Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 39


__ADS_3

Sesuai dengan janji Ghani, pulang dari kuliah, Ratna diajak untuk membeli cincin untuk acara pertunangan mereka, dan Ghani saat ini sedang berada di depan gedung kampus tempat Ratna sedang menunggu dirinya.


"Ayo masuk", perintah Ghani dan langsung diangguki oleh Ratna, mereka berdua pun sudah berada di dalam mobil dan Ghani pun melanjutkan perjalanannya menuju ke tempat yang ia akan Tuju bersama dengan Ratna.


Ghani hanya membeli cincin saja dan untuk seserahan nanti itu semua Mommy dan Ghina ya sudah mengurusnya.


Ghani dan Ratna tiba di salah satu mall ternama di Jakarta, Mereka kemudian turun dan langsung masuk danyang mereka tuju adalah Food court untuk mengisi mengisi perutnya terlebih dahulu.


Ghani dan Ratna terlihat sedang memilih menu makanan yang akan ia makan siang ini dan pilihan Ratna pun jatuh kepada satu gelas jus Alpukat dan 1 Spaghetti,


"Kamu mau makan apa Mas biar sekalian aku yang mesanin", ucapan Ratna kepada Ghani.


"Samain sama kamu aja Sayang", Jawab Ghani kepada Ratna.


Ratna pun kembali memesan makanan yang sama, dan minuman yang sama untuk Mas Ghaninya yang ada di depannya ini, sambil menunggu makanan mereka tiba Ghani dan Ratna pun berbincang-bincang masalah nanti malam, dan apa yang akan mereka lakukan setelah ini untuk mempersiapkan acara mereka yang cukup mendadak ini.


"Gimana sayang, Kamu udah bilang sama mama jika nanti malam keluarga aku mau datang ke rumah??", tanya Ghani.


"Udah Mas, aku udah bilang sama mama dan mama usahain buat mempersiapkan semuanya", jawab Ratna.


Tak lama setelah itu makanan Mereka pun datang dan mereka segera memakan makanan yang ia pesan Karena setelah ini mereka akan berkeliling untuk mencari cincin dan yang lainnya.


Setengah jam kemudian setelah mereka selesai, Ghani pun segera mengajak Ratna untuk pergi ke toko perhiasan terlebih dahulu dan selepas itu mereka akan pulang karena semua perlengkapan sudah dipersiapkan oleh Mommy nya.


Ratna terlihat takjub dengan berbagai macam cincin yang ada di toko emas tersebut, Ratna pun sempat bingung ketika para karyawan toko itu menunjukkan beberapa pasang cincin yang sangat bagus, dan beberapa kali Ratna terlihat sedang memikirkan sesuatu karena ia sedang bingung untuk memilih cincin yang akan berada di jari manisnya nanti malam.


Ratna pun terlihat mencoba dua cincin, cincin tersebut cukup menarik perhatian Ratna dan ternyata juga sangat pas di jari Ratna, Dan akhirnya Ratna pun menentukan 1 pilihan cincin yang sederhana tapi juga terlihat elegan di jari Ratna.


Ghani pun terlihat mengeluarkan kartu saktinya dan tanpa Ratna ketahui harga cincin itu cukup mahal dan jika rata tahu mungkin Ratna akan membuka mulutnya saking terkejutnya.


Ghani sengaja menyembunyikan harga cincin tersebut karena tidak ingin Ratna tahu dan jika Ratna tahu pasti ia ingin mengembalikan karena harga cincin tersebut sangat mahal.


Ghani memutuskan untuk mengantar Ratna pulang karena waktu sudah semakin sore, dan acara yang akan mereka selenggarakan sudah semakin dekat.


Ghani berpamitan kepada Ratna setelah mengantar Ratna tepat di depan rumahnya, Ghani sengaja tidak mampir dan segera pulang karena Pasti Mommy dan Ghina sudah datang dan sedang menunggu dirinya.


Jadi Ghani memutuskan untuk segera pulang.


"Mass pulang dulu ya, Assalamualaikum", Ucap Ghani kepada Ratna.


