
Fandi masih melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi berharap untuk segera bertemu istrinya,
Jalanan malam Di ibukota kali ini terasa sangat macet untuk Fandi, Ia sudah berulang kali memencet klakson mobilnya agar kendaraan yang ada di depannya cepat bergerak.
Fandi juga tak henti-hentinya mengumpat sejak tadi, Seharusnya ia sudah sampai di tempat tujuannya namun melihat macetnya jalanan ibukota malam ini nampaknya harus membuat Fandi melatih kesabaran nya.
Alisa yang sudah selesai mandi kemudian duduk bersama dengan Vina yang sudah menunggunya.
Wajah Alisa sudah berangsur Kembali normal, hanya saja matanya masih terlihat sembab.
Dengan sedikit rayuan yang Vina katakan akhirnya Alisa mau untuk mengisi perutnya malam ini.
" Bagaimana keadaan mu Al ??", Tanya Vina yang masih duduk disampingnya.
" Aku baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir " Ujar Alisa.
Alisa tidak terlihat menikmati makanannya, Lidah Alisa terasa pahit dan tidak dapat merasakan kenikmatan makanan yang ia makan saat ini.
Sudah hampir satu jam lebih Vina menunggu Fandi yang akan datang kerumahnya, tapi setelah lama ia menunggu tidak ada tanda-tanda Fandi ada didepan rumahnya.
Vina terlihat berapa kali keluar masuk untuk memastikan apakah Fandi sudah sampai atau belum, Membuat Alisa merasa kebingungan dengan tingkah Vina saat ini yang hanya mondar-mandir dari tadi.
" Vin, kamu lagi nunggu siapa sih, kok kamu gelisah??", Tanya Alisa kepada Vina.
" Em... enggak Al, Aku gak lagi nungguin siapa-siapa ", Ujar Vina berbohong.
" Kamu lebih baik tidur aja dulu Al, ini juga sudah malam ", Ujar Vina.
Vina pun juga sudah tidak menunggu Fandi karena Vina merasa Fandi tidak akan datang malam ini,
Setelah melihat Alisa sudah terlelap barulah Vina juga ikut tidur di kamarnya yang terletak bersebelahan dengan kamar yang ditempati Alisa saat ini.
Saat hendak memejamkan matanya, Vina seperti mendengar suara mobil berhenti didepan rumahnya.
Lalu Vina segera berjalan keluar ia yakin yang datang adalah Fandi,
Benar saja saat Vina keluar dari rumahnya dan membuka pintu gerbang tampak Fandi yang sedang berdiri di depan gerbang dengan penampilan yang sudah sangat berantakan.
" Ayo masuk kak, Alisa ada di dalam, dia sudah tidur ", Ujar Vina sambil menyuruh Fandi untuk masuk.
Dengan mengikuti Vina, kini Fandi sudah berada tepat di depan kamar yang ditempati oleh Alisa.
__ADS_1
Dengan sedikit gugup, Fandi kemudian membuka pintu kamar tersebut dengan pelan, Terlihat diatas ranjang seseorang yang sangat amat Fandi rindukan tengah tertidur di atas ranjang tersebut.
Wajahnya terlihat sedikit pucat dan matanya yang masih terlihat sembab karena tangisannya yang baru berhenti sekitar 4 jam yang lalu.
Fandi kemudian menjongkok kan tubuhnya agar bisa mendekatkan wajahnya ke wajah Alisa saat ini.
Dengan sangat pelan, Fandi kini mencium kening istrinya dengan lembut .
Air mata Fandi pun kemudian menetes melihat istrinya seperti ini, ia tidak menyangka jika istrinya akan pergi dari rumah karena masalah ini.
Fandi juga tidak dapat membayangkan jika Alisa benar-benar meninggalkan nya dan menjauh dari hidupnya.
" Sayang maafin mas ya , mas yang salah, gak seharusnya mas ikut menyalahkanmu tadi.
Gak seharusnya mas membentakmu tadi.
Mas tidak menyangka jika akhirnya kamu pergi dari rumah, membawa anak kita yang masih ada didalam kandungan mu, Mas tidak sanggup jika kehilangan kalian ", Ujar Fandi sambil terus meneteskan air mata nya.
