Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 59


__ADS_3

Nisa akhirnya bangun dari tidurnya, dia masih tidak tahu jika putri dan menantunya saat ini sedang berada di rumahnya, Nisa turun dari kamarnya setelah membersihkan badannya terlebih dahulu, menanti suaminya yang tidak lama lagi akan datang.


Nisa turun menuju ke arah dapur, melihat bibi yang sedang menyiapkan makan malam, dia biasanya juga akan membantu bibi, saat tiba di dapur Nisa melihat banyak sekali makanan yang bibi masak, Nisa pun bingung, sedang ada acara apa dirumahnya kenapa bibi memasak masakan yang sangat banyak sekali.


"Bi, kenapa masak banyak sekali, ada acara apa??, kenapa aku gak diberi tahu" Bibi pun menoleh kaget, sejak kapan majikannya itu datang dan berada di dapur bersama dengan dirinya.


"Eh Ibu, hmm... Maaf Bu kalau saya tidak bilang, Non Disya dan Den Rafa tadi siang datang Bu, dan mereka sekarang sedang istirahat di Kamar Non Disya" Ucap bibi, Nisa pun seketika kaget, kenapa ia bisa tidak tahu jika putri dan menantunya datang hari ini.


"Kenapa Bibi tidak membangunkan saya??" Tanya Nisa.


"Sekali lagi maaf Bu, Non Disya gak mau menganggu Ibu yang sedang istirahat" Ucap Bibi menjelaskan. "Ya sudah Bi, tidak apa-apa, kalau gitu bibi lanjutin masakannya, saya mau ke kamar Disya dulu" Akhirnya Bibi melanjutkan kembali memasak sedangkan Nisa keluar dari dapur dan naik kembali ke arah tangga untuk menemui putrinya.


Sementara itu di dalam kamar, Disya baru saja selesai sholat dan ia juga sudah selesai membersihkan badannya, Disya juga sudah selesai datang bulan tapi Disya tak memberitahukan kepada Rafa, ia sengaja agar ia bisa memberi kejutan untuk suaminya.


Tak lama setelah itu pintu kamarnya pun di ketik, segera Disya mengambil kerudungnya dan segera memakainya.


Disya kemudian berjalan dan segera membuka pintu kamarnya dan melihat siapa yang saat ini sedang mencarinya.


Pintu pun terbuka dan terlihat Mamanya yang saat ini berada di balik pintu tersebut.


"Mama" Ucap Disya kaget, dan ia segera memeluk mamanya, Disya sudah mengerti jika mamanya pasti di beritahu bibi jika ia datang.


Keduanya saling berpelukan erat, melepas rindu antara putri dan mamanya.


"Kapan kalian datang??, kenapa gak ngasih tahu Mama" Ucap Nisa kepada putrinya, Disya pun tersenyum, ia tahu pasti mamanya akan menanyakan hal ini kepadanya.

__ADS_1


"Mama tenang dulu, ayo kita kesan ma" Tunjuk Disya ke arah sofa yang ada di lantai atas tersebut.


Nisa dan Disya kemudian duduk bersama, dan lagi-lagi Nisa memeluk putrinya tersebut.


"Ma, maafin Disya ya, Disya memang sengaja nggak ngasih tahu Mama sama papa, Disya ingin ngasih surprise sama mama, dan ini berhasil kan ma??" Wajah Disya terlihat sangat bahagia sekali saat ini, begitu juga Nisa mamanya.


"Iya kamu berhasil sayang, lha terus Rafa nya kemana??, kok gak ikut keluar pas Mama tadi datang??", Tanya Nisa yang merasa tak lihat menantunya sama sekali.


"Kaka Rafa masih tidur ma, Ini mau aku bangunin, eh gak tau nya Mama datang duluan" ujar Disya.


'Ya sudah kamu kembali aja ke kamar, nanti kalau Rafa bangun kami gak ada di kamar gimana??, pasti nyari kamu nanti sayang" Nisa akhirnya turun dari lantai atas dan kemudian berjalan menuju ke dapur kembali, ia ingin melihat makanan yang dimasak bibi apakah sudah siap atau belum.