"Waalaikum salam Mas, hati-hati", jawab Ratna, dan kemudian Ratna segera masuk ke dalam rumahnya karena mamanya juga sudah datang dan juga sudah menunggu dirinya.


Ratna kemudianmasuk dengan senyum yang mengembang di bibirnya, betapa tidak, malam ini ia akan resmi bertunangan dengan Gbani orang yang sangat ia cintai. berawal dari pacar pura-pura dan akhirnya mereka malam ini resmi bertunangan dan Ratna sungguh tidak menyangka dengan hal ini.


Mamanya terus menatap Ratna dengan intens terlihat putrinya itu sangat bahagia sekali, berbeda dengan kemarin dia sedih melihat putrinya yang sedang patah hati.


"Assalamualaikum mah", Ucap Ratna kepada Mamanya dan Ratna segera mencium tangan mamanya yang kini sedang duduk di sofa ruang tamu.


"Waalaikumsalam sayang Ayo ke dan duduk dulu",titah mamanya kepada Ratna.


Ratna pun mengangguk dan duduk tepat di samping Mamanya, Di sana sudah terdapat paperbag yang akan mamanya berikan kepada Ratna, sebuah gaun yang akan Ratna pakai untuk nanti malam.


"Mama sudah belikan gaun buat kamu sayang", ucap Dina dan kemudian memberikan sebuah paper bag tersebut.


Senyum Ratna kembali mengembang saat menerima Paper bag tersebut "Terima kasih ya Ma", ucap Ratna senang kepada mamanya.


Dilain tempat terlihat Alisa dan Disya juga sudah datang begitu juga dengan Ghina, Mereka sibuk untuk mempersiapkan seserahan yang akan mereka bawa nanti, Meskipun tidak terlalu banyak tapi Alisa akan mempersiapkan ini sebaik mungkin untuk anak laki-lakinya itu.


semua persiapan pun sudah selesai dan Alisa pun dapat bernafas lega karena waktu yang sangat sempit ini mereka bisa mempersiapkan seserahan yang Ghani inginkan dan itu tak luput dari campur tangan Disya dan Ghina sebagai wanita muda yang berada di rumah ini.


Rafa juga terlihat pulang cepat hari ini Rafa juga sangat antusias dengan acara lamaran adiknya tdan Rafa tidak mau melewatkan momen tersebut.


Malam harinya semuanya pun sudah berkumpul setelah mereka menunaikan sholat Maghrib, akhirnya mereka kini sudah siap untuk berangkat menuju ke rumah Ratna. Ghani terlihat sangat tampan sekali dengan menggenakan kemeja panjang batik membuat ketampanan Ghan semakin kentara malam ini.


Hari ini Ghani dibiarkan menjadi raja, dia tidak diperbolehkan untuk mengemudikan mobil, dan saat ini Rafa lah yang menjadi sopir untuk Ghani dan istri nya.


Sedang kan di mobil satunya ada Fandi, Alisa, Ghina dan satu orang supir.


Mereka kini sudah sampai tepat di depan rumah Ratna, keluarga Ratna pun sudah menyambut kedatangan mereka, Keluarga Ghani memang sudah ditunggu-tunggu sejak tadi oleh kedua orang tua Ratna tentunya.


"Assalamualaikum", Ucap Fandi dan Alisa yang berada di depan dan menggandeng tangan Ghani.


Orang tua Ratna pun menyambut kedatangan keluarga sahabatnya itu dengan penuh kebahagiaan,


"Waalaikumsalam mari silakan masuk Pak Fandi",Ucap orang tua Dina.


semuanya pun kemudian masuk ke dalam rumah Ratna, dan Ratna pun belum keluar dari dalam kamarnya membuat Ghani terus mencari sosok orang yang dicintainya itu dan Ghani memang sudah tidak sabar untuk mengikat wanita yang selama ini ia cintai itu.

__ADS_1


Ghina dan disya yang membawa Seserahan itu kemudian menyerahkan beberapa seserahan yang ia bawa dan Dina pun menerimanya dengan senang hati.


