
Rafa pulang dengan penampilan acak-acakan nya. dengan jas yang ia tenteng bersama tas kerjanya dan dasi longgar nya.
"Assalamualaikum", Ucap Rafa saat memasuki rumahnya itu. Sudah pukul setengah enam sore ternyata. Dan Rafa baru saja sampai di rumahnya.
Tak ada sahutan sama sekali. Rafa menutup pintu rumahnya kembali. Berjalan mencari dua orang tersayang nya yang tidak muncul saat dirinya pulang.
Suasana rumah terlihat sangat sepi sekali. Bahkan setelah Rafa berjalan ke dapur tidak ada istrinya disana. Dan bisa dipastikan jika Disya saat ini sedang berada di kamar mereka.
Rafa kembali berjalan. Menaiki tangga menuju ke arah kamar utama yang berada di lantai atas.
Samar-samar terdengar suara televisi yang sedang berbunyi. Acara tv anak-anak tepat nya yang ia dengar di telinganya.
Rafa kembali membuka pintu. Di dalam sana ternyata Istri dan anaknya berada.
"Assalamualaikum", Rafa mengucapkan salam untuk yang kedua kalinya. Dan setelah mendengar suara suaminya dengan reflek Disya menoleh dan kemudian berdiri dari tempat duduknya.
"Waalaikum salam, Tumben pulang sore??", Tanya Disya sambil mencium punggung tangan suaminya.
"Iya. Lagi banyak pekerjaan", Disya mengambil jas dan tas yang suaminya bawa dan meletakkan nya di tempat yang semestinya.
Rafa kemudian duduk di sofa tempat istrinya duduk tadi sambil terus merenggangkan dasinya yang masih tetap berada di lingkar lehernya.
"Mau mandi sekarang??, aku siapkan airnya", Ujar Disya menawarkan agar suaminya bisa terlihat segar setelah mandi.
"Iya. Gerah sayang. Tapi boleh nggak mandinya sama kamu??", Ujar Rafa menggoda istrinya yang saat ini sedang berjalan ke arah kamar mandi yang berada di dalam kamar nya.
Disya pun menoleh dan memperlihatkan senyum malunya disana.
"Kalau mandi bareng Fasya sama siapa??", Tanya Disya seolah mengiyakan permintaan suaminya. Tapi disalah satu sisi bagaimana mereka berdua melakukannya. putri nya tidak ada yang menjaga kecuali saat ini sedang tidur.
"Kapan-kapan aja. Tunggu mama datang", Ujar Rafa sambil mengingat jika Mama mertuanya akan datang ke rumah ini dalam beberapa waktu dekat ini.
"Terserah kamu saja", Disya kembali berjalan dan masuk kedalam kamar mandi. Beberapa menit kemudian Disya kembali keluar dan memberi tahu jika air sudah siap.
"Sudah siap, Tinggal mandi", Disya berjalan lagi dan mengambil sesuatu yang sudah terletak disana. Sebuah handuk dan kemudian di berikan kepada suaminya.
"Terimakasih sayang", Rafa kemudian masuk kedalam kamar mandi. Disya dan Fasya pun meneruskan menonton acara televisi yang membuat anak itu terus tertawa sejak tadi.
__ADS_1
Lima belas menit kemudian. Rafa keluar dari kamar mandi dengan wajah segarnya. Rambut basah nya mampu membuat tingkat Ketampanan laki-laki itu meningkat. membuat istrinya yang melihat merasa tersipu malu.
Rafa hanya berbalut handuk saja. Bahkan bagian atas nya di biarkan Ter ekspos. Badannya yang atletis memperlihatkan jika dirinya tak pernah absen dengan olah raganya setiap Minggu.
Sedari tadi Rafa hanya mondar-mandir saja. Bahkan untuk mengambil baju saja enggan. Dia ingin dirinya benar-benar di urus oleh istrinya. Meskipun dengan pakaian yang akan ia pakai.
Sudah tiba saatnya Sholat Maghrib, Rafa dan Disya melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim dengan sholat Maghrib berjamaah. Ini hal yang tak pernah absen di lakukan saat Disya sedang tidak kedatangan tamu bulanan nya.
"Masih lama sayang??", Tanya Rafa saat dirinya melipat sajadah yang ia pakai untuk sholat tadi
"Lama???. Maksudnya ??", Tanya Disya tak mengerti yang diberikan pertanyaan tidak jelas oleh suaminya.
Rafa tersenyum sendiri. Benar juga, Dirinya memberikan pertanyaan yang tidak jelas. membuat istrinya juga Bingung mau menjawab seperti apa.
