Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
111


__ADS_3

" Ayo mas katakan apa maumu ???", Tanya Alisa yang sedikit menggoda.


" Sayang kamu jangan seperti ini, aku tidak akan sanggup ", Ujar Fandi.


" Hahaha " , Seketika Alisa tertawa melihat ekspresi suaminya yang menurut nya semakin membuat Alisa ingin selalu menggodanya.


" Ups ", Seketika Alisa menutup mulutnya ketika ingat jika ada Rafa yang tengah tertidur di box yang ada tak jauh dari tempat duduknya.


" Sayang, kamu ngerjain mas ya ", Ujar Fandi yang sudah sadar bahwa istrinya tengah bermain-main dengannya.


" Maaf mas, aku hanya ingin kamu tidak terlalu memikirkan pekerjaan mu ", Ujar Alisa.


" Tapi kamu beneran belum sayang??", Tanya Fandi sekali lagi.


" Iya mas aku belum, Nanti kalau udah aku kasih tau ", Ujar Alisa.


" Hm... kayaknya aku harus lebih sabar lagi ", Ujar Fandi.


" Sayang kita tidur yuk, Pumpung Rafa juga lagi tidur, aku pingin meluk kamu ", Ujar Fandi.


" Ya udah ayo ", Ujar Alisa.


Fandi pun mulai memeluk istrinya saat tidur, didekatkan wajahnya sampai terasa hembusan nafas keduanya.


Fandi mulai ingin menyentuh bibir tipis istrinya yang menggoda tersebut, saat hendak menyatukan ke dua bibirnya, tiba-tiba terdengar suara tangisan Rafa yang seketika menggagalkan rencana Fandi kali ini.


" Rafa haus ya nak ", Ujar Alisa yang kini menggendong Rafa.


Fandi hanya melihat Alisa dari kejauhan,


" sayang disini aja kalau mau menyusui Rafa, Mas juga ingin lihat Rafa ", Ujar Fandi.


Alisa berpindah tempat ke dekat suaminya, Fandi kini tengah melihat Rafa yang sedang sudah mulai tertidur kembali.


" Sudah sayang ?", Tanya Fandi kepada Alisa.


" Bentar mas, sabar, nanti Rafa kebangun lagi", Ujar Alisa.


Setelah merasa Rafa sudah tertidur kembali, Alisa kemudian menidurkan Rafa ke dalam box bayi nya.


Fandi masih menunggu istrinya di atas tempatnya tidur tersebut sambil memainkan ponselnya.


" Sudah sayang ??", Tanya Fandi yang melihat Alisa sudah naik dibatas tempat tidurnya.

__ADS_1


" Sudah mas, sebaiknya kita tidur, Nanti malam pastinya begadang lagi ", Ujar Alisa yang setiap malam selalu begadang karena Rafa yang tiba-tiba terbangun.


Malam pun tiba, kini Alisa dan Fandi sedang menikmati makan malam mereka bersama,


" Mas akan menemui Papa besok sayang, semakin cepat semakin baik ", Ujar Fandi.


" Iya mas, Kalau mas sudah siap, aku pasti akan mendukung mas sepenuhnya ", Ujar Alisa.


" Terimakasih sudah mendukung mas sayang", Ujar Fandi.


Keesokan harinya Fandi langsung menuju ke kantor Papa nya terlebih dahulu, ia tidak mau mengecewakan Papa nya, Dan Fandi sudah memikirkan siapa nantinya yang akan mengurus restonya setelah ia memimpin perusahaan nya.


Di dalam kantor " Wiratama Corp ", Fandi tengah berjalan dengan langkah yang cukup cepat, karena ia sudah ada janji dengan Papa nya pagi ini.


" Assalamualaikum Pah ", Ucap Fandi yang sudah masuk kedalam ruangan Pak Dimas.


" Waalaikum salam Fand, Apa yang ingin kamu bicarakan sama papa, apa kamu sudah mempunyai jawaban nya ??", Tanya Papa nya penasaran.


" Iya Pah, Fandi akan terima tawaran Papa untuk memimpin perusahaan ini ", Ujar Fandi.


" Syukurlah Fand, itu jawaban yang papa harapkan dari kamu sebagai putra Papa satu-satunya.


" Mulai Minggu depan kamu bisa menempati ruangan ini, dan papa akan memantau mu dari rumah ", Ujar Pak Dimas.


