Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Kelahiran


__ADS_3

6 Bulan kemudian, Denis tengah berlari dari dalam kantor dan menuju ke basemen kantor untuk mengambil mobilnya, ia baru saja mendapat kabar bahwa Nisa sudah merasakan mulas dan ingin melahirkan.


Fandi juga terlihat sedang bingung, ia dapat mengerti bagaimana Denis saat ini karena ia juga pernah mengalaminya waktu kelahiran Rafa.


Fandi segera menghubungi istrinya, Fandi berniat untuk datang kerumah sakit untuk menemani Denis dan memberi dia semangat.


Alisa yang mendapat kabar tersebut terlihat bahagia dan juga khawatir


" Semoga saja lahirannya berjalan dengan lancar Amin ", Ucap Alisa setelah menerima kabar dari Suaminya.


Alisa segera membereskan barang-barang nya, ia akan menunggu Fandi yang akan menjemputnya saat ini.


Sekarang mereka berdua sudah berada di dalam rumah sakit, Setelah menanyakan tempat dimana Nisa, Alisa dan Fandi segera menuju ke ruangan yang sudah di beritahukan oleh Receptionist rumah sakit tersebut.


Setelah sekian lama mencari ruangan tempat bersalin Nisa, akhirnya Alisa dan Fandi dapat menemukannya, ia melihat Denis yang sudah begitu kacau dan penampilannya sudah tak Serapi tadi, Mata Denis sedikit sembab, ia tak tega melihat istrinya yang tengah kesakitan.


" Den ", Panggil Fandi, Fandi pun segera duduk begitu juga dengan Alisa, mereka duduk di samping Denis.


" Bos ", Denis pun langsung memeluk Fandi, Denis sudah tak tahu harus bagaimana, ingin sekali menemani istrinya tapi ia tak tega untuk melihatnya.


" Bagaimana keadaan Nisa ??", Kini Alisa pun membuka suaranya.


" Masih tahap pembukaan, tapi aku sudah tidak tega melihatnya ", Jawab Denis dengan sendu.


" Dimana ruangannya, aku ingin lihat", Alisa pun sudah ingin melihat keadaan Nisa yang kini sedang berjuang untuk melahirkan anaknya.


" Ruangan di ujung sana, aku sengaja disini, aku tidak mampu melihatnya, ternyata perjuangan nya sangat berat, aku merasa bersalah kepadanya ", Jawab Denis.


" Tenang kan dirimu den, Biar aku yang kesana ", Jawab Alisa lalu berjalan menuju ruang yang sudah ditunjuk oleh Denis tadi.


Saat membuka pintu terlihat Nisa yang kini sedang berbaring, rasa sakitnya perlahan hilang sebentar dan Nisa tersenyum melihat Alisa yang datang.


" Mbak ??", Ucap Nisa melihat Alisa menutup pintu kamar rawatnya.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan mu ??", Tanya Alisa yang kini duduk disamping ranjang Nisa.


" Alhamdulillah mbak, rasanya luar biasa, meskipun tadi mas Denis sempat menangis melihatku, tapi aku masih kuat mbak ", Jawab Nisa.


" Alhamdulillah, semoga cepat lahir ya, dan semoga kalian berdua tetap sehat ", Ujar Alisa.


Tiba-tiba Nisa kembali meringis merasakan sakit, sakitnya semakin bertambah, wajahnya sudah pucat,


" Tarik nafas Nis, sebentar aku panggilkan Denis dulu ", Alisa pun keluar ia kemudian memanggil Denis dan Denis pun segera masuk kembali.


" Yang ??", Denis pun memegang tangan Nisa, Nisa sudah kesakitan, lagi-lagi Denis tak tega melihat Nisa yang seperti ini.


" Sudah pembukaan berapa ??", Tanya Alisa.


" Pembukaan 8, ", Mata Denis pun Kembali tertuju pada Nisa " Yang sabar,aku panggilin dokter ya, sebentar, kamu tahan dulu ",


Denis kembali keluar dan hanya Alisa yang ada di dalam, Nisa sudah bertambah kesakitan membuat Alisa juga bingung.


" Mbak sepertinya sudah mau lahir,aku sudah tidak kuat lagi ", Alisa masih tetap memegang tangan Nisa dan tak lama kemudian Denis datang dengan membawa dokter yang menangani Nisa dan dua orang suster yang akan membantu.


