Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Mengunjungi kakek


__ADS_3

Setelah Anton dan Melly berpamitan, Fandi dan Alisa kini berada di dalam mobilnya juga, ia akan menuju rumah Papanya, sudah lama jiga Alisa tidak mengunjungi rumahnya.


Rafa berada di pangkuan Alisa, anak itu masih tertidur pulas, mungkin ia kelelahan setelah lama bermain di arena play ground bersama daddy-nya.


"Kamu bisa kan sayang??", Fandi memastikan terlebih dahulu apakah istrinya nyaman dengan memangku Rafa seperti itu.


" Nggak kok mas, aku bisa, kamu gak perlu khawatir", Alisa meyakinkan suaminya, Semenjak dirinya dinyatakan hamil, Fandi begitu perhatian dengannya, perhatian yang sangat berlebihan, tidak boleh ini dan itu, dan Alisa hanya menurut saja, yang ada dipikiran Alisa Fandi melakukan itu semua karena tak ingin terjadi sesuatu dengan nya atau pun dengan bayi yang ada di dalam kandungannya.


Setelah memasangkan safety belt di badan Istrinya, Fandi kemudian memasangkan ke badannya sendiri, kemudian ia putar kunci mobilnya dan bersiap untuk segera pergi meninggalkan mall tadi.


Perjalanan masih sama, Fandi sangat santai sekali, untuk menyalip kendaraan di depannya saja ia enggan, ia benar-benar ingin menikmati perjalanan bersama dengan istrinya dan juga Rafa putranya.


"Kamu mau beli apalagi sayang??",Tanya Fandi, Fandi akan selalu menanyakan apa yang diinginkan oleh istrinya saat ia hamil maupun tidak.


"Em.., aku mau beli buah aja mas, sekalian beli buat papa dan kakek", Fandi pun mengangguk, ia kemudian mencari supermarket terdekat untuk membeli buah untuk istrinya dan yang akan dibawa untuk papa dan kakek mertuanya.


Beberapa menit kemudian Fandi sudah sampai di supermarket terdekat, Fandi pun turun, ia sendiri yang akan membeli buah sesuai dengan permintaan Alisa.


Fandi masuk kedalam supermarket tersebut, Para pegawai yang berada di dalam tampak langsung terpesona dengan ketampanan Fandi, meskipun Fandi sudah mau memiliki tiga anak, tapi ketampanan nya masih tidak bisa diragukan lagi, Fandi kemudian mengambil troli belanja, ia kemudian berjalan menuju ke arah buah yang ada di bagian belakang supermarket tersebut, Fandi sibuk memilih sampai tidak tahu jika ia sedang di perhatikan oleh para karyawan yang sedang berada di supermarket tersebut.


Fandi kemudian beralih, ia tak hanya membeli buah, ia gunakan waktu belanjaannya tersebut dengan mengambil berbagai makan ringan, biskuit untuk Rafa dan tak lupa juga susu ibu hamil, ia tak mau melupakan itu.


Dirasa sudah selesai Fandi kemudian segera bergegas karena jam sudah menunjukkan pukul 5.30 Sore, jika ia tidak cepat bergegas mungkin ia akan sampai di rumah mertuanya setelah selesai Maghrib.


Fandi berjalan menuju ke meja kasir, para karyawan yang memperhatikan Fandi sedari tadi langsung saja tersenyum saat Fandi datang dan ingin membayar semua belanjaannya.

__ADS_1


Setelah mengeluarkan semua barang belanjaan Fandi, para karyawan wanita itu pun kaget, ada susu ibu hamil disana, dan bisa dipastikan jika Fandi sudah mempunyai istri, senyum kedua karyawan itu pun memudar, mereka tak sangka jika lelaki tampan yang mereka lihat sedari tadi sudah mempunyai istri yang kini tengah hamil.


Setelah membayar semua barang belanjaannya, Fandi segera keluar, ia kemudian segera masuk kedalam mobilnya, Alisa yang menunggunya sedari tadi hanya sibuk memainkan ponselnya didalam mobil, ia bosan jika harus menunggu suaminya yang akan berbelanja menggantikan dirinya.