Dina kemudian masuk dan memanggil Ratna yang ada di dalam kamarnya, dan di dalam kamar tersebut Ratna sudah menanti kedatangan Ghani, tapi hati Ratna rasanya sudah tak karuan degup jantungnya saat ini memang benar-benar susah untuk dikontrol lagi dan Ratna benar-benar sangat nervous saat ini.


"Sayang ayo keluar, Keluarga Ghani sudah datang dan kamu diminta keluar oleh Ghani", Ucap Dina yang saat ini menjemput putrinya di dalam kamarnya.


Ratna kemudian beranjak dari duduknya dan dia mengikuti Mamanya dan keluar untuk menemui keluarga calon suaminya,


Ratna malam ini sengaja memberikan surprise untuk Ghani, penampilan Ratna malam ini sangat berbeda Ratna mengenakan hijab sesuai dengan keinginan Ghani yang pernah diutarakan sebelumnya kepada dirinya.


Ghani terlihat Gelisah dia sudah tidak sabar untuk menunggu Ratna datang menemuinya, Tapi beberapa saat kemudian saat Ratna benar-benar keluar dan berjalan tepat dibelakang Mamanya Ghani pun terlihat menatap Ratna, matanya terus saja mengikuti langkah Ratna yang kini berjalan dan duduk di tepat di samping ayahnya. Ratna terlihat berbeda sekali dia malam ini mengenakan hijab membuat ia terlihat sangat cantik sekali.


Ratna sesekali tersenyum, ia sesekali juga mencuri pandangan ke arah Ghani, dan tepat saat mata mereka bertemu, Ratna pun seketika menunduk.


Ghani pun juga sama, ia sedari tadi hanya memandangi Ratna tanpa berkedip sama sekali.


"Ehem.. ehemm.., tingkah mereka terpergok oleh Ghina, dan apa yang sedang di lakukan Ghina berhasil membuat keduanya memalingkan wajah mereka.


Beberapa saat kemudian acara pun sudah dimulai dan acara inti pun sudah terlaksana Ghani dan Ratna pun sudah saling tukar cincin dan ekspresi wajah bahagia mereka kini sudah terpancar sedari tadi.


Acara pun selesai, dan Ghani dan Ratna saat ini sudah resmi bertunangan, tinggal menunggu tanggal penetapan hari pernikahan mereka.


Semuanya pun sudah selesai dan kini Fandi pun berpamitan kepada keluarga Ratna, Ghani pun juga ikut pulang dan dia juga berpamitan kepada Ratna, Ratna terlihat masih malu jika ditatap Ghani seperti itu. "Aku pulang dulu ya calon istri Ku" Ucap Ghani yang membuat Ratna lagi-lagi merasa malu kepada Ghani.


"Iya mas, hati-hati dijalan",


Semuanya pun bersalaman dan Ratna juga terlihat mencium punggung tangan kedua orang tua Ghani.


Semua Keluarga Ghani kemudian pergi meninggalkan rumah Ratna Dan keluarga Ratna pun juga kembali masuk ke dalam rumah mereka, mereka akhirnya lega acara pun telah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan mereka, kini mereka tinggal menunggu tanggal penentuan pernikahan putra dan putri mereka dan semuanya pun juga harus dipersiapkan secara matang matang.


di dalam mobil Ghani sedari tersenyum membuat Rafa dan Disya saling berpandangan, Rafa dan disya mengerti jika suasana hati adiknya itu sangat bahagia saat ini dan mereka pun tidak mau mengganggu kesenangan Ghani yang sedang tersenyum-senyum sendiri.


Mereka pun akhirnya sampai di rumah mereka, dan semuanya pun terlihat memasuki kamar mereka, Ghani yang juga langsung memasuki kamarnya terlihat terus memandangi langit-langit kamarnya, bayangan wajah Ratna saat memakai jilbab tadi mampu membuat Ghani terus saja tersenyum, ia senang, akhirnya Ratna pun mau untuk memakai jilbab seperti Mommy nya.


Saat ini, didalam kamar Rafa, Rafa juga sedang membicarakan Ratna dengan Disya.


