Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu


__ADS_3

Fandi dan Alisa sudah tiba di rumahnya, mereka berdua kini sedang berada dikamarnya selepas mereka membersihkan badannya.


Alisa terlihat mondar-mandir sambil terus mengikuti Rafa yang kini sudah bisa merangkak,


Alisa terlihat sangat menikmati moment bersama putra nya karena ia bisa melihat perkembangan putranya dari hari ke hari, meskipun Alisa tak selalu menemani putranya, tapi Alisa akan terus memantau perkembangan Rafa.


Rafa kini mulai menangis tanda ia mulai merasakan haus dan sudah mulai mengantuk, Alisa segera menggendong Rafa dan membaringkannya ke ranjang tempat tidurnya.


Rafa terlihat sudah mulai tertidur membuat Alisa mencium putranya tersebut.


Fandi yang melihat istri dan anaknya sedang di atas ranjang segera menghampiri mereka.


Fandi kini tepat berada di depan wajah Alisa dan melihat putranya yang sedang menyusu dengan kuatnya.


" Dia lahap sekali sayang ", Ujar Fandi sambil mengelus kepala Rafa.


" Iya mas, aku bahagia sekali, aku bahagia bisa memberikan sumber kehidupan untuk putra ku ", Jawab Alisa.


" Terimakasih sudah membuat hidupku semakin terasa bahagia sayang, aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu ", Fandi kemudian mencium pucuk kepala istrinya.


Fandi sangat menyayangi Alisa dan putranya, ia tak mungkin menyakiti atau bahkan sampai menduakan istrinya, itu tidak akan mungkin.


" Aku juga sangat mencintaimu mas, terimaksih sudah menjadi suami dan Daddy yang baik bagi kami, jangan pernah tinggal kan aku mas, aku tidak bisa hidup tanpa mu ", Alisa pun mengeluarkan semua isi hatinya, ia begitu sangat takut kehilangan Suaminya,


Dan apa yang menimpa nya hari ini membuat ia semakin takut menghadapi hari esoknya tanpa Fandi di sampingnya.


matanya kini sudah mengeluarkan bulir-bulir bening yang tanpa ia sadari sudah membanjir seluruh wajahnya.


" Kamu tidak perlu takut sayang, mas akan selalu bersamamu sekarang dan selamanya, kita akan membesarkan anak-anak kita nantinya sampai ia dewasa dan sampai kita tua.


Fandi kemudian memeluk istrinya begitu kuat, " Mas tidak mau melihat air matamu lagi sayang, yang mas inginkan adalah senyuman dari bibirmu".


Mereka pun berpelukan sangat lama sampai air mata Alisa sudah mengering, " Sekarang kamu nggak perlu memikirkan hal yang membuat kamu sedih sayang, dan kamu jangan khawatir mas akan bertindak tegas kepada Surya dan keluarga nya, mas tidak mau masalah ini menjadi beban pikiran untuk mu ".

__ADS_1


Alisa kemudian mengangguk dan tersenyum kepada suaminya.


" Terimakasih mas, aku sekarang merasa lega, besok kita hadapi bersama-sama ya mas ", Alisa disaat seperti ini membutuhkan dukungan suaminya, apalagi besok ia akan mengahadapi Surya yang tak tau apa tujuannya menemui dirinya di kantor, dan dapat dipastikan jika Fandi juga akan berada disana untuk menemani istrinya menemui Surya dan istrinya.


Tepat tengah malam, Alisa bangun dari tidurnya dengan tiba-tiba , ia baru saja mengalami mimpi buruk yang membuat air matanya kembali menetes.


Didalam mimpinya Alisa melihat seorang wanita cantik tengah menghampiri Suaminya dan Fandi dengan senang hati meraih tangan wanita tersebut.


" Rupanya kalian sudah benar-benar saling suka, lebih baik kita segerakan saja pernikahannya ", Pak Surya pun terlihat sangat bahagia.


Terlihat Fandi tidak memperdulikan Alisa sama sekali yang kini tengah menatapnya dengan deraian air mata.


" Mas kamu jangan tinggalin aku, kamu sudah janji akan terus bersama ku mas, mas..!!!", Fandi pun tak menghiraukan Alisa yang kini tengah terjatuh mengejar dirinya.


