
Fandi pun menatap istrinya yang sedang berada disampingnya, Fandi kemudian menarik Alisa pelan dan mendudukkan nya di pangkuan Fandi.
" Apa kamu sudah mulai bosan sayang ??", Tanya Fandi kepada Alisa sambil mengelus pipi chubby nya.
" Iya mas, katanya tadi kamu mau ngajak aku kesuatu tempat, tapi mana aku malah di ajak ke resto ", Ucap Alisa cemberut.
Fandi pun hanya tersenyum, " Iya sabar dulu sayang, mas tinggal sedikit kok, habis ini kita keluar ya ", Ucap Fandi membujuk Alisa agar Alisa kembali tersenyum.
Fandi tidak mau membuat Alisa marah untuk hari ini, Fandi hanya ingin membuat istrinya tersenyum disaat hari ulang tahunnya.
" Sebaiknya kamu kembali ke sofa aja, kamu istirahat dulu sayang, emang pinggangnya gak sakit ", Tanya Fandi yang sering melihat Alisa mengalami sakit pinggang akhir-akhir ini.
" Iya mas, aku mau berbaring aja di sofa ", Ucap Alisa yang berjalan kembali menuju sofa.
Fandi kemudian segera menyelesaikan pekerjaannya karena merasa kasihan kepada istrinya tersebut.
Setengah jam kemudian Fandi pun sudah menyelesaikan pekerjaannya dan segera mematikan laptopnya. Fandi kemudian berjalan ke arah sofa untuk membangunkan istrinya Secara pelan-pelan agar tidak membuatnya kaget.
"Sayang ???,Ayo bangun ", Ucap Fandi sambil menepuk pipi Alisa secara pelan.
Alisa pun menggeliat dengan pelan, kemudian Alisa mengerjapkan matanya dan perlahan membuka matanya.
" Kenapa mas ??", Tanya Alisa kepada Fandi.
" Ayo kita pergi, aku sudah selesai ", Ucap Fandi kepada Alisa.
Alisa pun segera merubah posisi tubuhnya, kini Alisa sedang duduk disofa tersebut untuk mengembalikan kesadarannya.
Alisa kemudian mengangkat tangannya untuk melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.
" Ya Allah mas, ini kan udah sore ", Ucap Alisa kaget.
" Iya sayang, ini memang sudah sore, maaf tadi aku tidak membangunkanmu tadi ", Ucap Fandi.
Fandi pun segera mengajak Alisa untuk keluar dari ruangannya, Semua karyawan resto tersebut seketika melihat bosnya yang sudah keluar dari dalam ruangannya.
Fandi dan Alisa pun segera memasuki mobilnya dan mulai menjalankannya.
Fandi pun menatap jalan di depannya dengan serius, sama dengan Fandi, Alisa kini juga sedang menatap kerah depan.
" Mas kita sebenarnya mau kemana ??", Tanya Alisa.
__ADS_1
" Kamu sabar dulu sayang, nanti kamu pasti akan tahu , Ucap Fandi.
Satu jam kemudian, Mobil Fandi kini tengah memasuki area perumahan elit,
Dan setelah melewati beberapa blok, akhirnya mereka pun sudah sampai di depan rumah megah tersebut.
Fandi pun segera mengajak Alisa untuk segera turun,
" Ayo sayang, kita turun ", Ajak Fandi sambil menggandeng tangan istrinya.
Alisa pun masih saja dengan kebingungannya, " Mas ini rumah siapa ??, dan mau apa kita kesini??", Tanya Alisa yang masih dengan rasa penasarannya.
Mereka pun melangkahkan kaki menuju kerumah tersebut, setelah sampai didepan pintu depan Fandi segera mengetuk pintu rumah tersebut dan tak lama kemudian Bi Jum sudah membukakan pintu untuk mereka.
" Selamat datang, Den, Nona ", Ucap Bi Jum yang sedang menyambut kedatangan Fandi dan Alisa.
Alisa pun semakin bingung karena melihat Bi Jum yang berada dirumah ini, " Bibi kok bisa ada disini ?", Tanya Alisa.
Fandi pun segera memberi isyarat agar Bibi tidak mengatakan apapun kepada Alisa.
" Oh iya Non, ayo silahkan masuk ", Ajak Bi Jum kepada Alisa dan Fandi.
Saat sudah berada didalam, Alisa langsung dikagetkan oleh suara Orang-orang yang tak asing ditelinga Alisa.
Satu persatu mereka pun keluar dari balik tembok yang mengahalangi ruang tamu tersebut.
