Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
105


__ADS_3

Satu bulan kemudian Fandi kini tengah sibuk di dalam ruangannya karena akan diadakan peresmian restonya yang baru yang ada di Surabaya.


Alisa yang kini tengah berada dirumah sedang melakukan aktifitas biasanya untuk sekedar jalan-jalan pagi di halaman rumahnya.


" Selamat pagi Mbak ", Ucap salah satu ibu-ibu yang lewat di depan Rumahnya.


" Selamat siang juga Bu ", Jawab Alisa sambil tersenyum.


" Wah kayaknya Mbak Alisa lagi olah Raga ya??", Tanya Ibu Tuti yang letak rumahnya tak jauh dari rumah Alisa.


" Iya Bu ", Jawab Alisa.


Alisa dan Bu Tuti sedang berbincang-bincang membicarakan keseharian mereka,


" Udah berapa bulan Mbak??", Tanya Bu Tuti sambil mengarahkan pandangan nya ke arah perut Alisa.


" Sudah sembilan bulan Bu, tinggal menunggu tanggal HPL nya ", Ujar Alisa.


" Semoga dilancarkan ya mbk ", Ujar Bu Tuti.


" Amin Bu, terima kasih doa nya ", Ujar Alisa.


Bu Tuti kembali ke rumahnya, sedangkan Alisa kembali melakukan aktivitas nya yang sempat tertunda tadi.


Bibi pun datang dari belakang dengan membawa segelas jus jambu untuk Alisa yang tengah berada di teras rumahnya.


" Silahkan Nona ", Ujar Bibi meletakkan segelas jus yang ia bawa tadi.


Dengan anggukan kepala dan senyuman Alisa pun segera meminum jus tersebut.


" Terimakasih ya bi, ini enak sekali ", Ujar Alisa yang sudah merasakan basah di tenggorokan nya.


Alisa masih berada di teras rumahnya sambil menetralkan nafasnya sehabis olah raga tadi.


Peluh di dahi Alisa juga masih terus menetes,


Saat Alisa ingin beranjak dari duduknya tiba-tiba Alisa merasakan perutnya sakit dengan sangat hebat, Alisa kemudian mencoba untuk berdiri tapi dia tidak bisa, Alisa hanya bisa meringis menahan sakitnya saat ini.


Pak satpam yang melihat Alisa kesakitan di halaman rumah langsung saja berlari menghampiri Alisa.


" Nyonya, Anda kenapa??", Ujar Pak satpam yang seketika panik melihat Alisa yang tengah kesakitan.


" Tolong saya Pak, perut saya sakit ujar Alisa yang wajahnya sudah berubah menjadi pucat.


Dengan cepat Pak satpam berlari untuk memanggil Bi Jum yang sedang berada di dapur.

__ADS_1


Dengan langkah lebar pak satpam pun berlari menuju ke dalam.


" Bi, Bi, ", Ujar pak satpam setengah berteriak dan panik.


Bibi yang mendengar teriakan pak satpam langsung saja berlari menghampirinya.


" Ada apa pak Udin ??", Tanya bibi sambil menghampiri pak Udin.


" Itu Nyonya, nyonya kesakitan di depan ", Ujar pak Udin kepada Bi Jum.


Dengan setengah berlari Bi Jum kemudian keluar dari dalam rumah.


Bi Jum tidak bisa lari terlalu cepat karena usianya juga tak memungkinkan untuk berlari cepat.


Setelah berada di luar bi Jum juga semakin panik dengan melihat keadaan Alisa sekarang.


" Aduh Non, Sabar ya, Bibi telfon den Fandi dulu ", Ujar Bibi.


Alisa pun semakin kesakitan Bibi pun tambah semakin bingung.


" Ya Allah gimana ini pak, apa sebaiknya kita langsung bawa ke rumah sakit ", Ujar Bi Jum kepada pak Udin.


" Ya udah ayo Bi kita bawa langsung saja ke rumah sakit, kasihan Nyonya ", Ujar Pak Udin.


Meskipun pak Udin sudah setengah tua tapi dia masih tetap kuat untuk menggendong Alisa kedalam mobil.


Bibi yang sudah mengambil perlengkapan untuk Alisa segera masuk kedalam mobil.