" Bagaimana sayang ??", Tanya Fandi kepada istrinya.


Fandi kembali teringat ketika menemani Alisa melahirkan dan itu juga membutuhkan mental yang sangat kuat.


" Sepertinya sudah mau lahir mas, aku sudah meminta Denis untuk menemaninya, aku sudah memberitahu Denis untuk kuat melihat Nisa yang seperti ini ", Jawab Alisa.


Tak lama kemudian terdengar suara tangis bayi, Denis yang melihat bayinya lahir didepan matanya tak dapat menahan air matanya,


Tangis bahagia Denis terlihat saat melihat bayi perempuan yang dilahirkan oleh istrinya.


Nisa pun tersenyum, ia lega bisa melahirkan bayinya dengan selamat, Nisa juga terlihat sehat tak ada yang perlu dikhawatirkan, Saat ini suster tengah membawa bayi mereka untuk dibersihkan, sedangkan dokter dan salah seorang suster mulai menangani Nisa yang kini sudah selesai melahirkan.


Denis pun di perintah keluar, dan dengan anggukan serta senyuman dari Nisa akhirnya Denis pun menuruti perintah dokter tersebut.

__ADS_1


Fandi dan Alisa pun seketika menoleh saat Denis keluar dan menutup pintu kamar tersebut, wajah Denis sudah tak setegang tadi, wajahnya sudah tenang dan ia dapat tersenyum.


" Bagaimana den ??", Tanya Fandi saat Denis duduk disampingnya.


Denis pun kembali memeluk bosnya,


" Alhamdulillah bos, aku sekarang sudah menjadi ayah, putri ku sudah lahir bos, aku sangat bahagia sekali", Denis mengungkapkan itu dengan sedikit tersenyum namun ada bulir bening yang menetes dari sudut matanya.


" Selamat Den, Akhirnya kamu menjadi ayah ", Ujar Fandi.


Denis pun melepas pelukannya.


" Sekarang dimana putrimu, apa kamu sudah mengadzani nya ??", Tanya Fandi.


" Belum bos, putriku sedang dibersihkan, jika sudah selesai aku akan dipanggil, sekarang Nisa juga sedang ditangani oleh dokter ", jawab Denis.


" Bagaimana keadaan Nisa den, apa dia baik-baik saja ??", Alisa pun ingin mengetahui keadaan Nisa sekarang.


" Alhamdulillah Bu bos, Nisa baik-baik saja, dia sehat ", Jawab Denis.


" Alhamdulillah Den, aku ikut senang, selamat sekarang kamu sudah menjadi seorang ayah ", Ucap Alisa kepada Denis.


" Terimakasih Bu bos, dan terimaksih kalian sudah mau menemani ku disini ", Ucap Denis.


Denis dan Nisa sama sekali belum memberitahu kepada orang tua mereka masing-masing, bukannya tidak mau, tapi hubungan mereka adalah cinta tak direstui membuat Denis dan Nisa memilih untuk hidup mandiri jauh dari orang tua mereka masing-masing.


Tak lama kemudian dokter pun keluar, Denis, Fandi dan Alisa pun segera masuk, mereka ingin melihat wajah putri Denis dan Nisa.


Bayi cantik dan lucu tersebut sudah berada di samping Nisa, Saat melihat suaminya Fandi dan Alisa masuk senyum Nisa pun terpancar, terbayar sudah rasa sakit yang ia alami tadi dengan kehadiran bayi cantik yang kini sudah berada di antara mereka berdua.


" Kamu adzanin dulu bang ", Ujar Nisa kepada Denis.


Denis pun segera mendekat, ia gendong untuk yang pertama kali nya putri kecilnya tersebut dan ia kumandangkan adzan di telinga bagian kanan putrinya dan ia iqomati di telinga kiri putrinya.

__ADS_1


Denis sangat terharu, begitu juga Nisa, akhirnya mereka berdua sekarang benar-benar sudah menjadi orang tua, penantian mereka selama ini sudah terbayarkan dengan kehadiran seorang putri cantik yang akan mengisi hari-hari mereka dan akan membuat rumah mereka menjadi ramai.


__ADS_2