
Mereka kini bersiap-siap untuk turun kebawah, tepat lima menit yang lalu Rafa sudah mendapatkan telfon dari Daddy nya, dan para keluarga semuanya tengah berkumpul di bawah untuk sarapan pagi bersama.
Terlihat sudah semuanya berkumpul hanya tinggal dirinya dan Disya, dan saat Rafa sudah sampai mereka semua melihat ke arah pasangan pengantin baru itu, dan Rafa dan Disya hanya saling berpandangan, mengapa dirinya di lihat oleh keluarga besarnya tersebut.
"Assalamu'alaikum", Ucap Rafa yang menggeser tempat duduk untuk istrinya, dan kemudian ia juga menggeser tempat duduk untuk dirinya.
"Waalaikum salam, aduh pengantin baru, kok datangnya siang", Celetuk Ghina menggoda kakaknya.
"Ih apaan, kakak udah siap dari tahu", Perdebatan kecil pun terjadi dan itu membuat Alisa sedikit memelototkan matanya.
"Sudah sebaiknya kita segera sarapan, habis ini kan langsung pulang ke Jakarta", Rafa dan lainnya pun mengangguk.
"Kamu nggak apa-apa kan sayang langsung ikut kami ke Jakarta??", tanya Alisa kepada Disya.
"Nggak apa-apa kok ma, Disya mau", Ucap Disya yang membuat Rafa tersenyum.
"Ya sudah kita cepat habis kan sarapannya dan setelah ini kita check out dan pergi kerumah orang tua kami dulu",
Semuanya pun mengangguk, dan segera menghabiskan sarapannya,
Ghani juga sudah tak sabar lagi untuk pulang, karena Ratna dan keluarganya sudah pulang terlebih dahulu ternyata, mereka mengambil jadwal penerbangan pagi dan mereka akhirnya pulang terlebih dahulu.
Setengah jam kemudian, mereka sudah kembali ke kamar mereka masing-masing untuk mengambil barang-barang mereka, setelah itu mereka pun langsung saja berkumpul di loby hotel untuk pulang bersama-sama.
Mereka kini sudah memasuki mobil masing-masing dan kemudian segera melakukan perjalanan menuju ke arah rumah Disya.
Mereka tiba dirumah Disya, Denis dan Nisa kemudian menyambut Keluarga bos yang kini menjadi besannya dengan penuh suka cita.
"Assalamualaikum", ucap Fandi beserta Alisa.
"Waalaikum salam, silahkan masuk mbak, Mas", Ucap Denis, kini Denis sudah merubah panggilannya kepada Fandi.
Dari belakang, Rafa, Disya, Ghani dan Ghina pun menyusul, dan mereka semua bersalaman kepada Denis dan Nisa, berbeda dengan Disya, Disya langsung saja memeluk mamanya, ia hari ini akan pergi ke Jakarta mengikuti Rafa Suaminya.
"Jadi kamu mau langsung ke Jakarta hari ini sayang??", Tanya Nisa kepada Disya.
"Iya ma, Besok kak Rafa sudah bekerja lagi, jadi Disya harus ikut suami Disya kemanapun dia pergi", ucap Disya.
Nisa mengerti, ia pun kemudian mengajak Disya pergi ke kamarnya dan menyiapkan pakaian Disya dan barang-barang Disya yang akan ia bawa pindah ke Jakarta.
Alisa pun mengikuti Disya juga, ke tiga wanita itu kini berada di dalam satu kamar sedang mempersiapkan semuanya.
"Kamu jangan khawatir Nis, Disya sudah aku anggap seperti anak kandung ku sendiri", ucap Alisa, dan Nisa pun mengangguk.
"Iya mbak, terimakasih sudah mau menerima putriku jadi bagian dari keluarga mbak", Ucap Nisa.
Mereka bertiga pun akhirnya berpelukan bersama, dan setelah semuanya selesai mereka akhirnya keluar kembali dengan menggeret dua koper besar untuk Disya bawa menuju ke rumah mertuanya.
