Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
92


__ADS_3

Mereka pun kini tengah berjalan turun dari tangga,


Fandi dengan sangat hati-hati memapah Alisa yang kini berada di sampingnya.


" Mas kenapa harus kayak gini, aku gak sedang sakit ", Ujar Alisa.


" Kan mas mau membantumu sayang ", Jawab Fandi yang masih memegang erat tangan Alisa.


Begitulah setiap hari, perdebatan kecil selau muncul kala Alisa tak menuruti perkataan suaminya.


Mereka pun kini duduk disofa sambil menunggu Papa Ardi kembali.


Gak lama setelah itu terdengar suara mobil yang baru saja berhenti tepat di depan rumah.


Suara langkah kaki pun semakin dekat menghampiri mereka.


" Assalamualaikum ", Ucap Papa Ardi sembari masuk ke dalam rumah.


" Waalaikum salam Pah ", Jawab mereka bersamaan.


Mereka kini tengah mencium tangan Papa Ardi, sedangkan Alisa telah memeluk Papanya sanaygt erat sekali karena mereka sudah jarang bertemu.


Papa Ardi pun menghampiri anak dan menantunya tersebut, " Kalian sudah lama ??", Tanya Papa Ardi.


" Kami dari tadi siang Pah ", Jawab Alisa.


" Kalau begitu Papa ke atas dulu ", Ucap Papa meninggalkan Fandi dan Alisa yang duduk di sofa.


Fandi kini mulai ingin menjahili istrinya yang sedang duduk santai di sebelahnya.


Fandi kini tengah sibuk dengan ponselnya tanpa menghiraukan istrinya, ia sengaja karena Fandi sudah merasa lama tak melihat istrinya marah.


Memang aneh kan, masa sih pengen istrinya marah, kamu aneh bang Fandi 🤣🤣🤣.


Mata Fandi masih saja tertuju pada ponselnya, ia berpura-pura membalas chat dari seseorang.


Entah mengapa Alisa sama sekali tak terpancing dengan tingkah suaminya, " Kok gak negur aku sih ", Gumam Fandi dalam hatinya.


Alisa masih saja dalam posisi wenak nya yakni bersandar di sofa.


Tak lama Bibi pun datang dengan membawa 3 cangkir teh hangat untuk mereka, tak lama kemudian Papa Ardi juga sudah turun dengan mengenakan pakaian rumahan.


Mereka kini berbincang-bincang, hanya Alisa saja yang diam dan tak menyahuti sama sekali karena yang dibicarakan oleh ke dua orang laki-laki tersebut hanya seputar tentang pekerjaan nya masing-masing.


Setelah hari sudah semakin gelap mereka pun berpamitan kepada Papa Ardi.


" Loh, Papa kira kalian mau menginap ", Ujar Papa Ardi kecewa.


" Maaf pah, tapi kali ini kami memang tidak bisa, kami harus pulang, kasihan Bi Jum udah di tinggal mulai pagi "Ujar Alisa menolak secara halus.


" Lain kali ya Pah ", Ujar Alisa kembali sambil memeluk sang Papa.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun segera pulang kerumah mereka yang jarak nya memang tidak terlalu jauh.


***


Keesokan pagi nya, Setelah Alisa selesai membantu Bibi di dapur kini ia berniat untuk membangunkan suaminya uang masih asyik dengan bantal dan selimutnya.


Saat hendak menyentuh suaminya tiba-tiba Alisa di kagetkan dengan suara ponsel Fandi yang berbunyi di meja nakasnya.


" Halo Mah ", Sapa Alisa saat mengangkat telfon dari Mama Mira.


" Halo sayang ", Jawab Mama Mira.


" Ada apa mah, kok tumben telfon pagi-pagi??", Tanya Alisa.


" Iya , Ada yang ingin Mama bicarakan dengan kalian ", Ujar Mama Mira.


" Em.. ada apa mah??, apa ada masalah ??", Tanya Alisa.


" Nggak sayang, nanti deh Mama kasih tau, yang penting kamu sama Fandi nanti datang ya ke rumah ", Ujar Mama Mira.


" Fandi kemana sayang ?", Tanya Mama kepada menantunya tersebut.


" Em... Mas Fandi masih tidur Mah ??", Jawab Alisa dengan sedikit ragu.


" Loh,, Fandi emangnya gak ke resto, kok tumben belum bangun ", Ujar Mama Mira.


" Ke resto kok mah, cuma tadi pagi selesai sholat subuh mas Fandi tidur lagi, ini mau aku bangunin mah ", Ujar Alisa.


