Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
36. Alisa Marah.


__ADS_3

Dua jam kemudian mereka sudah kembali dari mall tersebut, kini mereka sudah berada di pelataran rumah Alisa,


Alisa pun segera turun tanpa menghiraukan Fandi.


Fandi yang merasa Alisa masih marah terhadapnya langsung saja berlari menyusul calon istrinya tersebut.


" Sayang ??? " Panggil Fandi yang terus berlari mengejar Alisa.


Alisa tidak menggubris sama sekali panggilan dari Fandi, dia tetap terus berjalan menuju kamarnya.


Pak Ardi dan Kakek yang melihat Fandi mengejar Alisa langsung saja menduga bahwa telah terjadi masalah diantara mereka berdua.


Fandi yang melihat Pak Ardi dan Kakek pun terus saja melewatinya dan segera menaiki tangga untuk menemui Alisa.


Alisa yang sudah sampai di kamarnya langsung saja menutup kamarnya rapat - rapat, ia saat ini sedang tidak ingin diganggu siapa pun termasuk Fandi.


Ia amat kecewa terhadap Fandi karena masih saja terdiam dan tanpa menjelaskan apapun kejadian di mall tadi.


" Sayang??? " Panggil Fandi dari arah luar kamar Alisa.


Alisa pun tetap terdiam tak bersuara, ia masih ingin menenangkan dirinya dulu.


"Sayang, ayo buka pintunya" ucap Fandi yang masih terus berada di balik pintu tersebut.


Pak Ardi yang merasa Fandi tidak turun dari kamar Alisa, kini dia beranjak dan ingin menyusul Fandi.


Pak Ardi yang melihat Fandi yang masih terus mengetuk pintu Alisa kemudian meminta Fandi untuk membiarkan Alisa terlebih dahulu,


Meskipun pak Ardi tidak mengetahui titik permasalahannya, tapi dia mencoba untuk menenangkan Fandi saat ini, Pak Ardi pun langsung mengajak Fandi turun dan berbicara dengannya.


"Duduk lah Fand", ucap Pak Ardi.


"Baik Om, Terimakasih", ucap Fandi.


"Kalau boleh Om tahu, sebenarnya ada masalah apa antara kalian berdua", tanya Pak Ardi.


"Bukannya kalian tadi baik - baik saja" , imbuh Pak Ardi.


"Ini hanya kesalahpahaman saja Om, bukan masalah yang serius" , ucap Fandi.


Pak Ardi pun yang merasa Fandi tak jujur kepadanya hanya memakluminya dan tidak ingin terlalu mencampuri urusan mereka berdua.


" Ya sudah sebaiknya kamu pulang dulu, biarkan Alisa seperti ini, Besok jika dia merasa lebih tenang akan lebih enak jika diajak berbicara", ucap Pak Ardi.


"Baik kalau begitu Om, saya pamit dulu", ucap Fandi sambil berlalu dari hadapan Pak Ardi.


Fandi yang kini merasa sangat bersalah terhadap Alisa, Nampak merasa frustasi, sebab ia masih belum bisa menjelaskan siapa Tania kepada Alisa.

__ADS_1


Fandi pun memukul kemudinya berulang kali, "Kenapa disaat aku sudah bahagia tiba - tiba dia datang seakan ingin mengacaukan semuanya" , ucap Fandi penuh amarah.


Setelah tiba di apartemen nya Fandi segera merebahkan tubuhnya di ranjangnya, Rasa lelah begitu saja menimpa dirinya , hatinya dan pikirannya,


"Aku sangat membencimu Tania, kenapa kamu datang lagi di kehidupanku, kenapa kamu mengusik kehidupanku lagi", ucap Fandi yang masih dengan amarahnya yang membara.


"Tak akan ku biarkan kamu menyentuh Alisa sedikitpun, tak akan kubiarkan "ucap Fandi berulang kali.


Setelah lelah dengan semua amarah, kini Fandi terlelap begitu saja sampai pagi menjelang.


***


Keesokan harinya Alisa yang kini sudah berangkat kuliah dengan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, dia sengaja mengendarainya sendiri karena hari ini ia akan keluar bersama teman temannya.


Nampak ponselnya terus berdering sepanjang perjalanan menuju kampusnya.


Di lain tempat Fandi yang juga tengah mengendarai mobilnya sedang sibuk dengan panggilannya yang ditujukan kepada Alisa.