Didalam mobil Alisa masih terus merasakan sakit yang kadang datang kadang pergi, Setelah sakit yang berangsur menghilang Alisa segera mengambil ponselnya dan segera menelfon Fandi.


Fandi yang berada di kantor kemudian melihat ponselnya yang kini tengah berbunyi di atas mejanya tersebut.


Setelah melihat nama di layar ponselnya Fandi dengan segera mengangkat panggilan tersebut.


" Halo sayang, ada apa ??", Tanya Fandi sedikit santai.


"Mas tolong aku, Seperti nya aku mau melahirkan ",Ujar Alisa sambil meringis menahan sakit.


Fandi dengan segera bangkit dari tempat duduknya setelah mendengar apa yang dikatakan istrinya.


Kemudian Fandi mendengar istrinya yang kesakitan.


" Ya Allah Mas sakit ", Ujar Alisa.


Kemudian ponsel Alisa dengan segrya di ambil oleh Bibi.

__ADS_1


" Den Nona mau melahirkan, sekarang kami menuju ke rumah sakit ", Ujar Bibi.


" Ok, tunggu saya bi, saya akan segera kesana", Ujar Fandi yang langsung meraih kunci mobil nya.


Fandi kemudian segera melesatkan mobilnya menuju ke arah rumah sakit yang sudah di intruksikan oleh Bibi.


" Tunggu mas sayang ", Ujar Fandi yang melajukan mobilnya sangat cepat.


Beberapa kali Fandi memencet klaksonnya saat ada beberapa mobil yang menghalangi jalan yang ada di depan Fandi.


Alisa kini tengah sampai Dirumah sakit dan sudah di baringkan di barankar rumah sakit, Dokter Tamara yang menjadi dokter Alisa segara memeriksa kandungan Alisa pada saat Alisa sudah sampai di ruang UGD.


" Nona Alisa, ini masih pembukaan dua jadi anda harap sabar ya untuk menanti pembukaan selanjutnya ", Ujar dokter Tamara.


Fandi yang baru saja sampai di area parkir segera menakutkan mobilnya di sembarang tempat sehingga membuat satpam yang ada di rumah sakit tersebut sedikit kesal.


" Maaf pak, tolong parkiran mobil saya, istri saya mau melahirkan ", Ujar Fandi sambil menyerahkan kunci mobil kepada satpam tersebut dan kemudian langsung berlari menuju UGD tempat istrinya sekarang.


Setelah masuk kedalam UGD Fandi langsung melihat istrinya yang tengah menahan rasa sakitnya, peluhnya juga sudah menetes sedari tadi di dahi Alisa.


" Mas sakit ", Ujar Alisa yang sudah meneteskan bulir bening air matanya.


" Iya sayang sabar, demi anak kita ", Ujar Fandi.


Fandi masih terus mengelus perut istrinya, istrinya terlihat kembali menahan sakit yang luar biasa sampai tanpa sadar Alisa mencengkeram baju Fandi sampai berantakan.


Beberapa saat kemudian rasa sakit yang Alisa rasakan berangsur hilang, Alisa dapat berbicara seperti biasanya tanpa menahan apapun.


Fandi yang melihatnya juga merasa lega karena Alisa tak merasakan sakit lagi.


" Sayang mau makan ??", Tanya Fandi.


Alisa kemudian mengangguk, Fandi kemudian mengambil makanan yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit yang baru saja di antar.


Suapan demi suapan sudah mendarat di mulut Alisa, kini giliran suapan terakhir tiba-tiba perut Alisa kembali sakit sehingga Alisa tak dapat mengunyah makanannya lagi.


Ber jam-jam kemudian Alisa tambah merasakan sakitnya yang sangat hebat sehingga membuat Fandi tak tega dan kemudian juga ikut meneteskan air matanya


" Sayang, kamu cepat keluar ya, kasihan Mommy mu ", Ujar Fandi sambil terus mengelus perut Alisa.


" Mas aku sudah tidak kuat lagi mas, sakit", Ujar Alisa sambil terus meneteskan air matanya.


Kemudian dari arah pintu Mama Mira datang dengan Papa Dimas dan juga Papa Ardi beserta Kakek.


Mereka kemudian segera masuk dan melihat keadaan Alisa saat ini.

__ADS_1


__ADS_2