
Sudah pagi, dan semua juga sudah segar kembali, ternyata tadi malam Ghani pulang dan pagi ini sudah berada di rumah sakit ini, Saat ini Ghani sudah berada di ruang rawat Zian, sambil menenteng tas jinjing, dan Didalam nya terdapat pakaian milik Ghina, ya Ghani memang sudah berinisiatif untuk membawakan Pakaian ganti untuk adiknya itu.
"Terimakasih Kak, Kakak memang yabg terbaik" Sudah setengah jam berlalu, Kedua orang tuanya sudah pulang tepat pukul 5 pagi tadi.
"Iya sama-sama, Mau kakak bawakan sarapan??" Tanya Ghani, dan pastinya Ghina langsung mengangguk setuju.
"Baiklah, tunggu sebentar, Kakak ambil dulu di ruangan kakak, kakak udah bawa dari rumah tadi" Senyum Ghina seketika kembali terbit, Ia akan sarapan menu dari rumahnya.
Zian juga sudah bangun, ia saat ini dapat melihat Ghina yang sudah terlihat segar, Ghina baru saja selesai membersihkan badannya, Dan tepat di saat Zian sudah bangun, Ghina sudah selesai.
"Mas, kamu sudah bangun??" Tanya Ghina.
"Iya sayang, kamu gak pulang??" Yahya Zian.
"Nggak mas, aku mau merawat mu disini" Ujar Ghina.
"Terimakasih sayang, Kamu sudah mau merawat ku" Jawab Zian.
"Iya mas, Gimana mas??, sudah enakan??" Tanya Ghina, Dan Zian pun mengangguk.
Tak lama setelah itu pun pintu Ruangan tersebut terbuka, dan Ghani lah yang ternyata masuk, Ghani pun mendekat, sambil ditangannya menenteng rantang kecil yang ia bawa dari rumah.
"Selamat pagi Zi, Bagaimana keadaan mu??" Tanya Ghani.
"Alhamdulillah Mas, aku sudah enakkan, terimakasih sudah menolong ku tadi malam" Ucap Zian.
"Sama-sama, sudah jangan dipikirkan, yang terpenting kamu sudah selamat, oh ya Ghina, ini makanan yang kakak bawa tadi, Dan Zian juga boleh makan jika tidak mau makanan rumah sakit" Ucap Ghani.
"Terimakasih Kak" Jawab Ghina,
__ADS_1
"Ya sudah kakak mau ke ruangan kakak dulu" Ghina pun mengangguk, dan Zian pun juga, akhirnya Ghani pun pergi meninggalkan ruang rawat Zian.
Ghina kemudian segera mengambil rantang Tersebut dan segera membukanya, aromanya juga sangat menggoda, Dan ia juga sangat lapar saat ini.
"Mau makan sekarang mas??, Biar aku suapin" Zian pun mengangguk dan Ghina kemudian segera menyuapi makanan untuk Zian.
Mereka makan bersama, berdua saja dan tidak diganggu oleh siapapun, Kedua orang tua mereka saat ini sedang berada di rumah masing-masing, dan akan kembali setelah ini, dan kalau Alisa dan Fandi mungkin akan kembali datang setelah pulang dari kantor.
Ditempat lain, Rafa saat ini tengah berada di kamarnya, ia baru saja selesai mandi, dan nantinya akan bersiap ke kantor, saat Rafa hendak memakai pakaiannya tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, Ia segera mengambil ponselnya yang masih berada di atas meja nakasnya, terlihat nama Daddy nya yang sedang menelfon dan Rafa pun segera mengambil ponselnya.
"Halo Dad, assalamualaikum" Ucap Rafa terlebih dahulu.
"Waalaikum salam Fa, kamu sedang apa??" Tanya Fandi kepada putranya.
"Aku habis mandi Dad??, ada apa??" Tanya Rafa.
"Daddy hanya ingin memberitahu mu jika Zian tadi malam dikeroyok Oleh beberapa preman, dan ia saat ini sedang berada di rumah sakit" Rafa pun kaget, mengapa bisa Zian bisa dikeroyok oleh Preman, apa yang sedang dilakukan oleh Zian.
