
Setelah makan siang selesai, Bu Asih segera membersihkan sisa piring kotor sehabis makan sianh tadi, dan juga membersihkan meja makan yang memang tak terlalu besar itu.
"Bu, Saya tinggal dulu ya", Pamit Disya kepada Bu Asih, Disya ingin membawa Fasya ke kamar karena sudah waktunya jam tidur siangnya.
Tidur siang Fasya sudah terlewat karena Fasya sudah sekali untuk tidur siang, jadi melihat Fasya sudah menguap jadi Disya pun mengajak Fasya untuk segera naik ke lantai dua.
"Iya Mbak, saya mau lanjutkan pekerjaan saya juga",
Bu Asih terlihat tersenyum saat Disya pergi meninggalkan nya. masih ada perasaan canggung yang ada di hati Bu Asih. Melihat kebaikan Disya di hari pertamanya bekerja membuat Bu Asih merasa tak enak.
Biasanya majikannya dulu akan selalu memforsir tenaganya, Ngerjain ini lah, ngerjain itu lah dan sebagainya.
Tak lama setelah itu ponsel Bu Asih berdering, dan dia sudah tahu siapa yang menelepon nya saat ini.
"Halo Bu, Ibu dimana?, Kok rumah kosong??", Tanya seseorang yang berada di balik telepon tersebut
Ya, dia merupakan anak dari Bu Asih yang sedang bersekolah.
"Ibu sedang bekerja, Kebetulan ada panggilan dari yayasan dan ibu mendapatkan pekerjaan baru", Ujar Bu Asih.
"Yes, Akhirnya ibi dapat pekerjaan lagi, Nanti Aku belikan makanan ya Bu, Gak ada makanan di rumah",
"Kamu masak aja, kan lebih hemat, ada bahan-bahan nya kok di kulkas, Ibu Sudah belanja tadi pagi di warung", ujar Bu asih kepada putrinya yang bernama Riska.
"Males lah Bu, ibu belikan saja. Aku itu capek baru pulang sekolah, aku nggak mau tahu Bu pokoknya aku mau di belikan makanan saja. aku ngantuk mau tidur", ungkap Riska. dan Bu Asih hanya bisa mengiyakan saja.
"Iya, nanti ibu belikan saja", akhirnya Bu asih mengalah saja. Dari pada ujung-ujung nya berdebat, apalagi ini di rumah orang dan bukan di rumah Bu asih sendiri.
Bu asih kembali melakukan pekerjaannya setelah memasukkan kembali ponsel yang hanya bisa buat telpon dan SMS itu. Anaknya itu memang sedikit manja, Entah bagaimana Bu asih harus menyikapi nya, Intinya Bu asih ingin anaknya bisa berubah dan tak seperti ini lagi.
***
Pukul 4 sore, Disya segera membersihkan badannya sebelum suaminya datang, Fasya yang juga sudah selesai mandi kini berada di dalam ranjangnya yang cukup besar dan aman.
Pantas saj disya merengek untuk membawa ranjang itu, Ranjang itu mempunyai tingkat keamanan untuk Fasya dan tidak akan terjatuh.
Beberapa menit kemudian, Disya sudah selesai mandi dan segera menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim, Sebentar lagi pasti Rafa akan tiba di rumah jadi Disya harus sesegera mungkin Berpenampilan cantik di depan suaminya.
***
Rafa saat ini juga sudah bersiap untuk pulang, meskipun banyak pekerjaan yang harus di selesaikan, Rafa tak ingin harus sampai lembur di kantor, Lebih baik membawa pekerjaan pulang dan disana ia bisa bekerja sambil melihat anak istrinya.
__ADS_1
Begitupun juga sebaliknya, Ia tak mau jika harus mengambil waktu Via untuk selalu bisa bekerja bersama nya karena sekertaris nya itu juga sudah berkeluarga.
Rafa segera keluar dari ruangannya dan melihat via masih berada dalam posisi duduknya.
"Vi, Aku pulang dulu, Kamu bisa pulang juga, Gak perlu lembur", Pamit Rafa kepada Via.
"Iya pak, Hati-hati di jalan",
Setelah berbicara sedikit dengan Via, Rafa segera keluar dari Bachtiar group dan segera pulang.
Jarak Kantor dengan rumahnya tidak terlalu jauh, Ini alasan Rafa Sebenarnya, Tak ingin jauh-jauh dan cukup Lima belas menit saja dari rumahnya.
