Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
34. Sehari Bersama Fandi.


__ADS_3

Seperti yang dijanjikan kemarin oleh Fandi bahwa hari ini Fandi akan menemani dan membantu Alisa untuk mengerjakan tugas kuliahnya.


Tepat pukul Sembilan pagi Fandi sudah berada di pelataran rumah megah Alisa dengan mengendarai Civic putihnya.


Dengan membawa sebuah paper bag Fandi berjalan menuju pintu utama rumah Alisa, Dengan perlahan ia langsung mengetuk pintu rumah tersebut, tak perlu menunggu lama dari dalam rumah salah satu maid sedang berjalan untuk membukakan pintu untuk calon suami nonanya tersebut.


"Den Fandi, silahkan masuk den?? " ucap maid yang membukakan pintu.


"Mau minum apa??" tanya maid lagi.


"Apa aja bi," Ucap Fandi.


"Tunggu sebentar ya den, saya tinggal kebelakang dulu", lanjut maid tersebut.


Setelah maid tersebut meninggalkan Fandi sendirian di ruang tamu, Lalu Alisa pun keluar dari kamarnya, Karena belum mengetahui kedatangan Fandi akhirnya Alisa pun sangat terkejut ketika melihat seseorang yang berada di sofa tamu tersebut.


Dengan terus berjalan menuruni tangga rumahnya, Alisa segera pergi menuju ruang tamunya, Saat melihat Fandi yang sedang santai disana Alisa langsung menghampiri nya,


" Mas..??? " Sapa Alisa.


" Iya sayang " Jawab Fandi sambil menatap Alisa.


" Kamu ngapain mas pagi - pagi udah kesini, tanya Alisa yang kini sudah duduk berhadapan dengan Fandi.


" Aku kan mau bantuin kamu ngerjain tugas kuliahmu sayang, katanya lagi menumpuk, kalau aku gak bantuin kamu hari ini, kamu besok gak bisa ke Resto pastinya", ucap Fandi sambil nyengir.


" Hmm... Kamu ada - ada aja mas, emangnya kenapa kalau aku besok gak ke Resto, bukannya aku udah dapat izin ya dari pemiliknya??" Tanya Alisa.


" Masak kamu gak ngerti sih sayang, aku tuh gak bisa jauh dari kamu", ucap Fandi dengan nada manjanya.


"Mas, jangan gitu, malu tau, nanti kalau ada yang denger gimana??' seru Alisa sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya nggak apa - apa kan sayang, kan kamu calon istri aku, ucap Fandi yang sekarang jadi Ke Pedean.


" Terserah kamu aja mas, ya udah aku ambil tugas ku dulu ya di kamar", ucap Alisa sambil beranjak dari sofa.


" Mau aku bantuin ??", tanya Fandi.


"Gak usah mas aku bisa sendiri," Kemudian Alisa pun berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


" Setelah mengambil bukunya, Alisa segera turun menuju tempat Fandi berada"


"Huft... Alisa nampak kewalahan membawa buku yang begitu banyak ditangannya",


"Kenapa gak manggil aku aja, kan tadi udah mau aku bantuin". ucap Fandi.

__ADS_1


" Iya mas maaf, aku gak mau ngerepotin kamu", ucap Alisa yang tengah bersandar di sofa.


Beberapa saat kemudian terlihat Bibi yang datang dengan membawa nampan yang Berisi jus mangga dan sepiring pisang goreng.


"Silahkan Nona, Tuan", ucap Bibi.


"Makasih ya bi", ucap mereka berdua, kemudian Bibi pun kembali menuju dapur untuk mengerjakan tugas nya yang lain.


***


Tepat pukul Dua belas siang, mereka akhirnya mereka selesai mengerjakan tugas kuliah Alisa.


" Makasih ya mas udah ngebantuin aku" ujar Alisa.


"Iya Al, tapi ini gak ada yang gratis lho" ucap Fandi sambil tersenyum.


" Hmm... semestinya tadi aku tuh curiga sama kamu, kok tiba - tiba baik banget mau bantuin aku, eh ternyata ada embel-embel nya", ucap Alisa sambil cemberut.


" Hahaha", Seketika Fandi pun tertawa melihat Alisa yang sudah mengerucutkan bibirnya.