Terlihat Papa Ardi, Kakek Bagas, Papa Dimas dan Mama Mira juga sudah ada disana dengan membawa sebuah kue tart untuk merayakan ulang tahun Alisa.
Alisa merasa sangat terharu dengan kejutan yang Fandi buat untuk Alisa, Alisa nampak bahagia karena orang yang Alisa sayangi tengah berkumpul untuk merayakan ulang tahunnya.
" Selamat ulang tahun sayang ", Ucap Fandi sambil menyerahkan seikat bunga mawar merah besar untuk Alisa.
Alisa pun menerima bunga tersebut dengan sangat senang, Dengan penuh air mata kebahagiaan Alisa segera memeluk suami yang sangat ia cintai tersebut.
" Makasih ya mas, aku gak nyangka mas gak lupa ulang tahunku ", Ucap Alisa kepada Fandi.
Fandi kemudian segera mengatupkan wajah Alisa, " Aku tidak akan pernah lupa ulang tahun mu sayang, Apa kamu suka ??", Tanya Fandi yang langsung diangguki oleh Alisa.
Alisa kini beralih menuju kerah Papa nya,
" Selamat ulang tahun putri kesayangan Papa", Ucap Papa Ardi.
__ADS_1
"Terimakasih pah, Apakah Papa juga ikut dalam rencana ini?? ", Tanya Alisa sambil memeluk Papanya.
" Ini semua rencana suami mu, Papa hanya mendukung nya saja ", Ucap Papa Ardi sambil tersenyum.
Papa Ardi kemudian memberikan sebuah kotak kecil untuk Alisa, " Ambillah sayang", Ucap Papa Ardi kepada Alisa.
Alisa kemudian mengambil kotak tersebut dengan sangat senang, kemudian Alisa segera membuka kado tersebut dan terlihat sebuah kunci mobil yang ada didalam kotak tersebut.
" Ini untuk putri kesayangan Papa, Papa mohon jangan menolaknya ", Ucap Papa Ardi.
Alisa pun memeluk Papanya kembali, " Terimakasih ya pah , Ucap Alisa sambil tersenyum.
Alisa kemudian beralih menuju ke arah kakek nya, ia cium punggung tangan kakek nya lalu segera Alisa peluk kakeknya " Selamat ulang tahun cucuku, sekarang kamu benar-benar sudah besar, aku bangga kepadamu ", Ucap Kakek kepada Alisa.
Alisa pun tersenyum dan melepas pelukan kakeknya, " Terimakasih kek, kakek memang kakek terbaik buat Alisa ", Ucap Alisa.
Setelah itu Alisa berjalan menuju ke arah Mama Mira, Mama Mira dengan sangat bahagia memeluk menantunya tersebut, " Selamat ulang tahun sayang, Mama sangat berterimakasih kepada mu sayang sudah mau menjadi bagian hidup putra Mama, sayangi dia dan cintai di buat Mama", Ucap Mama Mira.
" Iya Mah, terimaksih ", Ucap Alisa sambil memeluk erat Mama Mira.
Papa Dimas pun tersenyum ketika Alisa datang dan mencium tangannya , " Selamat ulang tahun Alisa ", Ucap Papa Dimas.
" Terimakasih Pah ", Ucap Alisa kepada Papa Dimas.
Setelah itu mereka pun kembali berkumpul karena Fandi sudah menyiapkan kue khusus untuk Alisa , mereka pun akhirnya memulai pesta keluarga tersebut.
Setelah acara selesai kini giliran Fandi yang memberi kejutan yang ia sudah siapkan tadi,
" Sayang, aku ada satu lagi kado buat mu ", Ucap Fandi sambil tersenyum.
" Mas, kado apa lagi, itu tadi sudah cukup buat aku, aku sangat bahagia sekali ", Ucap Alisa.
Kemudian tangan Fandi pun tiba-tiba terangkat menutupi mulut Alisa dengan satu jarinya.
" Itu belum cukup sayang ", Ucap Fandi sambil mengeluarkan sebuah kunci dari dalam sakunya lalu ia berikan kepada Alisa.
" Ini sayang ", Ucap Fandi yang membuat Alisa bingung.
" Kunci mas ???", Ucap Alisa bingung.
" Iya sayang, ini kunci rumah ini, rumah ini aku belikan khusus buat kamu, buat kita nanti dan anak kita ", Ucap Fandi yang membuat Alisa seketika memeluk Fandi dengan erat.
__ADS_1