Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 77


__ADS_3

Ghina langsung saja bangun, apa benar kata kakak nya ini, tapi kakaknya itu tidak mungkin becanda dengan hal yang seperti ini.


"Ghina, kamu masih sadar kan??, kamu segera ke rumah sakit, kakak tunggu" Ghina kemudian segera bersiap tanpa menjawab, ia harus membangunkan Daddy dan Mommy nya, tak mungkin kan kalau Ghina pergi sendiri, jadi ia harus memberi tahu orang tuanya terlebih dahulu, tapi sebelum itu Ghina teringat jika ia belum memberi kabar Calon mertuanya, segera Ghina mencari kontak nomor Mam Tania, dan tak lama setelah itu panggilan tersebut di jawab.


"Halo Ma, assalamualaikum" Ghina pun sedikit berhati-hati untuk berbicara takutnya Mama Tania akan kaget mendengar kabar darinya.


"Iya halo sayang, waalaikum salam, ada apa sayang, kok malam-malam telfon Mama??" Tanya Tania yang sudah bangun dan duduk disandarkan ranjangnya.


"Ma, Mas Zian masuk rumah sakit" Ucap Ghina hati-hati agar tak membuat Mama Tania kaget.


Mata Tania pun membulat, dan seketika air matanya menetes,


"Iya, Mama akan segera ke rumah sakit" Ghina segera menutup ponselnya, ia segera keluar, tak mau mengganti pakaiannya ia tetap masih memakai piyama tidurnya dan segera menuju ke kamar Daddy dan Mommy nya, air matanya sudah mengering, dan ia segera berlari menuju ke kamar Daddy nya.


Ghina segera menggedor pintu kamar Daddy nya, Fandi dan Alisa yang sedang terlelap dalam tidurnya pun seketika kaget.


"Dad, Mom, bukain pintu, Ghina mohon dad" Fandi pun segera bangun mendengar suara Ghina membuat Fandi khawatir.

__ADS_1


Fandi dan Alisa segera turun, dan mereka segera berjalan untuk membuka pintu kamarnya.


Terlihat Ghina yang saat ini sudah berlinang air mata, Alisa pun tampak kaget dan Ghina langsung memeluk dirinya.


"Mom, anterin aku ke rumah sakit, mas Zian masuk rumah sakit Mom" Alisa pun tampak kaget, bukannya tadi saat menjemput Ghina Zian baik-baik saja.


"Zian kenapa sayang??, Zian kenapa??" Tanya Alisa, dan Ghina pun menggeleng, kakaknya tidak menceritakan semuanya secara detail, yang ia dengar adalah Zian berada di rumah sakit.


Fandi yang mendengar pun segera mengambil kunci mobilnya, ia segera mengajak Alisa dan Ghina pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Zian yang saat ini sedang Ditangani oleh dokter.


Sedangkan Tania saat ini tengah menangis di pelukan Niki, mereka saat ini juga tengah menuju ke rumah sakit untuk melihat keadaan putra mereka.


"Mama tenang saja Zian pasti baik-baik saja" tak lama setelah itu mereka pun tiba di rumah sakit, Niko dan Tania pun segera menuju ke IGD, Dan tepat saat Tania datang Ghina, Daddy dan Mommy nya juga datang.


Beberapa saat kemudian Ghani pun keluar dari


IGD, dan Ghani melihat semua anggota keluarga nya dan keluarga adik iparnya datang.

__ADS_1


"Kak bagaimana keadaan mas Zian??" tanya Ghina, Ghani pun menghela nafasnya,


"Alhamdulillah, Zian hanya luka memar saja, dan sebentar lagi dia akan segera sadar" semua yang ada di tempat itu pun terlihat sangat senang, Zian ternyata tidak terluka parah.


Para wanita pun masuk, tinggal lah, Fandi, Niki dan Ghani.


"Ghani, Daddy mau menanyakan sesuatu dengan mu??" Tanya Fandi, Niki pun juga mengangguk, Niki juga ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi dengan putranya sehingga sampai babak belur seperti ini.


"Zian tadi di keroyok preman, Zian mau di rampok Dad, Om" Fandi dan Niko pun saling pandang, tak menyangka jika Zian bisa di rampok seperti ini.


"Lalu bagaimana perampok itu??" Tanya Niko.


"Maaf Om, perampok itu kabur", Ucap Ghani sedikit menyesal seharusnya Ghani bisa menahan perampok itu dan menyerahkan nya kepada pihak kepolisian.


"Maafkan saya yang tidak bisa menahan perampok itu Om" Ucap Ghani.


"Tidak apa-apa, Om sudah berterimakasih kepada karena kamu sudah menyelamatkan Zian" Ucap Niko sambil tersenyum kepada Ghani .

__ADS_1


"Sama-sama Om", Ghani kemudian pergi meninggalkan Daddy dan Niko di depan ruang rawat Zian


__ADS_2