
Tania hari ini sudah memantapkan hatinya untuk segera berterus terang kepada keluarga Fandi tentang penyamaran nya selama ini sebagai baby sitter Rafa.
" Aku akan jujur kepada mereka besok ", Ujar Tania sambil menatap lurus kearah cermin didepannya.
Entah apa yang terjadi besok, Tania pun tak dapat membayangkan bagaiman reaksi Fandi dan Alisa tentunya, apalagi Bu Mira, aku tidak yakin jika beliau mau memaafkan ku.
Tania masih duduk didepan cermin tempatnya berdandan, tak lama kemudian ponselnya berbunyi dan terlihat dengan jelas nama Niko yang sedang menelfonnya.
Ada seulas senyuman yang terukir di bibir tipis Tania, mungkin Tania sudah mulai jatuh cinta dengan Niko, segera Tania mengambil ponselnya dan menggeser layar berwarna hijau disana.
Tania Kemudian menempelkan ponselnya di telinganya dan terdengar suara Niko yang kini memanggil namanya berulang kali.
" Iya Nik, halo ", Jawab Tania yang sudah tersadar dari lamunannya.
" Aku kira kamu tidak mau bicara denganku ", Ujar Niko yang tadi sempat khawatir karena Tania hanya diam saat ia panggil beberapa kali.
" Maaf nik, aku sedang tidak berkonsentrasi, ada apa kamu menelfonku ??", Tanya Tania karena baru siang tadi Niko pulang dari rumahnya.
" Apa aku mengganggumu ??", Tanya Niko kepada Tania yang seketika membuat Tania tak enak kepada Niko.
" Oh nggak, kamu tidak menggangguku ",Ujar Tania merasa bersalah.
Tania Kemudian berpikir bagaimana cara mencairkan suasana karena takut Niko marah kepadanya.
" Nik, boleh aku minta tolong ???", Tanya Tania kepada Niko.
Niko pun kemudian tersenyum senang karena Tania mau melibatkan segala urusannya saat ini.
" Iya Tan, apa yang bisa aku tolong ??", Tanya Niko.
" Aku besok malam mau kerumah Fandi, maukah kamu mengantarku dan juga menemaniku kesana, jujur saja aku tidak punya keberanian saat ini ", Ujar Tania.
" Baiklah Tan, aku mau menolongmu dan mengantar mu kerumah Fandi ", Jawab Niko.
Niko sangat senang jika Tania meminta tolong kepadanya dan mau melibatkan dirinya dengan urusannya, ia ingin menjadi laki-laki berguna yang bisa membantu dan melindungi Tania dimana pun Tania berada.
" Kalau gitu, besok malam aku akan menjemputmu di rumahmu ", Ujar Tania.
" Baiklah, terimaksih ", Jawab Tania dengan senangnya.
Perasaan Niko terhadap Tania sangat dalam sehingga membuat Niko enggan jauh dari wanita yang mampu mencuri hatinya saat berada di luar negri, wanita yang ia temui saat sedang tidak punya apapun disana.
🌼🌼🌼
__ADS_1
Keesokan paginya Alisa dan Fandi sudah bersiap untuk pergi bekerja seperti biasanya, dan Alisa dan Fandi sebenarnya saat ini tengah menunggu Tania datang kerumahnya pagi ini.
Sudah pukul 7 pagi, tapi Tania masih belum menampakkan dirinya di rumah itu, kemanakah dia ??.
Fandi dan Alisa memang pagi ini sengaja menunggu nya datang,
" Mas, Tania belum juga datang ", Ujar Alisa kepada Fandi.
" Iya sayang, tumben dia belum datang, biasanya pagi-pagi sekali dia sudah Sampai disini ", Ujar Fandi.
Setelah menunggu terlalu lama akhirnya Fandi dan Alisa memutuskan untuk segera berangkat menuju ke kantornya karena waktu sudah menunjukkan pukul 7 lewat 15 menit.
Di pergelangan tangan Fandi sudah melingkar jam tangan yang Alisa berikan untuknya kemarin, dan Fandi pun sangat senang mendapat hadiah dari istrinya tersebut.
" Terimakasih sayang ", Ujar Fandi sambil mencium bibir istrinya saat memasangkan seat belt di badan Alisa.
" Untuk ??", Tanya Alisa tak mengerti.
" Untuk hadiah yang kamu berikan, mas sangat suka ", Ujar Fandi.
