Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 31


__ADS_3

Ghani tiba-tiba kehilangan Ratna, kehilangan jejak wanita yang sedari tadi bersamanya, Ghani mencari dimana keberadaan Ratna, dan ia terus berjalan dan mencari dimana wanitanya itu.


Ratna terlihat memandang ke arah langit, langit yang begitu cerah, banyak bintang gemerlapan dan juga bulan yang bersinar sangat terang.


"Indah sekali, jika setiap malam seperti malam ini aku akan sangat senang sekali, begitu indahnya ciptaan Allah SWT ini, yang menciptakan berbagai macam keindahan alam", Ucap Ratna, dan Ghani mendengar suara Ratna yang sedang berbicara, dan Ghani segera mencari sumber suara tersebut.


terlihat Ratna yang sedang duduk dan menatap langit membuat Ghani langsung saja duduk di samping Ratna.


"Aku cari kamu dari tadi, jangan ninggalin aku seperti tadi, aku jadi bingung", Ucap Ghani dan Ratna masih menatap langit dan tak menghiraukan Ghani yang saat ini sedang berada disampingnya.


"Iya, maaf", Jawab Ratna, dan membuat Ghani menghela nafasnya.


"Kamu capek??, kalau capek aku antar ke kamar mu, kamu bisa istirahat", Ratna kemudian mengangguk dan berdiri, dan Ghani kemudian menggandeng tangan Ratna dan benar-benar mengantar Ratna menuju ke kamar hotelnya.


Setelah sampai didepan kamar hotelnya, Ratna segera masuk, dan Ghani berpamitan kembali ke acara kakaknya karena acara itu belum selesai.


"Aku pergi dulu ya, kalau ada apa-apa telfon aku", Ratna kemudian mengangguk.


"Assalamualaikum, sampai jumpa besok", Ghani kemudian benar-benar meninggalkan Ratna dikamarnya.


"Waalaikum salam mas", Setelah melihat Ghani pergi, Ratna kemudian segera menutup kamar hotelnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang, Entah kenapa Ratna malu sekali dengan perkataan Ghani tadi, apa iya Ghani akan benar-benar menjadikan dirinya istri, dan Ratna pun masih belum tahu.


Satu jam kemudian acara selesai, Disya yang sudah kelelahan kini sudah berada dikamar hotel yang sudah disiapkan khusus untuk pengantin baru itu,


Rafa dan Disya kini sudah berada di kamar,hanya berdua saja tanpa gangguan siapapun saat ini, Disya terlihat sangat canggung, ia bingung, pertama kali ia berada di dalam kamar dengan seorang laki-laki.


Disya kini duduk di depan meja rias yang ada di hotel tersebut, Kini ia sedang sibuk membersihkan make-up nya yang masih menempel diwajah cantik nya.

__ADS_1


Rafa melihat Disya dari pantulan cermin, ia melihat wajah istrinya dari sana, Rafa kemudian menghampiri Disya dan memeluk nya dari belakang.


Disya merasa tubuhnya bergetar ketika Rafa memeluk dirinya dari belakang, dia malu, tapi badannya menerima sentuhan itu.


Disya kemudian berdiri, membuat Rafa melepaskan pelukannya.


"Mau kemana sayang??", tanya Rafa.


"Aku mau ke kamar mandi, ganti baju kak" Ucap Disya yang melangkahkan kakinya ke arah pojok ruangan yang disana ada dua buah koper.


Disya mengambil piyama tidurnya yang sudah ia siapkan sebelum akad nikah nya, semua peralatan dirinya juga sudah siap di dalam koper tersebut.


Disya masuk kedalam kamar mandi dan meninggalkan Rafa sendiri, Disya sengaja, ia ingin sedikit menghindar terlebih dahulu, ia malu, jantungnya sudah berdegup kencang sedari tadi, ia masih gerogi jika berhadapan dengan Rafa yang saat ini sudah sah menjadi suaminya.


Sudah setengah jam lamanya Disya berada di dalam kamar mandi, dan masih belum juga keluar sampai saat ini.