Disya pun masuk kedalam kamar, dan bertepatan dengan Rafa yang baru saja bangun, Disya pun tersenyum kepada suaminya, dan berjalan.mendekat ke arahnya.


"Sudah bangun kak??" Tanya Disya yang saat ini sudah duduk di sampingnya.


Disya pun mengangguk dan kemudian tersenyum kepada suaminya.


"Iya kak, aku udah mandi" Jawab Disya.


"Kok gak bangunin kakak, kakak kan mau mandi bareng sama kmu sayang" Ucap Rafa yang memulai tingkat ke mesuman nya kepada Disya.


"Hmm.. kan mulai lagi??, Jangan mesum dong kak", Ucap Disya yang tak habis pikir dengan pikiran suaminya itu.


"Mana ada kakak mesum, kakak kan mesum sama istri sendiri, ngajakin mandi bareng istri sendiri kan gak apa-apa" Ucap Rafa.

__ADS_1


"Ya gak apa-apa sih kak, cuma aku kan lagi" Ucap Disya ter jeda,


"Bukannya udah satu Mingguan sayang, masak sih belum selesai??" Tanya Rafa.


Disya pun terlihat diam, ia bingung, niatnya memberi kejutan justru ia yang terjebak saat ini.


"Hmm.. sebenarnya sih, aku..., Udah selesai kak" Ucap Disya sedikit ragu karena ia tak memberi tahu Rafa jika datang bulannya sudah selesai.


"Kamu sudah selesai??, kok.nggak bilang, sejak kapan??, jangan bilang udah dari kemarin ya, Kakak udah satu Minggu puasa masa kamu tega sayang gak bilang" Ucap Rafa protes kepada Disya.


Disya kemudian menggaruk kepalanya yang tidak Gatal,


"Aku baru selesai hari ini kak, dan ceritanya sih aku mau bikin surprise nanti malam, eh tau-tau nya udah ketahuan, ya udah Batak surprise nya" Rafa kemudian menarik tangan istrinya dan kemudian memeluknya.


"Hm.. ya udah nanti malam siap-siap ya, kakak mau mandi dulu" Rafa kemudian segera melepas pelukannya dan segera pergi menuju ke kamar mandi, ia tak mau jika nanti papa mertua nya menanyakan dirinya pas dia belum pas dirinya belum siap seperti ini, jadi Rafa segera untuk membersihkan badannya sebelum nanti papa mertua nya memanggil nya.


Satu jam kemudian setelah selesai sholat berjamaah dengan Disya, mereka berdua segera turun ke bawah, menyapa seluruh anggota keluarga yang sama sekali belum.ia temui, di sana sudah berkumpul semua anggota keluarga, ada papa, Mama dan kita juga sudah berkumpul.


Rafa dan Disya kemudian berjalan dan menuju ke arah papa fan mamanya.


"Assalamualaikum Pa, Ma, Lita" Ucap Rafa dan Disya yang kemudian segera mencium punggung tangan kedua orang tua mereka.


"Waalaikum salam, ayo duduk, papa dengar kalian datang tadi siang, kenapa gak telfon papa dulu, kan bisa papa jemput" Ujar Denis. Rafa pun tersenyum dan kemudian menjawab semua pertanyaan papa mertua nya.


"Iya pa, kami datang tadi siang, dan kami memang sengaja tidak memberitahu karena kami ingin memberi kejutan buat papa dan mama" Ucap Rafa.

__ADS_1


"Hm.. kalian ini ada-ada saja, terus kalian berapa kama disini??, satu bulan?? atau dua bulan??" Tanya Denis. Disya dan Rafa pun seketika serempak menggelengkan kepalanya.


"Kami cuma satu Minggu ma, pa, pekerjaan saya masih belum bisa saya tinggalkan lama-lama, kasihan Daddy" Ucap Rafa mengingat bagaimana Daddy nya akan kerepotan jika harus bolak balik dari kantor satu ke kantor yang lainnya.


__ADS_2