Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Mie Instan


__ADS_3

Fandi mengikuti arah bau masakan, perutnya mendadak lapar dan ia segera menuju ke arah dapur, Setelah sampai ia melihat punggung istrinya yang tengah memasak, Fandi kemudian mendekat, ia segera duduk dimeja makan memperhatikan istrinya yang tengah membuat sesuatu.


" Kamu masak apa sayang, mas lapar juga ", Suara Fandi mengagetkan Alisa membuat Alisa kini terperanjat kaget.


Alisa pun menoleh dan melihat suaminya yang sudah duduk dimeja makan.


" Mas, kamu ngagetin aku aja, sejak kapan mas disini??", Tanya Alisa yang kini sudah mematikan kompor nya.


" Mas sudah duduk disini sejak bau harum masakan mu menyebar ke seluruh ruangan sampai ke ruang kerja mas ", Ujar Fandi.


Alisa kini sedang menuangkan mie instan ke dalam mangkuk nya, untung saja Alisa memasak lebih ,jadi jika dimakan dengan suami nya sudah cukup kenyang untuk mereka berdua.


" Ayo kita makan mas, aku sudah selesai tapi aku cuma masak mie instan saja ", Ujar Alisa.


Dua mangkuk mie instan sudah berada di depan Fandi dan Alisa, mereka berdua pun sudah memakan mie instan tersebut.


Mereka berdua hanya makan mie instan saja dan di campur dengan telur yang sudah di campur dengan kuahnya.


Kini di mangkuk keduanya sudah habis tak tersisa, tenaga mereka memang benar-benar sudah terkuras habis karena aktifitas percintaan mereka yang cukup membuat Alisa sampai merasakan sakit di seluruh badannya.


Alisa kini sedang mencuci dua mangkuk mie nya tadi dan Fandi masih setia menunggu dirinya di dapur, ia masih menatap punggung istrinya dari belakang, sungguh Fandi rindu suasana seperti ini disaat mereka makan berdua di apartemen Nya dulu.


Semuanya pun sudah selesai dan semuanya juga sudah kembali ke tempatnya semula, Alisa kemudian mengelap tangannya sebelum ia kembali ke kamarnya.


Mereka kini kembali ke kamar mereka, tapi Fandi terlebih dahulu menuju ke ruang kerjanya karena laptopnya tadi belum sempat ia matikan, " Sayang, kamu duluan aja, mas mau ke ruangan kerja mas dulu sebentar ", Ujar Fandi


Alisa kemudian masuk kedalam kamarnya, sedangkan Fandi berjalan trus menuju ke ruang kerjanya.

__ADS_1


Tak lama kemudian Fandi masuk kembali, di menepati janjinya yang cuma sebentar berada di ruang kerjanya, ia kini tengah berbaring bersama istrinya, mereka berdua sudah tak sanggup membuka matanya sehingga tak lama kemudian mereka sudah terlelap dalam tidur mereka masing-masing.


🌼🌼🌼🌼


Suara Adzan shubuh seketika membangunkan pasangan pengantin baru ini, Setelah pulang dari hotel beberapa Minggu yang lalu, kini Niko dan Tania hidup bersama di dalam Apartemen Tania, Awalnya orang tua Tania menginginkan Tania dan Niko tinggal bersama mereka dan begitu juga dengan Orang tua Niko juga sama, tapi Niko dan Tania memutuskan untuk hidup mandiri, merasakan suka dan duka mereka hidup bersama.


Kedua orang tua mereka akhirnya memahami keinginan Putra putri mereka, Kalau itu memang pilihan mereka, orang tua masing-masing hanya bisa pasrah dan tentunya mendoakan mereka agar kehidupan mereka bahagia.


Tania sudah menyelesaikan sholat shubuh ya, begitu juga dengan Niko, kini Tania sudah berkutat di dalam dapurnya, memasak bahan yang sudah mereka belanjakan beberapa hari lalu, setiap akhir pekan Tania dan Niko akan pergi ke supermarket market kadang-kadang mereka akan berbelanja di pasar tradisional karena menurut mereka beberapa sayuran dan berbagai jenis makanan lainnya masih segar.