"Calonnya Ghani sama seperti kamu sayang, dia memberikan surprise yang sangat membahagiakan buat Ghani", ucap Rafa, Disya pun mengangguk,


"Iya kak, aku juga langsung pangling lihat Ratna tadi, dia cantik jika ia memakai jilbab", Jawab Disya.


keesokan paginya hari ini awal dimulainya rutinitas baru Ghani yaitu menjemput dan mengantar Ratna untuk pergi ke kuliah.


kini Gani sudah sampai tepat di depan rumah Ratna dan Ratna pun sudah keluar dan menghampiri Gani yang menunggunya di depan mobilnya.


"Hai Sayang, Assalamualaikum", Ucap Ghani kepada Ratna yang sudah berubah status menjadi tunangan Ghani.


"Waalaikum salam Mas, kamu udah datang Ayo berangkat nanti kesiangan", jawab Ratna Dan mulai masuk ke mobil Ghani.


Ghani berencana siang ini ia akan menemui Meisya dengan membawa Ratna,Ghani ingin menjelaskan Jika dia dan Ratna sudah bertunangan dan Meisya tidak akan pernah bisa untuk memisahkan hubungan mereka lagi.


Ratna turun tepat di depan gerbang dan juga di sana ternyata ada Rio, Rio sengaja menunggu Ratna karena ada yang ingin dibicarakan dengan Ratna, Ghani yang melihat Rio ada di sana, ia kemudian tidak jadi untuk meninggalkan Ratna ,Ghani ikut turun dan menemani Ratna dan menemui Rio terlebih dahulu tentunya, memang Ghani sangat cemburu kepada Rio, dan itu membuat Ratna kadang-kadang tak habis pikir dengan tingkah tunangannya itu.


Ghani mulai mendekati Rio, dan itu membuat Ratna berjaga-jaga, ia tak mau sampai Ghani membuat keributan disini.


"Mas, sebaiknya kamu pergi aja ya, nanti kamu telat lagi", ucap Ratna yang ingin Ghani segera pergi dari kampusnya Ratna tak mau jika Gani akan membuat ulah di sini.


Ghani pun mengangguk, Iya tak mau membuat Ratna marah lagi kepadanya dan sebisa mungkin Ghani mencoba untuk meredam amarahnya, dan dengan sangat berat hati Ghani pun pergi meninggalkan Ratna bersama dengan Rio.


"Ya udah, aku pergi dulu, kamu hati-hati disini", Ucap Ghani yang kemudian pergi meninggalkan Ratna .


Ratna pun mengangguk, setidaknya ia sudah lega karena Ghani sudah pergi dari kampusnya.


Ratna kemudian masuk kedalam kampusnya bersama Rio tentunya, bukan ia tak mematuhi Ghani, tapi Rio adalah sahabat nya sejak dulu, jadi untuk menjauhi Rio saat ini masih belum bisa buat Ratna.


Ghani berjalan di koridor rumah sakit dengan sedikit kesal, baru saja ia bisa tersenyum karena sudah berhasil mendapatkan Ratna, namun tak disangka ada seseorang yang masih mengharapkan calon istrinya tersebut.


"Sial!!", ucap Ghani yang kemudian membuka pintu ruangannya dengan kasar.


Ghani kemudian mengambil gelas dan segera minum, ia harus bisa mengontrol dirinya saat ini, ia tak mau jika ia benar-benar terbawa amarah.


Ghani kemudian duduk bersandar di sofa, ia mulai menjernihkan pikiran nya, Ia kemudian menarik nafasnya pelan dan menghembuskan secara perlahan juga.


Perasaan Ghani sedikit tenang, ia harus berpikir positif, ya, dia memang harus membuang semua pikiran negatifnya.


Ghani kemudian bangun dan mengambil jas putih nya dan kemudian segera keluar untuk memeriksa pasiennya, ia harus


cepat menyelesaikan tugasnya dan Ghani sudah berjanji nanti siang akan mengajak Ratna untuk menemui Mesya dan mengatakan jika dirinya dan Ratna sudah bertunangan.