" Ya udah cepetan kamu bangunin suami kamu, masa udah Pau jadi ayah bangunnya siang ", Ujar Mama meledek.


" Ya udah Mama tutup ya telfonnya, nanti jangan lupa kasih tau ke Fandi kalau mama mau ngomong ", Ujar Mama.


" Iya mah, nanti aku sampaikan ", Jawa Alisa.


Setelah menutup panggilan telefon nya Alisa segera membangunkan suaminya yang masih setia memeluk gulingnya dengan nyaman.


" Mas bangun udah siang ", Ujar Alisa sambil menepuk pipi Fandi dengan sangat pelan.


Fandi pun nampaknya masih enggan untuk bangun, lalu Alisa beralih menuju gorden kamarnya.


" Pasti yang ini berhasil ", Gumam Alisa sambil membuka gorden tersebut lebar-lebar.


Benar saja dalam sekejap pun akhirnya Fandi berhasil membuka matanya karena merasa silau.


" Akhirnya kamu bangun juga mas ", Ucap Alisa sambil menyilang kan kedua tangannya.


"Emhh....", Fandi terlihat masih menggeliat di atas ranjangnya.


" Ini jam berapa sayang??", Tanya Fandi kepada istrinya.


Tiba-tiba muncul ide jahil dari kepala Alisa.

__ADS_1


" Ini udah jam 10 mas, gak lihat tuh matahari aja udah naik ", Ucap Alisa.


Dengan cepat Fandi pun melompat di atas kasur karena kaget dengan ucapan istrinya.


" Kenapa kamu gak bangunin mas sih, Mas kan ada meeting penting ", Ujar Fandi.


Dengan cepat kilat Fandi langsung berlari menuju kamar mandi.


Alisa langsung saja tertawa melihat kepanikan suaminya, " Emang enak, habisnya dari tadi gak mau bangun ", Ujar Alisa.


Alisa kini tengah menyiapkan keperluan suaminya, mulai dari kemeja, celana, dasi, kaos kaki bahkan pakaian dalam suaminya juga sudah tertata di atas tempat tidur.


Tak sampai lima menit Fandi sudah keluar dari kamar mandi.


" Kok cepet, kamu mandi apa cuci muka aja ", Tanya Alisa menyelidik.


" Aku mandi lah sayang ", Ujar Fandi.


" Iya mandi Bebek ", Jawab Alisa asal.


Fandi pun hanya terkekeh mendengar ucapan istrinya.


Sesudah menggunakan semua pakaiannya Fandi pun kini berteriak memanggil istrinya yang tengah berada di dalam kamar mandi.


" Sayang tolongin mas pasang dasi dong ", Teriak Fandi agar istrinya keluar.


Alisa pun membuka pintu kamar mandinya,


" Iya mas, gak usah teriak-teriak dong ", Jawab Alisa.


" Gimana mas gak teriak-teriak sayang, mas udah telat banget, nanti gak enak sama kliennya ", Ujar Fandi.


" Udah mas gak usah lebay, kamu gak telat kok, ini kan masih jam 8 ", Ujar Alisa


" Apaaaa....???", Ucap Fandi yang membuat Alisa menutup telinganya.


" Kan teriak lagi, udah aku bilang jangan teriak mas ", Ujar Alisa yang tak habis pikir dengan suaminya tersebut.


" Kamu sengaja ya ngerjain mas, bilang kalau ini jam 10 ", Ujar Fandi pura-pura ngambek.


" Iya mas aku memang sengaja , habis nya kamu sudah banget buat bangun, tadi Mama telfon aja kami gak dengar, Iya kan ??", Tanya Alisa.


" Iya , iya, Emangnya Mama kenapa tumben pagi-pagi telfon?? ", Tanya Fandi balik.


" Mama katanya mau ngomong sesuatu sama kita, dan kita disuruh kesana ", Ujar Alisa.


" Nanti malam kita kesana ", Ujar Fandi.


Sekarang lebih baik kita sarapan duku mas, aku udah lapar ", Ujar Alisa sambil keluar dari dalam kamarnya bersama Fandi.


" Hari ini kamu menang sayang, kamu udah bikin aku panik ", Ujar Fandi.

__ADS_1


" Tapi hati-hati, akan aku balas kamu ", Ucap Fandi sambil mencubit hidung mancung istrinya.


" Coba aja mas ", Jawab Alisa sambil terus menggandeng tangan suaminya.


__ADS_2