Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
148


__ADS_3

Sore harinya saat Alisa dan Fandi sudah berada di rumahnya, mereka kini tengah berbincang-bincang dengan Mama nya.


Fandi Alisa dan Mama Mira juga tengah mengawasi Heni dari kejauhan,


" Mah, aku antar Mama habis ini ", Ujar Fandi seperti mengisyaratkan agar sang Mama mau diantar oleh Fandi.


" Iya, kalau begitu Mama telfon pak Rizal dulu biar gak jemput Mama ", Kata Mama Mira Sambil mengambil telepon seluler nya yang ada di dalam tas nya.


Fandi sebenarnya sudah merencanakan hal ini, ia tak mau gagal lagi untuk mengetahui siapa sebenarnya Heni.


" Sayang, mas tinggal dulu ya ", Ujar Fandi.


" Iya mas hati-hati dijalan ",


"Mama pulang dulu ya sayang ", Pamit Mama Mira sambil mencium pipi menantunya.


" Iya ma, hati-hati dijalan ", Jawab Alisa kemudian langsung mencium tangan Mama nya.


Bertepatan dengan itu Heni kemudian juga berpamitan pulang kepada Alisa.


" Bu saya mau pulang dulu ",Ujar Heni.


" Iya mbak Heni, hati-hati ",


Heni pun segera keluar dari rumah besar dan disaat dia Samapi di depan rumah ia berpapasan dengan Fandi dan Bu Mira yang juga akan keluar dari rumah nya.


" Mbak Heni mau pulang ??", Tanya Bu Mira.


" Iya Bu, saya mau pulang, permisi Bu ", ujar Heni yang ingin segera pergi dari hadapan Fandi dan Bu Mira.


" Sekalian bareng aja mbak, Fandi gak apa-apa kok ", Ujar Bu Mira menawarkan.


" Gak usah Bu, terimaksih, saya mau naik angkot saja ", Ujar Heni.


" Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu Bu, Assalamualaikum ", Ucap Heni.


" Waalaikum salam ", Jawab keduanya.


Setelah Heni keluar dari pintu gerbang, segera Fandi melajukan mobilnya untuk mengantar Mama nya, Heni masih saja berjalan menyusuri komplek untuk Samapi di jalan raya .


Di komplek perumahan ini kendaraan umum tidak diperbolehkan masuk kecuali kendaran


pribadi.


" Ma, sebaiknya kita tunggu Heni di depan aja kalau kita jalannya lambat nanti bisa-bisa dia curiga ",

__ADS_1


" Iya, kita tunggu saja di depan ", Ujar Mama Mira.


Heni masih saja berjalan menyusuri komplek perumahan sambil menunggu taxi online yang ia pesan datang.


Setelah sampai di pos jaga Satam yang ada di ujung Komplek Heni pun berhenti sambil menunggu taxi online nya datang.


Tak lama kemudian taxi yang ditunggu pun sudah datang, " Dengan mbak Tania??", Tanya supir taxi tersebut.


" Iya saya Tania ", Jawab Tania.


" Silahkan mbak ", Ajak supir taxi tersebut menyuruh Tania segera masuk.


Tania pun segera masuk kedalam taxi tersebut dan segera berangkat menuju tempat tujuannya.


" Fand, taxi nya sudah jalan ayo kita ikuti ", Ujar Mama Mira menyuruh Fandi agar secepatnya menyalakan mobilnya.


Mama Mira tak mau lagi kehilangan jejak Heni begitu saja, wajahnya yang begitu familiar membuat Mama ingin sekali mengetahui siapa Heni sebenarnya.


Didalam taxi online nya Tania dikagetkan dengan suara ponselnya yang berbunyi, segera ia merogoh tasnya dan mengambil benda pipih yang kini sedang berbunyi pertanda bahwa ada panggilan masuk dari seseorang.


" Halo ", Sapa Tania mulai mengangkat ponsel nya.


" Halo Tan, kamu dimana ??", Tanya Niko yang kini sedang menelepon dari depan Apartemen Tania.


" Aku lagi dijalan, mau pulang, ada apa Nik ??", Tanya Tania yang masih menunggu jawaban dari Niko.


