
Fandi kemudian segera masuk kedalam ruangan istrinya dan melihat istrinya yang tengah ketakutan,
" Sayang ??", Ucap Fandi dan kemudian mendekat ke arah istrinya.
Alisa yang mendengar suara Fandi langsung mendongakkan kepalanya lalu segera memeluk suaminya.
" Mas aku takut ", Alisa pun menenggelamkan kepalanya di dada bidang milik suaminya.
"Air matanya masih terus saja tumpah tanpa bisa ia tahan, Fandi dapat merasakan ketakutan istrinya karena badan Istrinya saat ini tengah gemetar merasakan takut.
" Tenang kan dirimu sayang, tidak terjadi akan terjadi sesuatu, mas akan pastikan itu ", Alisa pun terdiam kini ia mulai tenang, dan ia masih berada di dalam pelukan suaminya.
Fandi kemudian mengambil air putih dan memberikannya kepada istrinya, sebenarnya ia ingin sekali membuka kertas tersebut tapi ia urungkan, Fandi tak ingin istrinya mengetahui isi dari kertas itu dan membacanya, ia yang akan mencari tahu semua siapa yang mengirimkan barang tersebut.
Leni kini sedang tertawa, ia yakin pasti Alisa akan ketakutan dengan barang yang ia kirimkan tadi.
" Ini belum seberapa Alisa, tunggu kejutan yang akan aku berikan nanti", Leni pun kembali tertawa lebar.
Fandi kemudian turun kebawah setelah menidurkan istrinya yang kini berada di dalam kamar yang berada didalam ruangannya, Fandi memberitahu Shinta agar Shinta menjaga Alisa terlebih dahulu selama ia pergi.
" Baik saya akan menjaga Alisa dengan baik ", Ujar Shinta.
Fandi kemudian turun dan menghampiri satpam yang ada di depan, menurut keterangan Shinta satpam yang didepan lah yang mengantarkan paket tersebut kepada dirinya.
Satpam yang sedang berjaga terkejut dengan kedatangan Fandi yang dikenal sebagai menantu keluarga Bachtiar tersebut.
" Selamat siang pak, saya ingin menanyakan sesuatu kepada bapak", Ujar Fandi .
" I-iya Pak, apa yang bapak ingin tanyakan kepada saya ", Jawab satpam tersebut.
" Siapa yang mengirimkan paket tadi untuk istri saya ", ujar Fandi.
Satpam itu pun baru ingat jika tadi ia yang menerima paket tersebut dan mengantarkannya ke ruangan bos nya tersebut.
" Tadi saya menerima paket itu dari seorang wanita pak ", Ujar satpam tersebut.
" Wanita ??", Tanya Fandi.
" Iya Pak, wanita tersebut yang datang kesini dan menitipkan kardus tersebut", Ujar satpam tersebut.
Fandi pun mulai memikirkan kira-kira siapa yang mengirimkan paket berdarah itu untuk istrinya.
__ADS_1
" Boleh saya tahu ciri-cirinya pak ??, Atau mungkin bapak bisa menunjukan wanita Tersebut di CCTV kantor ini ", Ujar Fandi.
" Iya pak, baik mari ikut saya, saya akan memutarkan rekaman pada saat saya menerima paket tersebut".
Fandi mengikuti satpam tersebut dan menuju ruang kendali yang terdapat banyak layar monitor tempat tersimpan nya rekaman cctv kantor ini.
"Silahkan masuk pak ", Ujar satpam tersebut mempersilahkan Fandi masuk kedalam ruangan tersebut.
Didalam ruangan tersebut terdapat satu karyawan yang bertugas mengawasi dan menyimpan semua rekaman cctv.
Fandi pun kini melihat seorang wanita yang memakai jaket hitam dan wajahnya sedikit ditutupi oleh masker yang juga berwarna hitam untuk menutupi wajahnya.
" Sepertinya aku mengenal wanita ini, tapi siapa ??", Fandi masih berpikir tentang wanita yang ia lihat sekarang.
Kemudian Fandi mengingat jika ia masih menyimpan secarik kertas yang ada sedikit darah juga dari wanita Tersebut.
Fandi kemudian mengeluarkannya dan membuka kertas tersebut.
