
Keesokan harinya, lebih tepat nya pada siang hari Rafa dan Disya sudah sampai di Jakarta, Ghani yang sudah di hubungi sebelum sudah berada di bandara sekitar setengah jam yang lalu untuk menjemput Rafa dan kakak iparnya Disya.
Rafa segera mendekat saat melihat Ghani yang sedang menunggu nya di kursi tunggu,
"Sudah lama Ghan??", Tanya Rafa sambil bersalaman dengan adiknya itu.
"Iya kak, dari setengah jam yang lalu",
"Kak Disya bagaimana kabarnya??", Ghani dapat melihat wajah kakak iparnya yang terlihat sangat bahagia sekali.
"Aku baik-baik aja Ghan", Bagaimana tidak bahagia Disya merasa sangat bahagia sekali, keinginan nya sudah bisa terpenuhi datang ke pulau Bali bersama dengan orang yang ia cintai.
Mereka bertiga kemudian segera pulang ke rumah mereka, rencananya selepas bulan madu ini Rafa akan mengajak Disya pindah ke apartemen milik Daddy nya, Apartemen yang pernah di tempati Daddy dan Mommy nya setelah menikah dulu.
__ADS_1
Mereka sudah sampai di rumah, suasana rumah juga terlihat ramai karena semua anggota keluarga saat ini sedang berkumpul karena ini adalah hari libur.
"Assalamualaikum", Rafa, Disya fan Ghani pun masuk dan langsung disambut oleh Alisa, Alisa sangat merindukan Rafa dan Disya, setelah satu Minggu mereka tak ada di rumah, rumah menjadi mendadak sepi.
"Waalaikum sayang, Alhamdulillah kalian sudah datang", Rafa segera mencium punggung tangan Mommy nya dan kemudian memeluknya, Rafa sangat rindu dengan Mommy nya, ia merasa bahagia sekali ketika ia pulang ia dapat melihat wajah Mommy nya yang sangat bahagia ini.
Disya juga mendekat, ia kemudian juga mencium punggung tangan ibu mertuanya dan juga memeluknya dengan erat, "Disya rindu mama", Di dalam rumah ini Disya sangat menyayangi Alisa, bukan tanpa sebab, Alisa sudah Disya anggap sebagai ibunya sendiri sewaktu Disya masih kecil, begitu juga dengan Alisa yang juga sangat menyayangi Disya sama seperti putri kandungnya sendiri.
"Kalian pasti capek kan, Lebih baik kalia istirahat dulu", Disya pun mengangguk, dan segera menoleh ke arah Rafa.
Dan Rafa pun segera menemui daddy-nya dan segera mencium punggung tangan Daddy nya, begitu juga dengan Disya yang mengikutinya dari belakang.
Ghina kemudian segera mendekat, berharap ia mendapatkan barang yang ia pesan kepada kakak iparnya Tersebut.
__ADS_1
"kak, dapat apa nggak??", Tanya Ghina yang kemudian mendekat ke arah Disya.
"Kamu tenang aja, dapat kok, tapi sabar ya", Ghina langsung saja berjingkrak-jingkrak senang, tak apa jika ia akan menunggu kakak iparnya istirahat yang terpenting barang yang ia ingin kan sudah ia dapatkan.
"Ya sudah kakak lebih baik istirahat dulu, aku juga mau ke kamar",
Disya akhirnya pergi ke kamarnya bersama dengan Rafa, ia juga ingin istirahat, datang bukannya kali ini membuatnya sangat mudah lelah sekali.
Rafa dan Disya pun segera naik, dan barang-barang belanjaan nya sudah di urus oleh Pak Dadang di luar.
Rafa dan Disya segera masuk ke kamar nya, Disya segera menuju ke kamar mandi, ia sudah ingin sekali mandi, badannya sudah sangat lengket sekali karena perjalanan tadi.
Di luar Pak Dadang saat ini tengah membawa semua barang bawaan Rafa dan Disya, cukup banyak, dan bisa dipastikan jika semuanya akan kebagian oleh-oleh dari mereka.
__ADS_1
Rafa kemudian turun kembali kebawah, ia kemudian membantu pak Dadang membawa semua barang nya tersebut ke kamarnya.