Alisa pun tersenyum, " Alhamdulillah jika kamu menyukai nya mas, tapi maaf harganya tidak terlalu mahal ", Ujar Alisa.
" Mas tidak perduli dengan harganya sayang, yang penting hadiah ini pastinya ada cinta didalamnya yang kamu berikan kepada mas ", Jawab Fandi.
" Kamu kapan belinya sayang, kok mas gak tau ??", Tanya Fandi kepada Alisa.
" Ya kemarin mas, waktu kita di mall ", Jawab Alisa yang membuat Fandi mengerutkan keningnya.
" Kapan??, kenapa mas sampai tidak tahu kalau kamu keluar dari toko tersebut "
" Ada deh mas, kamu gak perlu tahu ", Jawab Alisa.
" Mulai main rahasia-rahasiaan ya ??", Tanya Fandi yang kemudian menepikan mobilnya di pinggir jalan.
Alisa seketika menoleh ke arah samping, mengapa mobilnya menepi, atau mungkin mogok ??.
Fandi kemudian mendekat ke wajah istrinya tanpa Alisa sadari, ketika Alisa hendak menoleh kembali wajahnya bertabrakan dengan wajah suaminya dan tepat sekali bibir mereka pun menyatu saat itu.
Fandi dengan segera mel*umat bibir istrinya dan membuat Alisa langsung memelototkan matanya.
Fandi masih saja menjelajahi rongga mulut istrinya sampai mereka sama-sama tidak bisa bernafas.
" Mas ,kamu ", Ujar Alisa sambil memukul pelan lengan suaminya.
__ADS_1
" Itu hukuman buat kamu yang sudah main rahasia sama mas ", Ujar Fandi.
Alisa pun mendengus kesal, ternyata mobilnya tidak mogok hanya saja suaminya yang melakukan itu semua agar bisa mencium dirinya di tempat umum seperti ini.
" Mas apa kamu gak sadar,ini tuh di jalan kamu main cium-cium aja ", Ujar Alisa kesal.
Fandi pun hanya tersenyum tanpa rasa bersalah sama sekali seolah tidak terjadi apa-apa barusan.
" Kalau kejutan itu, gak akan di bocorin mas ", Ujar Alisa.
" Sekarang lebih baik mas hidupin lagi mobilnya, aku gak mau sampai ada polisi yang akan datang karena kita berhenti tiba-tiba seperti ini ",
Fandi pun dengan segera melanjutkan Kembali perjalanan nya untuk mengantar istrinya menuju kantor.
" Maaf sayang, aku gak bisa antar kamu ke dalam, aku udah kesiangan ", Ujar Fandi sambil membuka seat belt di badan istrinya.
" Itu salah kamu sendiri mas, siapa suruh buat mesum pagi-pagi dijalan ", Ujar Alisa yang masih cemberut.
Alisa Kemudian keluar dari dalam mobil Suami nya setelah mencium tangan suaminya dan tak lupa satu ciuman di pipi untuk menambah semangat Fandi dalam bekerja.
" Hati-hati ya mas, jangan ngebut ", Ujar Alisa menasehati Suaminya.
"Iya sayang, aku berangkat ya, assalamualaikum ", Ucap Fandi sambil mengemudikan mobilnya keluar dari Bachtiar Group.
" Waalaikum salam ", Jawab Alisa dan kemudian berbalik arah dan memasuki kantornya.
Banyak karyawan yang sedari tadi menyaksikan Bosnya bersama suaminya membuat beberapa dari mereka tersenyum sendiri melihat kemesraan mereka berdua.
" Assalamualaikum ", Ucap Alisa saat masuk kedalam gedung kantornya.
" Waalaikum salam hu ", Jawab kedua resepsionis tersebut dengan tersenyum.
Alisa segera masuk ke dalam lift, tak lama kemudian Alisa sudah sampai di lantai 15, lantai dimana tempat ruangannya berada.
Terlihat Nisa sudah berada di mejanya dan sedang menata meja kerjanya.
" Assalamualaikum nis , Ucap Alisa.
" Waalaikum salam Bu, Ruangan ibu sudah saya bersihkan ", Ujar Nisa kepada Alisa.
" Terimakasih ya Nia, dan terimaksih sudah membantu saya kemarin ", Ujar Alisa.
" Iya Bu sama-sama ", Jawab Nisa dengan senyuman.
__ADS_1