
Ghina merasa mendapat energi baru dengan kembalinya Zian, terlihat sedari pagi tadi senyuman sama sekali tak pudar dari bibir Ghina tentunya.
Nita yang menyadari perubahan dari Ghina juga ikut tersenyum melihat tingkah Ghina.
"Hmm.. lagi ada yang bahagia nih", Nita sengaja berucap seperti itu agar Ghina juga mengerti jika sedari tadi banyak orang yang memperhatikan Dirinya.
"Iya, Dari tadi kita ngelihat Ghina senyum-senyum aja, ya maklum lah kan pak bos kita udah masuk kerja", Ujar salah satu teman Ghina yang juga berada didalam satu ruangan tersebut.
Ghina pun mendongakkan kepalanya, ia pun ikut tersenyum, berapa tidak bahagia, hari ini ia bisa melihat wajah Zian setelah satu Minggu tak bisa melihatnya, hanya terkadang video call untuk melepas rasa rindu Mereka.
"Oh iya Ghin, Kita nih penasaran banget sama Lo, Lo kok nggak bilang sih kalau Lo itu anak pak Fandi dan Bu Alisa??", Tanya salah satu temannya.
"Iya, dan Lo kok mau di tempatin di sini, padahal Lo kan bisa meminta jabatan yang lebih tinggi??", Ghina pun tersenyum mendengar berbagai macam pertanyaan dari para teman-teman nya, ya memang setelah mengetahui siapa Ghina, teman-temannya pun saat ini jadi lebih baik dan lebih menghormatinya.
"Apaan sih kalian ini, terus kalau aku anaknya yang punya perusahaan aku harus minta jabatan yang tinggi??, gitu maksud kalian??", Tanya Ghina, dan lainnya pun mengangguk.
"Aku gak suka jika pekerjaan aku itu di embel-embel i dengan siapa orang tuaku, aku ingin bekerja sesuai dengan kemampuan ku sendiri" Ucap Ghina yang membuat yang lainnya begitu kagum kepada Ghina.
"Ternyata Lo gak gila jabatan ya Ghin, kita salut sama Lo, dan kita juga gak nyangka Lo mau temenan sama kita yang hanya karyawan biasa disini", ujar nya lagi.
__ADS_1
"Kalian semua santai aja dong, aku itu gak memandang seseorang dari latar belakangnya, kalian mau jadi temanku dan mau menerima ku aja aku udah senang dan bahagia sekali", Tak lama setelah pembicaraan mereka akhirnya mereka semua pun terdiam karena Zian tiba-tiba muncul dari balik pintu ruangannya.
"Ghina, Aku ada perlu sama kamu", Ghina kemudian mengangguk, Semua mata tertuju pada Ghina dan Ghina hanya menampilkan senyumannya kepada semua teman-temannya.
Ghina berjalan menuju ke ruangan Zian dan ia segera mengetuk pintu ruangan tersebut.
Ghina pun masuk dan kemudian duduk di sofa tempat dimana Zian duduk dan menunggu nya saat ini.
Baru detik ini mereka saling berdekatan, sejak pagi tadi Ghina dan Zian hanya saling melempar senyum mereka, mereka masih belum saling bertegur sapa atau berbicara.
Zian masih memandang wajah Ghina yang ada didepannya, Wajah yang juga ingin ia lihat dari beberapa hari yang lalu.
"Aku baik-baik saja mas, bagaimana kabar Tante Tania??", Tanya Ghina kepada Zian.
"Alhamdulillah, Mama sehat sayang, oh ya, Mama minta kamu datang kapan-kapan, kamu mau kan??", Tanya Zian yang langsung diangguki oleh Ghina.
"Nanti pulang bareng aku ya, ada yang mau aku bicarakan sama kamu", Ghina pun langsung saja mengangguk, menandakan jika ia mau.
"Iya mas, nanti aku bilang sama Mommy dulu", Ujar Ghina, "Ya udah aku mau keluar dulu ya mas, gak enak sama yang lain kalau kita berduaan disini", Ghina pun segera keluar, dan ia kemudian berjalan menuju ke mejanya, rencananya ia langsung pergi ke ruangan Mommy nya untuk meminta izin kalau Dirinya akan pulang bersama dengan Zian nantinya.
__ADS_1
Ghina kemudian berjalan menuju ke arah ruangan orang tuanya ia menaiki lift dan segera naik ke lantai 15.
Ghina kemudian mengetuk pintu ruangan orang tuanya dan kemudian masuk kedalam nya.
"Assalamualaikum Mom, Dad", Ucap Ghina dan kemudian duduk di sofa yang ada didalamnya.
" Waalaikum salam sayang, tumben datang ke sini??", tanya Alisa yang melihat putrinya yang tak biasa' akan datang dan masuk kedalam ruangan Nya.
"Iya Mom, Lagi ada perlu sama Daddy dan mommy",
"Hmm... Ada apa??", Tanya Fandi kepada Ghina.
"Nanti sore Ghina pulang sama mas Zian Dad, jadi Mommy dan Daddy bisa pulang duluan", Ucap Ghina yang meminta izin.
"Ya udah, tapi pulang nya jangan keseroan ya", Ghina kemudian mengangguk dan berpamitan untuk keluar.
"Ya udah Ghina pamit dulu ya mom, Dad, assalamualaikum", ucap Ghina yang kemudian keluar dari dalam ruangan tersebut.
" Waalaikum salam", Jawab mereka serempak, Alisa senang karena Ghina setidaknya mau meminta izin kepadanya jika ingin keluar bersama dengan Zian, dan Alisa juga senang karena Zian bertanggung jawab kepada Ghina dan tak mengantar Ghina sampai batas waktu yang ditentukan.
__ADS_1