Fandi terlihat sangat bahagia sekali dan tangannya pun sama sekali tak melepas genggamannya kepada Fattiya, putri dari Surya.


" Tya aku sangat mencintaimu ", Fandi kemudian mencium pipi Fattiya dengan lembut membuat Alisa semakin menangis.


" Aku juga mencintaimu Fand", Fattiya pun tersenyum dan memeluk Fandi secara erat.


Alisa kemudian berjalan sendiri sambil terus menangis, langkahnya sangat pelan dan sesekali ia terjatuh karena tak kuasa menahan sesak di dadanya.


" Mas kenapa kamu tega ninggalin aku dan Rafa mas, Kenapa ??, Alisa pun berteriak di jalanan sepi.


Alisa kemudian terjatuh dan tak sanggup lagi berdiri, Fandi yang masih bersama dengan Fattiya masih tak menghiraukan Alisa yang masih sah menjadi istrinya.


Semua orang pun sudah berkumpul dan dengan beberapa saat kemudian terdengar kata " SAH " dari Banyaknya orang membuat Alisa membulatkan matanya.


" Tidak mas.... tidak... kamu tidak boleh menikah dengan perempuan itu mas, tidak ???",


Seketika Alisa pun tersadar kembali dan Fandi pun membangunkan istrinya yang sedari tadi berteriak.


Fandi Kemudian mengambil air putih yang berada di atas meja nakasnya dan meminumkannya kepada istrinya.

__ADS_1


air mata Alisa masih terus menetes membuat Fandi mengerti jika istrinya baru saja mengalami mimpi buruk.


" Sayang kamu kenapa ??", Fandi terus bertanya kepada istrinya berharap istrinya segera berbicara, Pandangan mata Alisa terlihat kosong membuat Fandi nampak khawatir dengan istrinya.


" Sayang kamu mimpi apa ??, cerita sama mas ", Fandi pun masih terus berbicara.


Alisa pun kembali tersadar dan ia langsung memeluk suaminya dengan erat.


" Jangan tinggalkan aku mas, aku takut ", Alisa pun tak dapat mengontrol air matanya yang terus menerus saja jatuh membasahi wajahnya.


" Iya sayang mas tidak akan meninggalkan mu ", Fandi pun mengelus lembut tubuh istrinya.


" Kamu mimpi buruk sayang ??", Fandi pun semakin ingin tau apa yang telah di impikan oleh istrinya tadi.


Alisa pun mengangguk, ia masih mendekap tubuh Fandi dan tak ingin melepaskannya.


Fandi pun membiarkan istrinya memeluk dirinya sampai istrinya merasa tenang kembali.


" Mas, kamu harus janji akan tetap terus bersamaku sampai nanti ", Alisa pun kembali berbicara.


" Iya sayang mas janji, sekarang kamu ceritakan sama mas kamu tadi mimpi apa ??" Fandi terlihat sangat penasaran dan menunggu istrinya membuka suaranya.


" Aku mimpi kamu ninggalin aku dan kamu menikah dengan perempuan yang bernama Fattiya", Fandi pun kaget kenapa istrinya bisa tahu nama perempuan itu.


" Sudahlah sayang, itu cuma mimpi dan itu tidak akan mungkin terjadi, sebaiknya kamu tidur lagi ini masih tengah malam sayang", Fandi pun membantu istrinya untuk membaringkan tubuhnya tapi Alisa menolak nya.


" Tidak usah mas, lagi pula aku sudah tidak mengantuk lagi", Alisa kemudian turun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi.


" Mau mas temani ??", Fandi sekarang terlihat sangat menghawatirkan istrinya.


" Tidak usah mas, aku mau mengambil air wudhu, aku mau sholat, mas mau sholat tahajud berjamaah kan ??",


Fandi kemudian mengangguk dengan menampakkan senyuman untuk istrinya.

__ADS_1


Setelah selesai Fandi dan Alisa langsung menunaikan sholat tahajud berjamaah dengan khusyuk, Alisa akan berdoa untuk dipermudahkan urusannya besok dengan Surya yang akan menemuinya.


__ADS_2