Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
112


__ADS_3

" Tolong panggilkan Dina, suruh dia keruangan saya ",Ujar Fandi dari balik telfon.


" Iya Pak, akan segera saya sampaikan ", Jawab Dewi.


Dewi segera memanggil Dina uang sedang berada di dapur Resto.


" Din kamu dipanggil Pak Fandi disuruh langsung ke ruangannya ", Ujar Dewi.


Dina pun langsung kaget karena tak biasanya bos nya tersebut memanggil dirinya.


" Ada apa ya kak, apa aku buat kesalahan ", Ujar Dina.


" Aku juga gak tau Din, lebih baik kamu segera kesana ", Ujar Dewi.


" Iya kak, kalau begitu aku pergi dulu ", Ujar


Dina.


Denah perasaan gugup Dina menuju keruangan bos nya tersebut,


" Selamat siang pak, apa bapak memanggil saya??", Tanya Dina yang semakin gugup.


" Iya duduk lah ", Ujar Fandi.


Dina pun segera duduk di hadapan Fandi, Fandi masih tampak memperhatikan layar laptopnya sedari tadi.


Setelah beberapa lama Fandi menatap layar laptopnya, kini pandangan Fandi teralihkan kepada Dina yang sedari tadi sudah duduk di depannya dan menantinya untuk bicara.


" Din ada yang ingin saya sampaikan kepadamu " Ujar Fandi dengan nada serius dan semakin membuat Dina gugup.


" Iya Pak, ada apa, apa yang ingin bapak katakan kepada saya ??", Tanya Dina mengulang.


" Saya sudah melihat kinerja mu selama ini, dan saya sangat suka ", Ujar Fandi yang membuat Dina bisa tersenyum lega.


" Dan saya juga sudah membicarakan ini kepada istri saya,


Perlu kamu tahu Din, saya sedang mencari orang yang sanggup untuk mengemban beban yang akan saya beri", Ujar Fandi.


Dina masih terlihat bingung dengan ucapan bosnya itu.


" Maksud bapak apa??, saya masih belum mengerti ", Ujar Dina.


" Begini Din, saya akan mengurus perusahaan Keluarga saya, dan saya akan mengangkat jabatan mu untuk mengawasi resto selama saya berada di kantor ", Ujar Fandi.


Dina yang mendengar ucapan bosnya tersebut nampak kaget dan tak percaya.


" Maaf Pak, saya rasa saya tidak pantas untuk itu ", Ujar Dina menolak karena ia merasa ia tidak pantas untuk mengurus restoran sebesar ini.

__ADS_1


" Saya sudah memutuskan ini, dan kamu tidak bisa menolak, dan ini juga atas persetujuan istri saya ", Ujar Fandi.


" Baiklah Pak, saya akan mencoba menjalankan tugas yang bapak beri kepada saya, saya mohon bimbingannya ", Ujar Dina.


" Terimakasih Din, saya percaya kamu bisa ", Ujar Fandi.


"Kamu bisa memulainya Minggu depan, saya Minggu depan sudah berada di perusahaan Papa saya ", Ujar Fandi.


" Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu , Ujar Dina.


Fandi pun hanya mengangguk memberi izin.


Dina keluar dari ruangan bosnya dengan wajah yang tak bisa di artikan.


Ada rasa senang dan juga rada tak percaya akan apa yang ia terima hati ini.


Dina kemudian berjalan ke arah dapur untuk segera mengambil minum untuk membasahi tenggorokan nya yang sudah kering sedari tadi.


Dina segera mengambil tas nya dan akan segera pulang karena jam kerjanya sudah habis.


Dina berniat akan kerumah Alisa hari ini, Dina ingin mengucapkan terimakasih karena Alisa.


Tak sampai satu jam Dina sudah sampai di depan rumah Alisa.


Dina segera masuk saat Bibi sudah mempersilahkan dia masuk.


"Nggak apa-apa kok kak, Rafa juga sedang tidak tidur ",Ujar Alisa.


" Aku cuma mau mengucapkan terimakasih kepada mu karena kamu pak Fandi memilih Ki untuk mengelola Resto nya", Ujar Dina.


