Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
55.


__ADS_3

Keesokan harinya, Persiapan pun semakin mendekati sempurna , Undangan juga sudah tersebar ke teman - teman Fandi dan Alisa, Relasi bisnis kedua keluarga tersebut juga di undang di acara pernikahan Alisa dan Fandi, Tak lupa juga karyawan Resto yang juga termasuk teman - teman kerja Alisa di Resto juga turut diundang.


Sudah banyak Orang-orang yang berlalu lalang di rumah Alisa sekarang, dari para pekerja yang ditugaskan oleh WO untuk mendekorasi rumah megah tersebut,


Para karyawan katering juga sudah sibuk untuk menyiapkan acara pernikahan Fandi dan Alisa besok.


Ditempat lain Fandi sedang berada dikamarnya Untuk menghafal ijab qobul yang akan Fandi ucapkan besok.


Sudah berulang kali Fandi mengucapkannya, tapi konsentrasi Fandi selalu terpecah karena bayangan Alisa selalu ada didepan matanya.


Tak lama kemudian sesosok laki - laki datang ke kamar Fandi, diapun langsung membuka pintu tersebut tanpa mengetuknya.


" Hai bro??", Sapa Andre yang tiba - tiba masuk kedalam kamar Fandi.


Fandi pun mendongakkan kepalanya ketika mendengar suara Andre sahabatnya sekaligus saudara sepupunya.


" Hai juga Ndre ", Sapa Fandi malas.


" Hei, kenapa muka Lo kayak gitu ", Ucap Andre.


Fandi pun membuang nafasnya kasar, dia tengah sibuk untuk menghafalkan ijab qobul tapi kini konsentrasi nya tengah buyar.


" Gue gugup banget bro", Ucap Fandi kepada Andre.


Andre yang melihat Fandi pun jadi tertawa terbahak bahak.


" Ternyata lho bisa gugup juga bro", Ejek Andre terhadap Fandi.


Sesaat sandal pun sudah melayang di tubuh Andre, " Sialan lu Ndre, Gue beneran gugup tau , Ini pertama kali buat gue ", Ucap Fandi .


" Iya bro gue tahu, gue juga pernah ngalamin hal itu pas gue nikah sama ayu ", Ucap Andre.


" Tapi lu tenang aja, lu pasti bisa ", Ucap Andre menyemangati.


" Makasih bro, lu udah buat gue agak tenang ", Ucap Fandi.


" Ya udah bro, gue tinggal dulu, kasihan istri gue udah nungguin gue dibawah sama Tante Mira", Ucap Andre.


Andre pun meninggalkan Fandi dikamarnya sendirian, Setelah kepergian Andre, Fandi langsung merebahkan tubuhnya untuk menghilangkan rasa kegugupannya besok, Tapi siapa sangka matanya kini sangat susah sekali untuk terpejam.

__ADS_1


Setelah itu Fandi kemudian beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi untuk mencuci muka nya,


Dia pandangi cermin yang ada di dalam kamar mandi tersebut, dan siapa sangka Fandi kini tiba tiba dengan sangat lancarnya bisa mengucapkan ijab qobul,


Fandi pun tersenyum kegirangan, Dia sudah seperti orang yang sedang menang undian karena bisa dengan lancar mengucapakan nya.


" Sayang, aku pastikan aku akan mengucapkan nya dengan lantang dan jelas, hanya demi kamu, ", Ucap Fandi sambil memandang cermin dengan tersenyum lebar.


Dilain tempat Alisa bersama Papa nya dan juga kakeknya kini tengah mengunjungi makam Mama nya , Air mata Alisa terus saja keluar sambil mengelus pusara makam Mamanya.


" Ma, Alisa besok mau menikah sama mas Fandi, Alisa mau minta do'a restu Mama, Do'ain Alisa ma semoga mas Fandi adalah jodoh Alisa", Ucap Alisa yang masih terus menitihkan air matanya.


" Nessa, Lihatlah putri kita sudah dewasa, dia akan segera menikah ", Ucap Papa Ardi dalam hatinya sambil menangis.


"Tidak kah kau bahagia bisa melihat Alisa menikah, Andaikan kamu masih hidup, pasti kamu yang akan paling merasa bahagia dengan pernikahan putri kita ", Lanjut Papa Ardi.