__ADS_1
"Ma, pah, Disya pamit dulu ya", Disya kemudian memeluk papa dan mamanya, ia juga terlihat meneteskan air matanya, jujur saja Disya juga sangat berat meninggalkan keluarganya, tapi sekarang dia adalah seorang istri, jadi ia akan mengikuti suaminya kemana suami nya akan pergi.
"Iya kamu harus jadi istri yang baik, nurut sama suami kamu, dan jangan lupa selalu kabari Mama dan papa ya", Ucap Denis.
"Iya Pah", Jawab Disya, kemudian Disya menoleh kearah samping, dimana ada gadis kecil yang juga terlihat sedih, baru saja ia berkumpul bersama kakaknya kini mereka harus terpisah lagi.
"Ta, Kakak pergi dulu, kamu jaga Mama dan papa ya, oh ya kalau ada sesuatu tolong kabari kakak secepatnya", Disya kemudian memeluk kita adik nya, adiknya yang masih duduk di bangku SMP itu.
"Iya kak", jawab Lita.
Kini giliran Rafa berpamitan kepada mertuanya,
"Rafa pamit pah, mah", Sambil mencium punggung tangan Denis dan Nisa.
"Iya hati-hati, papa minta tolong, jaga Disya baik-baik ya, papa tau kamu bisa jaga putri papa dengan baik", ucap Denis dan kemudian Rafa menganggukkan kepalanya.
Satu persatu kemudian berpamitan, mereka harus segera menuju ke bandara karena satu jam lagi pesawat mereka akan terbang, jadi sebelum keberangkatan mereka harus sudah ada disana.
Kini mereka tiba di bandara, setelah mendapat pengumuman keberangkatan pesawat mereka mereka semua segera naik ke pesawat dan segera melakukan penerbangan dari Surabaya ke Jakarta.
Sore harinya, mereka kini sudah sampai di rumah mereka, Mereka kini masuk bersama dan segera menuju ke kamar mereka masing-masing, badan mereka sangat lelah sekali, jadi merek semua memutuskan untuk segera membersihkan diri mereka sendiri dan segera istirahat.
Untuk pertama kalinya, Disya masuk kedalam kamar Rafa, kamar dengan nuansa kamar cowok.
Disya kemudian mengarahkan pandangannya, mulai mengabsen semua apa yang ada didalam kamar ini, dari sudah hingga bagian lainnya, tapi ada satu yang mencuri perhatian Disya, Disya kemudian segera mendekat dan menemukan foto yang tak asing menurut nya.
Disya pun tersenyum dan kemudian melihat beberapa foto yang lainnya, foto dirinya yang ada di luar negri, entah kapan Rafa meminta foto itu, tapi foto itu sudah terpasang dengan editan dia berfoto bersama Rafa.
"Hmm... kakak yang buat ini semua??", tanya Disya, dan Rafa yang kini tengah memindahkan koper ke ujung kamar pun menoleh.
"Apa sayang??", Tanya Rafa yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan istri nya.
"Foto ini kak, Kaka semua yang buat??", Tanya Disya ,dan Rafa pun kemudian mendekat ke arah istrinya.
Rafa Kemudian menghadap ke arah dinding, ke arah dimana istrinya melihat semua foto hasil editannya.
"Iya, kakak yang buat semuanya, kamu suka??", tanya Rafa kepada Disya.
Disya pun mengangguk, "Iya, Disya suka, kakak dapat dari mana fotoku, perasaan aku belum pernah kasih fotoku ke kakak??", tanya Disya.
Rafa pun kemudian tersenyum, "Mau tau ya??", Ucap Rafa, ia sengaja ingin membuat istrinya itu penasaran.
"Iya kak, jawab dong, dari mana??, jangan buat aku penasaran", ucap Disya lagi.
Rafa kemudian tertawa dan memeluk istrinya.
"Kakak dapat foto kamu dari sosial media kamu lah, emang dari mana??, gak mungkin kan dari hape kamu langsung",
__ADS_1
Disya kemudian melepas pelukan Rafa, "Makasih ya kak, Aku suka banget", ucap Disya, "Tapi kayaknya kakak gak perlu edit-edit lagi, kan kita bisa foto bersama sekarang, mau berapa foto, aku siap", Ucap Disya.
