Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
46.


__ADS_3

Keesokan Paginya Fandi sudah menunggu Alisa yang akan berangkat kuliah, " Sudah siap sayang ", Ucap Fandi yang kini sudah beranjak dari tempat duduknya.


" Sudah mas, Ayo kita berangkat sekarang ", Ajak Alisa yang keluar dari rumahnya.


1 jam kemudian Alisa dan Fandi sudah sampai di depan gerbang kampusnya,


" Sayang nanti aku jemput seperti biasanya ya ??", Ucap Fandi sambil membukakan pintu mobilnya untuk Alisa.


" Iya mas, kamu hati - hati dijalan ya ", Ucap Alisa sambil tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Fandi.


Begitu Fandi sudah tidak terlihat lagi, Alisa langsung saja membalikkan badannya dan tanpa ia sadari Alisa langsung menabrak seseorang yang tepat berada di belakangnya.


" Maaf, saya tidak sengaja", Ucap Alisa sambil mengambil beberapa bukunya yang jatuh ke bawah.


Ketika sudah selesai Alisa ingin beranjak dari tempat itu, namun tanpa ia sadari tangannya kini sudah dipegang oleh Anton.


" Anton, Lepaskan aku ", Ucap Alisa yang sedang ingin melepaskan cengkraman tangan Anton dari tangannya.


" Tunggu Al, aku ingin membicarakan sesuatu dengan kamu ", Ucap Anton.


" Maaf An, aku tidak bisa, Aku mau secepatnya ke kelas ", Ucap Alisa yang ingin menghindari Anton.


" Sebentar saja Al, ini tidak akan lama ", Ucap Anton yang masih terus memaksa Alisa.


" Bicaralah, akan aku dengarkan ", Ucap Alisa yang sudah ingin segera pergi dari hadapan Anton.


" Al, aku ingin menanyakan siapa laki - laki yang sering mengantarmu ke kampus ??", Tanya Anton penasaran.


" Kamu tidak perlu mengetahui siapa dia ", Ucap Alisa yang akan melangkahkan kakinya dari hadapan Anton.


" Tunggu Al, aku mohon ??? " Ucap Anton sambil menahan Alisa untuk pergi.


" Sudahlah, jangan ganggu aku lagi "


" Lebih baik kamu segera pergi dari hadapanku, atau aku benar-benar tidak ingin melihatmu lagi", Ucap Alisa yang sudah sangat marah.


Alisa kini pergi meninggalkan Anton sendirian di depan gerbang kampus.


" Aku akan terus mencari siapa laki-laki itu !!" Ucap Anton yang melihat kepergian Alisa dari hadapannya.


Kini Alisa sudah bersama dengan teman - temannya, tak lama kemudian ponsel nya berbunyi, dicari ponsel tersebut yang ada di dalam tas dan segera mengambilnya untuk mengetahui siapa yang menelfon Alisa sekarang.

__ADS_1


Tampak jelas nama Fandi tertera dilayar ponsel tersebut, Alisa pun menyunggingkan senyumnya tanpa pikir panjang lagi ia segera mengangkat panggilan tersebut.


" Halo mas, Assalamualaikum ", Ucap Alisa.


" Waalaikum salam sayang , " Jawab Fandi yang tengah tersenyum karena mendengarkan suara Alisa.


" Ada apa mas ??? ", Tanya Alisa keheranan.


" Nggak apa-apa sayang, cuma lagi kangen aja ", Ucap Fandi kepada Alisa.


" Kamu apaan sih mas, kan baru aja ketemu, Kamu jangan gombal deh ", Ucap Alisa yang sudah tersenyum mendengar perkataan Fandi.


" Beneran sayang, Aku gak bohong " Ucap Fandi yang kini mungkin dia sudah teramat bucin kali ya.


" Iya mas, aku percaya ",


" Kamu lagi di resto kan ??", Tanya Alisa.


" Iya sayang, aku lagi di Resti kok, gak kemana - mana " Ucap Fandi.


" Iya mas, Ya udah kalau gitu mas, kalau lama - lama kamu telfon terus aku jadi gak bisa konsentrasi belajarnya ", Ucap Alisa yang ikut ngegombali Fandi.


" Hehe ", Fandi pun tertawa kecil " Ya sudah sayang Belajar yang rajin, Aku sayang kamu ", Ucap Fandi yang membuat wajah Alisa jadi merah merona karena malu.


