Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
146


__ADS_3

Alisa Kemudian mengedarkan pandangannya dan kemudian melihat Anton yang juga sedang makan siang di Resto yang sama dengannya.


Alisa kini mengerti apa yang sedang Fandi rasakan saat ini.


" Mas kamu gak usah berpikiran aneh dong, lihat tuh Anton kan sedang bersama kekasihnya, gak mungkin kan dia sengaja mengikuti kita kesini ", Ujar Alisa yang mengerti jalan pikiran suaminya.


" Iya sayang maaf ya, aku tuh cuma gak mau kehilangan kamu ", Ujar Fandi.


" Aku tau mas, kamu cinta sama aku, dan mas jangan khawatir aku akan tetap selalu mencintaimu mas, aku gak akan pernah ninggalin kamu ", Ujar Alisa sambil menatap mata Fandi.


" Iya sayang, maafin aku yang terlalu posesif sama kamu, Mulai saat ini aku gak akan begini lagi ", Ujar Fandi.


" Ya sudah ayo kita makan nanti keburu dingin mas ",


Alisa dan Fandi langsung saja menikmati makan siangnya,. setelah selesai mereka pun kini kembali keruangan yang sedari tadi ia tempati.


Fandi terlihat kembali menduduki kursi kebesarannya di sana , dan Alisa kini masuk kedalam kamar bersama Rafa untuk beristirahat.


Fandi kini teringat jika ia sama sekali belum menghuni Denis untuk meminta istrinya agar bekerja menjadi sekertaris istrinya.


Segera Fandi mengambil ponselnya dan menghubungi Denis, tak perlu menunggu lama Denis segera menerima panggilan dari bosnya tersebut.


" Halo bos ada apa ??", Tanya Denis kepada bosnya tersebut.


" Den, bisa kita bicara berdua ??", Tanya Fandi kepada Denis.


" Iya bos, apa ada masalah ??", Tanya Denis.


" Tidak, hanya saja ada yang ingin aku katakan, bisa kamu temui aku di Resto milik ku ??", Tanya Fandi.


" Iya bos kapan ??", Tanya Denis.


" Sekarang den, bukan tahun depan ", Ujar Fandi sedikit kesal kepada Denis yang entah hari ini kenapa dia sedikit agak lama berpikir nya.


" Iya bos, aku berangkat sekarang ", ujar Denis.


Denis pun segera mengganti pakaiannya karena sedari tadi ia hanya memakai kaos dalam dan hanya Makai boxer.


" Yang, ikut Abang ke Resto, bos nyuruh Abang kesana ", Ujar Denis kepada Nisa.


" Emang gak apa-apa bang kalau aku ikut ??", Tanya nya kepada suaminya.


" Ya nggak apa-apa lah yang, kan lagi gak kerja ",

__ADS_1


" Ya udah, aku ganti baju dulu ya bang ", Ujar Nisa yang kini menuju ke arah lemari pakaiannya dan kemudian memilih baju yang pas untuk dipakai di saat santai seperti ini.


Denis dan bisa sudah berada di dalam mobilnya dan sudah bersiap untuk berangkat,


" Bang, kira-kira bos ngapain ya nyuruh Abang kesana ??", Tanya Nisa penasaran.


" Abang juga gak tau yang, lebih baik kita kesana aja dulu, siapa tau penting",Ujar Denis.


Denis tau jika bos nya sudah memanggilnya secara mendadak pasti ada yang sangat penting yang akan di bicarakan oleh bosnya, apalagi kemarin dia sudah izin pulang cepat sehingga ia tak tahu apa yang terjadi saat ia izin dari kantornya.


Denis kini sudah sampai di depan Resto milik bosnya, segera ia membuka pintu mobilnya dan kemudian berlari kecil untuk membukakan mobil untuk Nisa istrinya.


" Makasih ya bang ??", Ujar Nisa saat keluar dari mobilnya.


Denis segera menggandeng tangan istrinya dan mengajaknya masuk kedalam Resto.


Denis kemudian mengedarkan pandangannya ke penjuru Resto.


Kemudian salah seorang pegawai pun datang menghampiri mereka berdua.


" Selamat siang mbak, saya mau menemui pak Fandi ", Ujar Denis bertanya kepada pegawai tersebut.