Rafa kemudian menarik tangan Disya, dan menjatuhkan tubuh mereka berdua di atas ranjang besar mereka.
Wajah mereka kini saling berhadapan, dan mata mereka saling berhadapan.
Tangan Disya kemudian mengelus wajah Suaminya, mengelus rahang Suaminya yang dipenuhi buku halus yang sedikit tumbuh itu.
"Kamu jangan menggodaku seperti ini, mau mengulang yang nanti malam??", Tanya Rafa yang membuat tangan Disya turun dari wajah tampan Suaminya.??.
"Nggak kak, masih sore tau, kalau mama manggil gimana hayo??", Tanya Disya yang heran dengan Suaminya ini.
"Iya-iya, ya udah rebahan aja, kakak peluk", Disya kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Suaminya dan Rafa pun kini memeluk Disya.
Malam pun tiba, dan mereka kini tengah makan malam bersama, keluarga ini begitu lengkap, biasanya Ghani yang tidak bisa ikut makan malam, tapi malam ini untuk menyambut kedatangan kakak iparnya Ghani bersedia untuk makan malam bersama dengan keluarga besarnya.
"Sya, kamu gak perlu sungkan disini, kami semua sekarang keluarga kamu", Ucap Fandi kepada Disya.
"Iya Pah, Disya seneng kok disini", ucap Disya sambil melirik ke arah Ghina.
"Iya kak, nanti kalau aku libur kerja kita ke mall bareng ya??", Pinta Ghina kepada Disya, Disya pun mengangguk dan tersenyum.
"Kapan-kapan boleh kan pinjam kak Disya??", Tanya Ghina kepada Rafa.
"Iya,tapi jangan lama-lama", ucap Rafa.
"Iya kak, makasih ya", ucap Ghina senang sambil menatap Disya dengan penuh senyuman.
Malam harinya semua pun sudah masuk kamar kembali, begitu juga dengan Rafa dan Disya, mereka juga sudah masuk ke kamarnya juga.
Disya terlihat sedang memasuki kamar mandi untuk mencuci wajahnya, dan Rafa kini tengah menunggu istrinya di atas ranjang.
Tak lama setelah itu Disya pun juga sudah keluar dan menghampiri Rafa.
"Sudah selesai??", Tanya Rafa, dan Disya pun mengangguk.
"Tidur yuk kak, aku capek banget", Disya kemudian menghadapkan wajahnya ke arah Suaminya dan raga pun memeluk badan Disya.
Rafa melihat istrinya memang terlihat kelelahan, jadi Rafa tak jadi untuk mengganggu tidur istrinya, Rafa membiarkan istrinya istirahat dan dia akan istirahat juga karena besok ia sudah masuk kerja kembali.
Mereka tidur berdua saling berpelukan, saling menghangatkan badan mereka walaupun hanya sebatas berpelukan saja, Rafa tidak mau mengganggu istrinya saat ini dan membiarkan Disya untuk istirahat sepanjang malam ini.
Pagi ini,Disya sudah berada di dapur, keahlian memasak nya yang ia dapat kan saat berada jauh dari orang orang tuanya ternyata sangat berguna, ia sekarang bisa membuatkan sarapan pagi untuk semua orang dengan dibantu oleh Ghina tentunya, melihat kakak iparnya bisa memasak membuat Ghina semakin senang bisa berdekatan dengan kakak iparnya yang cantik ini.
Setelah memasak selesai, Disya pun berpamitan untuk Kembali ke kamarnya, untuk menyiapkan pakaian kerja Suaminya untuk yang pertama kali.
Disya masuk kedalam kamarnya dan mendapati suaminya yang tengah keluar dari kamar mandi, Disya segera berjalan menuju ke arah lemari pakaian Suaminya, ia mengambilkan kemeja, celaka fan beserta lainnya dan diberikan kepada suaminya.
__ADS_1
Hari ini tugas sudah menunggu Disya, banyak sekali barang-barang nya yang akan ia masukkan kedalam lemari, dan Rafa juga sudah menyisihkan semua pakainya, mulai saat ini Rafa harus berbagi semuanya Yang ada didalam kamar tidurnya.