Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 3. Pembantu Baru


__ADS_3

Seperti yang dikatakan oleh suaminya tadi malam, Jika pembantu yang akan bekerja disini akan datang hari ini.


Benar saja, Baru saja Disya memikirkannya sudah terdengar suara bel berbunyi di depan.


"Assalamualaikum", Ucap wanita paruh baya yang ada di depan Disya saat ini. Wanita tersebut tersenyum saat Disya membukakan pintu rumah besar itu untuknya.


"Waalaikum salam, Hm... Ibu siapa ya??", Tanya Disya. Bukan apa-apa, Tapi lebih baik bertanya dulu. Siapa tahu itu adalah tetangga yang tak sengaja mampir ingin berkenalan, dan bukan pembantu yang di bicarakan oleh suaminya.


"Maaf Bu, Saya pembantu baru di sini. Saya di kirim dari yayasan tempat penyaluran asisten rumah tangga", Disya pun manggut-manggut saja, dan tanpa ragu lagi mempersilahkan wanita paruh baya itu masuk kedalam rumahnya.


"Silakan masuk Bu", Ajak Disya dan ibu paruh baya tersebut mengikuti Disya masuk kedalam rumah nya.


Ibu tersebut terlihat sangat mengagumi rumah besar itu. Rumah yang tak pernah ia bayangkan bisa menginjakkan kakinya di sana.


Matanya terus menyusuri setiap sudut rumah tersebut.


"Bagus", Gumam ibu tersebut, membuat Disya menoleh dan berhenti melangkahkan kakinya.


"Ada apa Bu??", Tanya Disya. Dan ibu tersebut pun tersentak kaget, Tak menyangka omongannya terdengar oleh wanita yang akan menjadi majikannya tersebut.


"Hmm... Ti- Tidak apa-apa bu", Jawab ibu tersebut sambil gelagapan. Disya pun kembali berjalan ke arah ruang tamu.


"Silakan duduk bu", Titah Disya. dan ibu tersebut mengangguk dan duduk berhadapan dengan Disya.


"Nama ibu siapa??", Tanya Disya. Disya perlu tahu nama dan tempat tinggal wanita yang akan berkerja dengannya.


"Nama saya Asih Bu", Jawab wanita tersebut yang bernama Asih.


"Ibu Asih tinggal dimana??", Tanya Disya lagi, sambil menatap terus wanita yang ada di depannya.


"Sa-saya tinggal di desa sebelah Bu", Jawab Bu Asih.


"Ibu punya suami dan anak??" Tanya Disya penasaran.


"Punya Bu", Jawab Bu Asih singkat.


"Suami dan anak ibu dimana??", Tanya Disya lagi.


"Hm.. Suami saya sudah meninggal Bu, Dan Anak saya masih sekolah SMA", jawab Bu Asih.


"Berarti ibu tidak menginap disini??", tanya Disya lagi.


"Tidak Bu, Saya sore pulang", Jawab Bu Asih lagi.


"Oh ya sudah, Ibu bisa bekerja mulai hari ini",


"Terimakasih Bu, Saya memang membutuhkan pekerjaan ini untuk biaya sekolah anak saya", Disya pun semakin kasihan kepada Bu Asih, Di usianya yang sudah seperti mamanya masih harus bekerja banting tulang seperti ini.


"Dapurnya ada di sebelah kanan Bu",


"Baik Bu, saya akan bekerja dengan baik disini",


Bu Asih mulai bekerja di rumah Disya, Bu Asih berharap majikannya kali ini akan baik kepadanya di bandingkan yang dulu.


Disya meninggalkan Bu Asih yang saat ini berada di dapur, Disya kembali ke kamarnya terlebih dahulu untuk mengecek Fasya apakah sudah bangun atau belum, Subuh tadi Fasya bangun dan jam enam tadi Fasya tidur kembali karena bayi itu bangun lebih pagi dari biasanya.