"Aku tidak berbuat apapun kak, itu semua karena kerja keras mu selama ini di resto sehingga membuat mas Fandi percaya bahwa kakak pantas untuk menerima semua ini ", Ujar Alisa.


"Sekali lagi terimakasih Al ", Ucap Dina berulang kali.


" Iya kak, sama-sama ", Ujar Alisa tersenyum.


Setelah Dina pulang Alisa kembali menuju kekamar nya untuk menidurkan Rafa yang sudah terlelap sedari tadi, sambil menunggu Fandi pulang Alisa segera mandi karena ia ingin terlihat sudah cantik didepan suami yang sangat dicintainya tersebut.


Saat Alisa tengah mandi Fandi sudah masuk ke dalam kamarnya dan mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi yang ada di kamarnya.


Fandi kemudian segera mengganti kemejanya karena ia sudah sangat gerah sekali, ingin rasanya Fandi menyentuh Rafa yang tengah tertidur tapi ia urungkan karena ia merasa di badannya sekarang tengah banyak kuman yang menempel.


Alisa yang sudah selesai mandi segera keluar dan melihat Fandi yang tengah duduk di atas ranjangnya.


" Mas udah pulang ??", Tanya Alisa yang masih dengan lilitan handuk di badannya.


" Iya sayang barusan", Jawab Fandi.

__ADS_1


" Lebih baik kamu segera mandi mas nanti kalau Rafa udah bangun kan enak kamu bisa pegang Rafa ", Ujar Alisa.


" Iya sayang, mas mandi dulu ", Ujar Fandi yang melangkah kan kakinya menuju kamar mandi.


Saat Fandi sudah menutup pintunya Alisa segera mengganti bajunya karena ia tidak mau menggoda Fandi terlebih dahulu karena masa nifasnya juga belum selesai.


Rafa terlihat sudah bangun dan sedang tersenyum sendiri di dalam box bayinya.


" Habis ini Rafa mandi ya ", Ujar Alisa saat mulai melepas semua baju bayi Rafa.


Fandi yang sudah selesai juga ikut membantu istrinya memandikan Rafa, Rafa terlihat sangat menikmati mandi sorenya.


Fandi yang sudah tidak sabar mencium putra nya tersebut lebih dulu mencium Alisa.


" Karena Rafa belum selesai, jadi Daddy terlebih dulu cium Mommy nya ya??, Ujar Fandi.


Alisa terlihat tersenyum karena Fandi masih bisa bersikap romantis kepada-nya.


" Hmm sudah selesai, saatnya Rafa si gendong Daddy ya ", Ujar Alisa.


Fandi terlihat masih belum terlalu mahir untuk menggendong seorang bayi.


Rafa terlihat nyaman ketika di gendong oleh Fandi, " Hmmm sayangnya Daddy udah wangi ya, Daddy semakin ingin cium terus " Ujar Fandi.


Alisa yang melihat ke dua orang tercintanya nampak terlihat bahagia.


" Terimakasih Ya Allah, engkau telah memberikan aku keluarga kecil yang sangat bahagia ", Ujar Alisa tersenyum.


Alisa kemudian masuk kedalam kembali dan menuju dapur untuk membantu Bibi .


" Masak apa Bi?? ", Tanya Alisa yang sudah berada di dapur.


" Bibi masak ayam goreng Non ", Ujar Bibi.


" Boleh aku bantu bi ??", Tanya Alisa kembali.


" Silahkan Non, asalkan tidak merepotkan Non", Ujar Bibi.


" Tidak bi, aku tidak sedang repot, Rafa juga sedang bersama dengan daddy-nya di Halaman samping ", Ujar Alisa.


Tak berapa lama setelah Alisa sudah menyiapkan makan malam mereka , Fandi pun datang dengan masih menggendong Rafa, " Sayang, Rafa nya udah tidur lagi nih ", Ujar Fandi.


Alisa terlihat langsung menghampiri Fandi dan mengambil Rafa dari gendongan suaminya tersebut.


" Aku tidurin Rafa dulu ya mas kasihan kalau masih di gendong nanti tidurnya gak nyaman", Ujar Alisa sambil berjalan menuju kamarnya sambil menggendong Rafa.


" Iya sayang ", Jawab Fandi.

__ADS_1


__ADS_2