" Kalau begitu Fandi pamit dulu pah, Fandi harus ke Resto ", Ujar Fandi berpamitan kepada Papa nya.


" Baiklah Fand, hati-hati ", Ujar Pak Dimas.


" Assalamualaikum Pah ", Ucap Fandi keluar dari ruangan Papa nya.


" Waalaikum salam ", Jawab Papa Dimas tersenyum.


Fandi keluar ruangan Papa Dimas dengan begitu lega, ada sedikit senyuman yang terukir di wajah tampan Fandi sehingga membuat sekertaris Papa nya menatap Fandi dengan sangat lama.


" Siapa dia, kenapa dia dua hari ini terlihat sering kesini ", Gumam meta dalam hatinya.


Meta memang mengagumi sosok Fandi saat pertama kali bertemu saat Fandi datang ke kantor ini kemarin siang.


Fandi merasa ia sedang di perhatikan oleh wanita Tersebut sehingga membuat Fandi tak nyaman.


Fandi kemudian segera keluar dari kantor tersebut, ia juga tak mau berlama-lama berada di kantor papanya tersebut.


Fandi berniat akan mencari sekertaris laki-laki untuk membantunya dalam bekerja di kantor papanya tersebut.

__ADS_1


***


Di dalam ruangannya Fandi kini tengah memikirkan siapa yang akan ia percaya untuk mengganti kan dirinya sebagai direktur Resto nya .


Seketika ia ingat Dina yang menurut Fandi merupakan wanita baik-baik, dan dia juga teman baik dari istrinya,


Fandi akan mencoba meminta pendapat dari istrinya mengenai ini, dengan segera Fandi langsung mengambil ponselnya dan segera menelfon Alisa.


" Halo sayang ", Ucap Fandi.


" Halo mas, ada apa??", Tanya Alisa.


" Sayang mas mau meminta pendapatmu, mas tidak akan bisa mengambil keputusan sebesar ini tanpa membicarakan ini dengan mu ", Ujar Fandi.


Alisa pun tersenyum, ia sangat beruntung karena ia sudah diperhitungkan oleh Fandi dalam mengambil keputusan apapun


" Iya mas, apa ??, Bicaralah jika aku bisa memberi pendapat aku akan membantumu ", Ujar Alisa.


" Begini sayang, mas rasa Dina bisa mas andalkan untuk mengelola Resto kita, mas akan jadikan dia direktur resto kita dan mas masih tetap menjadi CEO nya ", Ujar Fandi.


Alisa mendengar kan apa yang suaminya bicarakan sedari tadi.


" Bagaimana menurut mu sayang, apa keputusan mas ini baik menurutmu ??", Tanya Fandi kepada Alisa.


" Aku setuju saja mas, tapi apa yang membuat mas memilih kak Dina untuk mengelola resto kita??", Tanya Alisa.


" Sayang, mas lihat Dina itu sangat baik, dia bekerja dengan sungguh-sungguh selama ini,dan terutama yang mas sangat suka ia begitu baik kepadamu, dia mau jadi teman mu", Ujar Fandi.


" Jadi mas melakukan semua ini untukku, karena kak Dina baik kepada ku ", Ujar Alisa terharu.


" Iya sayang, mas tidak akan memilih sembarang orang, kalau dia tidak baik, dan tidak bisa dipercaya "Ujar Fandi.


" Iya mas, aku setuju, aku setuju jika kak Dina yang akan mengelola resto kita ", Ujar Alisa senang.


" Baiklah kalau begitu sayang, mas akan membuat acara rapat diresto, Mas tutup dulu telfonnya, Terimakasih atas semua bantuanmu ", Ujar Fandi.


" Iya mas, aku juga sangat berterima kasih karena mas sudah berbaik hati kepada kak Dina ", Ujar Alisa.


Setelah mendapat telfon dari Suaminya, Alisa terlihat sangat senang sekali jika Dina akan dinaikkan jabatan oleh suaminya,


" Aku percaya kamu bisa dipercaya kak ", Ujar Alisa.


Alisa sangat bersyukur karena itu bisa membuat ia membantu perekonomian Dina, Dina merupakan tulang punggung keluarga nya selama ini, dan dia juga membiayai adik nya serta ibunya yang sedang sakit.

__ADS_1


__ADS_2