Niko pun mendekat, ia peluk tubuh Tania dari belakang,


" Kamu masak apa sayang ??", Niko pun menenggelamkan kepalanya di leher Tania membuat Tania sedikit kegelian.


" Sayang, kami jangan gitu aku geli ", Ujar Tania, setiap hari Niko akan menggangu Tania yang sedang memasak di dapur, namun itu membuat pasangan tersebut semakin romantis dan kadang kala mereka saling kejar-kejaran karena Niko selalu menjahili istrinya.


Laki-laki itu tidak menggubris sama sekali, " Mau aku bantuin ??", Tanya Niko.


Niko kemudian melepaskan pelukannya membuat Tania bisa bernafas sedikit lega.


" Boleh, Kamu bisa goreng ayamnya dan kalau sudah matang kamu taruh disini ", Tania pun menyerahkan piring berbentuk oval kepada Niko.


Niko kemudian berjalan mengambil alat penggorengan dan menuangkan minyak didalamnya, Setelah dirasa sudah panas Niko segera memasukkan ayam tersebut kedalam minyak panas.


Sarapan mereka sudah siap, Kini mereka tengah duduk berhadapan dengan menikmati sarapan mereka.


" Nanti Aku antar kamu ke rumah Mama, aku gak mau kamu berangkat sendiri ", ujar Niko.

__ADS_1


Tania pun hanya mengangguk, ia bahagia bisa mempunyai suami seperti Niko yang amat perhatian dan selalu menghawatirkan dirinya.


" Iya, Ya udah habis ini kamu mandi dulu, aku mau beresin ini ", Ujar Tania.


Niko pun berjalan menuju ke arah kamarnya, ia akan mandi dan kemudian nantinya Tania yang akan bergantian dengannya.


Satu jam kemudian, Niko dan Tania sudah selesai dan mereka sudah bersiap untuk berangkat,


" Ayo sayang, nanti kamu telat lagi, kamu kan harus bolak-balik kalau ngantar aku dulu ", ujar Tania.


" Nggak apa-apa, itu sudah tanggung jawab aku sebagai Suami kamu buat ngantar kamu kemanapun kamu pergi ", ujar Niko.


Niko selalu merasa tak direpotkan dengan Tania yang akan pergi kemanapun, Niko merasa senang jika Tania mau diantar olehnya dan tak membawa mobilnya sendiri.


Mereka kini sudah sampai dihalaman rumah Tania, Setelah bersalaman dengan Mama mertuanya Niko pun segera berangkat menuju kantor nya.


Disisi lain, Fandi dan Alisa kini juga sedang berada di dalam mobilnya, hari ini mereka sudah ada janji dengan dokter kandungan Alisa untuk melepaskan alat Kontrasepsi yang Alisa pakai selama ini.


Mereka sudah ada janji dengan dokter Tamara pukul 9 pagi, kini mereka berdua sudah berada di rumah sakit dan sedang menunggu kedatangan dokter Tamara.


Tak perlu menunggu lama, dokter Tamara sudah terlihat berjalan ke arah ruangannya, dokter Tamara pun menunjukan senyumannya kepada Alisa dan Fandi.


" Maaf menunggu lama, mari silahkan masuk ", Ajak dokter Tamara, mereka berdua pun segera masuk, Alisa terlihat sangat gerogi, ia sedikit takut pasalnya ia akan menjalani operasi kecil yang akan ia alami sehabis ini.


Mereka kini menarik kedua kursi yang ada di depan meja kerja dokter Tamara, ada rasa takut tapi Fandi pun seketika menggenggam dan menenangkan istrinya.


Satu jam kemudian Alisa sudah selesai dengan beberapa pemeriksaan yang ia jalani, kini ia sudah dapat bisa bernafas lega karena semua yang ia takutkan sudah berjalan dengan lancar.

__ADS_1


Kini Alisa dan Fandi sudah keluar dari rumah sakit dan mereka pun kini bisa tersenyum senang termasuk Alisa.


__ADS_2