Papa Ardi kini juga masih menitikkan air matanya, Kakek Bagas pun mengerti akan kesedihan putra nya dan cucunya,


" Sudahlah Ardi, sebaiknya kita segera pulang", Ucap kakek Bagas.


Papa Ardi hanya mengangguk dan sambil mengelus bahu Alisa agar Alisa bisa tenang, Papa Ardi langsung memeluk Alisa dan mengajak Alisa untuk segera pulang karena waktu sudah semakin sore.


Papa Ardi pun mengajak Alisa untuk kembali pulang karena dia malam ini harus istirahat karena besok acara pernikahan nya akan memakan waktu yang cukup lama.


Setelah sampai Dirumah Alisa segera memasuki kamar mandi untuk menyegarkan badannya dan merilekskan pikiran nya,


Setelah keluar dari kamar mandi, terdengar suara ketukan pintu dari arah luar kamar nya tersebut.


Dengan cepat Alisa seger membuka kamar nya dan melihat Bibi yang sudah berdiri didepan pintu kamarnya sambil membawa paper bag ditangannya.


" Non ini ada kiriman dari keluarga Den Fandi",


Ucap Bibi sambil menyerahkan paper bag tersebut.


Alisa pun menerima kiriman tersebut dengan senang hati, tapi ia juga penasaran dengan apa isi dari paper bag tersebut.


" Ya sudah Non, Bibi mau kebawah dulu", Ucap Bibi yang akan melangkah meninggalkan kamar Alisa.


" Makasih ya bi ", Ucap Alisa sambil menutup kembali pintu kamarnya tersebut.

__ADS_1


Alisa pun kembali menuju ranjangnya, ia sangat penasaran dengan apa yang dikirimkan oleh keluarga Fandi.


Setelah Alisa mengeluarkan seluruh isinya, Alisa pun ternganga saat melihat kebaya yang pernah Mama Mira tunjukkan kepada nya.


Alisa pun tersenyum senang, ia tidak menyangka Mama Mira akan sangat serius jika ia ingin Alisa mengenakan kebaya yang ia pakai dulu ketika menikah dengan Papanya Fandi.


Tak lama kemudian, ponsel Alisa tiba - tiba saja berbunyi, Nama Mama Mira sudah terpampang jelas dilayar ponsel Alisa, dengan cepat Alisa segera mengangkat panggilan tersebut.


" Halo sayang, Assalamualaikum ", Ucap Mama Mira.


" Waalaikum salam ma", Jawab Alisa.


" Gimana sayang kamu sudah terima kebaya yang Mama kirimkan untuk mu", Tanya Mama Mira kepada Alisa.


" Alhamdulillah sudah ma", Ucap Alisa.


Mama Mira pun tersenyum lebar, ia sangat merasa senang karena Alisa besok akan menikah dengan Fandi dan akan menjadi bagian dari keluarga mereka.


" Ya sudah kalau begitu, Mama tutup dulu telfonnya, ingat kamu harus banyak istirahat sayang, jangan capek - capek, Besok kan mau nikah sama anak Mama", Ucap Mama Mira.


" Iya Ma??" Ucap Alisa.


" Ya sudah sayang, Ingat ucapan Mama," Ucap Mama Mira.


" Iya ma?", lanjut Alisa.


" Assalamualaikum", Ucap Mama Mira.


" Waalaikum salam ma ", Jawab Alisa.


Alisa pun tersenyum lebar, ia patut berterimakasih kepada calon mertuanya tersebut, karena dia begitu baik dan perhatian kepada Alisa, Dan dia juga sangat sabar dalam melakukan hal apapun.


Setelah panggilan berakhir, Alisa segera menyimpan kebaya tersebut yang akan ia kenakan besok kedalam lemarinya.


Setelah itu, Alisa berjalan menuju ke arah balkon kamar nya, ditatap langit yang kini sudah dipenuhi dengan bintang - bintang dan pancaran dari sinar rembulan,


Malam yang sangat indah menurutnya,


Alisa pun masih enggan untuk meninggalkan keindahan malam tersebut, malam ini adalah malam dimana ia sangat bahagia karena besok dia sudah akan menikah dengan orang yang sangat mencintainya yaitu Fandi Wiratama.

__ADS_1


__ADS_2