
Tepat pukul Empat sore Fandi keluar dari dalam ruangannya, nampak dia keluar dengan membanting pintu ruangannya dan segera berlari menuju tempat parkir mobilnya,
Karyawan yang melihat Fandi begitu tergesa - gesa kini sedang saling berbisik karena tidak biasanya bosnya tersebut seperti itu.
Fandi dikenal sebagai Bos yang baik hati, ramah dan selalu bertindak hati - hati.
Fandi kini tengah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tak perduli dengan kata orang yang ada di jalanan saat ini, suara klakson pun sedari tadi menjadi sering berbunyi.
Saat lampu merah pun Fandi tidak henti hentinya mengumpat, " Kenapa lama sekali ! ", ucapnya dengan sedikit marah.
Ia sekarang ingin segera sampai di rumah Alisa, Fandi ingin segera menjelaskan semuanya yang terjadi tadi siang, tapi nampak nya keberuntungan belum berpihak ke Fandi.
Jalanan sore sangat macet karena bertepatan dengan jam pulang kerja karyawan di kota tersebut. " Sial ", ucap nya berkali kali.
Setelah lampu telah berwarna hijau kembali, dengan sigap dan cepat Fandi langsung mengemudikan kembali mobilnya menuju rumah Alisa.
Sudah berulang kali Fandi menelfon Alisa, dan sudah beberapa kali panggilan tersebut tidak direspon sama sekali oleh Alisa.
"Sayang, kenapa kamu gak angkat telfon dariku", ucap Fandi yang merasa frustrasi.
Sekali lagi Fandi mencoba menelfon kembali, tapi saat ini Alisa sudah mematikan telfon ya.
Tanpa pikir panjang lagi Fandi mengemudikannya secara cepat melampaui batas minimum kendaraan.
***
Di rumah Alisa, karena sudah menunjukkan pukul Setengah Lima sore, akhirnya Alisa mengantarkan Dina pulang, " Makasih kak untuk hari ini, Kakak udah mau nemenin aku ", ucap Alisa tulus.
" Iya Al, sama - sama, aku seneng kok nemenin kamu ", ucap Dina dengan tulus juga.
Setengah jam kemudian Alisa sudah tiba di depan rumah Dina, rumahnya begitu sederhana, ada rumput kecil di halaman rumahnya dan ada satu pohon mangga yang membuat rumah itu tampak sejuk.
" Al, makasih ya", ucap Dina.
" Iya kak" Ucap Alisa sembari tersenyum,
" Gak mau mampir dulu nih ", tawar Dina.
" Makasih kak, tapi Maaf kak, ini sudah sore, lain kali aja takut Papa sama Kakek nyariin", ucap Alisa yang setengah tidak enak kepada Dina.
"Oh gitu, ya udah hati - hati dijalan ya Al ", ucap Alisa sambil melambaikan tangannya.
" Iya kak, ya udah aku pamit, Assalamualaikum" , ucap Alisa sambil mengemudikan mobilnya kembali menuju rumahnya.
Fandi kini sudah Sampai di depan rumah Alisa, dia segera turun dan langsung memencet bel rumah Alisa.
Tak lama kemudian Bibi pun keluar karena merasa ada yang memencet bel rumah tuannya.
__ADS_1
" Den Fandi !!", ucap Bibi setengah terkejut.
" Iya bi ini saya, Alisa nya ada" , tanya Fandi sedikit tenang.
" Mari Den silahkan masuk", ucap Bibi sambil berjalan dibelakang Fandi.
" Silahkan duduk Den, Maaf Den, Nona Alisa nya baru saja pergi , baru satu jam yang lalu, ucap Bibi.
Fandi pun menyandarkan punggungnya di sofa tersebut, dia memijat pelipisnya yang sedari tadi terasa agak pusing.
" Den Fandi kenapa?? " tanya Bibi yang terlihat khawatir karena Fandi tampak begitu lelah dan pucat.
" Saya tidak apa - apa bi ", ucap Fandi dengan nada berat.
" Saya akan menunggu Alisa disini Bi ", ucap Fandi sambil menyenderkan tubuhnya di sofa.
" Baiklah Den, Bibi kebelakang dulu, Bibi akan buatkan teh agar Den Fandi merasa agak baikan ", ucap Bibi sambil berlalu dari hadapan Fandi.
Fandi sudah sangat merasakan berat dikepalanya tiba - tiba saja tertidur di sofa tersebut, wajahnya nampak lelah karena terlalu banyak masalah yang ia pikirkan hari ini, apalagi masalah dengan Alisa yang sangat menguras emosinya.
Tak lama kemudian tampak dari gerbang utama, mobil Alisa sudah masuk ke dalam rumah tersebut.
