
Fandi kini sedang berdiri denagn sedikit menunduk, ia menunggu istrinya Yang akan memasangkan dasi di kerah lehernya, Sudah hampir 5 menit dan Alisa tak kunjung memasang dasi tersebut.
Fandi kembali menegaskan tubuhnya, ia kemudian melirik sekilas apa yang tengah di lakukan istrinya dengan masih memegang dasi ditangannya.
Ternyata Alisa kini tengah menatap layar ponselnya, membaca pesan WhatsApp dari Shinta jika nanti Shinta akan datang agak siang dari biasanya.
" Sayang, mas sudah pegel nunggu kamu masangin dasi di leher mas ", Fandi kemudian cemberut, sebenarnya ia bisa memasang sendiri dasi di lehernya tapi selama sudah mempunyai istri maka Fandi akan menunggu istrinya yang akan memasangkannya.
" Maaf mas, tiba-tiba ponsel ku bunyi dan Shinta yang WhatsApp aku, takutnya ada yang penting, jadi aku lihat dulu ", Ujar Alisa.
Alisa kemudian mulai memasangkan dasi di kerah leher Suaminya, sudah terbiasanya melakukan ini membuat itu pekerjaan yang mudah dan dengan cepat dasi tersebut sudah terpasang rapi di kerah leher Suaminya.
" Sudah mas, sudah rapi, sudah ganteng ", Kemudian Alisa mengambil parfum dan ia semprotkan di badan Suaminya,
" Nah ini, sekarang sudah wangi ", Ujar Alisa tersenyum sambil mencium bau parfum yang selalu suaminya pakai.
Sekarang tinggal dirinya, Alisa masih mengenakan daster rumahan dan belum mengganti pakaiannya,
" Kamu mau ke kantor hari ini, emang udah baikan??", Tanya Fandi.
Kemarin sewaktu dirumah sakit Alisa memang dianjurkan istirahat sampai ia merasa sudah lebih baik, dan pagi ini sepertinya Alisa sudah baik-baik saja dan tak ada keluhan apapun masalah pelepasan alat kontrasepsi nya.
" Iya mas, aku sudah nggak apa-apa, kamu tenang aja, ya udah kamu tunggu aku dibawah aja, aku mau siap-siap dulu ", Alisa pun beranjak, ia kemudian berjalan menuju ke arah lemari pakaiannya dan memilih baju kantor yang akan ia kenakan.
Bukannya keluar Fandi pun justru duduk ditepi ranjang dengan menatap istrinya yang sedang sibuk memilih pakaian, dan Alisa pun tidak menyadari jika Suaminya masih disana dan belum keluar.
Alisa pun berbalik badan, ia melihat suaminya yang masih disana dan menatap dirinya,
" Kamu masih disini mas ??", Tanya Alisa kepada suaminya.
__ADS_1
Fandi pun hanya mengangguk dan tetap duduk di sana tanpa bergerak sama sekali.
Alisa pun menghela nafasnya, kemudian ia pergi ke kamar mandi dengan cepat sebelum Suaminya melarang dia pergi kamar mandi.
Alisa mengunci pintu tersebut, ia tak mau jika ini akan memakan waktu lama, jadi ia akan berjaga-jaga jika nantinya tiba-tiba suaminya akan masuk kedalam kamar mandi.
Akhirnya semua sudah selesai, Alisa kini sudah rapi dan sudah siap berangkat menuju ke kantornya, Mereka berangkat bersama-sama, Sebenarnya Alisa ingin sekali mengemudikan mobil sendiri, tapi ia tahu jika Suaminya akan melarangnya dan pastinya itu akan membuat masalah nanti, jadi ia urungkan untuk mengutarakan niatnya tersebut.
Kemudian Alisa berpikir Kembali, tak salah jika ini dibicarakan baik-baik dengan suaminya, jika Alisa bisa berbicara dengan halus dan tanpa membuat Fandi kesal Alisa yakin jika Fandi akan mengizinkan nya.
" Mas ??", Panggil Alisa Kepada Suaminya.
