Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
162


__ADS_3

Fandi dan Alisa tak menyangka jika Tania akan datang dan berbicara jujur.


Mereka kira Tania akan merencanakan sesuatu yang lebih buruk lagi kepada keluarga kecil mereka.


Dan saat ini tepat dihadapannya Tania datang dengan seseorang yang entah siapa dan masih belum memperkenalkan dirinya.


"Aku sudah tau semuanya Mbak, sebelum kamu menceritakan ini semua. Awalnya aku marah, aku takut jika kamu akan bertindak jahat kepada Rafa, tapi setelah melihat bagaimana sikap kamu selama disini aku tahu kamu sudah berubah ", Ucap Alisa dengan memanggil Tania dengan sebutan mbak karena usia mereka yang terpaut 4 tahun lebih tua dari Alisa.


" Terimakasih sudah mau memaafkan ku, aku tau aku salah, maafkan aku duku yang pernah jahat kepadamu ", Jujur Tania dengan rasa penyesalannya.


Terlihat Fandi masih memikirkan sesuatu, mungkinkah dia sudah benar-benar berubah, Fandi pun terus larut dalam pemikirannya sendiri saat ini tanpa mendengar pembicaraan antara istrinya dan Tania.


" Lalu bagaimana dengan mu Fand ??, Apa kamu mau memaafkan segala kesalahanku selama ini ??",


Fandi yang merasa namanya disebut langsung saja mendongakkan kepalanya, ia mulai tersadar dari lamunannya dan kembali menatap Tania dan Niko yang ada di depannya.


" Iya aku memaafkan mu, tapi apa semua ucapan mu bisa dipertanggungjawabkan nanti ?? ", Fandi masih menatap Tania tak percaya, Fandi sedikit takut jika Tania akan berbohong kembali.


" Iya Fand, aku tidak bohong, aku sekarang benar-benar berubah ".


Lalu kini giliran Alisa yang sedari tadi penasaran dengan laki-laki yang bersama dengan Tania, laki-laki tersebut terlihat sangat tenang sekali sedari tadi dan berulang kali menyunggingkan senyumnya ketika Tania menatapnya kembali.


Tak lama kemudian Bi Jum datang membawa minuman dan Beberapa camilan, bi Jum terlihat menatap Tania, Bi Jum ingat Tania dulu pernah datang kerumah Alisa saat Alisa belum menikah dengan Fandi, saat itu Tania tengah mengucapkan kata-kata kasar kepada Pak Ardi dan Alisa.


Bi Jum yang tak mau ikut campur akhirnya pergi menuju dapur untuk meletakkan nampan dan kembali ke kamar atas untuk menemani Rafa yang tengah tidur.


" Silahkan ", Ucap Alisa menyilaukan Tania dan Niko, mereka terlihat langsung meminum minuman yang sudah di sediakan di meja, tenggorokan Tania rasanya sudah kering sedari tadi karena tengah berbicara serius kepada Alisa dan Fandi.


" Oh iya Fand, Al, Kenalkan ini Niko, dia calon suamiku ", Ujar Tania memperkenalkan Niko dan langsung saja membuat Niko sangat bahagia.


Niko tak percaya dengan ucapan Tania tadi, apa dia salah dengar apa itu nyata, Tania memperkenalkan dirinya sebagai calon suaminya.

__ADS_1


" Alhamdulillah kalau begitu, selamat buat kalian ", Ucap Alisa bahagia.


" Terimakasih Al, Fand, kalau begitu kami pamit dulu, terimaksih sudah mau memaafkan ku ",


" Iya sama-sama Mbak, sudah menjadi kewajiban kita untuk saling memaafkan, dan terimaksih sudah mau berkunjung ke rumah kami ", Jawab Alisa tersenyum.


Fandi sedari tadi hanya diam tak banyak bicara, ia masih enggan menimpali apa yang Tania bicarakan, cukup istrinya saja yang menjawab semua.


Setelah Tania dan Niko sudah pulang, Fandi segera mengajak Alisa masuk kedalam rumahnya.


" Alhamdulillah ya mas, ternyata Tania sudah berubah ", Ujar Alisa sambil berjalan disamping Suaminya dan hendak menuju kamarnya.


" Kamu percaya ??", Tanya Fandi kepada istrinya.