Setelah keluar dari dalam mobil, Alisa nampak kaget dan mengerutkan dahinya, " ini kan mobil mas Fandi ", ucap Alisa sambil berjalan menuju rumahnya.
Setelah ia masuk kedalam rumahnya, pandangannya langsung tertuju ke arah sesosok lelaki yang sedari tadi membuat pikiran dan hatinya kacau, Ya itu Fandi, dia tengah tertidur di sofa yang berada di ruang tamu rumah Alisa.
Tak lama kemudian Bibi yang melihat Alisa sudah datang langsung menghampiri Nonanya tersebut.
" Nona sudah pulang ?? ", tanya bibi yang masih berjalan menuju ruang tamu.
" Iya Bi, Ucap Alisa.
" Bi, kenapa mas Fandi berada disini ??", tanya Alisa yang merasa bingung karena melihat Fandi yang tidur sangat pulas.
" Iya non, Den Fandi tadi datang kemari, wajahnya nampak lelah sekali, dan Bibi tanya katanya dia pusing Non, jadi Den Fandi tidur sambil nungguin Non pulang ", Jawab bibi menjelaskan.
Alisa yang melihat Fandi tertidur pun merasa kasihan, tak terasa matanya kini sudah berkaca-kaca, Kemudian segera ia tepis agar air matanya tidak keluar dan diketahui oleh Bibi.
" Ya sudah Bi, aku Kekamar dulu ", ucap Alisa.
Bibi yang melihat Alisa pergi meninggalkan Fandi yang tengah tertidur menjadi curiga, " Kayaknya Non Alisa sama Den Fandi sedang ada masalah ", ucap Bibi lirih, " Tapi sudahlah aku tidak mau mencampuri urusan Nona Alisa ", lanjut Bibi
Akhirnya Bibi pun kembali menuju dapur untuk menyiapkan makan malam.
Setengah jam kemudian, Pak Ardi dan Kakek Bagas juga sudah sampai di rumah, sama seperti Alisa, mereka juga nampak terkejut karena melihat Fandi yang tertidur di rumahnya.
Kemudian pak Ardi mendekat kearah Di Fandi dan langsung membangunkannya.
__ADS_1
" Fand, Fand, bangun !!! ", ucap Pak Ardi sambil menepuk pundak Fandi agar dia cepat bangun.
Tak perlu menunggu lama, dalam keadaan setengah sadar akhirnya Fandi bangun,
" Om !! ", Ucap Fandi kaget.
" Maaf Om, Fandi ketiduran disini ", ucap Fandi kepada Pak Ardi.
" Kenapa kamu tidur disini ", tanya Pak Ardi yang merasa heran melihat Fandi yang nampak pucat dan berantakan sehabis tidur.
" Maaf Om, tadi aku nungguin Alisa pulang, jadi aku ketiduran disini ", ucap Fandi.
" Baiklah, Sekarang lebih baik kamu ke kamar tamu, bersihkan badanmu biar badanmu jadi segar ", Perintah Pak Ardi.
" Baik Om, Terimakasih, ya sudah Fandi mau mandi dulu" , ucap Fandi yang berjalan ke arah kamar tamu.
Papa Ardi juga kini tengah berjalan menuju ke kamarnya, saat melewati kamar Alisa, pak Ardi langsung mengetuk pintunya,
" Sayang, boleh Papa masuk ", ucap Papa Ardi.
" Iya pah, masuk aja ", ucap Alisa.
Alisa kini tengah duduk di ranjangnya dan kemudian di susul oleh Papanya yang juga duduk di ranjang tersebut.
" Sayang, apa kamu tahu Fandi ketiduran dibawah??", tanya Papa Alisa.
" Iya pah, Alisa tau " ,ucap Alisa sambil menunduk.
" Kenapa kamu tidak menemuinya nak, apa kamu sedang bertengkar dengan Fandi", tanya papa Ardi yang masih penasaran.
"Nggak kok pah, Alisa dan mas Fandi baik baik saja", ucap Alisa berbohong,
Papa Ardi tau dari raut wajah putrinya seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
" Sayang, jika ada masalah cepat selesaikan, jangan hanya diam seperti ini, tidak akan menemukan titik terang", ucap Papa Ardi menasehati.
Alisa hanya diam dan tertunduk.
" Temui Fandi sekarang, Papa lihat tadi wajahnya begitu pucat ", ucap papa Ardi.
Alisa pun mendongakkan kepalanya, wajah Alisa nampak keget, ada rasa kekhawatiran nampak di wajah Alisa.
" Papa tidak bohong kan?? " tanya Alisa.
" Tidak sayang, ayo cepat temui dia, dia sudah menunggumu ", ucap Papa Ardi.
" Baiklah pah, Alisa akan turun dan menemui mas Fandi ", ucap Alisa sambil bangkit dari ranjangnya.
__ADS_1