Fandi pun menoleh, ia menatap istrinya yang ada disampingnya tersebut.
" Iya sayang, ada apa ??", Tanya Fandi, Fandi melihat jika Istrinya akan mengatakan sesuatu kepadanya.
" Aku boleh bawa mobil sendiri ??",Tanya Alisa.
Fandi pun menatap istrinya dengan tajam, entah bagaimana ekspresi Fandi saat ini,
" Apa yang kamu pikirkan sampai kamu meminta untuk membawa mobil sendiri, apa kamu sudah tidak mau mas yang mengantar kamu lagi ??", Nada bicara Fandi terlihat lebih dingin, ia sudah sedikit kesal kepada istrinya.
" Bukan begitu maksud aku mas, kamu jangan salah paham dulu ", Alisa mencoba menjelaskan.
" Terus apa?? ", Tanya Fandi yang masih bernada ketus.
" Aku kasihan sama mas jika harus bolak-balik antar jemput aku tiap hari, aku gak mau kalau kamu sampai sakit ", Alisa kembali menjelaskan agar suaminya mengerti.
Fandi pun terdiam sesaat,
__ADS_1
" Sayang, mas ikhlas ngantar kamu setiap hari, itu sudah jadi kewajiban mas sebagai suami kamu, dan kamu gak boleh nolak, sudah kewajiban mas juga memastikan kamu selamat sampai tujuan tanpa ada luka lecet sedikitpun ", Nada Fandi sudah mulai melunak dan membuat Alisa Kembali menatap suaminya.
" Maafkan aku ya mas, aku tidak akan meminta untuk pergi sendiri tanpa kamu disampingku ", Ujar Alisa.
" Istri yang baik, itu yang mas mau ", Ujar Fandi mengelus puncak kepala Alisa.
Fandi kemudian menarik tubuh istrinya dan memeluknya sambil ia mengemudikan mobilnya,
" Kamu gak perlu naik mobil sendiri, mas gak mau terjadi sesuatu sama kami sayang, mas ingin selalu bersama mu ", Ucap Fandi lalu mencium pucuk kepala Alisa.
Tak lama kemudian mereka pun Sampai di depan kantor milik keluarga Alisa, Dan Alisa segera turun,
" Maaf sayang mas gak bisa antar kamu sampai kedalam,mas lagi sibuk dan mas harus secepatnya sampai di kantor ", Ujar Fandi
Alisa Kemudian meraih tangan Suaminya lalu Alisa cium sebelum Fandi berangkat menuju ke kantornya, " Hati-hati dijalan mas, nanti jangan lupa sholat dan makan siangnya jangan sampai telat ", Ujar Alisa mengingatkan.
Fandi pun kemudian segera menginjak gas nya dan menuju ke kantornya, Fandi harus cepat datang karena ada rapat dengan para direksi kantornya dan tak mungkin jika Fandi akan telat hari ini.
Sesampainya di kantor Fandi sudah ditunggu oleh Denis, hari ini Denis sudah masuk dan masa cuti yang diberikan oleh Fandi kepada dirinya.
" Selamat pagi bos ", Sapa Denis saat Fandi masuk kedalam kantor, Denis juga baru saja datang dan ia kini mengikuti Fandi dari belakang.
" Sudah kamu siapkan apa yang saya kirim ke Email mu tadi malam den ??", Tanya Fandi sambil berjalan menuju ke ruangannya.
" Sudah bos, semua sudah siap", Ucap Denis sambil membawa Map yang ia bawa tadi dari rumahnya.
Denis duduk di kursi nya dan kemudian menyalakan laptop yang sudah 3 hari ini tidak ia nyalakan sama sekali karena cuti yang diberikan oleh Fandi.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi dan Denis segera berdiri untuk memanggil Fandi agar segera menuju ke ruang rapat Karena sudah ditunggu oleh para petinggi lainnya untuk membahas jalannya perusahaan yang kini juga sedang berkembang pesat karena semakin banyak pendapatan yang ia dapatkan dari penjualan bulan ini.
__ADS_1