
Tepat pukul 12 malam Alisa dikagetkan dengan suara ketukan pintu dari pintu utama rumahnya,
Alisa pun merasa sangat ketakutan karena ia hanya ditemani oleh Bi Jum saja dan kebetulan Pak Udin sedang izin tidak jaga malam.
Alisa kemudian keluar dari kamarnya dan mencari sesuatu yang bisa ia bawa ketika membuka pintu rumahnya, setidaknya ia harus berjaga-jaga jika yang mengetuk bermaksud untuk berbuat jahat kepadanya.
Alisa berjalan tanpa mengeluarkan suara dan ditangannya kini tengah memegang sebuah raket nyamuk.
Diluar rumah Fandi masih menunggu seseorang untuk membukakan dia pintu, dan Fandi pun berharap jika yang membuka pintu rumah nya adalah Bu Jum dan bukan istrinya, Fandi bermaksud untuk memberi kejutan untuk istrinya dengan kedatangan nya dari Bandung.
Alisa pun masih berjalan pelan dan mengendap-endap, ia sangat ingin mengintip dari balik tirai jendelanya tapi ia sangat takut.
Beberapa saat kemudian pintu pun kembali diketuk dan orang tersebut masih belum mengeluarkan suaranya, Alisa pun mengumpulkan keberanian nya dan bermaksud untuk membuka pintunya setidaknya ia ia sudah membawa senjata dan siap memukul orang tersebut.
Seorang laki-laki sudah berdiri tepat di hadapan Alisa dengan membalikan badannya ke belakang,
" Siapa kamu ", Alisa kemudian melayangkan satu pukulan ke badan laki-laki tersebut.
Fandi yang merasa kesakitan kini berteriak meminta ampun karena merasa badannya sakit terkena pukul dari raket yang dibawa istrinya saat ini.
" Sayang stop, ini mas sayang ", Fandi pun menyuruh istrinya berhenti untuk memukuli dirinya.
Alisa pun terperanjat kaget ia merasa suara tersebut tak asing ditelinga nya,
Alisa kemudian mendekat dan melihat siapa yang kini sedang bersamanya.
" Mas, ini beneran kamu ??",Alisa pun kini semakin mendekat dan terlihat Fandi lah yang sedang ada di hadapannya sekarang.
" Iya sayang ini beneran mas, kamu gak bisa ngenalin Suami kamu sendiri ??", Fandi Kemudian masuk kedalam dan Alisa langsung saja menyusul nya.
" Maafin aku mas, Mas sih gak ngasih kabar dulu, kan aku jadi takut mas ", Alisa pun membela dirinya dengan berbagai kata-kata agar Fandi bisa memaafkannya.
Fandi kemudian segera duduk di sofa dan Alisa kemudian menghidupkan lampu yang sedari tadi telah dimatikan oleh Bi Jum.
Alisa segera memeriksa keadaan suaminya apakah ada yang luka atau tidak,
__ADS_1
" Maafin aku ya mas, aku beneran gak tau itu kamu ",
Fandi Kemudian memeluk istrinya dan mengelus puncak kepala istrinya.
" Nggak apa-apa sayang, kamu melakukan itu semua untuk melindungi kamu kan ??",
Alisa pun tersenyum, lalu ia teringat kembali mengapa suami nya bisa pulang sangat cepat sekali, apalagi suaminya tersebut sama sekali belum menginap satu malam pun disana.
"Mas kok sudah pulang??", Alisa masih penasaran dengan kedatangan suaminya saat ini, bukankah jika suaminya tersebut akan pulang Minggu depan, tapi kenapa secepat ini.
" Panjang cerita nya sayang, nanti mas ceritakan, mas mau mandi dulu ",
Alisa kemudian berjalan bersama dengan suaminya menuju lantai atas untuk menyiapkan air hangat untuk suaminya.
" Kamu sudah makan mas ??", Tanya Alisa yang sudah selesai menyiapkan air hangat untuk suaminya.
" Sudah sayang, tapi mas ingin kopi buatan mu sayang ", Alisa pun mengerti dan segera ia pergi ke bawah dan membuat kan Fandi secangkir kopi kesukaan nya.
15 menit kemudian, kopi sudah siap dimeja yang berada di dalam kamar mereka, Fandi yang kini tengah menggosok rambutnya langsung berjalan menuju sofa dan duduk di samping istrinya.