" Aku cuma bercanda Al, kok dibikin serius sih", Ucap Fandi yang masih tertawa.


" Mau jalan - jalan gak", ucap Fandi.


" Ya kemana aja Al, yang penting kita keluar", ucap Fandi.


"Ya udah deh mas, aku ngikut aja ", ucap Alisa sambil membereskan beberapa bukunya yang sudah tercecer kemana - mana.


"Aku ke atas dulu ya mas, mau sholat dulu", ucap Alisa sambil beranjak dari tempat duduk nya.


"Ya udah Al, aku juga mau sholat dulu", ucap Fandi.


Alisa kemudian mengantarkan Fandi menuju kamar tamu untuk dia melaksanakan kewajibannya.


" Aku tinggal dulu ya mas", ucap Alisa sambil berlalu dari hadapan Fandi.


Tiga puluh menit kemudian, Fandi dan Alisa sudah bersiap dan segera menuju ke tempat yang ingin mereka tuju,


" Kita ke mall aja ya Al", ujar Fandi.


Alisa pun hanya mengangguk, ia masih menatap lurus ke depan sambil melihat kearah jalanan saat ini.


Tepat satu jam perjalanan akihirnya mereka sampai ke suatu tempat perbelanjaan terbesar dikota ini,


"Kita makan aja dulu Al, kan tadi kita belum sempat makan" , ucap Fandi sambil terus berjalan menyusuri area mall tersebut.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian mereka sudah memasuki area food court untuk sejenak mengisi perut mereka yang sudah keroncongan semenjak tadi.


"Ayo kita kesana Al", sambil menunjuk meja yang berada di belakang, mereka pun kemudian segera duduk dan tak perlu menunggu lama salah satu pelayan sudah menghampiri meja Fandi dan Alisa.


Mereka pun segera memesan makanan dan tak lama kemudian makanan mereka pun sudah tersedia di meja mereka.


Kita habis ini mau kemana mas, ucap Alisa sambil menikmati makanannya,


" Kita ke bioskop aja ya Al", ucap Fandi.


Alisa pun tersenyum, "Iya mas aku juga udah lama banget gak ke bioskop, biasanya sih aku kesini sama teman-teman aku", ucapa Alisa.


Setelah dirasa makanan mereka sudah habis, mereka segera pergi menuju bioskop,


"Al, aku beli tiket dulu ya", ujar Fandi.


"Iya mas, aku juga mau beli pop corn dulu", ucap Alisa.


Mereka akhirnya berjalan ke arah yang berbeda dan tak lama kemudian mereka bertemu lagi dengan membawa tiket dan popcorn yang sudah di beli oleh Alisa.


"Mas, kita nonton film apa?? ", tanya Alisa.


"Kita nonton film horor", ucap Fandi.


" Apa..!!! " ucap Alisa sambil memelototkan matanya.


" Kenapa Al, Kamu gak suka??, tanya Fandi.


"Kenapa harus film horor mas, kan aku takut" ucap Alisa.


"Tenang aja Al, kan ada aku", ucap Fandi.


Mau tidak mau sekarang Alisa harus ikut masuk kedalam bioskop tersebut.


Kini tangan Alisa sudah mulai dingin, dan dia juga nampak gelisah, lagi lagi dia sedari tadi memegangi tangan Fandi tanpa sadar, Fandi yang merasa tangannya di pegang Alisa merasa sangat bahagia sekali.


Fandi pun nampak tersenyum lebar karena Alisa sekarang tengah memeluk lengannya karena ketakutan.


Ini mah Abang Fandi ya modus ya guys... hehehe.


Setengah jam kemudian film pun sudah selesai akhirnya mereka keluar dari dalam bioskop tersebut, nampak wajah Alisa yang masih tegang dan ada sedikit bulir - bulir keringat yang menempel pada dahinya.


Popcorn yang Alisa beli pun masih utuh, di dalam bioskop tadi Alisa sudah tidak selera lagi karena ulah Fandi yang mengajaknya menonton film horor,


Yang Alisa pikir dia akan menonton film yang ber genre romantis, tapi dia salah justru yang ia tonton malah film yang tidak akan bisa membuatnya tidur nyenyak malam ini.

__ADS_1


__ADS_2