"Sayang, ayo dong angkat telfonnya", ucap Fandi sedari tadi.


Sudah beberapa kali Fandi menelfon Alisa, tapi nampaknya keberuntungan tidak berpihak kepada Fandi kali ini, dia harus rela bahwa saat ini Alisa sedang tidak ingin diganggu olehnya.


Fandi sangat frustasi dibuatnya, ia kini tengah membiarkan Alisa untuk menenangkan dirinya kali ini,


Fandi pun tidak kehabisan akal dia kini sedang mengetik pesan yang ia tujukan kepada Alisa.


Setelah menekan tombol " Send " Pesan tersebut sudah terkirim ke ponsel Alisa.


Alisa kini sudah sampai di parkiran kampusnya, teman - temannya juga sudah menunggunya sedari tadi.


Saat ia berjalan menuju keberadaan temannya, ponsel Alisa pun berbunyi menandakan ada pesan masuk.


Lalu ia buka dan membaca pesan dari Fandi.


" Aku tidak janji mas, lagi pula aku juga lagi cuti dari resto " Balasan pesan dari alisa.


Setelah membalas pesan dari Fandi Alisa segera menemui teman temannya.


***


Tepat pukul Sebelas siang, Alisa sudah keluar dari area kampus , ia terlihat sangat buru - buru karena ia sudah membuat janji dengan Fandi.


" Al, Lo mau kemana ?? " tanya Vina.


"Sorry ya Vin, hari ini aku gak bisa ikut kalian, aku harus ketemu sama mas Fandi ada urusan penting ", ucap nya dengan setengah berlari.


" Ya udah Lo hati - hati di jalan Al, jangan ngebut" Ucap Vina.

__ADS_1


" Ok Vin, bye " ucap Alisa yang sudah berlalu dengan mengendarai mobil nya.


Setengah jam kemudian Alisa sudah sampai di area parkir resto, tanpa berpikir panjang Alisa langsung saja masuk dan menyapa para Teman teman sesama karyawan.


"Pak Fandi nya ada ?? " tanya Alisa kepada Dewi.


"Ada Al, kamu masuk aja", ucap Dewi sambil terus menatap komputer nya.


Seketika Alisa langsung membuka pintu tersebut, saat pintu ditutup oleh Alisa, nampak Fandi langsung tersenyum terhadapnya.


"Sayang, kamu sudah datang" tanya Fandi.


Gak usah bertele - tele mas, ayo segera kamu ceritakan siapa perempuan itu", ucap alisa sinis.


"Begini Al, Dia itu namanya Tania ",ujar Fandi.


Alisa yang mendengar nama Tania langsung saja teringat akan ucapan mamanya Fandi, bahwa Tania adalah mantan kekasih Fandi yang meninggalkannya beberapa tahun kalau karena harta.


'Aku tidak mempunyai hubungan apapun dengannya Al, aku sudah lama melupakannya", ucap Fandi.


"Stop mas, udah jangan diterusin lagi', ucap Alisa.


"Kenapa Al, apa kamu tidak percaya, apa kamu semakin marah terhadapku", ucap Fandi memelas.


"Tidak mas, bukan itu, aku sudah mengerti sekarang, dia mantan kekasihmu mas, mama sudah menceritakan semuanya kepadaku" ucap Alisa.


Fandi pun tersenyum lega karena secara tidak sengaja Mamanya sudah membantunya mulai dari awal.


"Jadi kamu mau maafin aku Al", tanya Fandi.


"Iya mas, dan maaf kan aku yang sudah salah paham dan mengira kalau kamu ada sesuatu dengan nya."


Fandi pun tersenyum lebar akhirnya masalahnya pun selesai dan dia bisa berbaikan lagi dengan Alisa.


"Ya sudah mas, aku pulang dulu gak enak dilihatin karyawan lagi ", ucap Alisa.


"Ya sudah hati hati dijalan sayang, maaf tidak bisa mengantarmu sampai ke depan", ucap Fandi.


"Tidak apa - apa mas aku mengerti", ucap Alisa sambil keluar dari ruangan Fandi.


"Kak, aku pulang dulu ya ,ucap Alisa."


"Udah selesai urusanmu dengan pak Fandi Al", ujar Dewi.


"Alhamdulillah sudah mbak, ya sudah aku pulang dulu"


"Assalamualaikum" ucap Alisa

__ADS_1


"Waalaikum salam" jawab Kak Dewi


__ADS_2