" Waalaikum salam " Jawab Fandi yang tersenyum senang dari balik telfon.


Kini Alisa sudah berdiri di depan gerbang kampus nya, ia tengah menunggu Fandi yang akan menjemputnya sesuai janjinya tadi pagi.


Alisa sudah beberapa kali melihat jam di pergelangan tangannya, tapi nampaknya Fandi belum juga datang, Peluh juga terus menetes di dahi Alisa.


" Kenapa lama sekali, apa mas Fandi lupa kalau dia mau menjemputmu ", Gumam Alisa lirih.


Teman - temannya pun tadi sudah pulang sejak 15 menit yang lalu, " Apa aku naik taksi online aja ya " Gumam Alisa sambil merogoh ponselnya dari dalam tas.


Tak lama kemudian dari arah depan nampak sebuah motor sport sudah berhenti tepat didepan Alisa, Alisa pun tau siapa yang ada didepannya tersebut,


" Al, pulang sama aku aja, aku anterin kamu ", Ucap Anton yang menawari Alisa pulang.


" Gak usah, makasih ", Ucap Alisa ketus.


" Aku tau kamu lagi nungguin laki - laki yang mengantarmu tadi pagi, tapi sampai kapan kamu akan tetap berdiri disini ??", Tanya Anton yang mulai memprovokasi.

__ADS_1


" Dia gak akan datang Al, percayalah !! , lebih baik kamu ikut aku aja ", ucap Anton memaksa.


Alisa semakin kesal dengan Anton yang terus memaksa nya, "Terimakasih an, tapi kamu gak perlu repot-repot seperti ini, aku bisa pulang sendiri ", Ucap Alisa yang menolak secara halus.


Anton pun tidak mendengarkan perkataan Alisa, kemudian ia turun dan melepas helm yang ada dikepalanya tersebut.


Kemudian ia turun dan menghampiri Alisa yang masih tetap menunggu Seseorang, Tanpa disangka - sangka Anton kini tengah menarik tangan Alisa.


" An, lepasin aku, aku gak mau ikut kamu " Ucap Alisa dengan nada yang sedikit berteriak.


" Kamu harus ikut aku Al, Aku yang akan mengantarmu pulang ", Ucap Anton yang masih terus memaksa.


Dengan tenaga yang cukup kuat Alisa meronta ingin segera dilepaskan dari genggaman tangan Anton.


" Aku bilang lepasin aku An, Aku gak mau ikut kamu , dan kamu jangan pernah maksa aku Ingat itu" Ucap Alisa dengan tatapan tajamnya.


Tak lama kemudian tanpa mereka sadari Fandi datang dan sedang melihat apa yang dilakukan Anton sedari tadi terhadap Alisa.


Dengan emosi yang sudah memuncak Fandi datang fan langsung menjatuhkan sebuah pukulan tepat di wajah Anton.


" Buggghhh....", Anton yang merasa dipukul kini sudah terjatuh ketanah karena mendapat serangan dadakan dari Fandi.


" Jangan pernah ganggu Alisa ", Ucap Fandi dengan nada ditekan.


" Sialan... Berani sekali kamu memukulku hah ...!!!", Ucap Anton yang sudah beringasan.


Anton kemudian membalas pukulan ke arah Fandi dan langsung di tepis oleh Fandi.


Perkelahian pun tak dapat dihindari lagi, Kini Fandi dan Anton sedang berkelahi tepat dihadapan Alisa.


" Mas sudah hentikan perkelahian kalian ", Ucap Alisa yang tengah berteriak untuk menghentikan perkelahian tersebut.


" Bughhh " Fandi pun terkena pukulan dari Anton, Fandi pun jatuh tersungkur ketanah dan terdapat darah keluar dari sudut bibi Fandi.


" Mas !!! ", Teriak Alisa ketika melihat Fandi yang sudah terjatuh di tanah.


Alisa pun menangis tersedu-sedu karena melihat Fandi yang sudah terluka.


Tanpa berpikir panjang lagi Alisa pun maju kedepan menghalangi Anton yang akan memukul Fandi untuk yang ke sekian kalinya.


" Cukup An, aku mohon cukup jangan sakiti lagi calon suamiku ", Ucap Alisa dengan matanya yang sudah memerah menahan amarahnya.

__ADS_1


" Apa Al, Dia calon suami mu ?? ", Ucap Anton yang sedikit terkejut lalu kemudian dia terdiam tidak percaya.


__ADS_2