Fandi memasang safety belt nya lagi, ia kemudian melajukan mobilnya Kembali untuk segera sampai ke kediaman keluarga Bachtiar, keluarga Istrinya.


Hari semakin sore, dan sebentar lagi sudah adzan Maghrib, Fandi sedikit mempercepat laju mobilnya, ia ingin sebelum adzan Maghrib ia sudah sampai ditempat tujuan nya.


Mang Dirman yang melihat mobil akan masuk kedalam rumah majikannya segera membukakan pintu gerbang besar itu, Mang Dirman seketika tersenyum saat melihat mobil yang akan masuk adalah mobil Fandi, menantu dari keluarga ini.


"Selamat sore Den", Ucap mang Dirman kepada Fandi.


"Selamat sore juga Mang, Bagaimana kabar Mamang??",Tanya Fandi yabg masih belum melajukan mobilnya kembali.


"Alhamdulillah saya baik Den", Jawab mang Dirman.


Mobil pun terparkir tepat di sebelah mobil pak Ardi, Papa mertuanya terlihat sudah berada di dalam rumah, Alisa kemudian turun, dan Rafa anak itu sudah terbangun saat mobil sudah sampai di pelataran rumah kakeknya.


Fandi mengambil barang belanjaannya tadi, ia kemudian masuk mengikuti istrinya yang sudah lebih dahulu masuk bersama dengan Rafa.


"Assalamualaikum", Ucap Alisa, Bi Minah yang mendengar langsung berjalan melihat siapa yang datang, Bi Minah pun tersenyum, ternyata Alisa lah yang datang bersama dengan jagoan kecil yang semakin lama semakin terlihat tampan.


"Waalaikum salam Non", Bibi pun tersenyum senang, jujur ia kangen kepada Alisa, dan Rafa, Rafa juga sudah ia anggap seperti cucunya sendiri.


Tak lama kemudian dari belakang Fandi datang dengan mengucap salam juga.

__ADS_1


"Assalamualaikum", Ucap Fandi saat batu masuk kedalam rumah.


"Waalaikum salam", jawab Alisa dan Bi Minah, Bi Minah menghampiri Fandi dan mengambil barang yang sedang dibawa oleh Fandi.


"Papa sama Kakek kemana bi??", Tanya Alisa kepada Bi Minah, Alisa sudah melihat mobil milik papanya yang terparkir di halaman rumah, jadi bisa dipastikan jika papanya kini berada di rumah.


"Tuan sedang berada diluar kota non, cuma ada tuan sepuh, beliau ada di ruang kerja sekarang", Ucap Bi Minah.


Kakek Bagas memang masih bisa mengurus perusahaan tapi tidak terlalu penuh, semua sudah diserahkan kepada Ardi, putra sekaligus papa dari Alisa.


"Ya sudah Bi, aku sama mas Fandi langsung keruang kerja kakek saja", Bi Minah pun mengangguk ia kemudian berjalan ke arah dapur kembali untuk menyiapkan minuman yang akan ia bawa menuju ruang kerja pak Bagas.


Fandi segera mengambil alih Rafa, keduanya kini berjalan ke arah ruangan yang ada di bawah tangga, disana lah tempat kerja papa dan kakeknya jika mereka sedang berada di dalam rumah.


Alisa mengetuk pintu tersebut, dan dari dalam ruangan tersebut terdengar suara kakeknya yang menyuruh mereka masuk.


"Assalamualaikum kek", ucap Alisa dan Fandi.


Kakek Bagas pun mendongak, ia melihat dari balik kaca matanya, kakek Bagas Seketika tersenyum melihat cucunya datang, Kakek Bagas pun kemudian berdiri, Fandi dan Alisa pun juga masuk dan mendekatkan ke arah kakek nya.


Mereka mencium punggung tangan kakeknya yang sudah berkerut,


"Kakek kangen sekali dengan kalian, tapi kakek lebih kangen dengan jagoan kecil uyut", Tangan kakek Bagas seketika mengelus kepala Rafa dengan lembut, mereka bertiga kemudian duduk bersama, sudah lama mereka tak berbincang-bincang seperti ini dengan kakek nya.


Jangan lupa Follow Ig ku ya

__ADS_1


ny.widodo_indoayumegawati


__ADS_2