"Tamu bulanan kamu masih lama??", Akhirnya Disya mengerti maksud dari suaminya itu.
"Dua munggu lagi, Kenapa??. Bukannya biasanya kamu selalu hafal??", Tanya Disya.
Memang biasanya Rafa mengerti kapan istrinya akan kedatangan tamu bulanan nya.
"Aku benar-benar lagi pusing. jadi aku benar-benar lupa", Ujar Rafa yang kini menyenderkan tubuhnya di Sandaran ranjang tempat tidur nya.
"Boleh. Tapi aku lapar mau makan dulu",
"Sebentar. Tunggu Fasya nya tidur dulu", Rafa pun mengangguk dan dengan sabar menunggu sang istri untuk menidurkan putri kesayangannya itu. Sambil memainkan ponselnya Rafa kembali teringat jika Mommy nya sangat merindukan Disya dan Fasya.
"Sayang. Mommy tadi telepon. Katanya kangen.
Nanti kita telpon mommy lagi", Disya pun mengangguk. Memang setelah dua hari pindah di rumah ini Disya belum menelpon mama mertuanya sama sekali.
"Iya. Aku juga beberapa hari ini nggak menghubungi mama sama sekali",
"Nanti kita telpon setelah makan", Ujar Disya lagi.
Terlihat Fasya sudah terlelap. kini tinggal Disya akan memindahkan Fasya di ranjang box nya agar aman saat di tinggal makan malam nanti.
"Yuk sayang. Katanya lapar", Rafa pun bangkit dari duduknya dan berjalan mengikuti istrinya yang keluar dari dalam kamarnya.
__ADS_1
Rafa duduk di meja makan yang minimalis itu. sedangkan Disya saat ini tengah memanaskan makanan yang di masak Bu asih sore tadi.
Mereka berdua makan malam bersama, Hanya berdua. Yang biasanya mereka ramai-ramai di rumah mamanya Kini hanya berdua Rafa dan Disya.
Setelah makan Rafa mengeluarkan ponselnya sambil menunggu Disya yang sedang mencuci piring Rafa menepati janjinya untuk menelepon mommy nya yang sudah sangat rindu dengan menantu dan cucunya.
"Assalamualaikum", Ucap Rafa saat telepon sudah di terima oleh Mommy nya.
"Waalaikum salam Fa", Jawab Alisa yang merasa sangat bahagia.
"Mana Disya??", Tanya Mommy nya yang langsung menanyakan menantu kesayangan nya itu.
"Lagi cuci piring Mom, sebentar lagi selesai", Ujar Rafa.
"Kamu gak bantuin istri kamu Fa??", Tanya Alisa. Alisa Sebenarnya merasa kasihan jika harus melepas anak dan menantunya itu. Tapi semua itu harus ia lakukan karena anaknya ingin hidup mandiri bersama istrinya.
"Aku lagi capek Mom. Urusan di perusahaan lagi banyak",
"Tapi lain kali kamu harus bantuin istri kamu. Kan kalian masih belum ada pembantu", Ujar Alisa.
"Mau mommy kirimkan art dari sini. kita ambil Art yang biasanya kerja sama kita", Tambah Alisa lagi.
"Hmm.. Seperti nya nggak perlu Mom, aku udah punya art disini",
Tak lama setelah itu Disya sudah selesai dan duduk di samping Rafa.
"Assalamualaikum Ma", Ucap Disya. Rasa kangen Disya kepada Alisa sama dengan rasa kangen Disya kepada Mama kandung nya sendiri.
"Waalaikum salam sayang. Gimana kabar kamu. Kamu sehat kan. Gak ada masalah kan disana??", Pertanyaan bertubi-tubi pun sudah di lontarkan oleh Alisa kepada menantunya itu.
"Alhamdulillah Ma, Aku sehat. Fasya juga sehat",
"Alhamdulillah. Mama senang mendengarnya.
"Mama juga jaga kesehatan. Nanti kalau ada waktu. Kami pasti pulang ke rumah ma. Disya akan ajak mama ke sini",
Alisa mendengar kabar anak menantunya sehat merasa sangat lega sekali. Ingin sekali Alisa pergi ke sana. Tapi di rumah itu pun saat ini juga sedang sibuk. Acara pernikahan Ghani tak lama lagi akan di selenggarakan.
__ADS_1
Sebenarnya ini ngetiknya tengah malam tadi. tapi baru bisa up saat ini.
semoga suka selamat membaca.