
Mama Mira terlihat kaget saat melihat Fandi datang dengan di bopong Alisa,
Mereka berjalan sangat pelan dan kemudian segera mendudukkan Fandi di sofa ruang tamu.
" Kenapa kamu Fand??", tanya Mama Mira melihat putranya yang tampak pucat.
Mama Mira kemudian mendekat dan duduk di samping Fandi.
Fandi tampak menyandarkan kepalanya di sandaran sofa dan sesekali memejamkan matanya.
" Mas Fandi lagi kurang enak badan ma, tapi aku sudah membawa nya ke dokter, mas Fandi hanya butuh istirahat saja", ujar Alisa agar tak membuat Mama mertuanya khawatir.
" Sebaiknya bawa suami kamu ke kamar sayang, biar Mama nanti yang jaga Rafa ", Ujar Mama Mira.
" Iya ma,kalau begitu aku bawa mas Fandi kekamar dulu ya ma "Ujar Alisa berpamitan.
Fandi segera menuju ke kamarnya dengan ditemani Alisa, setelah sampai Alisa segera melepas semua pakaian Fandi mulai dari jas kantornya dan sepatunya juga dilepas.
" Sayang, tolong sekalian lepas kemeja dan celana mas ", Ujar Fandi meminta tolong kepada Alisa.
Kemudian Alisa mulai melepas satu persatu kancing kemeja suaminya, entah kenapa saat melihat dada bidang suaminya, Alisa sedikit menelan ludahnya, tak sanggup jika harus begini akhirnya Alisa mempercepat melepas baju suaminya dan segera mengambil kaos yang ada di dalam lemari pakaian.
" Sudah mas " Ujar Alisa sambil ingin beranjak dari hadapan suaminya.
Tangan Fandi kemudian mencekal lengan istrinya dan menggelengkan kepalanya, memberi isyarat agar istrinya tersebut tidak pergi dari hadapannya.
" Temani mas tidur ", Ujar Fandi memerintah.
" Tapi mas Rafa ", Ujar Alisa yang membuat Fandi meletakkan jari telunjuknya di bibir Alisa.
" Bukannya Mama sudah bilang tadi jika sayang harus menemani mas tidur, lagi pula bukannya ada mbak Heni, jadi sayang gak perlu khawatir ", Ujar Fandi.
" Kalau gitu aku mau ganti baju dulu mas, aku udah gerah",
" Kamu ganti baju disini aja, atau ingin mas melepaskan bajunya ", Kata Fandi yang tangannya mulai menyentuh punggung Alisa untuk membuka resleting gamis yang dipakai istrinya tadi.
Sentuhan tangan Fandi membuat Alisa serasa kegelian,
__ADS_1
" Mas jangan begitu, aku geli ", Ujar Alisa.
Resleting sudah turun sampai batas pinggang istrinya membuat Fandi seketika menelan ludahnya dengan sangat susah.
Fandi mulai menurunkan baju istrinya, terlihat gundukan kembar yang sedang di tutupi oleh Alisa membuat Fandi ingin sekali melihat keindahan tubuh istrinya.
" Mas kamu mau apa??, kamu sedang sakit ", Ujar Alisa.
" Badan mas sangat kedinginan sayang, jadi mas mau mencari kehangatan disini ",
Wajah Alisa semakin memerah, ia tidak tahu jika suaminya sedang sakit malah meminta hal aneh seperti ini.
Alisa sudah terhanyut dalam belaian Fandi membuat Alisa membaringkan tubuhnya dengan tatapan menembus mata suaminya,
Fandi mulai mencium seluruh wajah istrinya sampai ia mendarat kan bibirnya di bibir ranum istrinya, begitu kenyal menurut fandi sehingga Fandi langsung saja melu*at bibir istrinya.
Suara lenguhan yang di tahan Alisa membuat Fandi seakan lebih ingin membuat istrinya melepas semua lenguhan yang Alisa tahan.
" Mas mau kamu sekarang sayang ", Ucap Fandi yang mulai melepas semua pakaian yang masih melekat di tubuh istrinya.
Mereka pun kelelahan, sampai akhirnya mereka berdua akhirnya tertidur pulas.