Fandi pun merasa tenang setelah berada di samping istrinya Kembali.
Fandi pun menurut apa yang dikatakan oleh istrinya, mereka pun kini tidur dengan saling berhadapan dan langsung memeluk tubuh istrinya.
Pukul 7 pagi Alisa dan Fandi sudah berada di meja makan dan sedang melakukan sarapan pagi bersama dengan istrinya saja.
" Mas akan cerita kan semuanya sayang, tapi nanti di kantor ", Ujar Fandi sambil terus menyelesaikan sarapannya.
Tak Lama kemudian Mama Mira pun datang dan melihat Fandi yang berada di rumah saat ini.
" Lho Fand, kamu kok dirumah, bukannya kamu bilang kamu pergi ke Bandung selama satu Minggu ??", Tanya Mama Mira.
" Iya ma, semua urusan nya sudah selesai jadi Fandi langsung pulang saja ",
Fandi dan Alisa segera berpamitan kepada Mama nya untuk pergi ke kantor, walaupun badan Fandi terasa lelah setidaknya ia harus pergi ke kantor untuk menuntaskan semua urusan dengan perusahaan Surya.
__ADS_1
Alisa dan Fandi sudah sampai di ruangan kerja istrinya, Fandi bermaksud akan menceritakan semuanya yang terjadi kepadanya tadi malam di Bandung.
" Sayang kamu duduk disini, mas mau bicara sama kamu ", Fandi Kemudian menepuk sofa yang berada di sampingnya agar istrinya duduk bersama dengan dirinya saat ini.
Alisa Kemudian duduk disamping suaminya dan mendengar kan semua yang dibicarakan Suaminya.
" Sayang kamu harus janji tidak marah dan tidak berpikiran buruk terhadap mas ", Fandi pun menjelaskan terlebih dahulu agar istrinya tak salah paham nantinya.
Fandi Kemudian mengambil nafas dalam-dalam sebelum ia menjelaskan semuanya kepada istrinya.
" Sayang, sebenarnya mas disana diminta untuk menjadi suami dari Fattiya, putri dari Pak Surya ", Alisa Kemudian mendelikkan matanya tak percaya,
Ia tak menyangka jika suaminya akan diminta hal yang tak pernah dipikirkan oleh Alisa sebelumnya.
" Beneran mas, kamu gak bohong kan ??", Alisa masih bertanya tak percaya, bukannya pak Surya juga bekerja sama dengan perusahaan nya juga.
" Mas tidak bohong sayang ", Fandi pun meyakinkan istrinya.
" Terus kamu terima ??", Alisa pun lebih bertanya lebih mendalam.
" Aku belum gila sayang ", Fandi pun memanyunkan bibirnya dan Alisa kemudian tertawa melihat ekspresi istrinya.
" Iya mas aku percaya, kamu memang Suami terbaik, terimaksih sudah mempertahankan pernikahan kita ", Alisa kemudian memeluk suaminya dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Suaminya.
" Terimakasih sudah mau percaya sama mas, mas tidak menyangka jika Pak Surya akan bertindak lebih jauh sayang, dia menginginkan jika perusahaan mas dan perusahaan dia bersatu dengan cara menikahkan mas dengan putrinya ",
Alisa pun semakin tak habis pikir dengan Pak Surya, bisa-bisa nya dia melakukan hal semacam ini untuk menjadikan Suaminya sebagai suami anaknya.
Alisa pun terdiam sejenak dan dia pun bertanya sesuatu kepada suaminya.
" , Bagaimana dengan kontrak kerjanya mas, apa masih diteruskan ??", Tanya Alisa yang menatap suaminya.
" Alhamdulillah sayang, mas belum menandatangani kontrak kerja dengan pak Surya, jadi sekarang mas bebas tak terikat apapun ",
" Aku ikut lega mas, semoga kedepannya tidak ada lagi hal semacam ini lagi ",
__ADS_1
Tak lama kemudian Nisa pun mengetuk pintu ruang kerja Alisa dan Alisa segera menyuruh Nisa masuk kedalam ruangannya.
" Maaf Bu, ada telfon dari PT. Surya Bakti indah ", Ujar Nisa yang membuat Alisa dan Fandi kaget dengan perkataan Nisa.