" Iya mas, aku percaya, bagi sesama perempuan aku mengerti mas kalau Tania tadi minta maaf dengan tulus, kamu tidak perlu khawatir lagi mas, percaya sama dia ", Ujar Alisa meyakinkan.


" Terserah kamu sayang, kepalaku pusing ", Ujar Fandi yang kemudian naik ke atas menuju ke kamarnya.


" Mas... mas... ", Panggil Alisa yang tak dihiraukan Fandi.


Alisa pun membiarkan suaminya berpikir dulu, kemudian Alisa berjalan menuju ke arah dapur mengingat Suaminya yang berkata jika ia sedang pusing sebelum ia pergi menuju kamar segera Alisa membuatkan teh hangat untuk suaminya agar bisa mengurangi rasa pusingnya.


Fandi terlihat sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan Alisa yang kini membawa teh hangat ia letakkan di atas meja dan kemudian berjalan menghampiri Suaminya yang sedang tak tidur.


" Mas aku buatkan teh hangat untukmu, semoga bisa mengurangi rasa pusing mu ", Ujar Alisa yang kini duduk di pinggir ranjang.


Fandi pun kemudian bangun dan Alisa langsung mengambil teh yang ia buat tadi, Fandi segera meminumnya sampai habis membuat Alisa seketika tersenyum.


" Haus bang ??", Ujar Alisa menggoda suaminya.


" Iya neng, Abang haus banget ", Jawab Fandi kepada Alisa.

__ADS_1


Mereka kemudian tertawa bersama, Alisa sandarkan badannya ke badan suaminya dan Fandi pun kemudian memeluk tubuh istrinya.


" Mas kangen lagi nih, bikin adik yuk ", Ajak Fandi membuat Alisa memukul tangan yang kini sedang melingkar di perutnya.


" Aduh sayang, sakit ", Ujar Fandi mengaduh sakit kepada istrinya.


" Kamu tuh mas, kan baru kemarin ", Ujar Alisa.


Fandi kemudian melepas kerudung istrinya dan terlihat lah rambut coklat panjang istrinya yang tergerai dengan indah membuat Fandi seketika mencium menghirup aroma shampo yang di pakai istrinya.


Fandi kemudian mencium kening hidung dan berakhir di bibir ranum istrinya, suara Alisa membuat Fandi seketika tersenyum karena berhasil menggigit bibir bawah milik istrinya.


Percintaan pun terjadi, meskipun Fandi merasa kepalanya sedikit pusing tapi tak membuat Fandi ingin menyudahi percintaan nya yang sudah berlangsung satu jam tersebut.


Fandi kemudian menyelimuti tubuh istrinya dan segera tidur karena badannya sangat lelah hari ini.


Pekerjaan nya sangat banyak sehingga membuat ia harus segera beristirahat setelah ia berolahraga dengan istrinya Beberapa saat yang lalu.


Terdengar suara adzan shubuh dari masjid terdekat membuat Fandi kemudian terbangun dari tidurnya, kemudian ia segera bangun dan membelai rambut istrinya untuk membangunkannya.


" Sayang, Ayo bangun udah shubuh ", Ujar Fandi.


Alisa pun menggeliat dan perlahan membuka matanya, " Sudah Subuh mas ??", Tanya Alisa melihat suaminya yang sedang mengenakan celana boxernya.


" Iya, ayo kita mandi sayang ", Ajak Fandi yang langsung di gelengi kepala oleh Alisa.


" Mas mandi dulu aja, aku tunggu disini ",


Fandi kemudian tanpa berkata langsung saja menggendong tubuh istrinya yang masih terbalut dengan selimut, seketika Alisa meronta meminta ingin diturunkan, tapi apalah daya Fandi tidak menghiraukan teriakan istrinya dan langsung memasukkan tubuh istrinya ke dalam bathtub kamar mandi.


Fandi kemudian langsung mengikuti istrinya untuk ikut berendam di dalam bathtub tersebut, dan wajah Alisa seketika cemberut.

__ADS_1


" Mas ini hanya mandi saja, tidak ada tambahan lainnya ", Ujar Alisa membuat Fandi terkekeh.


" Iya sayang kamu tenang saja, mas gak akan mengulang untuk yang kedua kalinya ", Jawab Fandi dengan senyum nakalnya.


__ADS_2