Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
38. Alisa Sebenarnya.


__ADS_3

Alisa yang masih memeluk Dina sekarang sudah mulai tenang, " Al, kamu kenapa?? tanya Dina.


Alisa hanya diam, Kemudian dia membuka pintu mobilnya dan meminta Dina ikut dengannya.


" Kak, ayo ikut aku ", ucap Alisa.


Dina yang nampak bingung dengan Alisa yang menaiki mobil mewah yang harganya tidak bisa dibayangkan oleh Dina seketika pun melamun.


" Kak, kenapa diam, ayo ikut aku ", ucap Alisa mengulang.


Dina pun langsung membuka pintu mobil Alisa dan segera duduk disamping Alisa.


Kini mobil sudah berjalan, dengan kecepatan sedang Alisa mengendarainya, nampak jelas dari wajah Dina yang memperlihatkan kebingungannya saat ini.


"Akan ku ceritakan nanti kak", ucap Alisa tiba -


tiba.


Ucapan Alisa seolah memberi kode dengan keanehan yang diperlihatkan Dina.


Mobil pun membelah jalan perkotaan yang nampak panas hari ini, terik matahari seolah mengerti suasana hati Alisa yang juga panas karena melihat calon suaminya berduaan dengan mantan kekasihnya.


30 menit kemudian mobil tersebut berbelok menuju ke arah perumahan elit, mobil terus berjalan sampai pada akhirnya berhenti di salah satu rumah mewah di perumahan tersebut.


" Ayo turun kak ", ajak Alisa.


" Iya Al ", ucap Dina sambil melihat ke arah rumah tersebut.


Mereka pun berjalan beriringan, tak lama kemudian salah satu maid membuka pintu rumah Alisa.


" Sudah pulang Nona??? ", tanya maid tersebut.


Wajah Alisa yang masih sembab membuat maid tersebut mengerutkan dahinya, " Nona Alisa kenapa?? kenapa nampak kacau?? ", ucap maid tersebut dalam hatinya.


"Dan siapa yang sedang bersama nona alisa, sepertinya baru kali ini dia kerumah ini ", imbuhnya lagi.


" Iya bi ", kemudian Alisa dan Dina langsung berjalan melewati ruang tamu dan menuju ke arah tangga yang nampak megah,


" Bi, bawakan kita makanan dan minuman ", ucap Alisa sambil menaiki tangga.


" Baik nona" Maid tersebut langsung menuju dapur untuk menyiapkan apa yang nona nya perintahkan.


Alisa kini menuju kamarnya, dibukanya kamar tersebut nampak ruangan tersebut sangat luas dan terdapat ranjang berukuran king size, juga terdapat lemari pakaian yang besar dan pastinya juga ada kamar mandi pribadi Alisa.


Dina masih saja menatap ke semua penjuru kamar Alisa, kemudian mereka duduk di ranjang besar tersebut.


" Kak, maafkan aku karena aku menyembunyikan semua ini dari kakak", ucap Alisa.


"Maksud kamu apa Al", tanya Dina.


"Pasti Kakak mengira aku sama dengan kakak', ucap Alisa yang langsung dimengerti oleh Dina.

__ADS_1


"Iya Al, aku pikir kamu sama denganku hanya sebatas karyawan biasa dan dari keluarga biasa", ucap Alisa.


"Dulu iya kak, sewaktu aku pertama kali kerja di resto aku berubah menjadi wanita biasa saja, tapi itu karena rencana papa", ucap Alisa.


"Maksud kamu Al", tanya Dina kembali.


"Papa ku pura pura bangkrut sehingga aku harus bekerja dan Karena itu aku jadi kerja di resto Pak Fandi", ucap Alisa.


Dina pun tercengang karena perkataan Alisa, Dina tidak menyangka bahwa Alisa adalah orang kaya yang tidak perlu bekerja siang malam seperti dirinya saat ini.


"Dan masih ada yang ingin aku tanyakan dan belum aku mengerti Al", ucap Dina.


"Maksud kakak???"


"Kenapa kamu tadi menangis sewaktu keluar dari ruangan pak Fandi", tanya Dina.


"Mungkin ini saat nya kakak harus tau, dan aku mohon rahasiakan ini kepada siapapun kak", ucap Alisa memohon.


"Iya Al, aku berjanji", seru Dina.


"Sebenarnya...", seketika ucapan Alisa terhenti karena suara ketukan dari luar.