Tania pun mengingat bahwa ia sudah membuat janji akan pergi bersama Niko karena beberapa hari yang lalu sempat menolak ajakannya.


" Iya Nik, Tunggu sebentar mungkin 15 menit lagi aku Sampai ", Ujar Tania.


" Ok, aku tunggu kamu ", Jawab Niko dengan senyum lebarnya.


Tania kemudian mematikan ponselnya dan memasukkan kembali ke dalam tasnya.


Fandi masih mengikuti laju taxi online tersebut dari kejauhan agar tidak menimbulkan kecurigaan.


Tak lama kemudian taxi itupun kembali berhenti di depan Apartemen yang sama seperti beberapa hari yang lalu.


" Mah, mungkin memang disini tempat tinggal Heni ", Ujar Fandi.


" Mungkin saja Fand, tapi apa maksud dia berbohong kepada kita ??", Tanya Mama Mira.


" Fandi gak tau ma, kita lihat aja nanti, lebih baik kita cari tempat yang aman agar Heni tidak tahu kalau kita mengikutinya.


Mama Mira kemudian mengangguk, dan Fandi segera menepikan mobilnya.

__ADS_1


Terlihat Heni keluar dari dalam mobil dan lagi-lagi laki-laki yang sama sedang menunggu nya di depan Apartemen nya.


Mereka kemudian masuk kedalam apartemen tersebut,


" Maaf Nik kamu harus menunggu lama ", Ujar Tania tak enak kepada Niko.


" Tidak apa-apa Tan, aku senang kok ", Ujar Niko.


Setelah Samapi di depan pintu apartemen nya Tania segera menekan nomor sandi kamarnya dan tak lama kemudian pintu pun langsung terbuka.


" Silahkan duduk Nik, aku tinggal mandi dulu, oh ya kamu mau minum apa ??", Tanya Tania.


" Gak usah Tan, lebih baik kamu siap-siap aja", Ujar Niko.


" Ya sudah aku Kekamar dulu ", Ujar Tania yang langsung masuk kedalam kamarnya dan langsung menguncinya.


Tani segera melepas kerudungnya dan segera mengambil handuknya, ia tak mau Niko menunggu terlalu lama.


Tak butuh waktu lama Tania pun sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan rambut basahnya, segera ia menggosok rambut basahnya dengan handuk.


Tania segera mengganti pakaiannya dengan dress selutut dan dan memoleskan sedikit make up agar wajahnya tampak segar.


" Ayo Nik, aku sudah siap ", Ujar Tania.


Niko pun tampak terpesona dengan penampilan Tania sore ini, dia terlihat sangat cantik dengan dress yang ia pakai sekarang.


Tania masih belum memantapkan sepenuhnya kalau ia ingin menutup auratnya, tapi ia akan berubah secara pelan-pelan.


Fandi dan Mama nya masih setia berada di depan gedung besar tersebut, ia yakin apa yang mereka tunggu akan segera keluar dari dalam Apartemen nya.


Benar apa yang dipikirkan Fandi, apa yang ditunggu pun sudah keluar, Fandi terlihat kaget dengan apa yang ia lihat sekarang,


" Tania ", Ujar Fandi tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Mama Mira juga terlihat kaget saat Fandi menyebut nama wanita itu,


" Mah, laki-laki yang tadi bersama Heni sekarang keluar dengan Tania ", Ujar Fandi.


" Iya Fand, Mama juga melihatnya, Jangan-jangan Selama ini Heni adalah Tania", Ujar Mama Mira.


" Fandi juga berpikiran seperti itu, berarti selama ini dia sudah menipu kita ", Ujar Fandi.


Fandi pun tak menyangka jika yang selama ini merawat putra nya adalah Tania, wanita yang pernah ada didalam hidupnya dan sekarang ia sangat membencinya karena perlakuan Tania dulu terhadapnya.


Mama Mira juga tidak habis pikir sampai ia tak mengenali Tania sama sekali.

__ADS_1


" Pintar sekali dia menipu kita Fand ", Ujar Mama Mira


__ADS_2