Mungkin Fasya masih belum terbiasa, Jadi Disya memaklumi nya, Fasya harus menyesuaikan dengan lingkungan baru, Rumah yang sepi tak Seramai di rumah Mama dan papa mertua nya.


Terlihat Fasya masih sangat pulas tidurnya, Disya kemudian mengambil ponselnya, Menelepon suaminya dan mengabarkan jika pembantu yang sudah suaminya janjikan sudah datang.

__ADS_1


"Assalamualaikum",


"Waalaikum salam, sayang. Ada apa??", Tanya Rafa, tumben-tumbenan istrinya itu menelepon dirinya saat berada di kantor seperti ini.


"Sayang, Pembantu yang kamu katakan semalam sudah datang, dia ibu-ibu Seusia Mama", Ujar Disya.


"Alhamdulillah kalau sudah datang, Jadi bisa meringankan tugas kamu, kamu gak perlu nyapu ngepel lagi, kamu ngurus Fasya aja",


"Iya, Ngurus kamu juga pastinya", jawab Disya.


"Harus itu, gak boleh Lupa",


"Ya sudah, kalau keterusan kami nanti tambah kemana-mana, Aku tutup dulu telepon nya, Assalamualaikum", Ucap Disya mengakhiri panggilan nya.


"Waalaikum salam sayang, hati-hati di rumah, kalau ada apa-apa cepat kabari aku",


Rafa Sebenarnya masih tidak tega meninggalkannya anak dan istrinya di rumah, Apalagi dengan pembantu baru yang belum Rafa kenal, Rafa harap semoga pembantu tersebut bisa membantu istrinya, setidaknya bisa menemani istrinya di saat ia sedang bekerja seperti ini.


Di dalam kantor nya saat ini, Rafa sedang sibuk-sibuknya menangani proyek besarnya, tapi untuk menerima telepon dari istrinya Rafa usahakan untuk meluangkan waktu untuk menerima telepon tersebut.


Sudah berulangkali sekertaris Rafa bolak balik keluar masuk dari ruangan Rafa untuk memberikan beberapa salinan dokumen yang sudah klien kiriman memalui Email.


"Sudah waktunya makan siang Pak, Bapak tidak mau makan siang dulu??", Tanya sekertaris nya yang bernama Silvia.


"Kamu pesankan saya makan siang, Dan kamu juga, Kamu sudah ikut bekerja keras selama beberapa hari ini", Silvia yang biasanya kerap di panggil via itu segera melakukan tugas yang di berikan oleh Rafa.


"Oh ya, Jangan lupa pesankan juga untuk Ari", Perintah Rafa yang langsung di angguki oleh Via.


"Baik Pak, saya permisi dulu", Via segera kembali ke meja nya yang berada di luar ruangan Rafa.


Via segera mengambil ponselnya, Mulai memesan makanan yang sesuai dengan selera bos ya. Tak lupa juga ia memesan makanan untuk dirinya dan Ari suaminya yang juga bekerja dalam satu kantor dengan-nya.


***


Anak itu saat ini tengah menikmati suapan demi suapan yang di berikan oleh sang Mama kepadanya.


"Ayo makan lagi sayang, tinggal sedikit lagi", Ujar Disya, dan anak itu pun kembali membuka mulutnya dan menguyah kembali bubur yang di khususkan untuk bayi usia di atas enam bulan.


Tak lama setelah itu, terdengar suara deringan ponsel Disya.


Disya segera menerima panggilan video yang disana bertuliskan nama Mama nya.


"Assalamualaikum Ma" Ucap Disya saat menerima panggilan video dari Nisa.


"Waalaikum salam, halo sayang, Halo cucu Oma tersayang, Lagi ngapain??", Tanya Nisa yang merasa kangen dengan cucunya tersebut.


"Fasya lagi makan siang Oma", Jawab Disya, dan Fasya yang melihat dari layar ponselnya mamanya ikut tersenyum melihat wajah Omanya disana


"Fasya tambah besar ya sekarang, Oma jadi kangen banget sama Fasya", Ucap Nisa sendu.


