siang mereka dan dengan 2 cangkir kopi.

__ADS_1


" Den habis ini saya mau pulang saja, rasanya kepala saya pusing ", Ujar Fandi yang sebenarnya masih memikirkan baby sitter di rumahnya.


" Kamu handle semua pekerjaan saya ",


" Mau saya antar bos ", Tawar Denis karena takut terjadi sesuatu dengan bosnya.


" Tidak usah den, aku mau ketempat istriku ", Ujar Fandi.


" Kalau begitu aku pergi dulu den, kamu langsung kembali ke mejamu, biar aku yang bayar ", Ujar Fandi.


" Makasih bos, bos tenang saja semua beres", Ujar Denis.


Fandi segera keluar dari kantin tersebut namun saat ia akan menuju lift ia berpapasan dengan Anton, keduanya saling tidak menyadari jika keduanya berada di tempat yang sama.


Entah apa yang akan Fandi lakukan saat tau Anton bekerja di kantornya.


Anton berjalan bersama dengan Brian dan ingin sekedar ngopi-ngopi di sana, Denis yang juga ada di situ tiba-tiba dipanggil oleh Brian.


" Pak Denis ", Panggil Brian saat melewati meja tempat Denis makan.


" Iya Brian, ada apa?", Tanya Denis.


" Boleh kami bergabung ??", Tanya Brian lagi kepada Denis, melihat Denis sendirian rasanya ingin Brian bergabung agar bisa berbincang-bincang dengan sekertaris Presdir tersebut.


Kemudian Brian dan Anton segera duduk bergabung dengan Denis, Brian pun melihat ada dua piring dan minuman di atas meja tersebut.


" Pak Denis makan dengan 2 piring dan dua cangkir kopi ??", Tanya Brian aneh.


Denis kemudian menatap meja di depannya tersebut, pantas saja wajah Brian berubah aneh menatap dirinya.


" Oh tidak, saya tadi lagi makan sama Pak Bos", Ujar Denis.


Mata Brian langsung saja mengarah pada setiap sudut kantin tersebut.


" Lalu pak Bos kemana pak ??", Tanya Brian yang tak melihat bos nya sama sekali di sekitar kantin tersebut.


" Pak bos pulang dulu, dia mau ke kantor istrinya ", Ujar Denis.


" Oh ya, sepertinya saya tidak pernah melihat kamu ", Ujar Denis mengarahkan matanya pada Anton.


" Sampai lupa Pak, perkenalkan ini Anton pegawai baru di divisi saya ", ujar Brian.

__ADS_1


Anton dan Denis pun berjabat tangan, mereka kemudian mengobrol sampai jam istirahat mereka habis.


" Lain kali kita kumpul-kumpul lagi ", ujar Denis kepada Brian dan Anton.


" Iya Pak, dengan senang hati ", Ujar Brian.


Mereka pun kemudian keluar dari kantin bersama-sama, namun arah mereka berbeda, jika Anton dan Brian ke lantai 5, beda dengan Denis uang menuju ruangan nya di lantai 10.


" Pak Denis ternyata sangat ramah ", Ujar Anton.


" Iya, selain di ramah, dia juga sangat baik, di saja langsung ditunjuk sebagai sekertaris bos saat pertama ia bekerja disini ", Ujar Brian.


Fandi sudah sampai di gedung tinggi tersebut, dengan segera Fandi melangkahkan kakinya ia masuk kedalam gedung besar tersebut.


Dua resepsionis itu pun tersenyum ramah, ia sudah tidak menunjukkan senyum menggodanya kepada suami Presdir mereka, takut akan konsekuensi dari tindakannya, bukan mudah untuk mencari pekerjaan saat ini, diterima di perusahaan ini saja itu sudah menjadi kebanggaan sendiri bagi pegawai Bachtiar Group.


Fandi terus saja melangkahkan kakinya menuju lantai atas, tempat dimana istrinya berada, rasa pusing di kepalanya semakin kuat saat Fandi merasa banyak sekali beban di kepalanya.


Setelah lift berbunyi dan pintu terbuka, Fandi segera menuju ke ruangan istrinya, terlihat belum ada sekertaris yang mendampingi istrinya tersebut.


" Assalamualaikum ", Ujar Fandi membuka knop pintu ruangan istrinya.


" Waalaikum salam mas ", Jawab Alisa yang kaget melihat kedatangan suaminya yang masih sangat siang menurutnya,


Fandi segera mendudukkan dirinya di sofa yang ada di ruangan istrinya , Alisa kemudian menghampiri Fandi dan segera duduk di samping suaminya.


Paha Alisa langsung saja di jadikan bantal oleh Fandi, dengan menatap wajah istrinya membuat rasa sakit dikepalanya berangsur hilang.


" Kamu kenapa mas ??", Tanya Alisa yang melihat Fandi memejamkan matanya sejenak.


Fandi hanya diam dia sedang menikmati tidurnya di pangkuan istrinya.


" Mas, jawab aku ??", Tanya Alisa yang sedikit khawatir.


" Kepala mas pusing sayang, mas mau tidur disini ", Ujar Fandi.


Alisa kemudian mengecek suhu badan suaminya, memang terasa agak hangat menurutnya.


" Kamu sudah makan mas?", Tanya Alisa sambil mengelus kepala Fandi.


" Sudah sayang, mas tadi makan sama denis",

__ADS_1


" Sayang, mas boleh berbicara sesuatu ??", Tanya Fandi yang membuat Alisa berpikir, apa yang sedang ingin ditanyakan oleh suaminya.


__ADS_2