Setelah Disya sudah selesai mandi dan sudah memakai piyama tidurnya, ia kemudian keluar dengan rambut basahnya,


Rafa yang melihat istrinya baru saja mandi kembali tersenyum, ia kemudian mendekat lagi,


"Kakak mau mandi juga, kamu tunggu kakak, jangan tidur dulu", Disya kemudian mengangguk dan Rafa pun masuk kedalam kamar mandi.


Setengah jam kemudian, Rafa telah selesai mandi, dan didalam kamar mandi ia baru sadar jika ia tidak membawa pakaian gantinya yang masih ada di dalam koper miliknya, Jadi terpaksa Rafa akan mengenakan handuk saja keluar dari kamar mandi tersebut.


Terdengar suara pintu terbuka dan Disya Langsung menoleh ke arah pintu tersebut, betapa terkejutnya Disya saat melihat Rafa yang bertelanjang dada dan hanya memakai handuk yang dililitkan dipinggangnya, badan atletis nya begitu terlihat jelas, Dan itu membaut Disya langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kenapa kakak gak pakai baju", mata Disya masih tertutup membuat Rafa ingin sekali menggoda istrinya tersebut.

__ADS_1


Rafa semakin mendekat, dan memeluk istrinya,


"Kenapa matamu di tutup sayang, ini sudah milik kamu loh, hanya kamu yang pernah dan bisa melihat badan kakak", Ucap Rafa, tapi Disya masih tetap dalam pendirian nya dan tak membuka matanya.


Disya masih tak mau, dan semakin mempererat tangannya menutup matanya,


Rafa kemudian memegang tangan Disya dan kemudian melepasnya dengan pelan,


"Sekarang semua yang ada pada kakak itu milik kamu, jadi kamu gak perlu malu seperti ini, ayo buka dong sayang", Perlahan-lahan Disya mengintip dari sela-sela jarinya, dan perlahan juga melepas tangannya yang menutupi wajahnya.


Kini wajah mereka saling bertatapan membuat Rafa kemudian mendekatkan wajahnya, rasa yang sudah lama ia pendam kini dapat tercurahkan kepada wanita nya, kepada wanita yang selama ini ia cintai.


Tepat pukul 4 pagi, adzan shubuh sudah berkumandang, dan perlahan-lahan Disya membuka matanya, badannya terasa sakit semua, semalam tadi Rafa telah membuat badannya remuk sampai pagi ini Disya merasa badannya sakit semua, Bagian bawahnya juga terasa perih, ingin berjalan saja rasanya sangat susah.


Rafa saat ini juga ikut bangun, ia melihat istrinya yang berjalan seperti sedang menahan sakit, ya memang tadi malam cukup membuat Disya tak karuan dan itu membuat Rafa tidak bisa mengontrol dirinya.


"Sayang, kamu baik-baik saja kan, mau kakak bantu??", Tanya Rafa, dan Disya pun mengangguk.


Disya merasa kesusahan, ada yang perih dan ia minta untuk diantarkan ke dalam kamar mandi.


"Makasih ya kak", ucap Disya yang sudah berada di dalam kamar mandi dan melihat Rafa yang sedang menyiapkan air hangat untuknya.


"Tidak perlu berterimakasih, justru kakak yang minta maaf, tidak seharusnya kakak membuat mu seperti ini", ucap Rafa.


"Kakak ngapain minta maaf, itu sudah kewajiban aku sebagai seorang istri, kakak jadi tidak perlu meminta maaf, aku senang kok kak, ini kan yang memang kita tunggu dari dulu", Ucap Disya yang membuat Rafa memeluknya.


"Ya sudah sebaiknya kamu mandi dulu sayang, kakak keluar dulu", Rafa kemudian keluar dan menunggu Disya mandi, dan setelah Disya keluar barulah dirinya yang akan mandi.

__ADS_1


Disya kemudian keluar dari kamar mandi, dan kini Rafa yang bergiliran masuk, Rafa mempercepat durasi mandinya karena ingin sholat berjamaah dengan Disya.


__ADS_2