__ADS_1


Di lain tempat kini seperti biasanya Ghina sedang berada di dalam ruangan Zian, mereka berdua kini tengah memeriksa beberapa file yang sengaja diminta oleh Alisa untuk segera diserahkan kepadanya, File itu sangat penting dan Zian tidak mungkin untuk memeriksanya sendiri, maka dari itu Zian meminta gina untuk membantunya memeriksa beberapa file tersebut.


keduanya terlihat sangat berkonsentrasi, tapi sesekali Zian menatap Ghina yang tengah serius dengan file yang ada di hadapannya. Zian pun tersenyum, ia benar-benar sangat mencintai Ghina dan Zian berniat akan menikahinya walaupun Zian masih belum siap.


Setengah jam kemudian Ghina sudah selesai memeriksa semua file itu dan kemudian memberikan file tersebut kepada Zian kembali, Ghina kemudian berpamitan keluar, ia tidak enak jika harus berlama-lama berada di ruangan Zian.


"Ya udah ya Mas aku keluar dulu kan semuanya udah selesai", Ucap Ghina kepada Zian.


Zian pun mengangguk dan membiarkan Ghina keluar dari ruangannya.


Minggu depan rencananya Zian akan pulang ke Bandung untuk menemui orangtuanya lagi, Mamanya bilang jikakini sedang merindukan Zian, padahal baru kemarin Zian bertemu dengan mamanya, lebih tepatnya pada saat pesta pernikahan Mas Rafa dan Disya.


Zian pun masih belum mengutarakan niatnya tersebut kepada Ghina dan akan memilih waktu yang tepat untuk berbicara dengan Ghina.


Ghina keluar dari ruangan Zian dan kemudian menuju ke mejanya. Sebentar lagi sudah jam makan siang jadi Ghina mengajak Nita untuk pergi ke kantin karena perutnya sudah sangat lapar.


Ghina tak membiasakan untuk makan siang bersama Zian, Ghina lebih senang jika makan siang bersama teman-temannya ia tak mau jika teman-temannya menjauhinya karena ia lebih memilih makan siang bersama bosnya itu.


"Kita mau makan apa nih Ghin, jujur gue juga laper nih dari pagi gue udah dihadapkan sama banyak banget map yang ada di meja gue, gue pusing tahu", Ucap Nita Saat berjalan bersama Ghina menuju ke kantin.


"Gimana kalau masak soto aja, kayaknya enak tuh banyak jeruk nipisnya seger kayaknya tuh, gue laper banget nih", Ghina juga terlihat membayangkan nasi soto yang ia katakan tadi, aroma jeruk nipisnya kini sudah menyeruak di dalam hidung Ghina.


Setelah sampai di kantin Ghina dan Nita pun segera mencari tempat duduk yang kosong, berhubung masih belum banyak para karyawan yang makan di sana Jadi Ghina lebih leluasa memilih tempat duduk yang akan ia duduki.


"Yang pesan Lo apa gue, kalau gue, gue kesana sekarang", ucap gina yang sudah berdiri dan akan memesan nasi kepada ibu kantin yang ada disana.


Nita pun membiarkan Ghina yang memesan, sahabatnya itu begitu pengertian sekali sehingga ia sendiri yang memainkan makanan untuk dirinya.


Tak lama setelah itu gina pun kembali dengan membawa nampan dan didalamnya berisi 2 mangkok nasi soto dan segelas minuman, air liur mereka berdua pun seakan ingin menetes, betapa tidak aroma dari nasi soto yang ia bawa kini tercium di hidung mereka.


"Kayaknya ini enak banget Ghin, bikin gue jadi tambah lapar nih", Ucap Nita yang kemudian meraih sendok dan segera masukkan nasi tersebut ke dalam mulutnya.


Ghina juga melakukan hal itu perutnya juga sudah sangat keroncongan, ia kemudian memasukkan nasi kedalam mulutnya dan kini Ghina dapat merasakan aroma soto campur jeruk nipis yang sangat enak di lidah nya.


Keduanya pun kini segera menghabiskan nasi soto yang ada di di hadapannya, banyak pasang mata yang menatap mereka saat ini, tapi mereka tidak perduli, yang mereka ingin saat ini segera menghabiskan makanannya dan segera pergi ke musholla untuk sholat dhuhur.


