Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Bertemu Shinta


__ADS_3

Hari ini ada kejutan untuk Alisa, dia pagi ini akan bertemu sahabatnya Shinta yang mulai pagi ini akan menjadi Sekertaris barunya.


Alisa kini sudah turun dari dalam mobilnya dan tak lupa mencium tangan Fandi.


Fandi pun tersenyum, ia kemudian mencium kening istrinya dengan sangat lembut.


" Kalau ada apa-apa segera hubungi mas ya " Ujar Fandi kepada Alisa.


" Iya mas kamu hati-hati dijalan ", Ujar Alisa sebelum Fandi kembali menyala kan mesin mobilnya.


" Assalamualaikum ",Ucap Fandi.


" Waalaikum salam mas, ", Jawab Alisa, Alisa Kemudian melangkahkan kakinya menuju kedalam gedung besar yang sedang ia pimpin tersebut, para pegawai yang berpapasan dengan Alisa pun tersenyum hormat kepadanya.


Alisa sampai di lantai 15 bersama dengan Pak Andika yang juga ingin menemui dirinya di ruangannya.


" Selamat pagi Bu ", Ujar Pak Andika yang mengikuti Alisa dari belakang.


" Selamat pagi pak, silahkan duduk ", Perintah Alisa, Pak Andika pun langsung duduk menghadap ke arah bis besarnya tersebut.


" Ini CV sekertaris ibu yang baru, dan dia hari ini sudah mulai bisa bekerja", Ujar Pak Andika kepada Alisa.


Alisa pun menaruh CV itu di meja nya, lalu pak Andika pun pamit untuk kembali ke ruangannya.


Shinta sudah diberitahu oleh Pak Andika jika ia harus segera menemui bosnya untuk memulai pekerjaannya hari ini.


Dengan rasa gugup nya Shinta pun mulai menetralkan detak jantungnya agar ia bisa mengontrol dirinya.


Shinta Kemudian memastikan penampilannya sudah rapi saat ini. lalu ia segera menuju ke ruangan bosnya yang bersebelahan dengan ruangannya.


Shinta pun membuka pintu, terlihat dari belakang seorang wanita yang kini tengah duduk membelakangi nya saat ini.


" Assalamualaikum ", Ucap Shinta saat mengetahui jika yang di dalamnya adalah seorang wanita berhijab.


Alisa seketika memutar kursi kebesarannya, ada rasa kaget dengan kedua wanita itu, ya mata mereka saling bersitatap tak percaya, sudah satu tahun lamanya mereka tak bertegur sapa dan akhirnya mereka bertemu disini.


" Shinta ", Alisa pun berdiri tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang, Sekertaris nya adalah sahabatnya sendiri.


" Alisa ???", Shinta pun juga, ia lebih tidak percaya lagi dengan apa yang ia lihat, meskipun Shinta tahu jika perusahaan ini adalah milik keluarga Alisa tapi Shinta tak menyangkal jika pemimpin dari perusahaan ini adalah sahabatnya.

__ADS_1


Alisa dan Shinta pun saling berjalan menghampiri satu sama lain, ada cairan bening menggenang si pelupuk mata masing-masing dari wanita itu.


Mereka kini saling melepas rindu, berpelukan dengan erat, merasakan apa yang duku mereka rasakan saat berkumpul bersama saat SMA dan pada waktu kuliah.


" Aku gak nyangka jika kamu bos aku sekarang ",Ujar Shinta melepas pelukannya dan tersenyum kepada Alisa.


" Aku juga gak nyangka bisa ketemu kamu lagi Shin, Dan bagaimana kamu bisa bekerja disini bukannya keluarga kami ??", Alisa pun menghentikan bicaranya.


" Aku tidak Meu bergantung pada orang tua ku Al, bisa saja aku sekarang bekerja di kantor Papa ku, tapi aku tidak mau, aku mau bekerja dengan hasilku sendiri dan tidak ada bantuan sama sekali dari papaku.


Alisa pun tersenyum, ia tidak menyangka sahabatnya ini akan menjadi sangat dewasa, berbeda dengan dulu, dulu sangat manja sama dengan Alisa tentunya.