Sebentar ya mas, saya hubungi pak Fandi dulu ", Ujar Dewi yang kini tengah memegang gagang telfon untuk menghubungi bosnya tersebut.


" Selamat siang Pak, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda ", Ujar Dewi.


" Baik pak ", Jawab Dewi yang kemudian langsung menutup telfonnya.


" Silahkan duduk pak, Pak Fandi akan keluar ", Ujar Dewi memberi tahukan.


Denis segera mencari tempat duduk bersama dengan istrinya.


Tak lama kemudian Fandi keluar dari ruangannya dan mendapati Denis yang duduk bersama dengan istrinya di meja yang tak jauh dari ruangannya.


" Kebetulan sekali ",Gumam Fandi saat tahu Denis datang dengan mengajak istrinya.


Fandi segera menghampiri mereka berdua dan langsung menyapa Denis.


" Hay den, terimaksih sudah mau datang kemari ", Ujar Fandi yang kemudian duduk bersama dengan Nisa dan Denis.


" Kalian sudah pesan makanan ??", Tanya Fandi kepada Denis dan istrinya.


" Belum bos ",

__ADS_1


" Pesanlah dulu, saya yang traktir ", Ujar Fandi membuat Denis langsung Tersenyum lebar.


Fandi segera memanggil karyawan nya dan kemudian segera mencatat pesanan Denis dan istrinya.


" Bos tidak makan ??", Tanya Denis.


" Tidak saya sudah makan tadi dengan istri saya, saya mau kopi hitam saja ", Ujar Fandi yang langsung diangguki oleh pegawai yang bertugas melayani pelanggan.


" Bos ada apa bos memanggil saya kesini ??, Tanya Denis yang sekarang sudah sangat penasaran dengan apa yang akan di bicarakan oleh bosnya tersebut.


"Begini den, sebenarnya ini menyangkut istrimu, dan kebetulan juga kami mengajaknya kemari ", Ujar Fandi yang membuat Nisa kaget, Denis juga kaget karena yang akan dibicarakan oleh bosnya adalah perihal istrinya, tapi apa yang akan dikatakan oleh bosnya masih dalam teka-teki.


Nisa juga tampak bingung, sebenarnya ada masalah apa dirinya dengan bos suaminya tersebut, kenapa sampai bosnya itu meminta untuk datang ke mari hanya untuk membicarakan tentang dirinya.


" Apa aku punya salah sama istri pak Fandi ya ??", Tanya Nisa dalam hatinya.


" Seperti nya aku tak pernah berkata apapun kepada istrinya pak Fandi ", Gumam Nisa yang semakin penasaran.


" Memangnya istri saya kenapa bos ??", Tanya Denis kepada bosnya.


" Begini Den, Nis, Saya berencana mau menawarkan pekerjaan untuk kamu Nisa, apa kamu mau ??", tanya Fandi.


Nisa kemudian menoleh kearah suaminya seakan memberi isyarat agar suaminya bicara kepada bosnya.


"Pekerjaan apa bos ??", Tanya Denis.


Sebelum Fandi menjawab, tiba-tiba pelayan kini sudah datang dengan membawa pesanan mereka bertiga.


" Silahkan ", Ujar pelayang tersebut dengan tersenyum.


Fandi kemudian tak melanjutkan pembicaraan nya dengan Denis dan Nisa.


" Sebaiknya kalian makan dulu, nanti saya lanjutkan lagi ", ujar Fandi


Denis dan Nisa segera memakan makanan mereka yang sudah ada di meja,


sambil makan Denis berpikir kira-kira pekerjaan apa yang diberikan bosnya kepada istrinya tersebut.


Segera mereka menghabiskan makan yang ada di mejanya karena kini mereka sudah teramat penasaran dengan apa yang dikatakan bosnya tadi.


" Bisa kita lanjutin lagi bos ??",Tanya Denis kepada Bosnya.


" Baik, jadi begini, Nisa mau tidak jika menjadi sekertaris istri saya ", Ujar Fandi sambil menatap ke arah Nisa.

__ADS_1


" Nisa pun kaget, dia tak percaya jika bos nya tersebut menawari dia untuk menjadi sekertaris istrinya.


" Bang bagaimana ???", Tanya Nisa langsung kepada suaminya.


__ADS_2