Tania saat ini masih membantu Bi Jum di dapur, terdengar suara tangisan Rafa dari dalam box nya membuat Tania segera berjalan menghampiri Rafa.
Bu Mira juga berjalan cepat saat mendengar Rafa terbangun,
" Rafa sudah bangun ya, Rafa lapar ya, sebentar mbak Heni ambil susu Rafa dulu ya", Ujar Tania menggendong Rafa sambil berjalan ke arah dapur.
" Mama Mira yang melihat Tania menggendong Rafa hanya memperhatikan gerak gerik Tania dari jauh.
Rafa pun terdiam setelah meminum susu yang sudah disediakan oleh Tania, bayi itu kemudian tersenyum kala susu yang ia minum sudah habis.
Bu Mira kini kembali menghampiri cucunya tersebut,
Kini Bu Mira meminta agar Tania membantu Bi Jum sedangkan Rafa akan ia mandikan karena sudah sore.
" Sini sayang mandi sama Oma ", Ujar Bu Mira mengambil Rafa dari Tania.
__ADS_1
" Kamu bantuin Bi Jum saja ", Ujar Bu Mira.
Tania masih memperhatikan Rafa dari kejauhan,entah rasa apa yang ada di dalam diri Tania, namun yang jelas ia sangat menyayangi Rafa dengan tulus.
Satu jam kemudian, pasangan suami istri yang habis berolahraga tersebut telah bangun, kini mereka sudah bersiap untuk turun setelah selesai sholat ashar bersama.
Fandi dan Alisa kini sedang berjalan menuruni tangga dengan senyum yang tak pudar dari keduanya, bayangan percintaan panas mereka masih terekam jelas dalam ingatan mereka berdua sampai-sampai senyuman di kedua bibir pasangan tersebut tak dapat mereka sembunyikan.
" Kamu sudah lebih enakan Fand ??", Tanya Mama Mira yang kini tengah memangku Rafa di sofa ruang tengah.
" Iya Ma, Alhamdulillah aku sudah lebih baik, apalagi istriku ini merawat Fandi dengan sangat baik ", Ujar Fandi tersenyum sambil melirik ke arah istrinya.
Alisa menjadi tersipu malu karena perkataan Fandi, apalagi saat mengingat adegan yang ia lakukan tadi, membuat ia malu sendiri.
" Sayang, ayo sama Mommy, pasti Rafa kangen sama Mommy kan ??", Tanya Alisa sambil mencium pipi gembul putranya.
Keluarga kecil Fandi terlihat sangat bahagia, Tania yang melihat di balik dinding dapur merasa sangat iri kepada Alisa.
Tapi dia berusaha untuk membuang rasa irinya, ia akan berusaha menerima semua ini, apalagi ini murni kesalahan nya yang dulu pernah menipu Fandi dan meninggalkan dia dengan laki-laki kaya pilihannya.
Tania pun mencoba merubah sikap nya seperti biasa, ia akan berpamitan pulang karena ia sudah izin agar ia tak menginap disini, ia tak mau rahasia nya terbongkar.
" Permisi Pak, Bu, saya izin pulang dulu ", Ujar Tania kepada Fandi Alisa dan Bu Mira.
" Iya mbak, terimaksih ya ", Ujar Alisa tersenyum tulus.
" Sama-sama Bu, Kalau begitu saya pamit, Assalamualaikum ", Ujar Tania melangkah pergi keluar dari rumah megah tersebut.
Fandi dan Mama Mira terlihat memperhatikan setiap langkah Tania, merek yakin pernah melihat wanita tersebut, tapi Dimana.
" Seperti nya aku akan berbicara kepada Mama, siapa tau Mama tau ", Gumam Fandi dalam hatinya.
Mama Mira juga berfikiran seperti itu, ia akan berniat bertanya kepada Fandi tentang Heni, " mungkin Fandi mengenalnya ", Gumam Bu Mira dalam hatinya.
Alisa sama sekali tidak memikirkan Heni, dia malah sudah terkecoh dengan penyamaran Tania, mungkinkah Alisa akan tau dan mengenalnya ??, Hanya waktu yang bisa menjawab.
Semoga saja Tania benar-benar sudah berubah dan tak mengganggu rumah tangga Fandi dan Alisa.
__ADS_1