Jalanan sudah sangat ramai sekali, beberapa Pengendara juga pastinya baru saja pulang dari bekerja sehingga menimbulkan kemacetan di jalan saat ini.
Sudah Lima menit, Tapi mobilnya sama sekali belum bisa bergerak, Membuat Rafa berulang kali menekan klakson mobilnya, berharap di depan segera melajukan mobilnya dan Rafa juga bisa segera sampai di rumahnya.
***
Bu Asih saat ini juga sudah selesai melakukan pekerjaannya, Sudah masak makan malam juga untuk Disya.
Semua barang juga sudah tertata rapi di tempatnya, tak seperti kemarin saat baru saja pindah.
"Ibu sudah makan??", Tanya Disya.
"Belum Mbak, Saya makan di rumah saja bersama dengan anak saya", Ujar Bu asih.
"Bu Asih makan dulu, Kalau perlu Bu asih bawakan saja makanan untuk anak ibu, jadi ibu tak perlu masak lagi nanti di rumah.
"Tidak perlu mbak, Ini sudah sore. Saya masak aja di rumah, Tidak apa-apa", Ujar bisa sih tak enak.
"Tidak apa-apa bu, lagi pula Bu asih tadi masak banyak, saya cuma berdua dengan suami saya tidak akan habis", Akhirnya Bu asih pun menurut.
kembali ke dapur dan membungkus makanan untuk dirinya dan anaknya.
"Saya makan di rumah saja Mbak, takut kemalaman nanti", Disya pun mengangguk.
"Kalau begitu saya pamit dulu ya Mbak, Assalamualaikum", Pamit Bu Asih.
"Waalaikum salam, hati-hati dijalan Bu", Bu asih pun menoleh dan tersenyum sebelum ia melangkah pergi.
Rafa saat ini sudah sampai di depan rumahnya, berhubung Rafa belum mempunyai satpam jadi Rafa harus turun sendiri membuka pintu gerbang rumah nya dan menutup nya kembali.
__ADS_1
Setelah memasukkan kembali mobil nya kedalam garasi Rafa segera keluar, badannya juga sudah sangat gerah karena harus menunggu macet di jalan tadi.
Segera Rafa berjalan keluar dan masuk kedalam rumahnya.
Bertepatan saat Rafa ingin membuka pintu, Pintu rumah nya sudah terbuka dan yang membuka bukanlah istrinya.
"Maaf Pak, Bapak siapa??", Tanya Bu Asih.
Disya yang mendengar Bu asih sedang berbicara dengan seseorang pun segera ikut keluar melihat siapa yang ada di luar saat ini.
Disya melihat suaminya yang baru saja datang, dan segera menghampiri nya.
"Sayang, Sudah pulang??", Tanya Disya
"Maaf Bu, Ini suami saya", Ujar Disya, dan Bu asih pun tampak tak enak telah bertanya kepada seseorang yang ternyata adalah pemilik rumah ini.
"Maaf Mbak, Saya tidak tahu", Ujar Bu Asih.
"Maaf Pak, saya tidak tahu jika bapak adalah suaminya Bu Disya",
"Tidak apa-apa Bu", Jawab Rafa sambil tersenyum.
"Ya sudah mbak, Pak. Saya pamit pulang dulu, Assalamualaikum",
"Waalaikum salam", setelah Bu asih pergi Rafa dan Disya pun masuk kedalam rumahnya.
Rafa pun masih penasaran, apakah itu Art yang hari ini mulai bekerja atau itu tetangga yang hanya mampir.
"Itu siapa sayang??", Tanya Rafa.
"Itu Bu asih, Art kita yang baru, Tapi Bu asih tidak bisa menginap karena masih punya anak yang masih sekolah", Jawab Disya.
"Oh....", Hanya itu kata yang keluar dari mulut Rafa,
Rafa enggan menanggapi kembali karena ia memang sangat capek hari ini.
"Aku mandi dulu", Pamit Rafa dan Disya pun mengangguk saja.
"Aku sudah siapkan baju kamu sayang, aku tunggu di sini"
Rafa hanya mengedipkan matanya tanda ia setuju, dan itu lagi-lagi membuat Disya tersenyum melihat tingkah suami nya yang tidak berubah dari dulu sampai sekarang.
__ADS_1