Memang sudah lam bisa tidak berjumpa dengan Fasya, terakhir kali saat hari raya idul Fitri saat Rafa dan Disya mudik ke Surabaya.


"Fasya juga kangen Oma", Jawab Disya.


Disya juga tidak bisa berbohong jika dirinya juga sangat merindukan sang Mama.


"Bagaimana rumah baru kalian??, Kalian betah disana??", tanya Nisa lagi.


"Alhamdulillah Disya Sama Fasya betah ma",

__ADS_1


"Alhamdulillah sayang, Kapan-kapan kalau Papa ada waktu mama mau ke sana, Gak apa-apa kan sayang??", Tanya Nisa.


"Gak apa-apa Ma, aku senang banget kalau Mama mau kesini, Kak Rafa juga pastinya senang jika Mama sama Papa mau datang ke sini",


Disya tak bisa menyembunyikan rona kebahagiaan nya mendengar semua itu dari Mamanya.


"Semoga Papa nggak terlalu sibuk Sya", Ujar Nisa.


"Iya ma, semoga", jawab Disya sambil tersenyum ke arah Mamanya.


Beberapa menit kemudian, Panggilan itu pun terputus. Dan Disya pun beralih untuk menelepon sekertaris suaminya.


"Assalamualaikum Vi, Bapak sudah makan belum??", Tanya Disya kepada Via.


Hubungan Via dan Disya memang sudah terjalin sangat bagus. Disya percaya dengan Via tidak akan berbuat macam-macam saat bekerja dengan suaminya. Apalagi Disya tau jika Via sudah mempunyai suami yang juga satu kantor dengan-nya.


"Waalaikum salam Bu, Bapak baru saja makan.


Baru saja Saya mengantarkan makanan buat bapak. Pak Rafa sangat baik dengan saya dan Suami saya. Terimakasih ya Bu sudah percaya dengan saya dan masih menjadikan saya sekertaris dari Pak Rafa", Ujar Via.


"Iya Vi, Sama-sama. Saya tahu kamu memang membutuhkan pekerjaan ini",


"Ya sudah. Maaf sudah menganggu pekerjaan mu",


"Iya Bu tidak apa-apa",


Setelah menelepon sekertaris suaminya, Disya merasa lega karena suaminya sudah makan.


Rafa sering kali melupakan makan siangnya jika sudah menyangkut dengan pekerjaannya.


***


Saat ini Bu Asih sedang membersihkan beberapa tempat yang memang belum sempat Rafa bersihkan.


Disya yang melihat Bu Asih segera menghampiri asisten rumah tangga nya tersebut.


"Bu, Sudah makan??", tanya Disya.


Disya takut jika Bu Asih akan merasa canggung, karena ini adalah hari pertama nya Bekerja.


"Belum Bu, Nanti saja", Jawab Bu Asih.


"Ayo Bu. Kita makan sama-sama", Ajak Disya.


"Tidak usah Bu, Jangan.


Saya cuma pembantu, Ibu majikan saya", Ujar Bu Asih menolak.


"Tidak apa-apa. Lagi pula saya makan sendirian tidan enak Bu, lebih baik makan bersama sama ibu. Mari Bu", Bu Asih pun akhirnya mengangguk.


Mengikuti Disya menuju meja makan yang sudah tersedia beberapa makanan.


"Silakan Bu. Jangan sungkan. Oh ya, Jangan panggil saya Bu. Panggil Mbak aja tidak apa-apa",


"I-Iya mbak", Jawab Bu Asih.


Disya dan Bu Asih pun makan siang bersama, tapi Bu Asih masih merasa sungkan kepada Disya.


Baru pertama kali ini Bu Asih mendapatkan majikan yang sangat baik sekali seperti Disya.

__ADS_1


Tapi tidak tahu dengan Suami Disya. Apa akan sama baik dengan Disya atau tidak, dan Bu Asih masih belum pernah bertemu dengan Rafa.


__ADS_2