Alisa duduk di sofa bersama dengan Shinta,


" Bagaimana kabar Melly, Fira, Vina ya Shin??, sudah lama juga mereka gak datang ke rumah, dan sudah lama juga kita gak kumpul-kumpul kayak dulu ", Ujar Alisa.


" Mereka semua sudah kerja Al, Vina sekarang dia juga bekerja di perusahaan papanya, dan Melly juga, tapi kalau Fira kamu pasti gak nyangka deh, dia sekarang udah jadi model ", Ujar Shinta.


Mata Alisa pun membulat, Fira merupakan sahabat mereka yang paling pendiam dan tentunya Alisa tak percaya jika Fira sekarang menjadi seorang model.


" Apapun pilihan mereka aku yakin itu pilihan terbaik, sana dengan kita", Ujar Alisa.


Shinta dan lainnya waktu itu sudah tak bersama-sama lagi, mereka sudah mendapat pekerjaan sendiri-sensiri membuat mereka harus bisa mengatur jadwal mereka untuk bertemu.


" Alhamdulillah mas Fandi baik, dan Rafa putraku sudah usia 9 bulan ", Ujar Alisa.


Shinta pun tersenyum, ia dapat melihat raut wajah kebahagiaan dari Alisa sahabat nya.


" Ya sudah Al, aku mau ke mejaku dulu, Nggak enak kan masak sekertaris terus ngobrol sama bosnya ", Ujar Shinta sambil terkekeh.


" Ya sudah kamu bisa atur jadwal ku sekarang ", Ujar Alisa menyerahkan sebuah tablet Android kepada Shinta.


"Terimakasih Bu, saya permisi dulu ", ujar Shinta.


🌼🌼🌼


Siang ini , Nisa sudah merasakan kebosanan berada di dalam rumahnya, ia sudah menyalakan tv nya dan mencari channel yang menurutnya akan bisa menghibur nya.


Setelah bosan Nisa kemudian mencari ponselnya dan memainkannya, kadang-kadang ia juga mengirimkan pesan singkat kepada suaminya karena ia juga ingin memperhatikan suaminya walaupun dari kejauhan.

__ADS_1


Nisa


Sudah makan bang ???


Tak lama kemudian pesan nya pun sudah dilihat oleh suaminya.


*Denis


Sudah yang, tadi makan sapa pak bos, kamu udah makan yang ??


Nisa


Sudah bang*


Tak lama kemudian chat tersebut sudah berubah menjadi video call, Denis sudah sangat merindukan wajah istrinya yang tengah mengandung itu, Nisa pun segera menggeser layar ponselnya dan melihat wajah Suaminya dari layar ponsel tersebut.


" Bagaimana keadaan kamu yang??, masih pusing ??", Denis sangat menghawatirkan kondisi istrinya saat ini, apa lagi tadi pagi juga saat shubuh Nisa sudah mual-mual lagi.


" Alhamdulillah bang, gak mual lagi tadi ", Jawab Nisa dengan senyuman.


Senyuman Nisa mampu membuat wajah sendu Denis Kembali cerah,


" Nanti pulangnya mau di belikan apa yang ??", Tanya Denis, biasanya jika orang sedang hamil ia akan meminta sesuatu.


Nisa pun mulai berpikir, satu bayangan yang ada di kepalanya saat ini adalah salad buah.


" Bang, aku mau salad buah, tapi yang banyak kejunya ya ", Ujar Nisa penuh semangat.


" Baiklah, Abang nanti akan belikan kamu salad buah ", Ujar Denis dengan penuh senyuman.


" Ya sudah pekerjaan Abang masih banyak, nanti Abang usahain pulang cepat yang ", Ujar Denis.


" Iya bang, Assalamualaikum ", Ujar Nisa menutup ponselnya.


" Waalaikum salam ", Jawab Denis disertai dengan senyuman tentunya.


Senyuman di wajah istrinya membuat Denis lebih semangat lagi untuk bekerja, Fandi yang melihat Denis tersenyum sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Fandi dapat merasakan kebahagiaan Denis yang akan menjadi seorang ayah, dulu perasaan nya juga sama dengan Denis, mengetahui Alisa hamil Fandi juga merasakan kebahagiaan walaupun dulu selaku banyak drama mual yang dialami oleh dirinya dan bukan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2