"Tadi malam Zian tidak sengaja melewati jalanan sepi, dan di sana Ternyata ada beberapa preman yang biasa berada di sana, dan mereka semua langsung saja mengeroyok Zian dan bermaksud untuk merampok nya juga" Ujar Fandi.
"Terus bagaimana keadaannya Dad??" tanya Rafa lagi.
"Alhamdulillah, keadaan nya baik-baik saja, Zian hanya luka lebam saja dan mungkin beberapa hari ini ia akan pulih kembali" Ungkap Fandi.
Panggilan pun berakhir dan Rafa pun segera bersiap-siap dan segera keluar dari dalam kamarnya, saat ini Disya tengah membuat sarapan untuk dirinya dan Rafa, dan Disya sangat senang sekali, Semenjak mengkonsumsi vitamin dari dokter kandungannya, Disya jarang sekali mual-mual l, hanya saja ia akan mual jika sudah mencium bau yang sangat menyengat, terutama parfum milik suaminya, dan cara Rafa kali ini ia akan memakai parfumnya ketika sampai di depan kantor nya.
Makanan sudah terhidang di atas meja, nasi goreng disertai dengan udang goreng crispy, dan itu semua makanan kesukaan Rafa suaminya.
"Selamat pagi sayang" Rafa tiba di dapur dan langsung menghampiri istrinya, ia kemudian mendekat dan mencium tengkuk leher istrinya.
__ADS_1
"Selamat pagi juga kak, Mau sarapan sekarang??" Tanya Disya, dan Rafa pun mengangguk, Rafa kemudian membantu istrinya untuk membawa semua makanan ke meja, dan Disya pun dengan senang hati menerima bantuan dari suaminya.
"Terimakasih kak" Ucap Disya yang sudah duduk tepat di depan Rafa suami nya.
Disya kemudian segera mengambil nasi goreng beserta udang crispy kesukaan suaminya.
"Makasih Sayang" Keduanya pun segera sarapan bersama, tapi disela-sela sarapan mereka berdua Rafa ingin memberitahu kan jika Zian saat ini sedang dirawat di rumah sakit.
"Sayang, ada yang ingin kakak kasih tahu ke kamu" Ucap Rafa, Disya pun seger menatap suaminya, ia ingin tahu apa yang akan dibicarakan oleh suami nya itu.
"Iya kak, apa??" Tanya Disya.
"Zian masuk rumah sakit, dia dikeroyok oleh preman" Ucap Rafa, Disya pun kaget mendengar kabar tersebut, dan Disya kemudian mengingat jika pernikahan Ghina dan Zian akan segera diselenggarakan.
"Bagaimana keadaan Zian kak??' Tanya Disya,
"Kata Daddy, Zian baik-baik aja, hanya luka.lebam sedikit" Ucap Rafa lagi.
"Alhamdulillah kalau begitu kak, bukannya pernikahan Zian dan Ghina tak lama lagi??" Tanya Disya.
"Iya sayang, Pernikahan mereka satu bulan lagi" Ungkap Rafa lagi.
"Semoga Zian cepat sembuh ya kak" Ucap Disya mendoakan Zian.
"Amin, Nanti sore kita ke sana, kita jenguk Zian" Disya pun mengangguk dan kemudian mereka melanjutkan sarapan mereka.
Setengah jam kemudian Rafa pun berangkat ke kantor nya, " Kamu hati-hati ya sayang, kalau ada apa-apa cepat telfon kakak" Disya pun mengangguk lalu mencium punggung tangan suaminya, dan Rafa pun juga membalas dengan kecupan di kening dan berakhir dibibir.
"Ya sudah kakak berangkat dulu, Assalamualaikum" Ucap Rafa.
__ADS_1
"Waalaikum salam kak, Hati-hati dijalan, jangan ngebut kak" Rafa pun mengangguk, ia kemudian pergi meninggalkan apartemen nya dan segera turun menuju ke basemen apartemen tersebut.
Disya pun segera menutup pintu apartemen nya dan segera membersihkan bekas sarapan mereka berdua, Disya tampak sangat senang menjalani kehidupan nya saat ini, hidup berdua dengan laki-laki yang sangat ia cintai, dan sekarang semua itu pun terwujud dengan menjadi istri Rafa.