Aku yakin kamu pasti masih mengingatku Alisa,
Mengingat setiap apa yang aku pernah lakukan kepadamu dulu.
Satu lagi aku peringatkan, jauhi Fandi, dia milikku, dan aku akan mengambilnya dari mu dengan cara apapun termasuk menyingkirkan mu dari hidupnya.
Fandi kemudian meremas kertas tersebut dan merutuki wanita itu dalam hatinya.
" Berani sekali dia membuat istriku seperti ini, siapa sebenarnya dia ??", Fandi pun masih memikirkan nya.
Fandi kemudian keluar dari ruangan itu dan kembali ke tempat istrinya,
Fandi tidak mau jika istrinya terbangun dirinya tidak ada disampingnya.
Beberapa saat kemudian Fandi melihat Alisa yang sudah terbangun, Fandi kemudian mendekat dan mencium kening istrinya.
" Bagaimana keadaan mu sayang ??", Tanya Fandi sambil mengelus pipi istrinya,
ada ketenangan Dimata Alisa saat bersama dengan Suaminya.
" Aku baik-baik saja mas ", Jawab Alisa.
Fandi kemudian segera memeluk istrinya.
__ADS_1
" Sebaiknya kita pulang sekarang sayang, mas tidak mau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan nantinya ", Fandi kemudian menggandeng lengan istrinya dan keluar dari dalam ruangan tersebut.
"Jika nanti ada sesuatu segera telfon saya ", Ujar Fandi kepada Shinta.
" Baik pak ", jawab Shinta.
Fandi dan Alisa kemudian keluar meninggalkan kantor tersebut dan segera pulang.
" Kita makan dulu ya sayang, Mas tau kamu belum makan ", Ujar Fandi.
Alisa pun hanya mengangguk dan kembali diam, Fandi tidak suka jika Alisa terus terdiam seperti ini, membuat dirinya sangat sedih melihat keadaan istrinya.
Fandi segera menepikan mobilnya setelah sampai di depan Salah satu kafe yang tak jauh dari kantornya, ia ingin Alisa melupakan sejenak apa yang ia alami tadi, Fandi tak ingin rasa trauma istrinya bertambah parah dan akan membuat istrinya tersiksa.
Mereka kini duduk di samping kaca besar memperlihatkan jalanan di depannya.
Karyawan kafe segera menghampiri mereka berdua, Fandi kini tengah memilih menu untuk ia dan istrinya, " Kamu mau ice cream sayang ?? ", Tanya Fandi.
Alisa pun menggeleng, dan ia memilih diam kembali.
Fandi pun menyerah Seperti nya usahanya ini tidak berhasil untuk membuat suasana istrinya kembali membaik.
" Sayang ??", Panggil Fandi membuat Alisa tersentak kaget.
" Iya mas ", Jawab Alisa dengan menatap mata Suaminya.
Alisa sebenarnya masih merasa takut dan ia tak ingin suaminya tau dan menjadi khawatir kepadanya.
" Kamu mau makan apa sayang, biar mas pesankan ", Ujar Fandi yang melihat karyawan kafe tersebut menunggu sedari tadi Fandi dan Alisa.
" Terserah mas saja ", Ujar Alisa.
Fandi kemudian segera memutuskan pesanan apa yang ia inginkan dan karyawan itu pun segera pergi dari hadapan Fandi.
Setengah jam kemudian makanan yang dipesan pun sudah tertata rapi di meja, dan ada dua cup ice cream rasa coklat yang juga Fandi pesankan untuk istrinya, Fandi ingin membuat istrinya merasa rileks dengan memakan ice cream tersebut.
Mereka pun makan dalam diam, dan terlihat Alisa enggan untuk mengunyah makanannya tersebut, Fandi pun kemudian meraih sendok Alisa dan menyuapi istrinya tersebut .
Alisa lagi-lagi tersentak kaget dengan perlakuan suaminya, Alisa masih merasa jika ia tengah sendirian dan tak bersama Suaminya.
" Buka mulutmu sayang, mas lihat kamu belum makan sama sekali ", Alisa kemudian membuka mulutnya perlahan dan menerima satu suapan dari suaminya.
__ADS_1
Dengan paksaan suaminya akhirnya Alisa dapat mengunyah makanan tersebut dengan terpaksa.