"Masuk bi", ucap Alisa.


nampak Tiga orang maid datang dengan membawa nampan yang berbeda beda,


Para maid pun meletakkan nampannya di meja sofa yang ada di kamar Alisa, terlihat ada 2 piring nasi beserta lauk pauknya, dua gelas air putih jus jeruk kesukaan Alisa, dan nampan satu lagi berisikan camilan untuk mereka berdua," Silahkan nona ", ucap maid tersebut.


Setelah selesai Ketiga maid pun berlalu dan segera kembali menuju dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Ayo kak, kita makan dulu", ucap Alisa sambil turun menuju sofa kamarnya.


"Pasti kakak belum makan kan?? ", ucap Alisa


"Dina pun hanya mengangguk, sebenarnya ia juga lapar karena dia juga belum makan siang".


Ketika hendak mengambil piring, tiba - tiba ponsel Alisa berbunyi, nampak dilayar ponsel tersebut memperlihatkan nama Fandi yang sedang menelepon nya.


Alisa langsung mematikan telfon tersebut dan kembali lagi mengambil piring yang belum sempat ia ambil tadi, "Ayo kak gak usah malu", ucap Alisa.


"Iya Al", jawab Dina.


"Al, kenapa kamu tidak menjawab telfon tadi", tanya Dina.


"itu yang akan aku ceritakan nanti", ucap Alisa.


"Ya udah lebih baik kita makan dulu', ajak Alisa lagi.


Mereka akhirnya menikmati makanan yang terasa lezat untuk Dina , dan terasa hambar buat Alisa.


Dilain tempat, setelah perdebatan tadi Fandi tidak henti - hentinya memikirkan Alisa yang tiba - tiba pergi dari Resto.

__ADS_1


Tania juga sudah pergi karena sudah di usir secara paksa oleh Fandi dengan memanggil Satpam Resto.


Fandi tak henti - hentinya mengumpat, ia sangat frustasi sekarang, apa yang harus ia lakukan sekarang, keluar dari Resto pun gak mungkin karena saat ini kliennya sudah tiba Dan sedang berada di ruangannya.


Bahkan pikirannya sekarang sedang tidak fokus, Fandi hanya menatap kosong yang ada dihadapannya.


"Pak Fandi", Panggil kliennya tersebut.


"Pak ..???" panggil untuk yang kedua kali.


"Maaf pak jika anda sedang tidak fokus lebih baik kita batalkan saja", ucap klien tersebut.


"Maaf Pak", ucap Fandi.


"Saya masih bisa melanjutkannya", ucap Fandi kemudian.


***


Dikamar Alisa, terlihat mereka sudah menghabiskan makanan mereka masing-masing, kini Alisa dan Dina sudah berada di ranjang nya kembali.


Dengan sambil memangku bantal Mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat tertunda.


"Kak", ucap Alisa yang nampak berat.


"Terimakasih sudah menemaniku hari ini, maafkan aku jika kakak harus merelakan pekerjaan kakak untuk aku", ucap Alisa.


"Al, aku tidak merasa keberatan dengan ini, aku malah senang bisa berada di sampingmu saat kamu sedih seperti ini". Ucap Dina tulus.


"Kak, sebenarnya aku dengan pak Fandi sudah bertunangan", ucap Alisa


"Apa Al !!!", ucap Dina kaget.


"Iya kak, tepat satu bulan yang lalu aku sudah bertunangan dengannya".


"Aku juga tidak tahu mengapa dia bisa mencintai ku", ucap Alisa.


Dina langsung memeluk Alisa karena bahagia, "ternyata kecurigaannya selama ini sudah terjawab", gumam Dina dalam hati.


"Selamat ya Al", ucap Dina sambil tersenyum.


Alisa yang sudah melepaskan pelukannya juga tersenyum getir.


"Kenapa kamu Al, bukannya kamu juga senang", tanya Dina.


"Itulah kak, aku tadi siang sewaktu mengantarkan kopi untuk mas Fandi, aku melihat dia sedang berduaan dengan mantan kekasihnya di dalam ruangannya", ucap Alisa yang sudah berkaca - kaca.


"Ya Allah, Al, apa aku gak salah dengar", ucap Dina.


"Nggak kak, itu kenyataan, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri", Ucap Alisa.


Dina pun langsung memeluk Alisa kini dan kembali menenangkan nya.

__ADS_1


__ADS_2