Fandi kemudian menggenggam tangan istrinya dan disaat itupun Alisa merasa ada yang sedang menyentuhnya, dengan perlahan ia kemudian membuka matanya.
Alisa yang masih belum mengumpulkan kesadarannya seperti melihat suaminya yang tengah menangis di sampingnya, ia terus menepis apa yang sedang ia lihat tersebut, Alisa menganggap itu cuma halusinasinya.
" Nggak mungkin mas Fandi datang menemuiku disini ", Ujar Alisa yang tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
" Sayang ini mas, mas datang kesini, mas mau minta maaf sama kamu ", Ujar Fandi yang masih memeluk istrinya.
" Kamu gak sedang berhalusinasi sayang, ini mas beneran, mas datang menjemputmu pulang ", Lanjut Fandi yang terus memeluk istrinya Dengan erat.
Alisa yang baru sadar jika ini semua nyata, tiba-tiba saja melepaskan pelukannya.
Fandi pun kaget karena Alisa melepas pelukannya .
" Kenapa sayang, kamu gak suka jika mas datang ??", Tanya Fandi.
" Kenapa kamu datang mas, bukannya kamu tidak mempercayaiku sama sekali ", Ujar Alisa sambil meneteskan air matanya.
" Maaf kan mas sayang, Semua ini memang salah mas, seharusnya mas percaya kepadamu, bukan semakin menuduhmu ", Ujar Fandi menyesal.
" Kenapa kamu baru menyadarinya mas, kenapa??, aku tidak menyangka jika mas tidak Mempercayaiku sama sekali".
" Mas percaya kepadamu sayang, mas mohon pulang sama mas, mas khawatir dengan mu dan anak kita, mas tidak bisa jauh dari mu ", Ujar Fandi dengan mata yang masih terlihat merah.
__ADS_1
" Mas mohon sayang, pulang sama mas ", Pinta Fandi kepada Alisa.
Alisa sebenarnya tidak tega melihat suaminya seperti ini,
" Baik mas aku akan pulang bersamamu ", Ujar Alisa yang melihat Fandi begitu sungguh-sungguh.
Alisa kemudian mulai turun dari ranjang dan akan bersiap-siap.
Saat Fandi ingin membantunya kemudian tangan Fandi segera ditepis oleh Alisa.
" Nggak usah mas aku bisa sendiri ", Ujar Alisa.
Fandi hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar, ia tahu istrinya masih belum sepenuhnya memaafkan nya.
saat sudah keluar dari dalam kamar, Alisa melihat Vina yang tengah duduk di sofa rumahnya.
Vina yang melihat Alisa keluar dari kamar segera bangkit dari tempat duduknya.
" Al, Kamu mau pulang ??", Tanya Vina.
" Iya Vin, Makasih atas semuanya ", Ujar Alisa yang memeluk Vina dengan erat.
" Iya Al, Maafin aku ya ??", Ujar Vina yang membuat Alisa seketika mengerti.
" Tidak apa-apa Vin, aku seharusnya berterimakasih kepada mu ", Ujar Alisa.
Setelah berpamitan akhirnya Fandi dan Alisa meninggalkan rumah Vina tepat jam 11 malam.
Didalam mobil Alisa masih saja terdiam tanpa bersuara sama sekali kepada Fandi.
" Sayang??, kamu mau makan apa??", Tanya Fandi.
" Aku sudah makan mas, aku ingin segera pulang", Ujar Alisa.
Fandi pun diam kembali mendengar jawaban istrinya, Ia tidak sanggup jika Alisa terus mendiamkannya seperti ini.
" Sayang, Maafin mas, mas tau mas salah ", Ujar Fandi yang sudah berulang kali kepada Alisa.
Alisa tidak menjawab permintaan maaf suaminya, ia kemudian memalingkan wajahnya menghadap kearah jendela pintu mobilnya.
Ada rasa sakit yang Fandi alami ketika tidak mendapat maaf dari istrinya, tapi Fandi mencoba sabar dengan sikap Alisa kepadanya.
__ADS_1
Satu jam kemudian Fandi sudah sampai didepan rumahnya, Alisa segera turun dari mobil dan langsung masuk kedalam tanpa Fandi.
Alisa kemudian memilih untuk naik ke kamar atas untuk ia tidur malam ini tanpa Fandi disampingnya.