Kedua wanita ini memang tidak takut gemuk, mereka berdua juga suka makan, Jadi mereka berdua tak menghiraukan jika salah satu dari badan mereka akan terlihat gemuk dan tak langsing lagi.


Setelah ghina membayar semua makanan yang ia makan, kemudian ia segera pergi menuju ke mushola untuk menunaikan ibadah salat dhuhur nya, ia tak mau melewatkan ibadahnya karena urusan pekerjaan, jadi sebisa mungkin Ghina akan menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Setelah selesai melakukan ibadah nya Ghina dan Nita kemudian kembali ke dalam ruangannya, di sana masih terlihat sepi dan beberapa saat kemudian Zian pun keluar dan melihat Ghina yang sudah duduk di kursi dan sedang menatap layar laptopnya.


"Ghin Kamu sudah makan??", tanya Zian kepada Ghina.


"Udah Mas, emang kenapa??", tanya Ghina. Zian saat ini tengah duduk dihadapan Ghina , menduduki tempat salah satu karyawan nya yang berada tepat di depan meja Ghina.


"Nggak apa-apa, rencana sih mau ngajak kamu makan tadi, tapi keburu kamu hilang dulu", Ucap Zian. Zian berencana untuk mengatakan jika minggu depan ia akan pulang ke Bandung.


"Ya maaf Mas, Aku nggak tahu aku tadi laper banget sama Nita jadi aku ke kantin dulu deh sama Nita", ucap Ghina.


"Tapi kamu udah makan apa belum sih Mas??", Tanya Ghina lagi.


"Udah tadi aku pesan online, Ya habisnya nungguin kamu udah hilang gitu aja", Ucap Zian, tapi Zian tak bermaksud protes kepada Ghina hanya saja ingin melihat bagaimana ekspresi Gnina.


"Aku minta maaf ya mas, Tapi kalau kamu mau ngajak aku jangan mendadak, Aku kan jadi nggak tahu kalau kamu mau ajak aku", Ucap Ghina lagi.


"Iya sayang, gimana kalau nanti pulang kantor, kita keluar dulu ya, nanti aku izin sama Tante dulu", ucap Zian yang langsung diangguki oleh Ghina.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Ghina, Zian pun akhirnya kembali ke ruangannya,


"Ya udah aku masuk dulu ya", ucap Zian yang kemudian masuk kembali kedalam Ruangan nya karena penghuni dari meja itu sebentar lagi akan datang.


Sore harinya setelah mendapat izin dari Mamanya Ghina, Zian akhirnya membawa Ghina menuju ke salah satu restoran.


Zian terlihat memperlakukan Ghina dengan sangat baik, ia membukakan pintu mobil untuk Ghina dan berjalan beriringan dengan Ghina.


Mereka pun duduk berhadapan dan tak lama setelah itu salah satu karyawan resto tersebut menghampiri mereka, Ghina dan Zian kemudian segera memilih menu makanan yang akan ia makan dan setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan mereka kini tinggal menunggu saja makanan mereka disajikan.


Zian terlihat menatap kearah Ghina, dan membuat Ghina mengerutkan keningnya "Kamu kenapa sih Mas mandang aku kayak gitu??", tanya Ghina kepada Zian.


Zian kemudian tersenyum, "Nggak apa-apa kok, Cuma mau ngomong aja sama kamu", Ucap Zian.


Ghina semakin penasaran, tak biasanya Zian akan mengajaknya ke tempat seperti ini Jiak ia ingin berbicara sesuatu dengan nya.


"Hmm.. apa Mas kok aku jadi penasaran sih kan nggak biasa kamu mau ngomong sesuatu sampai ngajak aku ke tempat seperti ini ", ucap Ghina.


Memang benar, Zian Jarang sekali mengajak Ghina ketempat berdua saja, Dan lebih memilih menjaga hubungan nya dengan Ghina, Zian tak mau terlalu dekat dengan Ghina karena sejujurnya mereka belum menikah.

__ADS_1


__ADS_2